29/12/2023
MALAM NAAS
“ lepaskan aku tuan, aku mohon, Aku tidak mengenal Anda, kenapa Anda melakukan ini padaku," ucap fira, dengan sisa tenaga yang ada, dia mencoba memberontak dari kukungan pria yang tidak dia kenal. Air matanya mengalir tanpa henti, tangan mungil itu tidak bisa berbuat banyak.Exel Feed. Pria yang saat ini sedang dalam pengaruh obat laknat, dia seakan tuli dengan tangisan fira yang tidak berhenti, pria itu terus saja melakukan aktivitas nya, seakan enggan sedikit pun untuk melepaskan wanita di bawah sana, hingga saat dia memasuki area sensitif fira, Exel terhenyak sesaat, saat merasakan wanita di bawahnya masih virgin, dia menghentikan aktivitas sesaat, ingin rasanya dia menyudahi semua itu, apalagi saat melihat wanita di bawahnya menangis. Tubuhnya di kuasai oleh obat dengan dosis tinggi, dia tidak bisa menahan gejolak yang sedang terjadi di dalam tubuhnya. Excel melanjutkan aktivitas nya, tubuhnya seakan menghianati hatinya, dalam hati merasa tidak tega melihat wajah fira yang memohon, hingga dia mencapai nirwana dan pada akhirnya dia tertidur p**as tanpa memperdulikan bagaimana keadaan Safira. “ Aoww. Aduh, ini sangat sakti,” ucap fira, saat merasakan organ intim nya terasa sangat sakti, dia mencoba untuk berjalan ke arah kamar mandi, langkah nya tertatih menuju tempat persegi itu. “ Vian, maaf kan aku, aku tidak pantas untuk mu,aku kotor,” fira menangis di tengah guyuran air shower, dia teringat akan kekasih hati nya. “ Tapi di mana Vian, biasanya bila ada pekerjaan yang berbahaya dia selalu menggantikan ku, apa dia baik-baik saja?,” Fira bertanya kepada dirinya sendiri. Setelah selesai membersihkan tubuhnya, fira bergegas keluar, sebelum dia pergi dia kembali melihat wajah pria tampan yang telah merenggut kesucian nya, dalam keadaan tidak sadar.
Fira berjalan menuju pintu keluar, dia tidak ingin menoleh lagi, saat membuka pintu, di luar ada dua orang bodyguard yang sedang berjaga, mereka melihat ke arah fira penuh selidik, seakan tau dengan tatapan keduanya, fira segera bersuara.
“ Aku sudah izin p**ang, kalau tidak percaya kalian bisa tanyakan sendiri pada Bos di dalam, tapi, dia bilang mau tidur dan tidak ingin di ganggu,” fira sedang mencoba memperdaya kedua pria berbadan kekar itu, fira tau mereka tidak mungkin berani masuk ke dalam di saat tuanya sedang tidur.
Kedua bodyguard itu membiarkan fira pergi.fira berjalan dengan langkah kaki yang masih menahan perih di area sensitif nya, dia berjalan menuju tempat di dia dan Vian Bekerja.
Jam menunjukkan pukul dua dini hari, dia bergegas ke arah beartender, di sana ada Miko, dia salah satu sahabat fira, pria itu tersenyum saat melihat fira mendekat.
“ kamu belum p**ang, ini udah mau pagi lho,?” Tanya Miko pada fira. Gadis itu Bu senyuman Miko, lalu menggeleng lemah.
“ Mik, kamu lihat Vian nggak, aku kok dari tadi sore nggak liat ya,?” Tanya nya pada Miko.
“ Oh, Alvian. malam ini dia of, dia ada di lantai dua, sepertinya dia sedang berpesta,” jelas Miko.fira sempat mengerutkan keningnya, dia terlihat kebingungan, dalam hati berkata, ‘ Apa ia, Alvian sedang berpesta, sehingga dia tidak melindungi dirinya',
“ Makasih ya Mik,” ucapnya. Miko kembali berkata" kamu yakin bakal nyusulin mereka,?" Tanya Miko, sedikit ragu saat pria itu melihat fira akan mencari Vian.fira semakin di buat bingung dengan pertanyaan Miko.
Miko mendekati salah satu teman sesama bartender, lalu dia berjalan mengejar fira.
“ aku akan mengantarmu, di sana sangat berbahaya,” jelas Miko. sebenarnya fira masih bingung, namun ada baiknya, dia menurut pada Miko, dia juga takut terjadi sesuatu pada Vian.
Fira dan Miko berjalan menuju lantai dua, di sana terdapat beberapa ruang VVIP, salah satunya yang di tunjuk oleh Miko.dan itu membuat rasa penasaran fira semakin membuncah, pesta apa yang sedang Vian hadiri.
Pintu terbuka, namun kaki fira seakan tidak mampu bergerak, dia melihat orang yang selama ini dia banggakan dan dia percaya, sedang bercumbu dengan seorang wanita sexi, bahkan wanita itu sedang memainkan kejantanan pria itu.
Perut fira merasa mual melihat pemandangan di depannya, dia merasa jijik, Miko yang faham dengan perasaan fira, pria itu segera mengajak dia pergi, mereka berjalan ke ruangan khusus staf, di sana mereka kembali di buat terkejut.
“ Ini nyonya Mira, saya sudah membayar lunas, gadis bernama Safira, dan tolong katakan pada Alvian, agar dia segera mencari wanita yang seperti fira,” ucap seorang pria yang di kenal sebagai seorang yang mencari wanita bayaran untuk para pria kaya.
“ Baiklah nanti saya sampaikan, terima kasih atas kerja samanya,” ucap wanita yang sering di panggil mami itu.
Aliran darah Safira seakan berhenti, tangannya mencengkram erat tangan Miko, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Derap langkah kaki membuat,fira dan Miko bersebunyi, terlihat wajah Vian dari temaram lampu di lorong itu, Vian masuk ke ruangan mami, dia duduk dengan tenang, seakan sudah terbiasa memasuki ruangan itu.
“ Bagaimana, apa kamu sudah dapat uang nya?,” Tanya vian, pada mami.
“ Baru saja, dia bilang, agar kamu mencari wanita seperti fira lagi, dia akan membayar mahal untuk itu,” mendengar perkataan mami, dia menyeringai.
“ Ini bagian mu,” mami meletakkan beberapa gepok uang di atas meja. “ Apa yang akan kamu lakukan, pada fira selanjutnya?,” Tanya nya lagi.
Vian tersenyum penuh arti," Aku akan menerima dia apa adanya, bukankah kekasih yang baik harus seperti itu?," Setelah mengatakan itu, mereka berdua tertawa.
Di luar, fira mengepalkan tangannya kuat, dia ingin masuk dan melabrak keduanya, namun, Miko menahan gadis itu, lalu membawanya pergi dari sana, Miko membawa fira p**ang ke rumah menggunakan motornya, sepanjang perjalanan fira menangis, Vian pria yang sangat dia sayangi, ternyata dia yang menjual dirinya, rasanya sesak di dalam hati nya, mengingat kebersamaan mereka selama ini.
Motor yang di Kendari Miko, berhenti di depan rumah fira." Sudah cukup nangis nya, dia pria brengsek, rasanya tidak pantas jika terlalu lama di tangisi," ucap Miko, saat fira sudah turun dari motor miliknya.
“ Aku cuma nggk nyangka, kalau dia yang sudah menjual ku,” terangnya.
“ Ya udah, aku masuk ya, terima kasih buat semua,” ucap fira. Miko mengguk, dia melihat fira hilang di balik pintu, tidak lama, saat Miko baru saja akan pergi meninggalkan tempat itu.dia mendengar suara fira berteriak dari dalam rumah.
Miko bergegas masuk ke dalam rumah fira, Untung saja pintu tidak terkunci, dia merangsek masuk ke dalam, pemandangan yang di lihatnya membuat pria itu terkejut, fira sedang memeluk nenek nya dengan bersimbah darah.
Mobil ambulans berhenti di depan rumah sakit, Miko yang mengikuti menggunakan sepeda motor, segera menghampiri fira, brankar membawa tubuh nenek dengan cepat ke ruangan IGD, dokter segera memeriksa, keadaan nenek fira, setelah beberapa saat pintu ruangan itu terbuka, fira dan Miko menghampiri Dokter.
“ Bagaimana Dokter, apa nenek saya baik-baik saja,?” Tanya fira, pada Dokter yang menangani nenek nya.
“ Benturan nya cukup keras, pendarahan yang terjadi tidak hanya di luar, tapi juga di dalam, saya akan mengusahakan yang terbaik,” jelas Dokter pada fira.
Fira masuk ke dalam ruangan itu, terlihat neneknya yang selama ini bersama dirinya, terbaring dengan wajah pucat, air matanya kembali mengalir, kali ini dia menangis tanpa suara, fira mencium kening wanita senja itu, beberapa kali mengusap wajah keriput di makan usia.