Untaian Cerita

Untaian  Cerita Kumpulan cerita semua genre

08/09/2022

Sore yang indah.....

06/09/2022

Pembunuh Berantai

Cerpen Karangan: Khoirul Latipah
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 28 October 2021

Angin malam berhembus kencang, menyapu ilalang kering yang bertebaran di jalan. Saat itu sebuah mobil yang terlihat menyusuri jalan setapak kini melaju dengan kecepatan sedang.
Ini sudah larut malam, dengan berbekal lampu mobil dan sinar rembulan dia tetap melaju dengan tenang.
Tapi tiba-tiba kebosanan menyerangnya. Dan akhirnya memutuskan untuk memutar siaran berita pada radio kecil di mobilnya.
Dan suara penyiar radio pun terdengar jelas. Oh, sepertinya ini berita terkini.
“Dan terjadi lagi kasus pembunuhan terhadap orang-orang di kampung Gading. Masyarakat sekitar pun semakin gentar untuk sekedar keluar rumah, karena kebanyakan korban ditemukan tewas di luar rumah,”
“Sampai sekarang masih belum terkuak siapa yang melakukan kejahatan keji seperti itu. Konon katanya, si pembunuh berciri-ciri mempunyai badan tinggi dan besar, seluruh wajahnya tertutupi kain terkecuali mata, juga memakai syal merah di lehernya,”
“Jadi, disarankan bagi siapa saja yang keluar rumah sendirian, ataupun di dalam rumah sendirian, mintalah teman atau keluarga untuk menemani Anda, dan jangan biarkan anda sendiri tanpa adanya pengawasan yang dilakukan,”
“Jika ada seseorang yang mengikuti Anda dari belakang, jangan pernah berhenti. Teruslah berjalan sampai di tempat keramaian. Jangan biarkan dia mendapatkan Anda!”
Siaran radio pun berganti, sedikit menggetarkan hati sang pengemudi mobil. Bibirnya pucat dan tiba-tiba saja sinar lampu mobil di belakang menginterupsinya.
Pria itu menoleh ke belakang, dan benar saja, mobil yang terlihat mengikutinya itu semakin melaju dan mendekat.
Seketika kakinya sengaja menginjak pedal gas dan melaju dengan cepatnya. Mobil di belakang pun ikut mempercepat laju mobilnya. Sang pria berbelok, mengambil jalan pintas yang cukup sempit untuk dilalui sebuah mobil.
Mereka semakin masuk ke dalam hutan, dan sinar rembulan malam sesekali tertutup rapat oleh rimbunnya pepohonan di sekitar.
Mobilnya melambat, membuat mobil dibelakang ikut memperlambat jalannya. Semakin melambat dan akhirnya berhenti tepat di ujung jalan. Dimana di depannya hanya ada semak belukar dan danau kecil.
Beberapa orang berseragam khusus keluar dari mobil di belakangnya. Membuat pria di dalam mobil hanya diam mengamati lewat spion di dalamnya.
Si pria menghela nafas samar, sebuah seringaian terpatri di sudut bibirnya. Tangannya meraih rantai besi di kursi samping kursi pengemudi.
Selanjutnya kepalanya menyembul dari balik jendela kaca mobil, menilik para polisi yang kini sudah mengepungnya dengan bersenjata lengkap.
Namun, entah darimana beberapa panah keluar dari kegelapan malam, memanah setiap polisi-polisi yang berada di sana. Kini mereka terbujur kaku di tanah, sambil menahan rasa sakit ditubuh masing-masing.
Si pria yang sedari tadi masih di mobil pun membuka pintunya. Sambil memperbaiki syal merahnya yang sedikit longgar di leher, kini ia berjalan menuju para polisi yang terkapar layaknya bangkai nyamuk, tak berdaya.

06/09/2022

Penunggu Yang Jahil

Cerpen Karangan: Eka Zakaria Fristian
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 25 November 2021

Pagi ini bosku menyerahkan lembaran lembaran daftar tugas instalasi listrik yang harus aku selesaikan beberapa hari kedepan di beberapa kota di jawa tengah, beserta alamat yang harus aku tuju. kebetulan kota pertama tujuanku adalah jogjakarta. tepatnya di daerah godean.. dan tugasku kali ini menginstalasi sebuah ruko yang nantinya bakal ditempati bengkel dan penjualan sepeda motor.
Sampai tujuan aku beserta 2 temanku segera istirahat di lokasi dan keesokan harinya akan memulai bekerja. tak ada yang aneh pada bangunan ini, besar, bersih serta terawat sekali. Aku mulai bekerja pagi ini dari kamar mandi bagian belakang, dan temanku dari teras ke arah dalam rumah.
Titik demi titik lampu, saklar dan stop kontak aku pasang di sekitar kamar mandi dan dapur sesuai gambar yang diberikan bosku, ada peasaan aneh di pikiranku saat di dekat kamar mandi, seperti ada yang mengawasiku, tapi tak ada seorangpun disitu mengingat teman temanku ada didepan semua.
Tiba tiba aku mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, seperti ada orang habis buang air kecil, agak lama aku tunggu tapi kok gak ada yang keluar dari kamar mandi, sempat aku berpikir mungkin temanku ada di dalam kamar mandi, cepat aku turun dari tangga dan mencoba membuka pintu kamar mandi, tapi ternyata dugaanku salah, ternyata tidak ada siapa siapa didalam, dan air di bak mandipun masih tenang seperti tidak ada bekas di sentuh gayung.. leher dan punggungku serasa dingin dan kaku merinding saat itu.
Aku mencoba tenang dan aku berusaha berfikir positif saja, dalam hati aku bilang kalau aku cuma bekerja dan tidak ingin mengganggu siapa siapa. Tiba saat aku mencoba mengecek pekerjaanku, astaga.. semua jalur area dapur lampu dan stop kontak menyala.. tapi lampu kamar mandi dan stop kontak untuk p***a air mati.. aku cek lagi dan lagi sambungan kabelku, tapi tak ada yang salah sekalipun, aku cek lagi dengan tespen, loh nyala.. Tapi tetep saja lampunya masih belum nyala, aku coba ganti bohlam. tetep tidak mau nyala.
Temanku akhirnya datang dan coba ngecek lagi, dia bilang tak ada yang salah, aneh.. baru saja aku dan temenku mau minum dan istirahat sejenak, kulihat lampu dan p***a air menyala bersama saat aku baru meninggalkan kamar mandi beberapa langkah diiringi bau bunga kantil yang sangat menusuk hidung.

06/09/2022
06/09/2022

Selamat Malam.....

06/09/2022

Pesan Lewat Mimpi

Cerpen Karangan: Poppy Sarachz
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 24 February 2022

Terlihat kerumunan orang-orang berdiri di depan lift rumah sakit, Sarah duduk di bangku ruang tunggu rumah sakit. Tidak lama ia melihat Wika keluar dari dalam lift dan langsung dipeluk oleh sebagian orang-orang yang berdiri tadi. Ternyata mereka adalah teman-teman sekolah Wika. Tampak raut muka yang simpati dan sedih sekaligus, bahkan Sarah melihat Wika masih meneteskan air matanya.
Ya, Mamanya Wika baru saja meninggal dunia karena penyakitnya yang sudah lama komplikasi. Kami sekeluarga langsung datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar duka ini. Padahal baru dua hari lalu Sarah dan Ibunya menjenguk Mamanya Wika, keadaannya waktu itu memang sudah tidak tertolong lagi hanya menunggu waktu saja, tetapi kami sekeluarga berharap ada keajaiban datang, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.
Bergantian orang-orang pada datang melayat ke rumah Wika, kami para sepupu Wika berada di rumah samping, di kamar Mbah. Sebagian berada di rumah Wika, jenazah Mama Wika disemayamkan di ruang keluarga mereka. Ya rumah ini adalah dua rumah menjadi satu, rumah disamping ini adalah rumah Mbah mereka.
Kesedihan tampak di wajah Papanya Wika, Wika dan Ferry abangnya Wika. Sarah berusaha menenangkan Wika, ia tahu Wika sangat sangat dekat dengan Mamanya. Walaupun Sarah tidak dekat dengan Mamanya Wika, atau kata lain Tantenya itu, karena Sarah sempat dengar kalau Wika tidak diperbolehkan dekat dengan dirinya, entah karena apa alasannya. Tetapi malah selama ini Wika selalu dekat dengan dirinya, karena selama ini Sarah tinggal dengan Mbahnya, karena kedua orangtua Sarah bekerja di luar kota.
“Itu di bagian kain yang menutup wajahnya, ada bercak merah ya..” ucap salah satu tantenya
“Mungkin itu adalah salah satu balasan dari Tuhan,” jawab tantenya yang lain
Bercak darah?? Gumam Sarah dalam hati, kalau dengar dari pembicaraan kedua tantenya itu, Sarah sedikit bisa menebak kenapa hal itu bisa terjadi, tapi ia tidak mau berspekulasi dengan pendapatnya itu, takut salah. Walaupun sudah menjadi rahasia umum kalau Mamanya Wika dengan mertuanya, yang tidak lain adalah Mbahnya sendiri, tidak pernah akur.
Singkat cerita, setelah menguburkan jenazah Mamanya Wika, sebagian dari kami pulang terlebih dahulu, sebagian masih ada di rumah Wika untuk mempersiapkan tahlilan. Hari menjelang sore, Wika terlihat sudah agak lebih baik, terlihat dia sudah bisa tersenyum. Sarah mendekati Wika yang sedang duduk di bangku tamu diteras rumah. Sarah memeluknya dengan erat, Wika pun memeluk Sarah dengan sama eratnya.
“Sabar, ya” ucap Sarah, “Masih ada gue kok disini..”
Beberapa hari setelah meninggalnya Mama Wika, keadaan di rumah itu menjadi normal kembali. Wika masih s**a datang ke kamar Sarah untuk sekedar rebahan dan bercerita. Apapun dia ceritakan kepadanya. Sarah sedikit tenang melihat kondisi Wika sekarang ini.
Hingga pada suatu malam Sarah bermimpi, mimpi yang cukup seram menurutnya. Tiba-tiba saja dirinya sudah berada di daerah pemakaman dan keadaan saat itu terlihat gelap atau seperti saat malam hari. Sarah terkejut melihat liang kubur disampingnya terbuka, liang kubur siapakah ini, ucapnya dalam hati. Dan ternyata di samping liang kubur yang terbuka itu, tergeletak jenazah yang sudah dikain kafani tetapi tali yang mengikat di atas kepala, di badannya dan di kaki itu terbuka semua. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Sarah berusaha mengikat kembali tali-tali itu, dan di saat ia mau mengikat tali di bagian badan tiba-tiba jenazah itu bangun!!! Dengan wajah dan badan yang berdarah-darah seperti disayat dan dicambuk.
Sarah tidak dapat bergerak sama sekali, kini wajah jenazah itu melotot kepadanya,
“Kamu harus jaga bayi saya” ucap jenazah itu dengan wajah yang sedih dan berharap kepadanya
Sarah kaget jenazah itu berbicara kepadanya, ia pun langsung cepat berdiri dan berusaha memasukkan jenazah itu ke dalam liang kubur dengan cara mendorongnya, tetapi jenazah itu bertahan dengan kuatnya karena tidak mau kembali ke dalam liang kubur itu.
“Kamu harus masuk ke dalam lagi, itu tempat kamu berada!” ucap Sarah
“Saya tidak mau kembali ke bawah, ada api berkobar-kobar di bawah sana..” ucapnya
Sarah pun melihat ke arah liang kubur itu dan ternyata benar ada kobaran api besar menjulur dari bawah, sangat besar sampai ia hampir merasakan panasnya api itu. Tanahnya pun berwarna hitam pekat
“Berjanjilah kepada saya, kamu harus menjaga bayi saya” ucapnya lagi
“Bayi siapa? Saya tidak mengerti apa yang kamu bicarakan” tanya Sarah
“Pokoknya kamu harus menjaga bayi saya.. tolong jaga bayi saya..” ucapnya lagi
Tidak lama kemudian Sarah mendengar suara langkah kaki seperti kerumunan orang-orang, duk duk duk duk.. banyak suara langkah kaki mendekati ke arahnya. Sarah melihat ke arah datangnya suara itu, tapi dirinya tidak bisa melihat siapa mereka. Yang bisa ia lihat hanyalah, banyak bayangan hitam pekat mendekati jenazah itu, berbaris rapi di hadapannya dan kemudian kaki jenazah itu ditarik oleh bayangan hitam pekat itu dengan kasarnya. Ditarik kembali ke dalam liang kubur yang terdapat api yang berkobar-kobar.
“Tidaaaaakkkkkkkkkk!!!” teriak jenazah itu saat ditarik ke bawah liang kubur, api pun semakin tambah membesar saat jenazah itu masuk ke dalam.
Sarah terbangun dengan keringat yang membasahi wajahnya. Ia melihat jam, pukul 03.05 pagi. Ia masih merasakan ketakutan dengan mimpinya itu. Ya, dirinya memimpikkan tantenya yang baru meninggal dunia kemarin. Mamanya Wika.
“Jadi begitu ceritanya tante..” jelas Sarah kepada tantenya
Saat ini ia berada di rumah tantenya dan menceritakan semua mimpinya itu, masih jelas ia rasakan panasnya api di liang kubur itu. Wajah Mamanya Wika yang ketakutan dan berdarah-darah dan badannya pun seperti tercabik-cabik. Dengan kata lain, itulah siksa kubur, di mana manusia akan mendapatkan balasannya akibat perbuatannya selama di dunia.
“Ya tante sih nggak bisa bicara banyak ya. Tapi mungkin maksud dari mimpi itu adalah, kamu diminta jagain Wika. Siapa lagi coba bayinya yang dimaksud itu, kalau mengenai wajah dan badannya berdarah-darah, mungkin itu adalah hukuman buat almarhumah selama hidup. Tapi lebih baik kita doakan saja almarhumah semoga diampuni semua dosa-dosanya..”
“Ammiinn…” ucap Sarah “Semoga Sarah juga bisa menjaga Wika seperti yang almarhumah minta” tambahnya

06/09/2022

Rumah Sakit

Cerpen Karangan: Naura Aisha A
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 4 March 2022

Seorang wanita pergi ke rumah sakit di kotanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat sang wanita hampir sampai ke rumah sakit, wanita itu merasakan aura yang membuatnya sedikit tidak nyaman. Rumah Sakit itu memang sebenarnya cukup dekat dengan bangunan tua yang terkenal angker.
Saat wanita itu masuk ke rumah sakit, mulai terjadi beberapa kejadian kejadian yang janggal. Seperti aura yang sangat mistis, udara yang sangat dingin, dan bau melati yang tersebar di seluruh rumah sakit. Tentu saja wanita itu ketakutan, apalagi dia mendapat antrian pada jam 9 malam. Wanita itu menghiraukannya dan langsung mendaftar.
Di lorong rumah sakit, ia melihat pasien pasien berwajah pucat yang ditemani oleh para pasien dengan wajah sama pucatnya. Karena wanita itu ketakutan, ia langsung lari ke lift, menuju ruangan tempat pemeriksaannya akan berlangsung. Lantai rumah sakit yang kotor, peralatan yang tidak terawat, membuat suasana semakin mencekam.
Saat Wanita itu selesai melakukan pemeriksaan, wajahnya semakin ketakutan. Karena ternyata rumah sakit itu tidak seramai seperti awal ia masuk, bahkan tidak ada satu orang pun di rumah sakit itu, selain dirinya. Karena sudah merasa sangat tidak nyaman, wanita itu akhirnya memutuskan untuk segera pergi meninggalkan rumah sakit itu.
Keesokan harinya, wanita itu bertanya pada seorang temannya mengenai rumah sakit tersebut. Dan betapa terkejutnya setelah ia tahu bahwa…
Rumah Sakit itu mengalami kebakaran parah dan akhirnya hangus terbakar sejak 5 tahun yang lalu kemudian terbengkalai. Pasien pasien, perawat, dan dokter yang ia lihat kemarin tidak lain adalah arwah para korban yang tidak selamat dalam kebakaran tersebut.

Address

Brebes
52212

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Untaian Cerita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share