PapiGee

PapiGee Welcome to PapiGee, Indonesia's DEDICATED retro gaming and pop culture channel. Let's RELIVE the awesomeness of 90s together once more.

Tribut untuk Marjane Satrapi (1969-2026).Embroideries dan Chicken With Plums adalah 2 dari 3 novel grafis karya Marjane ...
14/08/2026

Tribut untuk Marjane Satrapi (1969-2026).

Embroideries dan Chicken With Plums adalah 2 dari 3 novel grafis karya Marjane Satrapi yang paling terkenal. Yang 1 lagi adalah Persepolis tapi sayangnya kami belum dapat bukunya. Ketiga novel grafis tersebut sudah pernah diangkat ke layar lebar semua.

Marjane Satrapi memang sering menciptakan karya yang diangkat dari pengalaman kehidupannya sendiri. Dalam hal ini, Embroideries berlatar belakang kehidupan sosial nenek Marjane dan teman-temannya yang sering berkumpul untuk minum teh sambil bergosip dan curcol di rumahnya. Obrolan tersebut berisi segala hal yang menjadi concern wanita di Iran pada umumnya. Dari kehidupan seksual, cinta, pernikahan, dan rahasia para wanita Iran yang dikemas secara jujur, intim, dan penuh "dark jokes". Meskipun sepertinya lebih cocok untuk pembaca perempuan, tapi pembaca pria juga tetap bisa enjoy membacanya karena sangat mudah dimengerti dan relatable bagi yang memilik8 pasangan.

Sementara itu Chicken With Plums mengisahkan tentang Nasser Ali Khan, paman buyutnya, yang adalah seorang seniman musik yang patah hati dan kehilangan gairah hidup. Buku ini dibagi menjadi 8 bab yang merupakan 8 hari menuju kematiannya. Tiap hari (bab) tersebut mengisahkan isi pikiran Nasser Ali tentang pengalaman hidupnya selama ini. Akhir ceritanya sangat mellow dan sangat mewakili jiwa seniman pada umumnya yang memang bersifat melankolis.

Gramedia menerbitkan novel grafis Embroideries diterbitkan pada tahun 2006 dan Chicken With Plums pada tahun 2008. PapiGee membeli dan membacanya pada tahun 2011 dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

Full video: https://youtu.be/QsLC1qRKMwQPada awal era 90-an, Capcom pernah menjadi korban eksploitasi industri perfilman...
11/08/2026

Full video: https://youtu.be/QsLC1qRKMwQ

Pada awal era 90-an, Capcom pernah menjadi korban eksploitasi industri perfilman Hong Kong. Film-film seperti City Hunter, Future Cops dan Shaolin Popey adalah para tersangka yang memakai properti intelektual milik Capcom yang izinnya dipertanyakan.

PapiGee berkolaborasi dengan Prince Alexio dari Wuxia Lore With Lex membahas kenapa hal ini bisa terjadi.

Dukung Prince Alexio dengan subscribe ke channelnya:
https://www.youtube.com/
_____________________________________
Subscribe PapiGee di YouTube:
https://www.youtube.com/papigee
Follow PapiGee di Instagram:
https://www.instagram.com/thepapigee/
Like PapiGee di Facebook:
https://www.facebook.com/thepapigee
_____________________________________
Dukung PapiGee agar terus berkarya dengan berdonasi disini:
https://saweria.co/papigee
https://trakteer.id/papigee
_____________________________________

31/07/2026

COMING SOON!

Sebuah seri konten yang membahas anomali dari hasil persilangan dunia retro game dan pop culture yang jarang dibahas manusia saat ini.

Nantikan di WUXIA LORE WITH LEX. Eksklusif di PapiGee.
_____________________________________
Subscribe PapiGee di YouTube:
https://www.youtube.com/papigee
Follow PapiGee di Instagram:
https://www.instagram.com/thepapigee/
Like PapiGee di Facebook:
https://www.facebook.com/thepapigee
_____________________________________
Dukung PapiGee agar terus berkarya dengan berdonasi disini:
https://saweria.co/papigee
https://trakteer.id/papigee
_____________________________________

Kalau kamu merasa kesepian, tidak percaya diri dan takut menghadapi kehidupan, bacalah novel grafis karya duet Gene Luen...
28/07/2026

Kalau kamu merasa kesepian, tidak percaya diri dan takut menghadapi kehidupan, bacalah novel grafis karya duet Gene Luen Yang dan Derek Kirk Kim ini.

Novel grafis ini berisi 3 judul yang tidak berkaitan satu sama lain tapi di ujung cerita kamu (semoga) dapat memperoleh "Senyum Abadi" seperti yang tertulis pada cover buku ini.

Pada kisah "Kerajaan Duncan", kamu akan dibawa masuk ke dalam kisah fantasi medieval selayaknya game RPG. Kisah ini memberikan kita perspektif menarik untuk mensyukuri hidup ini.

Sementara itu kisah "Kakek Greenbax" berlatar belakang sebuah reality show yang menunjukkan apa itu arti kebebasan dalam hidup.

Kisah yang terakhir adalah "Permintaan Mendesak" yang mengisahkan seorang budak korporat bernama Janet. Disini diperlihatkan bagaimana cara terbaik untuk menghadapi tantangan hidup adalah dengan cara...menghadapinya.

Ketiga kisah tersebut memiliki alur cerita yang sangat enak untuk diikuti sehingga kita dapat menangkap esensi moral of the story dari "Senyum Abadi" tersebut.

Novel grafis ini diterbitkan pada tahun 2010 oleh Gramedia. PapiGee membeli dan membacanya pada tahun 2012 dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

Tahukah kamu bahwa karakter si pangeran di serial game Prince of Persia tidak pernah jelas asal-usulnya? Antara game yan...
20/07/2026

Tahukah kamu bahwa karakter si pangeran di serial game Prince of Persia tidak pernah jelas asal-usulnya? Antara game yang satu dengan lainnya backstory-nya tidak konsisten sehingga membuat gamer yang mengikuti lore-nya bingung. Ditambah lagi versi layar lebarnya menampilkan sosok pangeran yang berbeda lagi.

Seperti apakah versi pangeran yang sebenarnya diinginkan oleh sang kreator, Jordan Mechner? Jawabannya ada di novel grafis ini.

Disini kalian akan menemukan cerita sebenarnya tentang backstory Prince of Persia yang tidak akan kalian temukan di game maupun film. Sebuah kisah yang memang diimpikan oleh kreatornya sejak pertama kali ia menciptakan game Prince of Persia pada tahun 1989.

Mechner menilai bahwa story di game maupun film Prince of Persia terlalu kebarat-baratan. Menyelamatkan putri dari si wazir jahat sebenarnya tidak terlalu cocok dengan konsep "Arabian Nights" yang ia inginkan. Perebutan kekuasaan, politik keturunan, dan mitos "juru selamat" adalah konsep yang lebih sesuai untuk diterapkan di backstory Prince of Persia yang notabene berlatarbelakang budaya timur tengah dimana selalu ada gejolak dari ketiga hal tersebut.

Buku ini mengisahkan 2 generasi pangeran yang berbeda namun diceritakan secara paralel. Di awal membaca mungkin kalian akan merasa kebingungan karena timeline-nya yang maju mundur. Tapi menuju ke bagian akhir semuanya akan makin jelas dan mudah untuk diikuti.

Di bagian akhir buku juga ada tulisan penutup dari Jordan Mechner yang menceritakan s**a dukanya menciptakan Prince of Persia. Banyak fun fact menarik disini yang mungkin kalian tidak pernah tahu sebelumnya.

Novel grafis ini diterbitkan pada tahun 2010 oleh Gramedia. PapiGee membeli dan membacanya pada tahun 2012 dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

Laika adalah salah satu contoh kenapa kisah tentang anjing seringkali mengandung unsur bawang (baca: sedih).Diadaptasi d...
11/07/2026

Laika adalah salah satu contoh kenapa kisah tentang anjing seringkali mengandung unsur bawang (baca: sedih).

Diadaptasi dari kisah nyata, novel grafis Laika berlatar belakang setting Uni Soviet (sebelum jadi Russia) tahun 1950-an saat mereka giat melancarkan propaganda peluncuran pesawat luar angkasa untuk menunjukkan dominasinya kepada dunia. Dalam konteks ini, Sputnik II diluncurkan sebagai pesawat luar angkasa pertama di dunia yang sanggup membawa makhluk hidup dengan memakai seekor anjing sebagai ujicobanya.

Sang pengarang, Nick Abadzis, menampilkan empat POV dalam menyusun kisah ini, yaitu POV ambisius si pencipta pesawat (Sergey Korolyov), si ilmuwan (Oleg Gazensko), si pelatih anjing (Yelena Dubrovsky) dan Laika si anjing itu sendiri. Masing-masing POV memiliki pandangan berbeda terhadap proyek peluncuran pesawat luar angkasa ini. Pergulatan antara ambisi, pengabdian dan moral diceritakan dengan sangat baik disini sehingga memancing kita untuk berpikir: mana dari ketiga hal tersebut yang harus dilakukan ketika kita dihadapkan pada situasi tertentu?

Novel grafis ini diterbitkan pada tahun 2008 oleh Gramedia. PapiGee membeli dan membacanya pada tahun 2011 dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

03/07/2026

4 Juli 2026: PapiGee genap berusia 7 tahun!

Untuk merayakannya, kami memilih 7 video yang kami anggap paling "PapiGee banget".

Ketujuh video yang kami pilih ini bukan berarti video dengan views terbanyak, melainkan video yang paling mewakili core value dan niche PapiGee.

Bicara core value dan niche PapiGee, maka video yang terpilih ini akan mengandung satu atau lebih unsur berikut:

1. Human connection. Selalu ada sosok asli narasumber, bukan suara AI atau sekedar footage belaka. Dengan adanya sosok asli narasumber yang berbagi pengalaman secara autentik, penonton akan merasakan adanya ikatan emosional yang tidak didapatkan ketika menonton video yang hanya bermodalkan suara AI dan berisi sekump**an footage saja.

2. Lived experience. Berbeda dengan kebanyakan channel lain yang membahas retro hanya berbekal copas dari Wikipedia atau sumber internet, tim PapiGee grew up dan benar-benar mengalami era retro tersebut. Jadi isi video yang dibuat adalah benar-benar autentik karena tim yang menggarap paham betul tentang materinya.

3. Timelessly hardcore. Video ini dapat ditonton kapanpun karena bukan konten yang FOMO. Setiap kali ingin nostalgia atau riset tentang sejarah videogame, PapiGee adalah sumber terpercaya. Hanya PapiGee yang berani membahas hal-hal yang dilupakan orang seperti "Digitized Graphics", "Pseudo 3D", "FMV", serta konsol yang tidak populer seperti Neo-Geo, 3DO dan PC Engine.

Selamat menikmati preview ketujuh video yang kami sajikan ini. Jika kalian belum pernah menontonnya secara full, tinggal scan kode QR yang berisi link ke videonya.

Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih kepada tim, partner, teman-teman, subscribers, followers dan netizen yang sudah setia dengan PapiGee selama 7 tahun ini. Semoga PapiGee bisa terus konsisten menghadirkan konten retro game yang menghibur sekaligus mencerahkan bagi kalian para veteran ataupun newbie dalam dunia game retro.

Erick Kwée
Founder & Chief-Creative-Officer
PapiGee

Inilah yang disebut "novel grafis" pertama di dunia.Satu paket buku berjudul Trilogi Kontrak Dengan Tuhan ini merupakan ...
27/06/2026

Inilah yang disebut "novel grafis" pertama di dunia.

Satu paket buku berjudul Trilogi Kontrak Dengan Tuhan ini merupakan semi-autobiografi Will Eisner, seorang komikus yang dikenal sebagai "bapak novel grafis sedunia". Ada 3 buku didalamnya, yaitu A Contract With God (1978), Life Force (1988) dan Dropsie Avenue (1995). Jika kamu pernah dengar penghargaan Eisner Award, nama tersebut diambil dari orang ini.

Will Eisner menceritakan pengalaman dan perjalanan hidupnya di dalam trilogi ini dengan cara menciptakan beberapa karakter yang mana sebenarnya karakter-karakter tersebut adalah dia sendiri. Dari kesedihan akan kematian putrinya, kebingungan dalam menemukan tujuan hidup, hingga s**a dukanya tinggal di Dropsie Avenue (lokasi fiktif yang terinspirasi dari daerah Bronx di New York), semuanya diceritakan disini.

Yang menarik disini adalah kalian bisa melihat bagaimana bentuk sebuah novel grafis sebenarnya yang mana berbeda dengan komik pada umumnya, terutama yang tampak pada isi buku A Contract With God. Konon buku inilah yang dulu menjadi showcase Will Eisner dimana dia ngotot karyanya ini tidak mau disebut sebagai komik, melainkan novel grafis, sebuah medium yang dia ciptakan sendiri karena menurutnya lebih cocok untuk mengakomodasi karyanya ini. Meski begitu, di kedua buku lainnya: Life Force dan Dropsie Avenue penyusunan panelnya justru meninggalkan style A Contract With God dan malah jadi agak mirip komik.

Satu hal yang pasti, Will Eisner jago dalam mengarang cerita dengan banyak karakter dan membuatnya nyambung satu sama lain secara alami karena alurnya mudah dipahami. Inilah yang membuat novel grafis ini menarik untuk dibaca.

Novel grafis ini diterbitkan pada tahun 2010 oleh penerbit Nalar. PapiGee membeli dan membacanya pada tahun tersebut dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

Bodyguard (Ronin) dalam wujud kelinci? Perkenalkan: Usagi Yojimbo.Komik karya Stan Sakai ini diciptakan pertama kali pad...
05/06/2026

Bodyguard (Ronin) dalam wujud kelinci? Perkenalkan: Usagi Yojimbo.
Komik karya Stan Sakai ini diciptakan pertama kali pada tahun 1984. Berkisah tentang seorang samurai yang diilhami dari jago pedang legendaris Miyamoto Musashi pada jaman feudal Jepang, Stan Sakai justru memilih menciptakan karakter dalam bentuk binatang (kelinci) untuk komiknya ini sehingga terciptalah Usagi Yojimbo, sang kelinci bodyguard.
Meksipun menampilkan karakter-karakter binatang, namun tone komik cukup serius. Ceritanya mengandung sejarah Jepang yang diceritakan secara detil, meski ada juga unsur mitos didalamnya.
Usagi beberapa kali juga tampil di komik dan serial TV Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT). Begitu p**a sebaliknya, TMNT juga pernah tampil di komik Usagi.
Meski beberapa kali berpindah publisher, Usagi identik dengan Dark Horse dan telah menghasikan 219 edisi hingga 2016. Beberapa penghargaan Eisner Awards pun juga telah beberapa kali dimenangkan oleh komik ini.
Di Indonesia sendiri, komik ini pernah diterbitkan dalam format novel grafis oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2007 hingga 2009. Hanya ada 4 volume yang diterbitkan, yaitu: Shades of Death, Daisho, The Brink of Life and Death dan Seasons.

PapiGee membeli dan membaca semua buku Bone ini dalam rentang waktu tahun 2009 hingga 2010 dan baru saja selesai membaca ulang semuanya di tahun 2026 ini.

Apakah kamu juga baca serial ini? Apa kesanmu? Cerita yuk.

Address

Jl. Raya Pajajaran No.26, RT.01/RW.04, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah
Bogor
16128

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PapiGee posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PapiGee:

Shortcuts

Share