24/07/2025
Perawatan jagung manis sangat penting agar tanaman tumbuh subur, menghasilkan tongkol yang besar, manis, dan bernilai jual tinggi. Berikut adalah panduan perawatan jagung manis dari awal hingga panen:
---
🌱 1. Penyulaman (Usia 7–10 HST)
Ganti tanaman yang mati/tidak tumbuh normal.
Gunakan benih cadangan agar pertumbuhan seragam.
---
🔪 2. Penyiangan Gulma (Usia 15–30 HST dan 45 HST)
Cabut gulma di sekitar tanaman agar tidak bersaing menyerap nutrisi.
Bisa menggunakan cangkul atau herbisida jika lahannya luas.
---
💧 3. Pengairan / Penyiraman
Jagung butuh banyak air terutama saat:
Pembentukan tongkol (30–50 HST)
Pembungaan (50–65 HST)
Siram 2–3 hari sekali saat musim kemarau.
---
💩 4. Pemupukan
Pupuk Dasar (saat tanam):
Kompos / pupuk kandang: 10–20 ton/ha
Urea: 100 kg/ha
SP-36: 150 kg/ha
KCl: 100 kg/ha
Pupuk Susulan:
Usia 15 HST: Urea + ZA disiram (pupuk kocor)
Usia 35–40 HST: Tambahan NPK dan Urea
📌 Pupuk Kocor:
Campur pupuk dengan air (misal 2 sendok makan Urea per 10 liter air)
Siram ke pangkal tanaman, jangan ke daun
---
🐛 5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama umum: Ulat grayak, penggerek batang, kutu daun
Semprot insektisida bila perlu (sesuai dosis aman)
Gunakan pestisida nabati jika memungkinkan (dari daun mimba, sereh, bawang putih)
---
⛏️ 6. Pembumbunan (Usia 30–35 HST)
Timbun pangkal batang dengan tanah
Tujuannya agar tanaman kuat dan akar lebih banyak menyerap hara
---
🌽 7. Panen (Usia 65–75 HST)
Panen saat rambut jagung sudah cokelat dan kering
Kulit tongkol masih hijau, biji padat, rasa manis maksimal.