Tabloid Bolamania (Pakuan Raya)

Tabloid Bolamania (Pakuan Raya) Harian PAKAR pertama kali terbit pada tanggal 1 Juni 2005, dan menyajikan berita update dan berbeda dari koran harian lainnya Jambu No.3 Bogor 16153.

Harian PAKAR yang saat ini berdiri pertama kali terbit pada tanggal 1 Juni 2005. Surat Kabar ini berdiri atas prakarsa David Rizar Nugraha, Indra S Laksmana, Mochamad Yusuf, dan Rendy. Langkah awal dalam mendapatkan legitimasi sebagai perusahaan penerbitan pers, pemrakarsa tersebut mengajukan permohonan pengajuan pendirian surat kabar kepada Pemilik Perusahaan, Rachmat Yasin. Permohonan tersebut k

emudian disetujui oleh pemilik perusahaan, kemudian mulai menerbitkan sebuah surat kabar lokal yang berdiri sendiri dan beredar di wilayah Bogor dan sekitarnya dengan nama Pakuan Raya. Pakuan Raya beralamatkan di Jl.Raya Padjajaran Ruko Wr. Harian Umum Pakuan Raya terbit pertama kali dengan jumlah halaman 16 halaman dengan panjang 54 cm dan lebar 34 cm. Pertama kali terbentuk jumlah wartawan terdiri dari sekitar 30 orang. Berbekal wartawan yang cukup banyak tersebut, Harian Umum Pakuan Raya mulai berkembang pesat dan mengalami kejayaan pada tahun 2007. Perkembangan yang luar biasa tersebut dapat dirasakan baik pada penjualan koran maupun iklan hingga penyebaran Harian Umum Pakuan Raya mencapai 5000 eksemplar. Harian Umum Pakuan Raya merupakan suatu surat kabar yang berbeda dengan harian umum lokal lainnya. Berita di surat kabar Pakuan Raya tidak mengedepankan peristiwa, melainkan lebih ke arah pengungkapan isu dan kasus yang sedang berkembang yang efeknya dapat mempengaruhi pemberi kebijakan. Perkembangan kualitas dari Harian Umum Pakuan Raya tampak pada isinya yang selalu menyuguhkan berita aktual dan faktual di Bogor dan sekitarnya namun berbeda dengan yang lainnya. Pemberitaan lokal Harian Umum Pakuan Raya menempatkan ruang lokal sebanyak 80% dan sisanya berita nasional dan pengetahuan.

27/01/2017

selamat sore pakar lover

13/10/2015

selamat malam pakar lovers

BBC Juara Skadron 6 Open SEMPLAK –  Bintang Badminton Club (BBC) berhasil menjadi juara umum pada kejuaraan bulutangkis ...
04/03/2015

BBC Juara Skadron 6 Open

SEMPLAK – Bintang Badminton Club (BBC) berhasil menjadi juara umum pada kejuaraan bulutangkis Skadron Udara 6 Cup IV se Jawa Barat Banten, yang digelar di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja (Lanud ATS), 28 Februari – 1 Maret.
BBC meraih gelar juara umum usai mengoleksi lima medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu. Lima medali emas masing-masing diraih pasangan Alfin + Zulkifli di nomor Ganda Taruna Putra, pasangan Dejan Ferdiansyah+ Hikmat Nurholis (ganda remaja putra), Ellena M.Y (taruna usia dini putri), Imka Putrama Arlin (taruna pemula putra), dan Agus Jamaludin di nomor Taruna Putra Madya putra.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja (Danlanud Ats) Marsma TNI Dedy Permadi yang menutup kejuaraan ini mengaku senang dengan antusiasme para peserta. Hal itu terlihat meningkatkanya jumlah peserta kejuaraan ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.
“Kita melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Itu artinya program kami untuk membantu Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bogor dalam melakukan program pembinaan terwujud,” ujar Danlanud ATS, Dedy Permadi.
Ia melanjutkan, nantinya kejuaraan bulutangkis tersebut akan menjadi agenda tahunan dari Skadron Udara 6 Atang Sendjaja. Ia pun berharap hasil dari kejuaraan ini bisa terus dipantau PBSI Kabupaten Bogor.
“Kita harap bisa terus dipantau supaya Kabupaten Bogor bisa memilik bibit-bibit unggul dari hasil kejuaraan seperti ini,” tegasnya. =UYE

PBSI Minim EvenCIBINONG – Minimnya even  kejuaraan yang diselenggarakan resmi  Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (...
04/03/2015

PBSI Minim Even

CIBINONG – Minimnya even kejuaraan yang diselenggarakan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bogor mengundang kritik dari sejumlah pelaku bulutangkis di Bumi Tegar Beriman. Amsir salah satunya. Wasit bulutangkis asal Kabupaten Bogor itu mengeluhkan minimnya even kejuaraan yang seharusnya bisa digelar PBSI.
“Sejauh ini saya lihat kurang even kejuaraan. Terakhir, kejuaraan yang diselenggarakan resmi oleh PBSI adalah Bupati Cup. Itu pun tahun 2010,” ucap Amsir disela-sela memimpin Kejuaraan bulutangkis Skadron 6 IV Cup, di Landasan Udara Atang Sendjaya, Selasa (3/3).
Kondisi tersebut cukup ironis mengingat Ketua Umum PBSI Kabupaten Bogor, Rustandi merupakan Ketua Bidang Prestasi dan Pembinaan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor. Jika PBSI tak kunjung menggelar kejuaraan bulutangkis, maka dampaknya pembinaan bulutangkis di Tegar Beriman akan terhambat.
“Ya kalau tidak ada even bagaimana kita bisa mencari bibit berprestasi. Salah satu tolak ukur dari pencapaian prestasi atlet kan dari kejuaraan. Di Bogor ini banyak klub-klub bulutangkis, mereka lebih memilih untuk bertanding di luar karena tak ada pertandingan di Kabupaten. Seharunya PBSI tanggap,” jelas Amsir.
Minimnya even kejuaraan yang diselenggarakan PBSI Kabupaten Bogor memang berdampak pada raihan prestasi pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XII/2014. Selain diketahui banyak mengimpor atlet, pada pesta multieven empat tahunan, target PBSI Kabupaten Bogor meleset drastis dari lima medali emas menjadi dua medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu.
Sementara itu, menanggapi keluhan tersebut, Ketua Harian PBSI Kabupaten Bogor, Dedi Budi membantah jika PBSI minim even kejuaraan bulutangkis. Menurutnya, kejuaraan bulutangkis di Kabupaten Bogor cukup banyak, hanya dikelola oleh klub..
“Sebenarnya banyak kok even kejuaraan bulutangkis. Hanya saja dikelola klub. Tahun kemarin, PBSI memang fokus di Porda jadi mengurangi kejuaraan,” ucap Dedi, Selasa (3/3). Mengenai impor atlet yang dilakukan PBSI Kabupaten Bogor, Kepala SMP Negeri 3 Cibinong itu kembali membantahnya. Menurutnya, seluruh atlet yang dikirim di Porda Jabar merupakan asli binaan Kabupaten Bogor. “Tidak benar kalau kita mengimpor. Mereka atlet Bogor, hanya saja kita mengambil dari klub yang ada di Bogor,” tegasnya. =UYE

04/03/2015

Jangan berenti main FB dulu ya teman-teman, setelah ini mimin mau upload berita PAKAR rubrik PAKAR Sport :) Happy Reading :)

04/03/2015

selamat malam Pakar Lovers, hayoo absen siapa yang hari ini sudah baca PAKAR?

03/03/2015

Kejari Bogor Cium Bau Amis

BOGOR – Bau amis terkait pembelian lahan Pasar Jambu Dua oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dari pemilik lahan Angka Wijaya (Angkahong) sebesar Rp43,1 milyar akhirnya bermuara di Kejaksaan Negeri Bogor. Korps Adhyaksa ini mulai mengusut dugaan kerugian negara dalam proses pembelian lahan tersebut. Sejumlah pejabat Pemkot Bogor Senin (2/3) kemarin dipanggil untuk membuat kasus itu menjadi terang benderang.
Sekitar pukul 09:00 WIB, terlihat sejumlah pejabat Pemkot Bogor mendatangi Kantor Kejari Bogor, di Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah. Pantauan PAKAR di lokasi, pejabat yang dipanggil diantaranya Sekretaris Dinas UMKM Kota Bogor Ipendi, mantan Kasubag Keuangan Kantor Koperasi dan UMKM Retno, mantan Kasubag TU Kantor Koperasi dan UMKM Herdian, serta
Aep Sontani dari DBMSDA sebagai tim relokasi PKL MA Salmun ke Pasar Jambu Dua. Empat orang tersebut langsung menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruang Pidana Khusus (Pidsus) lantai dua.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bogor, Bohal Parlambohan Lubis mengungkapkan, pemeriksaan terhadap pejabat ini merupakan tahap permintaan keterangan dibawah penyelidikan Pidsus, terkait dugaan perkara pembebasan lahan pasar Jambu Dua.
“Mereka dipanggil untuk diminta keterangan seputar masalah pembebasan Lahan Pasar Jambu Dua. Diperiksa di bagian Pidsus, dan rata-rata setiap orang diperiksa selama 8 jam,” ungkap kemarin.
Kejari juga, sambung Bohal, akan melakukan pemanggilan kembali kepada pihak-pihak lain yang mengetahui soal proses pembebasan lahan itu, baik dari pihak Pemkot Bogor lagi maupun pihak lainnya, termasuk pihak pemilik lahan yakni Angkahong. Pengumpulan data juga terus dilakukan berbarengan dengan proses penyelidikan pemanggilan sejumlah saksi-saksi, setelah itu selesai, baru nanti akan ditingkatkan kepada proses penyidikan.
“Untuk meningkat kepada tahap penyidikan, akan dilihat dari hasil pemeriksaan permintaan keterangan yang sudah dipanggil ini, yang jelas kita bekerja menangani kasus ini sesuai keterangan-keterangan dan fakta-fakta data di lapangan. Kita bergerak bersamaan, baik memintai keterangan malalui pihak-pihak terkait atau saksi-saksi, maupun pengumpulan data-data fakta di lapangan,” jelasnya.
Sementara, Sekdis UMKM Kota Bogor Ipendi saat dimintai konfirmasinya mengatakan, dirinya hanya menemani pegawai Dinas UMKM yang dimintai keterangan. Terkait soal kasus yang sedang ditangani pihak Kejaksaan Negeri, Ipendi mengaku, dirinya tidak tahu menahu, karena baru menjabat sebagai sekdis sekitar 3 minggu, setelah di mutasi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Terpisah, Kepala DBMSDA Kota Bogor, Sudradji membenarkan, bahwa ada salah satu stafnya yang ikut dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Bogor terkait masalah pembebasan pasar Jambu Dua. “Oh iya, memang ada satu orang staf saya yang dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Bogor. Dia dipanggil karena posisinya sebagai salah satu tim relokasi PKL jalan MA Salmun ke Pasar Jambu Dua. Saya mengetahui adanya pemanggilan itu, dan semoga permasalahan yang dihadapi bisa segera diselesaikan,” ucapnya.
Ditempat lain, Ketua DPRD Untung W Mayono mengapresiasi langkah-langkah penanganan hukum yang dilakukan oleh Kejari Bogor. Untung juga menyerahkan sepenuhnya masalah hukum kepada aparat terkait. “Silahkan proses hukum berjalan dan saya mendukung langkah-langkah hukum tersebut,” singkatnya.
Komisi A dan B Datangi BPN
Lantaran masih penasaran terhadap dugaan adanya lahan eks garapan di Blok B Pasar Jambu Dua ikut terbeli oleh pemkot, anggota Komisi A dan Komisi B DPRD Kota Bogor akan mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor untuk meminta surat penjelasan terkait status lahan tersebut Selasa besok (hari ini, red).
Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi menjelaskan, jika pimpinan dan anggota Komisi A serta Komisi B, akan jemput bola untuk meminta data lengkap. Terutama aturan penjualan lahan eks garapan, yang seharusnya tidak dijual sama dengan tanah yang memiliki sertifikat. Menurutnya, masih banyak istilah yang belum dipahami oleh DPRD dari hasil penjelasan BPN. Untuk itu, diskusi harus didalami terutama soal lahan eks garapannya.
“Kita datang kesana untuk melengkapi data termasuk surat lahan itu, karena mereka (BPN,red) salah satu mitra kerja kita. Yang jelas aturannya apakah status lahan eks garapan itu bisa diperjualbelikan, terutama yang sudah terjadi dalam kasus pembelian lahan milik Angka Wijaya (Angkahong) oleh pemkot belum lama ini,” jelasnya kepada PAKAR , Senin (2/3).
Menurut Kiwong –sapaan akrabnya--, yang dipertanyakan yakni harga tanah hak milik dengan adanya akte jual beli apakah dihargai sama dengan lahan eks garapan.
“Harusnya lahan yang memiliki hak tanah itu dibedakan harganya dengan eks garapan. Makanya kalau sampai ada aturan memang dibenarkan harga tanah hak milik dengan lahan eks garapan berbeda, maka ada kelalaian dari dinas terkait dan Bagian Hukum Pemkot Bogor,” jelasnya.
Ia menuturkan, yang akan didalami oleh Komisi A harusnya Pemkot Bogor lebih dulu mendalami status lahan eks garapan yang dijual, dengan harga yang sama dengan tanah milik Angkahong.
“Kita berpikir ada kelalaian penjualan yang mengakibatkan kerugian negara, karena lalai dalam pembelian lahan eks garapan itu. Nanti kita minta data ke BPN, kalau perlu panggil lagi tim appraisal untuk menjelaskankan secara detil tata cara pembelian,” kata politisi PPP ini.
Kiwong menambahkan, hasil diskusi yang dilakukan dua komisi bersama tim appraisal yang sudah dilakukan, masih belum cukup dan tidak jelas.
“Yang sekarang kita utamakan dengan mengungkap aturan pembelian serta penetepan harga pada lahan eks garapan itu seperti apa. Dalam aturan lama ada aturan harganya dan dibedakan harga dengan tanah yang hak milik. Kalau sekarang dalam aturan pengakuan dari BPN justru tidak ada. Kita juga menyayangkan tim appraisal karena tidak mencari aturan tentang status kepemilikan yang harusnya menjadi bahan pertimbangan,” tegasnya.
Kiwong menegaskan, proses interpelasi juga tetap berjalan selama permasalahan itu belum selesai. “Kalau saya sudah tandatangan, dari pertemuan dengan tim masih banyak yang dipertanyakan. Jadi penting untuk interpelasi agar semua terbuka terang benderang,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A lainnya, Sendhy Pratama mengakui, sebelum mendatangi BPN maka Komisi A akan melakukan rapat internal. “Poin-poin apa saja yang akan dibawa ke BPN akan kita bicarakan dalam rapat internal. Banyak hal yang masih mengganjal dan perlu diklarifikasi,” tukasnya.=RIF/YUL

PABBSI Raih Dua Perak BOGOR -   Persatuan Angkat Besi Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Bogor   harus puas me...
02/03/2015

PABBSI Raih Dua Perak

BOGOR - Persatuan Angkat Besi Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Bogor harus puas meraih dua medali perak, dan tiga medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) angkat besi Satria Remaja,yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Bandung, 23-28 Februari lalu.
Dua medali perak masing – masing diraih M. Anjal Firman (SMK Kehutanan) kelas 77 kilogram (kg), dan M. Nur Fuad (MTS Al Gazhali) kelas 46 kg. Sementara medali perunggu diraih M. Risky Pratama (SD Ciomas 1) kelas 42 kg, Siti Robiah Febrianti (MAN 2 Kota Bogor) kelas 48 kg, serta M. Syaban (MTS Pameungpeuk) kelas 50 kg.
Pelatih Kepala tim lifter Kota Bogor, Muhammad Minan mengakui lawan yang dihadapi para lifternya cukup berat. Hasil dua medali perak dan tiga medali perunggu dianggapnya sebagai hasil yang memuaskan.
“Lawannya cukup berat dan merupakan unggulan dari tiap-tiap daerah. Sejauh ini kami cukup puas dengan hasil kejuaraan ini,” kata Minan, Minggu (1/3).
Minan menambahkan, hasil tersebut tidaklah penting. Karena yang terpenting adalah bisa mengenalkan anak asuhnya pada atmosfer pertandingan. “Rata-rata lifter kita masih junior, makanya kita tidak mematok target banyak. Yang penting mereka bisa mengenal atmosfer pertandingan itu seperti apa,” tuntasnya. =UYE

Beri Penghargaan Atlet PordaBOGOR –  Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Indonesia Kota Bogor sukses menggelar turnamen   ti...
02/03/2015

Beri Penghargaan Atlet Porda

BOGOR – Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Indonesia Kota Bogor sukses menggelar turnamen tingkat di Botani Square, 28 Februari – 1 Maret. Setidaknya 61 wushuan turun pada kejuaraan yang terbagi menjadi tiga kategori usia yakni level usia 5-12 tahun, 16-18 tahun, dan 13-15 tahun.
“Kami bersyukur turnamen ini terselenggara dengan sukses. Banyak wushuan muda turun, dan kami pun melihat banyak talenta atlet baru yang bisa dikembangkan untuk empat tahun kedepan,” ucap Ketua Pengcab Wushu Indonesia Kota Bogor, Gogi Nebulana, Minggu (1/3).
Selain mempertandingkan kejuaraan , pengcab Wushu Kota Bogor juga memberikan penghargaan kepada 14 wushuan yang telah mengharumkan nama Kota Hujan baik itu di level Porda, nasional, bahkan internasional.
Mereka yang mendapatkan penghargaan diantaranya Regina Nadia Akhmadi, Fahmi Nugra Sutansyah, Markus Sandhi Santosa, Joshua Aditya Lee, Riki Martin, Zoura Nebulani, Anatha Pindhika, Hizkia Tegar Pradana, Muhammad Anandito, Rinaldo Dwi Perdana, Dian Agustina, Maribet, Zella Nebulani, dam Felicya Chindy Liunardy.
“Penghargaan ini kita berikan untuk memberikan motivasi kepada para atlet supaya bisa meningkatkan prestasi mereka sekaligus menjadi contoh bagi wushuan muda agar termotivasi seperti senior mereka,” tegas Gogi.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Kota Bogor bidang Prestasi dan Pembinaan, Lili Kurniadi mengapresiasi kejuaraan yang digelar pengcab Wushu Kota Bogor.
“Pengcab wushu Kota Bogor merupakan pengcab yang sehat, dan dari kejuaraan ini bakal lahir wushuan berpotensi yang bisa dibina untuk persiapan Porda Jabar empat tahun kedepan. Kami harap pengcab lain bisa mengikuti jejak mereka,” ucap Lili. =UYE

Krisis Finansial Landa KONI BOGOR – Krisis finansial melanda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor.  Belu...
02/03/2015

Krisis Finansial Landa KONI

BOGOR – Krisis finansial melanda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Belum cairnya dana hibah menjadi penyebab utama krisis finansial yang terjadi di lembaga olahraga di Kota Hujan itu.
Ketua KONI Kota Bogor, Basuki tak menampik hal tersebut. Bahkan, agar aktifitas KONI dan cabang olahraga tetap berjalan, pihaknya harus berhutang terlebih dahulu kepada dewan penyantun atau dengan pemkot.
“Dana hibah memang belum cair. Kondisi ini biasa terjadi di awal bulan hingga Mei mendatang. Untuk mengatasi krisis ini, pihak KONI biasanya mencari dana talangan terlebih dahulu,” ucap Basuki kepada PAKAR, Minggu (1/3).
Ia melanjutkan, dana talangan tersebut biasanya disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan cabang olahraga (cabor) yang dinaungi KONI. Jika jumlahnya sedikit, KONI hanya akan mencari dana talangan kepada dewan penyantun. Namun, jika jumlahnya besar maka KONI mau tidak mau harus meminjam kepada Pemda.
“Dewan penyantun selalu memberikan. Hanya saja, kita sesuaikan dengan proposal dari cabor yang masuk ke KONI. Jika bisa dipertanggungjawabkan maka kita bisa bantu fasilitasi,” jelas Basuki.
KONI Kota Bogor sendiri telah mengajukan dana kepada Pemkot sebesar Rp 7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembinaan atlet, sekaligus biaya kesekretariatan. “Dana yang sudah kita ajukan kurang lebih sebesar Rp 7 miliar. Untuk detilnya bisa langsung ke bendahara,” katanya. =UYE

PLGI Kecewa CIBINONG -  Persatuan Layang  Gantung Indonesia (PLGI) Kabupaten Bogor   kecewa dengan sikap Komite Olahraga...
02/03/2015

PLGI Kecewa

CIBINONG - Persatuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) Kabupaten Bogor kecewa dengan sikap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), terkait tindak lanjut persiapan Kejuaraan Dunia Paralayang yang akan berlangsung di Gunung Mas Puncak, Cisarua pada Agustus mendatang.
Hingga kini, baik KONI maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor hanya sebatas menyurati PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN) tanpa melakukan kunjungan langsung kepada perusahaan teh yang berada di kawasan Puncak Gunung Mas tersebut.
“Sampai saat ini tindak lanjutnya hanya melayangkan surat untuk meminjam sarana tersebut. Sementara kami sendiri berharap ada kerja sama dimana PTPN bisa meminjamkan sarana yang nantinya dikelola PLGI, bukan hanya sekedar meminjam saja,” ucap Ketua Umum Pengcab PLGI Kabupaten Bogor, Wawan Haikal, Minggu (1/3).
Wawan melanjutkan, peminjaman secara utuh antara pihak KONI dengan PTPN dirasa cukup penting, karena sejak jauh – jauh hari PLGI harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk even berskala internasional itu.
“Kenapa harus kita kelola sendiri, karena yang tahu kebutuhan kejuaraan ini kan PLGI. Sementara jika kita sembarangan memperbaiki atau mengubah sarana yang ada, bisa saja semuanya diklaim oleh PTPN. Itu sebabnya harus ada tindak lanjut langsung dari KONI,” tegas Wawan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KONI Kabupaten Bogor, Rusdi AS mengaku akan membantu memfasilitasi PLGI dengan berembug dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, berkaitan dengan hajat Bumi Tegar Beriman yang ditunjuk menjadi tuan rumah kejuaraan internasional paralayang.
“Kita akan rembuk dengan PLGI sehubungan Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang tingkat dunia. Memang perlu dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, dan untuk itu kita perlu berembug dengan pemerintah daerah Kabupaten Bogor,” ucap Rusdi.=UYE

*Kisah Sukses Bambang Bayu SaptajiHarumkan Nama Parung di Negeri TiongkokISTORA Senayan Jakarta  bergemuruh, Sabtu (3/9/...
27/02/2015

*Kisah Sukses Bambang Bayu Saptaji
Harumkan Nama Parung di Negeri Tiongkok

ISTORA Senayan Jakarta bergemuruh, Sabtu (3/9/2014), lalu. Kemenangan Timnas Futsal Indonesia dengan skor 4-3 atas klub asal Tiongkok, Dalian Yuan Dynasty FC pada partai final MNC Cup, disambut s**a cita para pecinta olahraga si kulit bundar.
Bambang Bayu Saptaji pun tak kan pernah melupakan momen indah itu. Berkat satu gol cantik yang diciptakan dari sepakan kakinya, kini pemuda asal Parung itu berhasil menjadi satu-satunya pemain futsal Indonesia yang mendapatkan kontrak di Dalian Yuan Dynasty.
“Momen itu memang tak akan pernah saya lupakan. Karir saya memuncak di turnamen itu. Mungkin Dalian Yuan Dynasty melihat penampilan saya bagus, sehingga saya mendapatkan kontrak dengan tim asal Tiongkok itu,” ucap Bambang Bayu Saptaji kepada PAKAR, Selasa (24/2).
Bayu sendiri hingga kini mengaku masih kesulitan berdaptasi dengan cuaca dan bahasa di Negeri Tiongkok. Namun, hal itu tak membuatnya tak bisa berprestasi. Buktinya, hingga kini lulusan SMA Negeri 1 Parung itu berhasil memukau publik Tiongkok dengan mencetak 8 gol dari 12 pertandingan.
“Kesulitannya masih sebatas cuaca, dan bahasa. Di sana suhunya bisa minus. Yaa, antisipasinya sebelum bermain saya harus persipan sendiri, yaitu pemanasannya harus lebih, dan jangan malas,” tambah salah satu penggawa timnas futsal Indonesia itu.
Bayu sendiri sebenarnya mengawali karir di dunia sepakbola. Namun, ia sempat frustasi karena tak pernah mendapat posisi inti. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk beralih profesi menjadi pemain futsal.
“Saya kenal futsal saat SMA. Awalnya saya sempat frustasi dari sepakbola karena tak pernah jadi pemain inti. Nah, saat bermain futsal entah kenapa saya sangat nyaman, dan s**a sekali dengan olahraga ini. Alhamdulilah keluarga juga sangat mendukung, hingga akhirnya saya bisa berkostum timnas dan bermain untuk klub luar seperti sekarang ini,” jelas Bayu.
Berbicara mengenai kiat khusus menjadi pemain hebat di lapangan futsal, Bayu mengaku yang dibutuhkan dari seorang pemain futsal adalah berlatih lebih keras ketimbang pemain lainnya. Tak hanya itu, doa juga menjadi salah satu komponen utama untuk menunjang keberhasilan di setiap penampilan.
“Untuk menjadi seperti saat ini, saya harus latihan lebih dari yang lain. Doa juga harus lebih dari yang lain. Sebenarnya ini wejangan dari Almarhum Ayah, dan Alhamdulilah semua doa dan kerja keras saya terjawab. Namun, saya belum puas, dan akan terus meningkatkan keterampilan dans kill saya supaya lebih baik lagi,” tegasnya.
Lalu, apakah Bayu masih punya mimpi di dunia futsal? Jawabannya tentu ya. Bayu mengaku masih berhasrat untuk membawa Indonesia menjuarai berbagai kejuaraan di tingkat Asia, lalu membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia. “Mimpi saya sangat banyak. Namun, yang paling utama tentu bisa membawa timnas futsal Indonesia bermain di Piala Dunia,” pungkasnya. UYE

Biodata Diri :
Nama : Bambang Bayu Saptaji
TTL : Bogor, 8 September 1992
Riwayat Pendidikan :
- SD Negeri Parung 01
- SMP Negeri Parung 01
- SMA Negeri Parung 01
- STIE Perbanas
Karir Klub :
- Runner Up IFL (Electric PLN) 2011
- Peringkat 3 IFL (Electric PLN) 2012
- Peringat 3 IFL (Tifosi Baskhara) 2013
- Dalian Yuan Dynasty FC 2014
- Medali emas Porda cabor futsal Kabupaten Bogor 2014
Karir Timnas
- Peringkat 2 Pra Piala Asia 2012
- AFC Futsal Championship UEA (Fase Grup ) 2012
- Peringkat 3 AFF Futsal Thailand 2012
- Asian Indoor Martial Arts Games di Korea (fase grup) 2013
- Peringkat 4 AFF Futsal di Thailand 2013
- Medali perunggu SEA Games, Myanmar 2013
- AFC Futsal Championship di Vietnam (fase grup) 2014
- Juara 1 MNC Cup di Jakarta 2014
- Peringkat 4 AFF futsal di Malaysia 2014

Address

Ruko Warung Jambu No. 2B
Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tabloid Bolamania (Pakuan Raya) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share