02/06/2026
Prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali menghadapi jalan terjal setelah Presiden AS Donald Trump meminta perubahan signifikan pada draf kesepakatan damai kedua negara. Dilansir dari Kompas.tv, dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Jumat, 29 Mei 2026, Trump secara resmi menginstruksikan tim negosatornya untuk memperketat klausul perjanjian, khususnya mengenai pembuangan persediaan uranium serta kepastian pembukaan kembali dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. "Jaminan yang harus saya dapatkan adalah tidak ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik," ujar Trump dalam wawancaranya yang ditayangkan Fox News pada Sabtu malam, 30 Mei 2026 waktu AS.
Dilansir dari Anadolu Agency, pihak Teheran merespons keras klaim sepihak dari Washington tersebut. Laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, menyatakan bahwa pernyataan Trump merupakan "campuran antara fakta dan kebohongan" serta upaya merekayasa kemenangan diplomasi. Pemerintah Iran menegaskan belum ada keputusan final karena draf kesepakatan tersebut masih berada dalam tahap peninjauan. Selain itu, pihak Iran membantah adanya ketentuan yang mewajibkan mereka membuka kembali Selat Hormuz tanpa syarat atau biaya, dan menegaskan tidak akan melanjutkan ke tahap negosiasi berikutnya sebelum dana aset Iran yang dibekukan senilai US$12 miliar segera dicairkan oleh pihak Barat.
Negosiasi yang kembali alot ini merupakan kelanjutan dari ketegangan panjang sepanjang tahun 2026, di mana jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz sempat mengalami blokade dan penutupan akibat eskalasi militer. Berdasarkan kerangka gencatan senjata awal yang dimediasi oleh Pakistan, kedua negara sebenarnya diberikan waktu 60 hari untuk membahas komitmen nuklir Iran dan pelonggaran sanksi ekonomi dari AS. Namun, dengan adanya tuntutan baru dari Trump dan penolakan keras dari Teheran terhadap syarat-syarat tersebut, proses diplomasi kini kembali berada dalam ketidakpastian yang tinggi sembari menunggu respons resmi lanjutan dari para negosiator kedua belah pihak.
Sumber:
Kompas.tv (https://www.kompas.tv/internasional/672219/trump-minta-perubahan-pada-kesepakatan-dengan-iran-terkait-selat-hormuz-dan-nuklir-iran)
Anadolu Agency (https://www.aa.com.tr/id/dunia/iran-bantah-klaim-trump-soal-kesepakatan-nuklir-dan-selat-hormuz/3951462)