19/08/2026
Menegur guru itu sensitif—apalagi sama-sama orang dewasa dan profesional. Kalau salah cara, bukan cuma menyakiti hati, tapi juga bisa merusak hubungan kerja. Kuncinya bukan apa yang disampaikan, tapi bagaimana menyampaikannya.
Berikut cara kepala sekolah menegur guru tanpa menyakiti hati:
🌻 Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Jangan menegur di depan siswa atau guru lain. Ajak bicara secara pribadi agar guru tetap merasa dihargai dan tidak dipermalukan.
🌻 Awali dengan Apresiasi
Mulailah dengan hal positif agar suasana tidak langsung tegang.
Contoh:
“Saya apresiasi sekali dedikasi Bapak/Ibu selama ini…”
🌻 Fokus pada Perilaku, Bukan Pribadi
Hindari menyerang karakter. Fokus pada hal yang bisa diperbaiki.
Bukan: “Anda kurang disiplin.”
Tapi: “Saya melihat ada beberapa keterlambatan dalam masuk kelas…”
🌻 Gunakan Nada Bicara yang Tenang
Nada lebih penting dari kata-kata. Sampaikan dengan santun, bukan menggurui atau menghakimi.
🌻 Ajak Diskusi, Bukan Menghakimi
Berikan ruang untuk menjelaskan. Bisa jadi ada alasan yang belum diketahui.
“Apakah ada kendala yang sedang dihadapi?”
🌻 Tawarkan Solusi, Bukan Sekadar Kritik
Teguran yang baik selalu disertai solusi.
“Bagaimana kalau kita cari cara supaya ke depan bisa lebih tepat waktu?”
🌻 Tutup dengan Dukungan
Pastikan guru merasa didukung, bukan disalahkan.
“Saya yakin Bapak/Ibu bisa memperbaiki ini. Saya siap membantu.”
Contoh Narasi Teguran Halus
“Bapak/Ibu, saya sangat menghargai kerja keras selama ini. Hanya saja, saya melihat ada beberapa hal yang mungkin bisa kita perbaiki bersama, khususnya terkait kedisiplinan waktu. Mungkin ada kendala yang sedang dihadapi? Kalau berkenan, kita cari solusi bersama agar ke depan bisa lebih baik. Saya percaya Bapak/Ibu mampu, dan saya siap mendukung.”