16/08/2026
Belum Sempat Pulang ke Rumah Usai Lulus Pendidikan, Anggota Brimob Ini Dijemput Sang Ayah… Lihat Selengkapnya
Seragam kepolisian yang dikenakannya menjadi simbol kebanggaan bagi keluarga. Sebuah perjalanan pengabdian baru saja dimulai, tetapi tidak ada yang menyangka bahwa perjalanan itu akan berakhir begitu cepat.
Sosok dalam foto tersebut adalah Bripka Desri Sahrondi, anggota Satbrimob Polda Sumatera Barat yang ditugaskan di bawah kendali operasi Polda Papua dan tergabung dalam Satgas Amole untuk pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia. (https://news.okezone.com/)
Pada akhir Juli 2019, Desri sedang menjalankan tugas di sekitar Pos Iwaka, Kuala Kencana, Mimika, Papua.
Saat itu, ia bersama rekannya bertugas menjaga anggota Brimob lain yang sedang mandi di Kali Iwaka. Desri kemudian duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang. Tangan kanannya bersandar pada bagian batang tersebut.
Tidak ada yang menduga bahwa beberapa detik kemudian sebuah bahaya muncul dari balik kayu.
Seekor ular tiba-tiba keluar dan menggigit tangan kanan Desri.
Yang membuat kejadian itu semakin mengejutkan, Desri secara refleks berhasil menangkap ular tersebut meskipun sempat mengalami gigitan beberapa kali. Ular itu kemudian dimasukkannya ke dalam botol air mineral. (https://news.okezone.com/)
Setelah terkena gigitan, Desri sempat memijat bagian tangannya yang terluka. Ketika ditanya oleh rekannya, ia mengatakan bahwa dirinya baru saja digigit ular.
Rekan-rekannya segera meminta bantuan melalui radio.
Sekitar pukul 12.30 WIT, ambulans tiba dan membawa Desri ke Klinik Kuala Kencana. Saat itu kondisinya sudah tidak sadarkan diri. Di klinik, ia bahkan sempat mengalami henti napas sebelum berhasil dilakukan tindakan resusitasi. Setelah itu, ia dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas Timika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (SINDOnews Daerah)
Namun kondisi Desri terus memburuk.
Pada Senin, 29 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIT, Bripka Desri Sahrondi dinyatakan meninggal dunia di RSMM Caritas Timika. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke Padang untuk dimakamkan di kampung halamannya. (ANTARA News)
Ular yang ternyata sangat berbisa
Pada pemberitaan awal, ular tersebut disebut sebagai ular derik. Namun sejumlah sumber kemudian menyebut ular yang menggigit Desri sebagai death adder atau beludak Australia, kelompok ular berbisa yang terdapat di Papua dan Australia. (https://news.okezone.com/)
Ular tersebut dikenal memiliki bisa neurotoksik yang dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Karena itu, gigitan ular berbisa seperti ini membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.
Kejadian yang dialami Desri juga menjadi pengingat bahwa risiko dalam menjalankan tugas tidak selalu datang dari ancaman yang terlihat.
Kadang bahaya justru muncul dari tempat yang sama sekali tidak diduga.
Kisah yang kemudian viral
Setelah kabar kematiannya menyebar, beredar p**a narasi di media sosial dengan judul “Belum sempat p**ang ke rumah usai lulus pendidikan, anggota Brimob ini dijemput…”. Narasi tersebut kemudian dipadukan dengan foto-foto Desri dan proses pemulangan jenazahnya. (Facebook)
Namun, bagian mengenai “belum sempat p**ang ke rumah usai lulus pendidikan” serta klaim bahwa sang ayah menjemputnya dalam kondisi tak bernyawa tidak dapat dipastikan dari laporan berita kredibel yang saya temukan.
Yang terverifikasi adalah bahwa Desri meninggal ketika sedang menjalankan tugas di Papua setelah mengalami gigitan ular berbisa, dan jenazahnya kemudian dip**angkan ke Padang untuk dimakamkan. (ANTARA News)
Bagi keluarga, tentu kep**angan itu bukanlah kep**angan yang diharapkan.
Seorang anggota keluarga yang berangkat menjalankan tugas akhirnya kembali dalam peti jenazah.
Foto-foto yang tersisa menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas negara, ada seorang anak, saudara, suami, atau ayah yang juga memiliki keluarga yang menunggu kep**angannya.
Ia mungkin tidak sempat menikmati perjalanan panjang dalam pengabdiannya.
Tetapi keberaniannya saat menjalankan tugas dan kisah perjuangannya akan selalu menjadi bagian dari kenangan keluarga serta rekan-rekannya.
Berangkat untuk menjalankan tugas, tetapi takdir membuatnya p**ang untuk terakhir kalinya.
Semoga almarhum Bripka Desri Sahrondi mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. 🤲
Kisah lengkap dan foto-foto terakhirnya menjadi pengingat bahwa nyawa bisa berubah dalam hitungan detik…