01/03/2016
Kamu pasti udah gak asing lagi dengar nama Edmund Hillary. Apalagi kalau dikaitkan dengan Gunung Everest. Siapa sih beliau?
Edmund Hillary lahir pada 20 Juli 1919 di Auckland, Selandia Baru. Edmund Hillary adalah seorang pemanjat gunung dari New Zealand dan penjelajah antartika yang pertama kali mencapai puncak Gunung Everest, puncak tertinggi pegunungan Himayala, bersama Tenzing Norway pada tahun 1953.
Hillary memulai kegiatan memanjat Alp Selatan semasa sekolah menengah. Setelah bertugas pada Perang Dunia II, dia melanjutkan kegiatan pemanjataannya dan terpacu untuk mendaki Everest. Pada tahun 1951 dia bergabung dengan kelompok dari Selandia Baru menuju Himalaya dan kemudian dia berpartisipasi dalam expedisi Ingggris ke sisi selatan Everest. Sesudah itu dia diundang untuk ikut dalam tim yang bertujuan untuk sampai ke puncak.
Pada tahun 1953, terbentuklah tim ekspedisi yang terorganisir dengan baik, dan sebuah perkemahgan untuk usaha mencapai Puncak dibentuk pada pertengahan bulan May. Setelah sepasang pendaki gagal mencapai puncak pada 27 Mei, Hillary dan Tenzing menjejakkan kaki di puncak Everest menjelang siang pada 29 Mei. Keduanya berjabat tangan dan berpelukan. Hillary mengambil foto kemudian mereka berdua mencaritanda dari George Mallory—pendaki Inggris yang hilang pada tahun 1924—bahwa ia telah dipuncak. Hillary meninggalkan salib, dan Tenzing menawarkan makanan. Mereka menghabiskan waktu 15 menit di puncak. Hillary menceritakan kisahnya di High Adventure (1955). Hillay dan Tenzing mendapat gelar bangsawan dari ratu Elizabeth II atas pencapain ke puncak Everest
Pada tahun 1960 Hillary membuat ekspedisi ke wilayah lain Everest, tapi ia tidak pernah mencoba untuk mendaki hingga he puncak lagi. Ditahun yang sama ia mendirikan Himalayan Trust untuk membantu mengembangkan masyarakat Nepal. Melalui Himalayan Trust, ia membangun sekolah, rumah sakit, dan lapangan terbang di Nepal. Lapangan terbang
Antara tahun 1955 dan 1958 Hillary memerintahkan grup dari Selandia Baru untuk ikut dalam Ekspedisi Trans Antartika yang dipimpin oleh Vivian Fuchs. Ia sampai di Kutub Selatan pada January 1958 dan mencatatkan prestasinya pada The Crossing of Antartica (1958; dengan Vivian Fuchs) dan No Latitude for Error (1961). Dalam ekspedisi Antartika tahun 1967, ia adalah salah satu yang mendaki Gunung Herschel pertama kali.
Autobiografinya yang berjudul “Nothing Venture, Nothing Win” kemudian diterbitkan pada tahun 1975.
Tahun 1977, ia memimpin ekspedisi jet boat pertama sampai Sungai Gangga dan dilajutkan dengan mendaki sampai sumbernya di pegunungan Himalaya.
Hillary tidak pernah mengharapkan pujian dan sorak sorai dalam pendakian bersejarah tersebut. Dari tahun 1985 hingga 1988 ia menjabat sebgai komisaris tinggi Selandia Baru untuk India, Nepal dan Bangladesh. Selama bertahun-tahun banyak penghargaan lainnya diberikan kepadanya. Namun, ia tetap mempertahankan tingkat kerendahan hatinya, dan perhatian utamanya adalah kesejahteraan dari orang-orang Himalaya di Nepal, terutama kaum Sherpa. Dedikasinya untuk Sherpa berlangsung sampai tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2003, saat peringatan 50 tahun pendakiannya dengan Tenzing, ia diangkat sebagai warga kehormatan Nepal.
Edmund Hillary wafat pada 11 Januari 2008 di Auckland. Perdana Menteri Selandia pada saat itu, Helen Clark, mengatakan bahwa Hillary adalah orang yang luar biasa yang hidup dalam keteguhan tekat, kerendahan hati dan kedermawanan. Seluruh warga Selandia Baru berduka atas kepergiannya.
Teman-teman Hillary pun menggambarkan Hillary sebagai seorang yang penuh antusiasme terhadap kehidupan maupun petualangan. Hillary mempunyai impian serta semangat luar biasa untuk mencapainya.
Hillary sendiri pernah berkata bahwa seseorang tidak harus jenius untuk menlakukan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya. Kuncinya adalah motivasi. Jika kita menginginkan sesuatu kita akan berjuan keras untuk mewujudkannya.
Semoga semangat, kerendahan hati, dan kedermawanan yang pernah dimiliki Sir Edmund Hillary dapat menginspirasi kita untuk terus berjuang menggapai impian dan cita-cita yang kita miliki. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sesusah apapun jalan yang kita lalui, pasti memiliki akhir. Semangat kawan!