Erza Winanto

Erza Winanto Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Erza Winanto, Media, Bogor.

08/06/2026

Gunung pertama di 2026. Dengan rombongan yang…? Gatau ini rombongan apa jenis pertemanannya. Naik gunung ambis ikut rombongan paling depan. Ketemu Irbah padahal dia naik elf awalnya tapi pulangnya nebeng dengan pria-pria ini. Sayang, cuaca bagus tapi bulan penuh jadi belum dapet milky way yang sempurna padahal udah bulannya. Kurang 1 S lagi biar dapet 3S . Video editan yang paling lama diedit karena transisi yang agak heboh tapi emang layering dan sequencing di capcut belum mumpuni (karena emng buat mobile device ya?). Beberapa cut juga agak pecah karena yah… dari whatsApp (lirik dan yang ga upload-upload di drive). Tapi yah, jadi juga 😄. Pemilihan audio juga sebenernya agak dilema, karena lirik dari lagu ini bagus dan relevan – bercerita tentang burnout, keinginan untuk menghilang mencari diri sendiri – Zach Bryan ambil dari cerita personal dia ketika di Santa Fe 😆.

24/05/2025

Yah sulit memang rasanya ketika liat air ngalir jernih ga dilompatin atau diceburin. Trekking sama Panda Pondok Cabe. Sahabatan udah menuju satu dekade. Namanya hampir sama, sama-sama demen nyanyi ga jelas, nim nya sebelahan, ultahnya beda sebulan (gak juga si). Udah gaada filter sama sekali informasi yang ke situ — biar suruh filter sendiri 😂.

Lanjut bikinin video untuk curug mana lagi ya? Dan sama siapa? Hahaha

Plawangan Sembalun di lihat dari punggungan Rinjani dalam perjalanan turun setelah muncak. Perjalanan turun memang teras...
25/07/2024

Plawangan Sembalun di lihat dari punggungan Rinjani dalam perjalanan turun setelah muncak. Perjalanan turun memang terasa jauh lebih cepat. Angin-angin pun mulai perlahan hilang dan suhu pun tidak sedingin itu lagi (tetap anyep sih). Menuruni Rinjani jangan selalu lupa untuk menggunakan SUNSCREEN. Karena saat-saat ini lah rawan kulit kita terbakar. Kali ini saya di sini menutupi muka dengan sorban sehingga serasa di film dune. Hawa dingin yang terasa memberikan kita ilusi yang padahal sebenarnya terik matahari terus berlangsung. Kali pertama saya turun dari puncak di lokasi ini, hidung saya terbakar hingga mengelupas 😩. Tidak lagi.

Uh-oh! Dan jangan lupa ini ’s release day. Try a listen!

Lautan ManusiaYah, sesampainya di puncak Gunung Rinjani, beginilah pemandanganmya. Puluhan manusia mengantri untuk spot ...
15/07/2024

Lautan Manusia

Yah, sesampainya di puncak Gunung Rinjani, beginilah pemandanganmya. Puluhan manusia mengantri untuk spot foto dengan background Sagera Anak, Barujari dan kalderanya dari dulu Gunung Samalas. Di sebelahnya juga terlihat kawah sisa gunung Rinjani lama. Untungnya sekarang papan tulisan “Rinjani” sudah banyak jadi tidak harus mengantri lama-lama. Dan entah mengapa di atas anginnya tidak sekencang itu(?) apa karena banyak orang ya? Sejujurnya view di atas biasa saja. Jika langit cerah dapat terlihat Gunung Agung dan Gili-Gili yang ada di utara pulau Lombok. Lebih bagus pemandangan perjalanannya memang. Apalagi setelah dari sini ketika turun. Orang-orang biasanya kaget melihat apa yang mereka telah lalui di kegelapan untuk menuju puncak.

Ke BelakangSaat itu pukul 6 kurang (pastinya agak diragukan). Matahari sudah terbit. Kami sudah sampai di apa yang orang...
13/07/2024

Ke Belakang

Saat itu pukul 6 kurang (pastinya agak diragukan). Matahari sudah terbit. Kami sudah sampai di apa yang orang bilang “letter E”. Beberapa meter terberat sebelum akhirnya sampai di puncak. Medan pasir campur kerikil dengan kemiringan 30-45°, dengan angin kencang dari sisi kiri yang sangat dingin. Semua terdiam, hanya suara angin menerpa lereng, tebing dan jaket-jaket kita yang bersuara. Seperti suara siulan di film-film koboi lama. Sholat subuh juga harus menahan terpaan angin dingin. Selain dingin, kami juga harus menahan kantuk dan lelah karena kami sudah harus mendaki dari jam 1. Tetapi yah, jikalau sudah sampai di titik ini, jangan lihat ke depan karena mungkin akan terasa sangat jauh yang membuat kita ingin menyerah. Jangan juga lihat ke belakang karena kita sudah terlanjur jauh. Lihat lah ke bawah untuk menentukan bagian mana yang lebih enak dipijak supaya tidak merosot kembali ke bawah. Atau lihat lah ke samping kiri, betapa indahnya matahari terbit — awas kelilipan debu akibat angin. Memang lelah, tapi ini pengalaman sekali (mungkin dua kali 😅) seumur hidup.

Burning forest.The silhouette of the forest can be seen from Plawangan Senaru, the first campsite on Rinjani as if it’s ...
09/07/2024

Burning forest.

The silhouette of the forest can be seen from Plawangan Senaru, the first campsite on Rinjani as if it’s burning due to the sun setting behind it.

Daan dari plawangan Sambalun terlihat lah jalur nanti dini hari kita akan tuju. Terkenal dibagian atas hampir puncak den...
05/07/2024

Daan dari plawangan Sambalun terlihat lah jalur nanti dini hari kita akan tuju. Terkenal dibagian atas hampir puncak dengan sebutan “Letter E” karena terlihat seperti huruf ‘E’ dari sisi tertentu.

Plawangan sembalun. Ya, campsite pertama pada saat pendakian Gunung Rinjani adalah di sini. Jika ingin sesekali pergi ke...
02/07/2024

Plawangan sembalun. Ya, campsite pertama pada saat pendakian Gunung Rinjani adalah di sini. Jika ingin sesekali pergi ke Rinjani, usahakan untuk mendapatkan matahari terbenam di sini. Bayar lah ojek dari Pos Kandang Sapi itu sebesar 200k, lumayan memotong waktu perjalanan 2-3 jam dan menyimpan energi untuk bukit-bukit penyesalan dari pos 3 ke atas. Setelah menyesal, jika beruntung mendapatkan cerah, maka pemandangan seperti ini yang disuguhkan Rinjani. Momen matahari terbenam, golden hour, serta kabut-kabut tipis yang mulai turun membuat semua pendaki keluar dari tendanya dan mengacungkan kameranya.

Pemandangan sejuta rupiah (ya karena tiket pesawat ke lombok kurang lebih segitu dan belum lagi bayar tiket sana-sini). ...
28/06/2024

Pemandangan sejuta rupiah (ya karena tiket pesawat ke lombok kurang lebih segitu dan belum lagi bayar tiket sana-sini). Bukit Senaru dilihat dari Campsite Plawangan Sembalun. Dua kali menjejakkan kaki di sini, pemandangan ini menyambut para pendaki setelah melewati bukit penyesalan (di mana saya 2x mengalami keram kaki, satu di mana saya mental breakdown bersama ). Rinjani memang acap kali sangat dramatis. Entah kenapa, kali kedua saya menapakkan kaki di Plawangan Sembalun, Sagera Anak masih menutupi dirinya dengan kabut dan awan tebal. Menunggu momen yang tepat untuk menampakkan dirinya. Saat matahari sudah hampir mengumpat di balik Bukit Senaru, saat itu lah awan mulai turun. Cahaya keemasan pun mulai menyinari rumput-rumput lereng seluruh bagian Kaldera Rinjani dan kami disuguhlan dengan pemandangan seperti ini.


Cc

Hampir satu dekade berlalu, kembali kupijalkan kaki di Bumi Anjani, gunung terindah di Indonesia sejauh ini. Dahulu, kit...
24/06/2024

Hampir satu dekade berlalu, kembali kupijalkan kaki di Bumi Anjani, gunung terindah di Indonesia sejauh ini. Dahulu, kita berjumpa di tempat yang sama saat Barujari masih aktif. Sekarang mereka semua terlelap dalam hamburan kelip cahaya. Akhirnya kali ini aku bisa menggapai Sagera Anak dan miniti Jalur Torean. Memperbarui foto dan memori yang dulu pudar (bahkan hilang) karena harddiskku yang dulu rusak. Tidak akan pernah bosan aku untuk kembali jika nanti diberi kesempatan lagi. Tapi untuk kepuncak, mungkin cukup hanya dua kali 🙏🏻.

Detik-detik menuju pagi.


Address

Bogor

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Erza Winanto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category