29/05/2022
BANDUNG,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait permasalahan parkir yang saat ini ada di Kota Bandung baik itu terkait pendapatan dari retribusi maupun efektivitas mesin parkir yang saat ini belum optimal.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, upaya tersebut ditempuh guna memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir yang menjadi salah satu pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Bandung.
"Pendapatan dari parkir itu harus dioptimalkan. Karena, jangan sampai ironis peralatan sudah luar biasa modern, mungkin daerah lain mah belum ada kita sudah punya tapi sisi pendapatan kontraproduktif. Kita harus perbaiki," ujar Ema, Minggu, 29 Mei 2022.
Jelas Ema, upaya evaluasi parkir di Kota Bandung ini guna meminimalisir kebocoran pendapatan yang mungkin terjadi akibat kurang optimalnya penempatan mesin parkir dan juru parkir yang jumlahnya belum memenuhi kebutuhan di lapangan.
"Kalau pemerintah bisa memaksimalkan potensi pendapatan untuk terealisasi, artinya peluang kita untuk mensejahterakan masyarakat itu kan lebih luas pembangunan apapun kita bisa akselerasi," jelasnya.
Lebih rinci, Kepala UPT Parkir pada Dishub Kota Bandung, Yogi Mamesa mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk meningkatkan pendapatan parkir. Seperti pemindahan mesin parkir dari kawasan penyangga dan pinggiran ke pusat kota.
"Kita semua bergerak ke lapangan, kita cek jukir-jukir semua dan mesin parkir mana yang penghasilannya sedikit atau tidak ada penghasilan. Itu kita geser ke pusat kota semua guna mengoptimalkan pendapatan dan mencegah kebocoran pendapatan dari sektor parkir," ujar Yogi Mamesa saat dihubungi, Minggu 29 Mei 2021.
Saat ini, jelas Yogi, dari total 300-an mesin parkir yang eksisting, selama 2 bulan ke depan pihaknya akan mengoptimalkan sekitar 100 mesin parkir yang memang belum optimal baik dari segi penempatan dan pendapatan.
Sumber : ayobandung.com