Berita Baru Jabar

Berita Baru Jabar Akun Resmi Berita Baru.co Biro Jawa Barat

02/06/2021

Selamat Hari Jadi Bogor

Bangkitkan Agama Cinta Riuh hiruk-pikuk bergama telah membuat "gamah" kehidupan. Hendak kemana "kebijaksanaan" dicari? "...
24/11/2020

Bangkitkan Agama Cinta

Riuh hiruk-pikuk bergama telah membuat "gamah" kehidupan. Hendak kemana "kebijaksanaan" dicari? "Polusi udara" terlampau sesak untuk dihirup dan "lapisan ozon" kian menipis disebabkan kepongahan "manusia suci".

Kita sempat berterima kasih kepada Karen Armstrong yang telah mempopulerkan wajah Islam "sesungguhnya" di tengah arus gelombang sentimen kebencian pada islam, dan itu tidak lebih berarti ketika dibenturkan dengan realita dan fakta.

Sikap "eksklusivisme" dalam beragama telah menimbulkan truth claim sehingga kebenaran dianggap hanya dimiliki oleh kelompoknya saja, yang pada gilirannya menuduh kelompok lain (dengan label) "sesat" dan "kafir".

Hidup ber-Tuhan tapi berlaga seperti "Tuhan", beragama tapi tidak memposisikan layaknya "hamba", berbangsa tapi tidak "mengindahkan" pascasila.

Jika meminjam istilah Buya Syafii Maarif: agama, dimuliakan dalam ucapan, diagungkan dalam tulisan, dan dihinakan dalam perbuatan.

Ada fakta menarik tentang sejarah "penghujatan" (a history of blasphemy) yang mungkin memori kita masih menyimpan fakta itu

Diceritakan dalam hadis, para sahabat hendak menghardik si badui yang kencing di dalam masjid (tempat "sakral" bagi umat islam), tapi Nabi mencegah para sahabat untuk bertindak lebih "jauh" (reaktif) dan bersabda: “Jangan! Biarkan ia menyelesaikan kencingnya, dan cukuplah siram air kencing itu dengan seember air"

Tinjauan pendekatan fiqh, bahwa air dapat membersihkan "najis". Tetapi ada makna implisit dari peristiwa itu, yakni Nabi Muhammad melakukan "perlawanan pasif" dan "respon cermat", serta tidak menghendaki sikap "reaktif".

Jika sikap "reaktif" yang dikedepankan, mungkin si badui tidak kencing disatu titik (berceceran) karena "ketakuan" dan tidak cukup seember air untuk membersihkan, tetapi karena Nabi merespon dengan "cermat" maka cukup seember air yang diperlukan.

Dalam merespon sesuatu keburuku kita perlu "perhitungan matang" atas dampak yang ditimbulkan dari respon itu. Apahkan menyelesaikan atau (justru) membuat "ruwet" keadaan.

-Fajar Maehadi-
( Bendahara Umum PCNU Sumedang)

Alfian Tanjung Minta Maaf Setelah Fitnah Pengurus GP Ansor Keturunan PKI
23/09/2020

Alfian Tanjung Minta Maaf Setelah Fitnah Pengurus GP Ansor Keturunan PKI

Perjanjian perdamaian ini ditandantangani langsung oleh tergugat Alfian Tanjung dan Penggugat Ketua Umum PP GP

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja MigranJakarta, NU Online Pengurus Cabang Istimewa Nahdlat...
27/07/2020

PCINU Arab Saudi Harap Menaker Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

Jakarta, NU Online Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi kembali menggelar silaturahim NU sedunia. Bedanya, pada tahun ini silaturahim dilaksanakan secara daring pada Sabtu (25/7) malam, mengingat pandemi Covid-19 yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCINU Arab Saudi KH Imron Masyhudi mengharapkan agar Kementerian Ketenagakerjaan lebih meningkatkan perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang ada di Arab Saudi. “Kami mengimbau Menteri Ketenagakerjaan untuk lebih meningkatkan perlindungan kepada PMI supaya lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” tegasnya.

Sumber:

“Kami mengimbau Menteri Ketenagakerjaan untuk lebih meningkatkan perlindungan kepada PMI supaya lebih baik dari sebelum-sebelumnya,”

Imam Aziz: Negara Wajib Fasilitasi Riset Agar Benih Lobster Bisa DibudidayakanJakarta, NU Online Ketua Pengurus Besar Na...
27/07/2020

Imam Aziz: Negara Wajib Fasilitasi Riset Agar Benih Lobster Bisa Dibudidayakan

Jakarta, NU Online Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Aziz mengatakan, perlu riset dan fasilitas negara yang cukup supaya benih lobster bisa dikembangkan dan dibudidayakan. Selain itu, supaya tercapai bobot dan kualitas yang ideal. Penegasan tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam bahtsul masail yang diinisiasi Lembaga Bahtsul Masail PBNU. Acara bertema ‘Telaah Kebijakan Ekspor Benih Lobster’ yang digelar melalui Zoom Meeting itu disiarkan langsung di YouTube Channel, Kamis (23/7). “Dan ini, saya kira tidak bisa dilepaskan atau dibiarkan begitu saja. Sebab, benih yang dilepaskan di laut itu juga belum tentu bisa hidup sempurna. Bibit-bibit seukuran lidi ini tentu sangat lemah hidupnya,” ujar Imam Aziz.

Sumber:

Menurut dia, dua sudut pandang itu mestinya dicarikan titik temu melalui perspektif yang bisa menyelamatkan

Ketua Jam’iyah Ruqyah Aswaja Jabar Soroti Pembelajaran Jarak JauhSubang, NU Online Agar dapat memahami ajaran Islam yang...
24/07/2020

Ketua Jam’iyah Ruqyah Aswaja Jabar Soroti Pembelajaran Jarak Jauh

Subang, NU Online Agar dapat memahami ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sejak 14 abad silam, perlu berguru kepada para ulama yang memiliki sanad keilmuan yang sambung menyambung sampai Rasulullah. Sebab, tanpa adanya sanad ilmu bisa berpotensi akan merusak ajaran Islam itu sendiri. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Jam`iyah Ruqyah Aswaja (PW JRA) Jawa Barat, KH Luthfi al-Maghribi, usai menggelar kegiatan Manaqib Kubro dan Istighotsah di Pesantren Al-Fattah, Kalijati, Subang, Kamis (23/7) malam. “Sanad ilmu dalam Islam itu hukumnya wajib. Bahkan, Syekh Abu Yazid al-Busthami menyatakan bahwa barang siapa yang belajar tanpa guru, maka gurunya itu adalah setan,”tegas pria yang biasa disapa Gus Luthfi itu.

Sumber:

“Sanad ilmu dalam Islam itu hukumnya wajib. Bahkan, Syekh Abu Yazid al-Busthami menyatakan bahwa barang

Kiai Bisri Syansuri tentang Demokrasi, Pancasila, dan Arus Utama AswajaPidato-pidato Rais 'Aam PBNU, KH Abdul Wahab Chas...
02/06/2020

Kiai Bisri Syansuri tentang Demokrasi, Pancasila, dan Arus Utama Aswaja

Pidato-pidato Rais 'Aam PBNU, KH Abdul Wahab Chasbullah telah dibukukan dengan baik oleh Abdul Mun'im DZ, dalam buku Kaidah Berpolitik dan Bernegara. Bagaimana dengan pidato Rais 'Aam selepasnya, yaitu KH Bisri Syansuri? Hingga saat ini penulis belum menemukan. Tulisan ini sekaligus harapan agar secepatnya pidato Kiai Bisri lekas ditemukan, dan kemudian dibukukan. Memang, pidato Kiai Bisri Syansuri di hadapan muktamrin sudah ada. Ketika itu, sebagai Wakil Rais 'Aam beliau diminta oleh Rais 'Aam KH Abdul Wahab Chasbullah, untuk berpidato mewakili Rais 'Aam. Terkait posisi pidato ini, Kiai Saifuddin Zuhri dalam buku Mbah Wahab Chasbullah Kiai Nasionalis Pendiri NU menyatakan,

Sumber:

Pidato ini dimuat dalam empat belas halaman. Ada beberapa ayat Qur'an yang disitir Kiai Bisri,

Kiai NU dan Pancasila
01/06/2020

Kiai NU dan Pancasila

Kiai Achmad Siddiq menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa Islam yang dicantumkan sebagai asas dasar itu

Jangan Alasan Ada Wabah, Pengusaha Lalaikan Upah dan THRJakarta, NU Online Siapa yang berlaku zalim terhadap upah seoran...
01/05/2020

Jangan Alasan Ada Wabah, Pengusaha Lalaikan Upah dan THR

Jakarta, NU Online Siapa yang berlaku zalim terhadap upah seorang pekerja/buruh, maka haram baginya bau surga (haram baginya surga). Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Erma Rini mengingatkan pesan Nabi SAW tersebut, sebagaimana disampaikan Abu Hurairah dalam hadits yang sangat panjang ketika Nabi berkhutbah di Madinah. "Rasulullah mengingatkan kita agar tidak berlaku sewenang-wenang dan zalim kepada buruh. Ini relevan dengan situasi sekarang. Sebagian pengusaha yang masih mampu, jangan ambil kesempatan atas nama pandemi wabah, lalu main PHK seenaknya, bahkan tidak memberikan THR mereka," ujar Anggia dalam keterangan pers, Jumat (1/5/).

Sumber:

Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Erma Rini mengingatkan pesan Nabi SAW tersebut, sebagaimana disampaikan

Address

Taman Kencana Tanah Sareal
Bogor

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Baru Jabar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share