21/08/2026
Pernah nggak merasa sudah berusaha jadi lebih baik, tapi kok rasanya masih sering jatuh ke lubang yang sama? Kadang muncul rasa putus asa dan merasa nggak pantas untuk berubah karena dosa yang itu-itu saja.
Sebenarnya, hijrah itu mirip seperti membersihkan cermin yang sudah bertahun-tahun tertutup debu tebal. Kita nggak bisa langsung sekali usap langsung kinclong. Kalau dipaksa terlalu keras secara instan, takutnya cerminnya malah pecah. Pelan-pelan saja, yang penting konsisten mengelapnya setiap hari, meski hanya sedikit demi sedikit.
Seperti pesan teduhnya Gus Iqdam, yang terpenting adalah kemauan untuk terus berproses. Allah tidak melihat seberapa cepat kita sampai di garis finish, tapi seberapa sungguh-sungguh kita melangkah menuju-Nya. Jangan terlalu keras menghakimi diri sendiri, karena pintu taubat itu selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau mengetuknya dengan rendah hati.
Kalau teman-teman, apa tantangan terberat saat mencoba memperbaiki diri? Sharing di kolom komentar yuk, biar kita bisa saling menguatkan. β€οΈ