06/06/2026
Sejumlah warga Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah melakukan aksi blokade dengan membawa beberapa batang pohon pisang di ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu, pada Kamis (4/6/2026).
Aksi blokade sekitar 5 menit itu sebagai bentuk protes terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang hanya memberikan anggaran Rp 5,2 miliar untuk perbaikan jalan rusak tersebut.
Salah seorang warga Randublatung, Exy Wijaya mengatakan, anggaran tersebut sangatlah kurang untuk memperbaiki ruas sepanjang 25 kilometer itu.
"Itu sangat tidak cukup sekali. Hanya 500 sampai 600 meter. Padahal sepanjang jalan Kedung Jambu sampai Jape itu 2,6 kilometer," ucap dia saat aksi blokade jalan.
Menurutnya, ketika jalan provinsi mengalami kerusakan, yang paling terdampak adalah masyarakat.
"Di sini kita menggunakan hak konstitusional kita sebagai rakyat untuk mengontrol kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Ketika jalan-jalan provinsi rusak, yang menjadi korban adalah rakyat," terang dia.
Dia pun mengajak kepada semua masyarakat Jawa Tengah yang ruas jalan provinsinya rusak untuk terus menyuarakan aspirasinya agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki.
"Makanya, kami mengimbau kawan-kawan seluruh Jawa Tengah, warga masyarakat Jawa Tengah, masyarakat Jawa Tengah, ayo kita bersatu. Permasalahan Blora tidak berdiri sendiri, tetapi permasalahan Jawa Tengah adalah hak kita untuk menggunakan konstitusi kita mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat," ujar dia menggebu-gebu.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memastikan perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora.
Pekerjaan yang dianggarkan sebanyak Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan lelang.
"Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, di Kota Semarang pada Senin, 1 Juni 2026.