Bidik Nusantara News

Call Directions Website Contact the business

Bidik Nusantara News Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bidik Nusantara News, Media/News Company, Perumahan Bumi Kencana Permai Blok G7 Nomor 7, Bogor.

Jurnalis dan Nurani Publik di Tengah Bangsa MajemukJurnalis dan Nurani Publik di Tengah Bangsa Majemuk Di tengah derasny...
10/02/2026

Jurnalis dan Nurani Publik di Tengah Bangsa Majemuk

Jurnalis dan Nurani Publik di Tengah Bangsa Majemuk Di tengah derasnya arus informasi dan kerasnya persaingan narasi publik, jurnalis berdiri pada posisi yang tidak sederhana: menjadi penjaga kebenaran sekaligus penyeimbang ruang demokrasi. Dalam konteks Indonesia yang majemuk—dengan keberagaman agama, budaya, suku, dan pandangan hidup—peran jurnalis bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi merawat harmoni sosial melalui fakta yang adil dan berimbang. Pers tidak boleh menjadi alat kepentingan sempit yang memecah belah masyarakat....

Jurnalis dan Nurani Publik di Tengah Bangsa Majemuk Di tengah derasnya arus informasi dan kerasnya persaingan narasi publik, jurnalis berdiri pada posisi yang tidak sederhana: menjadi penjaga keben…

SAAT BERKAT DATANG, IMAN KITA MALAH MENYUSUT?Bogor - Di banyak mimbar gereja, doa yang paling sering terdengar adalah do...
10/02/2026

SAAT BERKAT DATANG, IMAN KITA MALAH MENYUSUT?

Bogor - Di banyak mimbar gereja, doa yang paling sering terdengar adalah doa meminta berkat. Orang percaya berlomba memohon pembukaan pintu rezeki, kenaikan jabatan, kesuksesan usaha, pemulihan ekonomi, dan kehidupan yang lebih layak. Tidak ada yang salah dengan itu. Bahkan Alkitab sendiri mencatat bahwa Allah adalah sumber berkat.

Namun ada satu kenyataan yang jarang dibahas secara terbuka: banyak orang kuat bertahan saat hidup susah, tetapi gagal menjaga iman saat hidup mulai diberkati.

Rasul Paulus pernah berkata:
"Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan."
(Filipi 4:12)

Kalimat Paulus ini bukan sekadar pengalaman hidup biasa, tetapi sebuah peringatan rohani yang dalam. Hidup dalam kekurangan memang berat, tetapi ternyata hidup dalam kelimpahan sering jauh lebih berbahaya.

Mari jujur.
Ketika hidup sedang sulit, doa kita bisa sangat tulus. Kita bangun pagi mencari Tuhan. Kita menangis dalam doa. Kita setia melayani walau tenaga terbatas. Kita rela memberi walau keadaan pas-pasan.

Saat itu, kita merasa tidak punya siapa-siapa selain Tuhan.

Namun realita yang sering terjadi justru menyedihkan. Ketika Tuhan mulai membuka jalan, banyak orang mulai berubah arah.

Saat berkat mulai datang:

Persembahan mulai dihitung-hitung
Pelayanan mulai dikurangi
Waktu untuk Tuhan mulai disisihkan
Komitmen pelayanan mulai longgar

Lebih parah lagi, sebagian orang mulai menggunakan alasan klasik: “Saya sibuk.”

Padahal, jika direnungkan dengan jujur, kesibukan sering kali bukan karena tidak punya waktu, tetapi karena prioritas sudah bergeser. Tuhan tidak lagi menjadi pusat, melainkan hanya pelengkap.

Fenomena lain yang semakin sering terlihat adalah munculnya janji-janji pelayanan yang tidak ditepati. Ada yang dulu berjuang bersama dalam pelayanan, tetapi ketika hidup mulai stabil, mereka perlahan menjauh.

Tidak memberi kabar.
Tidak menepati komitmen.
Tidak peduli lagi terhadap rekan sekerja pelayanan.

Tanpa disadari, ini bukan hanya melukai sesama pelayan Tuhan, tetapi mencerminkan hati yang mulai dingin terhadap panggilan ilahi.

Bangsa Israel pernah mengalami hal serupa. Saat Tuhan memberkati mereka dengan kelimpahan, mereka justru melupakan Allah.

Alkitab mencatat:
"Lalu engkau makan dan menjadi kenyang... tetapi hatimu menjadi tinggi dan engkau melupakan TUHAN, Allahmu."
(Ulangan 8:12-14)

Sejarah rohani menunjukkan satu pola yang berulang: manusia sering setia saat membutuhkan Tuhan, tetapi melupakan Tuhan saat merasa sudah cukup.

Kemiskinan bisa menguji kesabaran.
Kesulitan bisa menguji ketekunan.
Namun kelimpahan menguji kemurnian hati.

Banyak orang jatuh bukan saat hidup susah, tetapi saat hidup mulai nyaman. Kelimpahan sering membuat manusia merasa mampu berdiri sendiri tanpa bergantung kepada Tuhan.

Padahal Yakobus menegaskan:
"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas."
(Yakobus 1:17)

Berkat Tuhan bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi untuk dipercayakan. Ketika Tuhan memberi lebih, seharusnya hati kita menjadi lebih lembut, lebih murah hati, dan lebih sadar bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan.

Kelimpahan tanpa kerendahan hati hanya akan melahirkan kesombongan rohani.
Kesuksesan tanpa kesetiaan akan melahirkan kekosongan iman.

Hari ini, mungkin Tuhan sedang mengangkat kehidupan kita. Mungkin doa-doa lama mulai dijawab. Jika itu terjadi, mari bertanya dengan jujur kepada diri sendiri:

Apakah berkat membuat kita semakin dekat kepada Tuhan?
Atau justru membuat kita semakin jauh dari panggilan-Nya?

Apakah kesibukan kita membuat pelayanan berkembang?
Atau justru menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab rohani?

Pada akhirnya, berkat terbesar bukanlah harta, jabatan, atau kenyamanan hidup. Berkat terbesar adalah hati yang tetap setia ketika Tuhan mempercayakan banyak hal kepada kita.

Mari belajar bukan hanya bagaimana berdoa meminta berkat, tetapi juga bagaimana hidup benar ketika berkat itu sudah kita terima.

Karena iman sejati bukan hanya terlihat saat kita berlutut meminta pertolongan Tuhan, tetapi juga saat kita berdiri teguh menjaga kesetiaan ketika Tuhan menjawab doa kita.

Penulis:
Ev. Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K

SAAT BERKAT DATANG, IMAN KITA MALAH MENYUSUT? Bogor - Di banyak mimbar gereja, doa yang paling sering terdengar adalah doa meminta berkat. Orang percaya

Keadilan Tidak Netral: Pengacara Dipanggil untuk Memihak KebenaranKeadilan Tidak Netral: Pengacara Dipanggil untuk Memih...
10/02/2026

Keadilan Tidak Netral: Pengacara Dipanggil untuk Memihak Kebenaran

Keadilan Tidak Netral: Pengacara Dipanggil untuk Memihak Kebenaran Jakarta - Keadilan tidak pernah lahir dari sikap netral. Keadilan lahir dari keberanian untuk berpihak. Dalam realitas penegakan hukum hari ini, pengacara tidak lagi bisa bersembunyi di balik dalih profesionalisme kosong atau sekadar menjalankan prosedur. Diam adalah pilihan, dan sering kali, diam berarti membiarkan ketidakadilan terus bekerja. Hukum seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan alat pembenaran kekuasaan....

Keadilan Tidak Netral: Pengacara Dipanggil untuk Memihak Kebenaran Jakarta – Keadilan tidak pernah lahir dari sikap netral. Keadilan lahir dari keberanian untuk berpihak. Dalam realitas peneg…

“Golok di Tengah Penertiban: Ketika Kota Diuji Antara Ketegasan Aturan dan Emosi Warga”Bekasi kembali menjadi sorotan pu...
09/02/2026

“Golok di Tengah Penertiban: Ketika Kota Diuji Antara Ketegasan Aturan dan Emosi Warga”

Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena pembangunan megah atau prestasi birokrasi, melainkan karena sebuah momen yang menyentil nurani: penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berubah menjadi ketegangan ketika senjata tajam ikut muncul di tengah kerumunan. Peristiwa ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan alarm keras tentang wajah penegakan aturan di kota penyangga ibu kota tersebut. Penertiban memang bukan hal baru. Hampir setiap kota besar menghadapi persoalan yang sama: benturan antara kepentingan tata kota dan kebutuhan ekonomi masyarakat kecil....

Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena pembangunan megah atau prestasi birokrasi, melainkan karena sebuah momen yang menyentil nurani: penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berubah …

Pers Bukan Panggung Sensasi: Saatnya Jurnalisme Kembali Menjadi Nurani Publik”Di tengah derasnya arus informasi digital,...
09/02/2026

Pers Bukan Panggung Sensasi: Saatnya Jurnalisme Kembali Menjadi Nurani Publik”

Di tengah derasnya arus informasi digital, profesi jurnalis menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi, publik membutuhkan informasi cepat. Namun di sisi lain, kecepatan sering kali mengorbankan ketelitian, verifikasi, dan tanggung jawab moral. Fenomena inilah yang perlahan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers. Hari ini, publik tidak lagi hanya menilai wartawan dari seberapa cepat berita dipublikasikan, tetapi dari seberapa jujur, berimbang, dan bertanggung jawab informasi itu disampaikan....

Di tengah derasnya arus informasi digital, profesi jurnalis menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi, publik membutuhkan informasi cepat. Namun di sisi lain, kecepatan sering kali m…

PGLII Kota Bekasi Perkuat Sinergi Pelayanan, Ketua GKII Jabodetabek 2 Disematkan PIN KehormatanBEKASI, 9 Februari 2026 –...
09/02/2026

PGLII Kota Bekasi Perkuat Sinergi Pelayanan, Ketua GKII Jabodetabek 2 Disematkan PIN Kehormatan

BEKASI, 9 Februari 2026 – Pertemuan antara Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bekasi dengan Badan Pengurus Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jabodetabek 2 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pelayanan lintas sinode. Kegiatan yang berlangsung di GKII Damai Sejahtera, Bekasi Timur, Senin (9/2/2026), digelar dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta semangat persatuan antar gereja. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi pelayanan dan membangun komunikasi yang lebih solid antar lembaga gerejawi di wilayah Jabodetabek....

BEKASI, 9 Februari 2026 – Pertemuan antara Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Bekasi dengan Badan Pengurus Daerah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jabode…

Ketua PN Kutai Barat Dilaporkan ke Polisi, Polemik Penolakan Sita Lahan Plasma MengemukaKetua PN Kutai Barat Dilaporkan ...
09/02/2026

Ketua PN Kutai Barat Dilaporkan ke Polisi, Polemik Penolakan Sita Lahan Plasma Mengemuka

Ketua PN Kutai Barat Dilaporkan ke Polisi, Polemik Penolakan Sita Lahan Plasma Mengemuka KUTAI BARAT – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat dilaporkan ke Polres Kutai Barat terkait polemik penolakan permohonan sita terhadap lahan plasma yang tengah menjadi objek sengketa hukum. Laporan tersebut dilayangkan oleh pihak yang mengajukan permohonan sita jaminan atas lahan plasma yang dinilai memiliki nilai ekonomi serta kepentingan masyarakat....

Ketua PN Kutai Barat Dilaporkan ke Polisi, Polemik Penolakan Sita Lahan Plasma Mengemuka KUTAI BARAT – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kutai Barat dilaporkan ke Polres Kutai Barat terkait polemik peno…

Bau Limbah Ganggu Warga Jatiasih, DLH Bekasi Turun Tangan dan Warning Pengelola SPPG: KOTA BEKASI — Keluhan warga terkai...
09/02/2026

Bau Limbah Ganggu Warga Jatiasih, DLH Bekasi Turun Tangan dan Warning Pengelola SPPG

: KOTA BEKASI — Keluhan warga terkait bau menyengat dan dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Jatiluhur, Jatiasih, langsung mendapat respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Aduan masyarakat soal limbah kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga mencemari saluran permukiman akhirnya ditindaklanjuti melalui inspeksi lapangan. Laporan warga RT 03 RW 011 Puri Gading menyebutkan adanya gangguan kenyamanan akibat bau tidak sedap serta kekhawatiran potensi dampak kesehatan dari limbah cair yang diduga dibuang langsung ke saluran lingkungan....

: KOTA BEKASI — Keluhan warga terkait bau menyengat dan dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Jatiluhur, Jatiasih, langsung mendapat respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. A…

Address

Perumahan Bumi Kencana Permai Blok G7 Nomor 7
Bogor
16167

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bidik Nusantara News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bidik Nusantara News:

Shortcuts

Share