Suara dari Bitung

Suara dari Bitung SUARA DARI BITUNG untuk kita semua. Semoga Sarana ini bisa di gunakan untuk kemajuan Kota Bitung.

Suara dari Bitung, adalah wadah komunikasi yang di sediakan untuk seluruh warga Bitung dan seluruh masyarakat yang ingin bertukar informasi.

13/09/2017

Pandangan Sam Ratu Langie mengenai Indie-Weerbaar dan Indonesia masa datang

Oleh: Harry Kawilarang.

Pada akhir 1916, Sam Ratu Langie, yang sudah tidak lagi menjadi ketua Indische Vereeniging, membuat ceramah di Wageningen berjudul “Pengajaran dan Ketahanan untuk Hindia.” Untuk menghadapi ancaman Jepang dan Cina, menurut Ratu Langie diperlukan kesatuan yang di dasarkan pada “rasa cinta kepada tanah kelahiran bersama. Bagaimanakah kita harus memajukan kesetiakawan itu? Yaitu melalui ‘pengajaran.’ Bagaimanakah memantapkan kesatuan itu? Yaitu melalui ‘ketahanan rakyat.’” Ratu Langie beranggapan: “Milisi pribumi adalah suatu keharusan.” Tentang tujuan politik yang hendak di capai dengan pembentukan milisi itu, dikatakannya: “Orang-orang yang keras hati berangkali menginginkan, agar bersama dengan milisi diberikan hak-hak lsin kepada orang pribumi. Itu memang adil. Masa depan Hindia terletak dalam pergabungannya dengan Negeri Belanda. Dengan pemerintahan yang adil, pergabungan itu harus mengantarkan Hindia ke ketinggian peradaban yang mungkin dicapainya dan dengan demikian dapat kiranya meletakkan ikatan yang tidak kenal putus.” Sesudah datangnya delegasi, ia mengemukakan pendirian yang tegas dan berani. Ia mendukung tuntutan Boedi Oetomo dan Sarekat Islam untuk diberikan hak-hak politik yang lebih banyak. Selama berada di Negeri Belanda, Ratu Langie selain belajar, sangat produktif dalam tulis menulis. Ia juga mempublikasikan sejumlah karya sastra. Ia menulis sejumlah legenda Minahasa untuk majalah De Amsterdammer, sebuah ceritera sedih tentang cinta ‘pemuda berkulit sawo mateng dengan pemudi berkulit putih,’ dan sejumlah cerita kepahlawanan dalam majalah Indie mengenai kegagahan tentara KNIL asal Minahasa.
Ratu Langie Mengenai Pemisahan Indonesia dari Belanda di masa datang
Ketika Perang Dunia Pertama berkobar di Eropa, dengan penyerbuan Jerman terhadap Belgia yang netral, membuat posisi Belanda tidak menentu. Ratu Langie waktu itu beranggapan bahwa besar kemungkinan Negeri Belanda pun akan diserbu. Adanya kemungkinan ini, iapun berkomentar pada majalah De Indier : “Bagaimana sikap kita? Bukankah sudah banyak kita menanggung sakit hati terhadap penjajahan Belanda? Tidak sudah tibakah saat kita untuk membiarkan Negeri Belanda sebagaimana adanya, dan mengurus kebutuhan sendiri?”[...] “Tetapi demi Tuan, marilah kita tetap berkepala dingin! Di saat-saat yang kritis ini, janganlah kita merasa gusar! Kegusaran itu membutakan. Marilah kita lupakan sakit hati kita kepada yang lain, dan marilah kita simpan apa yang baik saja dari pihak yang lain. Jangan sampai dikemudian hari orang mengatakan, bahwa bangsa Hindia (baca Indonesia) telah mengail di air keruh. Punyailah rasa bangga, dan berjuanglah secara terbuka! Namun karena alasan-alasan praktis, kita mesti tenang, dan menanti. Tidak sedetikpun saya ragu, bahwa dalam waktu dekat kita akan dapat melontarkan k*k penjajah yang membelenggu kita. Prajurit-prajurit Jawa dan Ambon yang merupakan ¾ lebih dari seluruh kekuatan di Hindia akan menyeberang seluruhnya ke pihak pemberontak, dan terdapat cukup alasan untuk mempercayai itu. Tetapi sesudah itu? Dalam waktu singkat akan datang musuh lain di depan pelabuhan Priok. Dan musuh itu kini belum dapat kita lawan.” (Maksudnya Jepang). Analisis tentang Negeri Belanda tidak begitu menyenangkan bagi Ratu Langie, apa lagi di susul dengan himbauan kepada orang Hindia untuk tidak melepaskan dukungan kepada Negeri Belanda, demi kehormatan diri dan kepentingan diri, yang tentunya dapat di fahami dengan baik. “Saya masih merasa, bahwa di jalur-jalur baru yang harus kita tempuh, kita akan buta kalau kita memisahkan diri dari Negeri Belanda. Hari kemerdekaan Hindia belum tiba, bahkan fajar pagi masih belum menyingsing. Di sekitar kita masih gelap gulita. Dengan bekerjasama melawan musuh bersama berangkali dapat tumbuh rasa simpati, dan itu kiranya akan dapat mempermudah penyelesaian masalah Hindia.” Itulah yang terpikir oleh Ratu Langie, ketika ia mengucapkan kata-kata yang di kutip dari brosur di atas. “Tetapi bagaimanapun juga, pada akhirnya pemisahan itu akan terjadi juga.” Ujar Ratu Langie.
Kesadaran Politik di kalangan Prajurit-Prajurit Minahasa
Pengurangan gaji dilingkungan KNIL menimbulkan reaksi di kalangan prajurit asal Minahasa, dan menimbulkan keperdulian di kalangan politisi Minahasa. Dr. GSSJ Ratu Langie sekembalinya dari negeri Belanda pada 1918 mulai giat di kancah politik dan masuk menjadi anggota Persatuan Minahasa.
Dalam rapat organisasi ini pada 1922, Ratu Langie mengusulkan dibentuknya organisasi sosial bagi kesejahteraan keluarga militer dan mencarikan lapangan kerja bagi pensiunan KNIL. Sebelumnya, pada bulan Mei 1909, di Magelang, yang dikenal sebagai kota militer didirikan organisasi kesejahteraan sosial dengan sebutan Perserikatan Minahasa. Waktu itu pengadaan organisasi ini tidak hanya untuk pensiunan prajurit, tetapi juga kalangan masyarakat Minahasa sekitar Jawa Tengah. Organisasi ini cukup menonjol ketika pada 1917 di pimpin oleh A L Waworoentoe, mantan Hukum Besar Tondano. Pernah pada 1919, atas desakan kalangan KNIL Minahasa melak*kan aksi tuntutan melalui Persatuan Minahasa di Volkraad mendesak agar militer Minahasa memperoleh status yang disamakan (gelijkgesteld) dengan militer Belanda.
Tetapi issue ini menimbulkan perpecahan dalam tubuh Perserikatan Minahasa. Bahkan A L Waworoentoe sebagai ketua organisasi tidak mendukung.
Alasan Waworoentoe waktu itu, tuntutan dengan cara radikal dikwatirkan akan menghilangkan simpati pihak Belanda terhadap orang-orang Minahasa. Sementara, Wakil Ketua organisasi ini, J H Pangemanan, justeru mendukung usulan ini. Pangemanan wartawan sekaligus pemilik harian bahasa Melayu, Pos Jawa Tengah dan juga pendiri Roekoen Minahasa di Semarang pada 1912. Namanya menonjol sebagai aktivis dari partai Indische Social-Democratische Vereeniging yang berhaluan radikal kiri yang kemudian menjadi Partai Komunis Hindia-Timur pada 1919 dan terakhir berubah menjadi Partai Komunis Indonesia pada bulan Mei 1924. Albert L Waworoentoe kemudian terpilih mewakili Perserikatan Minahasa di Volksraad dan turut memperjuangkan kepentingan militer KNIL asal Minahasa di lembaga itu.
Beda Pandang antara Douwes Dekker Dengan Sam Ratu Langie
Orang Minahasa menyadari pihak Belanda tidak akan mungkin memberi persamaan status kepada Perserikatan Minahasa. Hal ini sudah disadari sepenuhnya oleh Dr. GSSJ Ratu Langie. Ketika memimpin organisasi mahasiswa pribumi di negeri Belanda (waktu itu, Indische Studenten Vereeniging, cikal bakal Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia, PPI), Ratu Langie sadar sangat sulit menjembatani hubungan Eropa dengan Asia dalam kondisi kolonialisme. Walau begitu, dalam benak politiknya, Ratu Langie berhaluan loyalis. Pemikiran Ratu Langie berdeda dengan pandangan Douwes Dekker yang menuntut agar Indonesia dipimpin oleh mereka yang lahir dan tinggal di Indonesia.
Dalam kegiatan cara radikal, Douwes Dekker memperjuangkan kemerdekaan politik yang kemudian menjadi dominant dalam kancah politik di Hindia-Belanda sejak awal 1920’an.
Semboyan mashur pemuka massyarakat Indo, Douwes Dekker waktu itu adalah “Indie voor Indier,” (Indonesia untuk orang Indonesia). Sementara Sam Ratu Langie tidak menuntut kemerdekaan politik Hindia-Belanda, tetapi menuntut persamaan hak politik dan pemerataan politik bagi semua golongan suku-bangsa yang menghuni kep**auan nusantara di wilayah Hindia-Belanda.
Konsep ini dirumuskan oleh Ratu Langie dengan istilah “federalisme.” Pandangan politik Ratu Langie ini sudah di kembangkan sejak kembali dari negeri Belanda. Pandangan ini disampaikan oleh Ratu Langie tahun 1922 pada forum politik yang diselenggarakan oleh Nationale Indische Partij di Batavia. Pandangan federalisme Ratu Langie dilandasi oleh upaya untuk menggariskan langkah kearah perbaikan sistem ketatanegaraan, tidak hanya bermanfaat bagi Belanda secara sepihak, tetapi juga menguntungkan bagi hak hak suku-suku bangsa dan penetap di kep**auan nusantara. Kesemuanya di dasari pada prinsip-prinsip keadilan dibanding dengan pandangan-pandangan politik yang dimasa kemudian bertolak belakang dari prinsip-prinsip kebebasan/ kemerdekaan.
Aksi Pemberontakan Prajurit-Prajurit Minahasa di Jawa Barat
Sementara itu dikalangan prajurit-prajurit KNIL asal Minahasa, tertarik dengan pandangan-pandangan radikal Sam Ratu Langie. Beberapa anggota dari Perserikatan Minahasa memasuki organisasi politik, Nationale Indische Partij yang baru dibentuk menggantikan Indische Partij (PI) pimpinan Douwes Dekker bersama Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi (Ki Hadjar Dewantoro yang dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda.
Sekalipun begitu partai baru ini tetap saja berhaluan radikal hingga menjadi minat kalangan militer maupun sipil Minahasa. Sikap radikalisme di kalangan prajurit Minahasa meningkat karena perlakuan diskriminasi yang dilak*kan KNIL.
Hal ini berakibat hingga prajurit-prajurit Minahasa melak*kan aksi pemberontakan pada 1926 (Pemberontakan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan aksi pemberontakan PKI di bulan November 1926 yang menjalar di Banten, Batavia, dan Jawa Barat dan berlanjut di Sumatera Barat pada bulan Januari 1927).
Berawal dari peristiwa penangkapan terhadap beberapa prajurit yang masuk menjadi anggota kump**an musik, “De Bliksem” (Halilintar) terdiri dari 40 pemusik Minahasa.
Yang menjadi masalah ketika seorang tahanan dari dua bintara dan seorang sipil yang ditangkap meninggal di dalam tahanan.
Kematian yang tidak jelas penyebabnya dan serba misterius menimbulkan kecurigaan hingga timbul dugaan bahwa tahanan mati akibat siksaan. Kematian ini menimbulkan kemarahan di kalangan prajurit-prajurit Minahasa dan langsung melak*kan aksi pemberontakan. Aksi ini cepat menjalar keberbagai tangsi militer di Jawa Barat, terutama di Cimahi, Batujajar dan Padalarang. Pertempuran paling sengit terjadi di Cimahi yang merupakan markas militer terbesar waktu itu. Bahkan kompleks perbengkelan mesiu (Artilerie Constructie Winkel –AWC) di Kiaracondong sempat dikuasai oleh pasukan pemberontak. Aksi pemberontakan berlangsung hanya beberapa hari sebelum dipadamkan dengan kekuatan besar. Dari peristiwa itu delapan prajurit dan bintara KNIL yang dituduh sebagai pemimpin gerakan dijatuhi hukuman penjara oleh mahkmah militer antara 15 hingga 17 tahun. Akibat dari pemberontakan itu, pihak KNIL membatasi ruang gerak prajurit Minahasa untuk berpolitik dan melarang mereka memasuki berbagai organisasi atau perkump**an yang berbaur dengan masyarakat sipil. Mereka juga dilarang memasuki partai-partai politik bila tidak ingin dipecat. Hal ini mempengaruhi jumlah keanggotaan di organisasi Perserikatan Minahasa, hingga Dr. GSSJ Ratu Langie bersama Dr. Roland Tumbelaka mendirikan organisasi Persatuan Minahasa pada bulan Agustus 1927 hanya untuk orang-orang sipil. Sejak itupun pihak Belanda memisahkan prajurit-prajurit KNIL dengan masyarakat intelektual Minahasa dan harus menanggalkan berbagai pertemuan tradisional. ***

Foto: KNIL Minahasa dan operasi Militer. Sam Ratulangie 1927

https://www.manadonews.co.id/kkk-serahkan-bantuan-bagi-korban-bencana-bitung/
21/02/2017

https://www.manadonews.co.id/kkk-serahkan-bantuan-bagi-korban-bencana-bitung/

BITUNG, MANADONEWS Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua(K*K) Ibu. Angelica Tengker bersama Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K*K) dan Kerukunan Keluarga Bitung (KKB) serta WIKA (PT. Wijaya Karya), Senin, 20 Februari 2017 menyerahkan bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di Bitung  melalui...

18/02/2017

*PALAKAT....*

Perlu di ketahui *POSKO BANTUAN BENCANA BITUNG* telah di buka di Bitung.
Dan sampai saat ini kami masih menggalang bantuan untuk disalurkan bagi Korban Banjir dan tanah longsor.

Terhitung mulai hari Minggu, tanggal 19 Februari 2017 sumbangan dalam bentuk barang dapat salurkan langsung di *POSKO BITUNG*, dengan alamat :

*POSKO PEDULI K*K & K2B*
_*Jln. W.A Worang. No 7 Lingkungan IV, Kadoodan. Bitung*_

Dan bagi yg tergerak ingin menyumbang melalui K*K bisa transfer melalui *Rekening Kerukunan Keluarga Kawanua :*

*Bank BRI* Unit Pulomas No. 0928-01-0000-10-302
*A/N. KERUKUNAN KLG. KAWANUA*
(Pesan : "Sumbangan BITUNG")
Mohon bukti transfer di WA

Koordinator,
Sylvia Tumatar

Contact Person Hubungi:
- Ibu. Sylvia Tumatar : HP/Wa. 0811951-652
- Brigitte Montolalu : HP/WA. 0811-917-431
- Joseph Sumanti : HP/WA. 0812-8837-1640
- Nobito Wowor : HP/WA. 0881-181-2844

*Mengetahui,*
Kerukunan Keluarga Kawanua
Ketua Umum,
Angelica Tengker

Kerukunan Keluarga Bitung
Ketua,
Feki Budiman

22/12/2016

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov) mengelar Safari Natal di Kota Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung serta Masyarakat Kota Bitung bertempat GMIM Sentrum Kelurahan Bitung Barat Kecamatan Maesa, Senin 19/12.
Lewat safari natal tersebut hadir mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP, dalam sambutan menyampaikan harapan bahwa pada natal tahun 2016 ini dapat menghadirkan sukacita, cinta kasih dan damai sejahtera bagi kita semua sehingga akan semakin memotivasi karya dan kerja dalam memajukan pembagunan didaerah Sulut.

Lanjutnya, mengajak kita umat manusia agar terus membina kerukunan dan kedamaian tanpa membeda-bedakan golongan, ras, suku dan agama, mari kita ciptakan kehidupan yang harmonis, menjadikan natal sebagai wahana saling memaafkan dan saling berbagi serta member berkat juga saling mendoakan dalam kebaikan, dimana natal juga menjadi momentum yang tepat mengawali hidup yang berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama, berdamai dengan diri sendiri, serta berdamai dengan lingkungan sekitar, “kunci Parengkuan.

Adapun lewat kesempatan tersebut dilangsungkan p**a pemberian bingkisan paket Natal kepada kaum lansia dan fakir miskin yang diserahkan langsung oleh Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP dan Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban didampingi Ketua TP-PKK Dra. Khouni Lomban-Rawung,MSi serta Wakil Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri didampingi Wakil Ketua TP-PKK Ny Rita Mantiri-Tangkudung juga Sekretaris Kota Bitung Drs Malton Andalangi bersama Ketua DWP Ny Turu Andalangi Ponglaba SE.
Sementara, ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt Aser Esau MTH dan dihadiri Jajaran Forkopimda, sejumlah Angota DPRD, serta Jajaran SKPD juga Tokoh Agama dan Masyarakat, undangan serta segenap Jemaat GMIM Sentrum Bitung.

Kemenpar Akan Fokus Kembangkan Wisata Bahari di BitungJakarta - Selat Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara memang dikenal in...
15/09/2016

Kemenpar Akan Fokus Kembangkan Wisata Bahari di Bitung

Jakarta - Selat Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara memang dikenal indah. Kemenpar akan fokus untuk mengembangkan wisata bahari di Bitung untuk menarik wisatawan.

Tidak kalah dengan Bunaken atau Wakatobi, pesona bawah laut di Selat Lembeh juga telah diperhitungkan dan masuk dalam 10 destinasi selam prioritas di Indonesia oleh ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, Indroyono Soesilo. Hal itu pun diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya saat launching Festival Pesona Selat Lembeh di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Selasa malam (13/9/2016)

"Beliau (Indroyono - red) sudah menetapkan 10 destinasi top prioritas selam indonesia, nomor satu Bali, dua Lombok, nomor tiga ini ada perdebatan, Bunaken atau Lembeh. Karena Mas Indro tidak bisa memutuskan maka Bunaken Lembeh masuk 10 prioritas nasional," ujar Arief.

Faktanya, Selat Lembeh di Bitung memiliki sekitar 95 titik selam serta aneka biota langka endemik yang tak dapat ditemui di tempat lain. Contohnya seperti pigmy seahorse, hairy frogfish dan mimic octopus.

"Itu kita akan fokus terus, kita kan bangun dua wisata bahari ini. Karena kita wahana wisata baharinya adalah salah satu yang terbaik, itu adalah atraksi," lanjut Arief.

Selain Selat Lembeh Bunaken di Sulawesi Utara juga akan diprioritaskan pembangunannya untuk menarik wisatawan. Wisatawan mana yang tidak tertarik untuk menyelami indahnya bawah laut Lembeh atau Bunaken.

"Tahun 2016 yang terbaik Raja Ampat, Komodo, Wakatobi, Bunaken dan Lembeh itu sekelas," tutup Arief. (aff/aff)

Suasana launching PESONA SELAT LEMBEH tgl 13 September 2016 di Gedung Kementerian Pariwisata Jakarta.
14/09/2016

Suasana launching PESONA SELAT LEMBEH tgl 13 September 2016 di Gedung Kementerian Pariwisata Jakarta.

M e r d e k a
17/08/2016

M e r d e k a

Pastikan hadir ..........PAIMPULUAN NE TONSEA (PNT) mengundang seluruh warga Tonsea & Kawanua, simpatisan  yg ada di JaB...
09/05/2016

Pastikan hadir ..........

PAIMPULUAN NE TONSEA (PNT) mengundang seluruh warga Tonsea & Kawanua, simpatisan yg ada di JaBoDeTaBek ,
Marilah Torang hadir untuk Beribadah dalam Perayaan Paskah, Kenaikan & Pentakosta disertai berbagai kegiatan untuk kita bergembira dari Torang for Torang Samua terlebih untuk kemuliaan Tuhan Yesus, pada:
Hari/Tgl : Sabtu 21 Mei 2016
Jam. : 09.00 wib s.d selesai
Tempat : Lapangan Parkir Kawasan Pacuan Kuda Pulomas - Jakarta Timur.

Adapun kegiatan2 lomba sbb:

1. Lomba Tarik Tambang : syarat peserta 8 orang dengan 2 orang cadangan. Setiap Kampung/Perkump**an mengirimkan satu team sebagai wakil.

2. Lomba Lari Karung Estafet : Satu tim terdiri dari 5 orang. Setiap Kampung/Perkump**an mengirimkan satu team sebagai wakil.

3. Lomba Poco-Poco : satu tim terdiri dari minimal 6 orang dan maksimal 12 orang. Lagu akan disiapkan oleh Panitia yaitu lagu Poco-Poco standard. Setiap Kampung/Perkump**an mengirimkan satu team sebagai wakil.

4. Lomba Dansa Tempo Dulu : Lomba ini bentuknya eksibisi. Jadi disediakan hadiah utk juara 1, 2 dan 3 tapi tidak diperhitungkan dalam penghitungan perebutan Juara Umum. Peserta terbuka sebanyak2nya tanpa dibatasi jumlah peserta tiap kampung.

N.B : Panitia menyediakan bis

Tuhan memberkati.

Selamat Ulang Tahun Ibu Khouni Lomban Rawung ... Sehat sehat panjang umur Sukses Selalu dlm Keluarga Tugas dan Pekerjaan...
15/04/2016

Selamat Ulang Tahun Ibu Khouni Lomban Rawung ... Sehat sehat panjang umur Sukses Selalu dlm Keluarga Tugas dan Pekerjaan Tuhan Memberkati....

Kunjungan kerja Walikota Bitung Max J. Lomban, sekaligus Bakti Sosial Laskar Donbosco (LDB) Jakarta, di kelurahan Mawali...
09/04/2016

Kunjungan kerja Walikota Bitung Max J. Lomban, sekaligus Bakti Sosial Laskar Donbosco (LDB) Jakarta, di kelurahan Mawali, Lembeh Utara Kota Bitung. Bakti Sosial berupa pembagian kacamata, pengobatan pemeriksaan, penyuluhan Keluarga berencana, pembagian natura, serta demo sikat gigi masal diikuti oleh anak sekolah Dasar setempat. Acara ini di dukung oleh PT Prima Kana Energy Jakarta. (1/4/2016)

08/04/2016

Pesona Wisata Kota Bitung Kota Bitung adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kota Bitung dari tahun ke tahun berkembang dengan cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong laju percepatan pembangunan. Kompleks Industri di Kawasan Pelabuhan Samudera Kota Bitung Kota Bitung…

06/04/2016

BITUNG-Walikota Bitung M.J Lomban SE MSI didampingi Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny Khouni Lomban-Rawung, melak*kan kunjungan kerja sekaligus memberikan batuan berupa buku tulis melalui program dinas P…

Address

Madidir
Bitung
12510

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suara dari Bitung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Suara dari Bitung:

Share