04/04/2025
Joged THR
Ramai menjadi perbincangan di medsos tentang joged THR. Dari vidio-vidio yang beredar, ada beberapa catatan berikut;
1. Hari yang mulia, hari kemenangan dan hari umat Islam rasanya kurang pas diisi dengan hal-hal seperti itu, masih banyak hal-hal kebahagiaan yang bisa dilakukan seperti makan menu favorit, silaturrahmi, bakti orang tua. Jika ingin sedekah THR tidak perlu diiringi dengan joged hanya demi konten dan ingin dilihat orang.
2. Terlebih jika joged THR ini dilakukan oleh para wanita, tentu sangat tidak pantas. Memamerkan kecantikan dan tubuhnya di khalayak ramai. Ini termasuk tabarruj yang dilarang dalam Islam.
Allah melarang wanita bertabarruj atau memamerkan kecantikannya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya sebagaimana dalam firmannya;
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Hendaklah kalian para wanita tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)
Abu ubaidah mengatakan: “Tabarruj adalah wanita menampakkan kecantikannya di depan lelaki yang bukan mahram.”
az-Zajjaj mengatakan: “Tabarruj adalah menampakkan bagian yang indah yaitu aurat dan segala yang mengundang syahwat lelaki yang bukan mahramnya.”
3. Disinyalir, joged THR ini adalah tarian orang orang Yahudi. Jika ini benar, maka tidak pantas orang Islam mengekor tradisi orang Kafir.
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka beliau termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Fata Murod