05/06/2026
Pernyataan ekonom Prof Ferry kembali menjadi perbincangan setelah ia menyampaikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi nasional dalam beberapa bulan mendatang. Dalam sebuah wawancara yang beredar di media sosial, Ferry menilai pemerintah akan menghadapi tantangan fiskal yang semakin berat memasuki Juli, terutama jika penerimaan negara tidak tumbuh sesuai harapan sementara kebutuhan belanja terus meningkat.
Menurut Ferry, tekanan terhadap kas negara berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi. Ia mengingatkan bahwa ketika ruang fiskal semakin sempit, pemerintah akan menghadapi pilihan yang tidak mudah dalam menjaga keseimbangan antara belanja negara, stabilitas ekonomi, dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Selain menyoroti kondisi keuangan negara, Ferry juga memperingatkan potensi meningkatnya tekanan inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa dapat terjadi apabila terjadi gangguan pada pasokan, pelemahan nilai tukar, atau meningkatnya biaya produksi. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, pandangan tersebut merupakan analisis dan proyeksi yang masih bergantung pada berbagai faktor ekonomi yang terus berkembang. Pemerintah dan otoritas terkait hingga kini terus berupaya menjaga stabilitas fiskal, mengendalikan inflasi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang sehat di tengah tantangan yang dihadapi perekonomian nasional dan global.