Maz Joo

Maz Joo Baca baca aja lah seru kok

23/01/2022

APEN-APEN URIP.

Di tengah dunia yang tidak baik-baik saja, kita dipaksa harus baik-baik saja. Aneh? Tidak juga. Kita sudah biasa pura-pura baik-baik saja, atau pura-pura bahagia. Kita pura-pura tidak cemas, pura-pura tidak marah, dan pura-pura banyak hal lainnya. Di tengah itulah, kita akhirnya lupa kalau ternyata hidup kita-- jangan-jangan adalah pura-pura yang disengaja, hingga kita lupa bahwa kita sedang pura-pura.

Pada dimensi hidup tertentu kita bisa jadi melewati batas ketakutan kita sendiri. Lalu harus bagaimana? Apa kita membiarkan saja dan menjalaninya begitu!

Kita bisa bahagia untuk beberapa jam ke depan, tanpa memikirkan besok-lusa. Kita bisa menikmati detik demi detik, dan menit yang dekat. Yang jauh, bagaimana? Yang jauh bisa jadi tergantung satu-dua menit kita hidup sekarang. Bahkan untuk masa-masa akan datang (yang jelas belum tentu itu) kita bisa mengabaikannya jika ternyata hanya berisi ketakutan-ketakutan atau bahkan membuat kita pura-pura tidak sedang hidup untuk hari ini.

29/07/2020

AKU DAN PIKIRAN BRUTAL DIRIKU

"Manusia setengah dewa"
Lagu yang dirilis tahun 2004.
Hari ini. Tepatnya Rabu. Pukul 17.23WIB. Sengaja kuputar kembali. Sehabis p**ang kasih makan kambing hewan ternakku.
Ku pejamkan mata sambil mendengar lantunan lirik lagu.. di iringi alunan musik yang sangat selaras.
Di temani secangkir kopi pahit dan tiga potong singkong goreng.
"Hmmm.. nikmat mana lagi yang ku dustakan" gumamku dalam hati.
Dengan berbalut sarung dan tipisnya kaos oblong.
Kusandarkan tubuh yang mulai menua ini, di kursi bambu dengan posisi kaki membujur di atas meja.
Sambil sesekali kuhisap dalam-dalam rokok yang terselip di jari, dan mengepulkan asap nya.
Di teras rumah yang sempit, aku menatap langit hitam.
Sungguh malam yang begitu lengang... Yang hanya sesekali terdengar lolongan anjing dan deru kenalpot berlalu-lalang.
"Manusia setengah dewa"
Judul lagu kontroversial yang sempat di protes karena di anggap melecehkan salah satu agama.
Aku mencoba mencocoklogikan dengan kondisi saat ini.
"Manusia setengah dewa" menurutku orang yang sangat luar biasa.
Dia mampu menghipnotis jutaan orang agar tunduk dan cinta buta, dalam jangka waktu yang tidak di tentukan.
Apa yang keluar dari mulut nya, bagai angin surga bagi pemuja nya.
Seandai nya "patung kuda" dia bilang "kura-kura" pun, bisa jadi si pemuja mengimani nya.
Janji bangkitkan industri mobil nasional.
Janji besarkan pertamina kalahkan petronas.
Janji pertumbuhan ekonomi 7%.
Janji tolak hutang luar negeri.
Janji tingkatkan anggaran KPK 10 kali lipat.
Janji perangkat desa di angkat jadi PNS.
Janji bangun kabinet kerja, tak bagi-bagi kursi.
Dan masih banyak janji-janji yang entah kapan terealisasi.
Hah!! "Anak, menantu, besan, ipar saja di nganu. Apalagi cuma bagi-bagi kursi" celetukku dalam hati.
Ada satu janji yang cukup membuat para pemuja "makin cinta" dan seolah mengapung di kolam hayal.
"11.000T. Data sudah di kantong saya" kata nya.
Lalu saya mikir....
"Apa iya dia mau nangkap koruptor sampai ke Swiss!!
Wong yang di depan mata saja di kasih SURAT JALAN"
Teroris dimanapun dia sembunyi pasti ditemukan.
Koruptor walaupun ketemu di sembunyikan.

Aku telah merobek peta kebahagiaan, kupu kupu lepuh sayapnya. senyap kamar dan kosa kata yang melelahkan air mata, tak a...
20/03/2020

Aku telah merobek peta kebahagiaan, kupu kupu lepuh sayapnya. senyap kamar dan kosa kata yang melelahkan air mata, tak ada yang kunjung di usap punggung tangan. Pernikahan bukan jawaban yang pernah kita perdebatkan, tak menyudahi tangis dan jarak di setiap isi kepala ini. Lubang keterasingan menganga di dada kita. Sebuah ransel berisi pakaian selimut dan juga buku puisi tak akan mengobati perih yang lebih presisi, mengisi hari hari kesendirian di tengah pelarian.

Menanti?Aku selalu menganggap rela menunggu seseorang itu berarti tidak bodoh itu hanya berarti teguh pendirian, karna s...
20/03/2020

Menanti?
Aku selalu menganggap rela menunggu seseorang itu berarti tidak bodoh itu hanya berarti teguh pendirian, karna sekuat apapun kita menyangkal sesuatu yang dikatakan oleh hati, sekuat itu p**a hati kita akan mendesak. Mungkin karna itulah aku tidak bisa menunggalkanmu sendirian, meski dengan biadapnya kau bertingkah seolah aku adalah buku harian yang cuma kau isi dengan keluh kesahmu tanpa perlu kau tanyakan bagai mana perasaanku, kemudian kau mencari penghilang rasa sakit untuk meredakan hari harimu yang suram, akupun dengan s**arela menjadi pemeran pengganti untuk meredakan malam malamu yang muram aku yang mendengarkanmu hingga jam satu pagi adalah aku yang kau nafikan lagi dan lagi. Kau yang masih tenggelam dalam kenangan adalah apa yang ku selamatkan. Celakanya, aku malah ikut terbenam dalam skenario yang kau ciptakan. Dan kita menjadi terbiasa untuk pura pura tertawa padahal kau dan aku tahu, aku mendambakanu yang mendambakanya. Sampai kapan kita harus begini? Sampai nyaliku terkumpul untuk kau hempaskan? Atau sampai kau terbang lagi menuju pelukan lainya? Ternyata, menjadi juara kedua itu sama saja dengan berpacaran dengan seorang yang tidak pernah ada secara nyata.
Menyebalkan.
Aku ingin kau rindu, aku ingin kau kejar, aku ingin kau buatkan puisi. Lalu aku akan bertingkah tak peduli agar kau tau rasanya jadi aku.

Aku pernah mendengarkan lagu yang sama selama beberapa jam tanpa henti. pertama, aku mulai hafal liriknya, kemudian aku ...
20/03/2020

Aku pernah mendengarkan lagu yang sama selama beberapa jam tanpa henti. pertama, aku mulai hafal liriknya, kemudian aku mulai terbiasa dengan iramanya. Setelah itu, aku mulai mencoba mendengarkanya dari ingatanku sendiri. Dan ya, seperti itu caraku mencintaimu, dan kini aku mulai hafal segala tentangmu.

Aku ingat tentangmu. Kau masuk kedalam hidupku tanpa permisi, entah kau milik siapa, hatiku keras kepala. Aku tidak mau ...
20/03/2020

Aku ingat tentangmu. Kau masuk kedalam hidupku tanpa permisi, entah kau milik siapa, hatiku keras kepala. Aku tidak mau berdrama tapi aku tidak bisa nengeluarkanmu dari kepalaku, aku tergila gila hingga tak tau lagi mesti berbuat apa, kau selalu mampu membuatku jujur mengenai segala hal, kecuali satu, perasaanku. Andai saja aku mampu memberi tahumu. Tapi, aku takut akan reaksimu yang tidak sesuai dengan imajinasiku. Bukankah fiksi lebih menina bobokan dibandingkan kenyataan?, bukankah kita adalah dua orang yang terlanjur menikmati berkubang dalam zona pertemanan?. Tubuh kita berlumur harapan palsu. Tanganku menggapi gapai mencari jalan keluar sedangkan tanganmu mencegahku kemana mana.

Aku ingin memperkenalkanmu kepada satu mahluk pecicilan yang tak bisa diam, bernama hati. Kebetulan dia miliku dan kebet...
11/03/2020

Aku ingin memperkenalkanmu kepada satu mahluk pecicilan yang tak bisa diam, bernama hati. Kebetulan dia miliku dan kebetulan juga dia mengejarmu. Hatiku memang gila, sekuat apapun aku melarangnya untuk berlari kearahmu. Dia akan tetap berlari hanya untuk memelukmu. Tunggu dulu, sebelum kau beranjak pergi karna takut dengan kelakuan hatiku, biar ku teruskan ceritaku. Hatiku punya sahabat baik dia adalah mahluk berkacamata tebal yang berdiri disebelahnya namanya "pikiran". Kebetulan, dia juga miliku. Mereka berdua bersahabat baik dari hari aku lahir kebumi ini. Berbeda dari hatiku yang pecicilan, pikiranku ini pendiam sekali. Dia jarang rukun dengan hatiku, malah sering berkelahi alasan mereka berkelahi kali ini, tentu saja hatiku ingin berlari kearahmu, dan pikiranku kurang setuju. Pikiranku percaya, bahwa hanya dengan hatiku berlari kearahmu, dia akan berujung hancur. Pikiranku yang sayang pada hatiku tidak ingin sahabatnya itu hancur. Sebentar, izinkan kami berunding jangan dulu pergu, aku mohon. Telah lama aku menanti sosokmu kau tangguh, aku s**a itu kita sama sama pejuang, kau berjuang mencari jalan p**ang maka aku ingin berjuang menjadi rumahmu. Karna ternyata hatiku betul, kaulah orangnya. Ya, pada akhirnya aku akan membiarkan hatiku mengejarmu, dan bercengkrama disampingmu, memelukmu saat kau dekat, merindukanmu saat kau jauh. Biarlah hatiku berpesta pora, biarlah aku ikut bersenandung gembira. Sementara pikiranku, aku yakin pikiranku baik baik saja, dudukmanis dikepalaku berharap tak ada hal buruk menimpa hatiku. Dan jika hatiku hancur suatu saat nanti, aku tau, pikiranku selalu dapat diandalkan untuk membuatnya kembali sembuh.

Kau bisa mengawali sebuah perjalan cintamu dari yang terdekat. Dari seseorang yang bisa menerimamu dan mencoba mengisi h...
29/12/2019

Kau bisa mengawali sebuah perjalan cintamu dari yang terdekat. Dari seseorang yang bisa menerimamu dan mencoba mengisi hatimu. Seseorang yang akan sangat bangga, menjadi awalan dalam langkah pertama dari pijakan hatimu.

Kau bisa mengukur seberapa dalam jika kamu menjatuhkan hatimu kepadanya, sekaligus bisa mengulur seberapa jauh kasih sayang bisa kau tarik darinya. Kau bisa membuat rencana-rencana sederhana dengannya, memuat kenangan-kenangan indah, manis atau pahit karena keduanya memang saling menguatkan adanya.

Kalau pun, ternyata tak berjodoh, seseorang itu akan menjadi jejak pertamamu. Ia tak akan pernah merasa tak berarti dalam hidupmu, hanya karena takdir telah berkehendak lain. Kau pun akan merasakan hal yang sama tentunya, sebab kalian akan berpisah dengan baik-baik. Saling mendoakan dan saling menyapa seperti awal pertama niatan baik kalian semula. Sungguh, tak salah bila kau mencobanya.

"JANGAN BIARKAN AKU BERJALAN SENDIRIAN!"Temanku curhat, kalau akhir-akhir ini banyak sekali yang cemas padanya. Gara-gar...
08/08/2019

"JANGAN BIARKAN AKU BERJALAN SENDIRIAN!"

Temanku curhat, kalau akhir-akhir ini banyak sekali yang cemas padanya. Gara-garanya sederhana, ia seorang perempuan yang s**a berjalan sendirian. Sebenarnya justru aku melihatnya sebagai perempuan yang mandiri. Segala sesuatu bisa dilakukan olehnya tanpa mesti mengandalkan orang lain. Tapi temanku itu curhat, kalau dia mulai diganggu oleh pertanyaan 'kenapa kamu memilih masih sendiri?'
Pertanyaan itu tentu membuatnya tak merasa terganggu selama, yang bertanya bukan siapa-siapa. Tapi kini, pertanyaan itu dilontarkan oleh ibu-bapaknya, saudaranya dan orang-orang yang sedang berusaha mendekatinya.
Aku lagi-lagi terdiam saja, membayangkan apa yang terjadi di pikiran dan perasaannya. Setelah beberapa saat kemudian aku bertanya padanya,
-'Apa kamu merasa bahagia sendirian?'
Ia menertawakan pertanyaanku.
Lalu menjawab,
'aku tidak akan mati hanya gara-gara, aku masih sendiri sampai saat ini!'
Ungkapan dari dia membuat saya kembali terdiam, tapi hanya beberapa jenak. Karena kemudian aku ingin menasehatinya,
'mungkin mereka merindukan kamu mengajak mereka jalan bersamamu.'
Ia kemudian akhirnya tersenyum. Ia bilang,
'kalau berjalan sendirian saat bepergian atau p**ang, aku merasa makna seseorang yang pernah menjalani hidupnya denganku.'
Wajahnya, saat mengucapkan kalimat itu tersirat sedang mengenang.
'seseorang yang dulu hadir, ke dalam hidupku lalu pergi, terasa saat-saat sendiri,'
ia menambahkan kemudian dengan pasti.

Halo, kamu yang nggak punya stok maaf! .Gimana, masih kesulitan mengumpulkan tenaga buat sekadar ngucapin satu kata itu?...
21/06/2019

Halo, kamu yang nggak punya stok maaf! .
Gimana, masih kesulitan mengumpulkan tenaga buat sekadar ngucapin satu kata itu?
Berat yah, kata maaf dikeluarkan bisa mengurangi wibawamu, atau sebab dalam kepalamu memang tak ada cara minta maaf? Udah ah, surat ini bukan mau tanya-tanya itu saja. Maksud surat ini, seutuhnya hanya ingin menyentuh sisi terdalam di hatimu. Mengingatkan lagi, bahwa dulu kita sama-sama pernah ngelakuin kesalahan. Baik masalah itu remeh sampai besar, kita pernah menghadapinya. Selesai sih, sebab kita satu sama lain menganggapnya beres. Sayangnya, kamu nggak pernah mau merelakan diri meminta maaf dulu. Beda sama aku, yang langsung mengulang-ulang permohanan maafnya, sampai nggak terhitung.
Minta maaf itu ya, bukan soal hitung-hitungan sih. Jikalau kamu mau saja mengikhlaskan hatimu lebih lembut, mungkin kamu bisa seperti aku yang nggak gengsi. Jikalau kamu masih merasa diri sebagai manusia yang luput salah, minta maaf itu menyehatkan kok. Nggak ada, gara-gara minta maaf harga diri kamu jadi rendah. Yang ada justru karena keras hati, panas kepala sampai ego menggelembung manusia jadi malesin.

Aku gak punya niat mengakui, kalau sampai sekarang aku mencintai kamu.Begini. Aku selalu tersembunyi, bagiku dunia yang ...
19/06/2019

Aku gak punya niat mengakui, kalau sampai sekarang aku mencintai kamu.

Begini. Aku selalu tersembunyi, bagiku dunia yang ramai menakutkan. Juga ketika harus jatuh cinta diketahui semua orang. Itu akan merepotkan. Hanya pada akhirna kuberanikan ku tulis perasaan dengan terbata bata.
Aku harap kamu baca!
Aku orang yang diam diam memperhatikanmu. Aku orang yang diam diam menghapal tempat kes**aanmu, lagu kes**aanmu, makanan favoritmu, film kesayanganmu, sampai aku pernah mendatangi tempat tinggalmu. Meski di depan rumahmu, aku hanya memandanginya dari jauh.
Aku nggak pandai mengutarakan perasaan mungkin aku berbakat menyimpannya.
Sampai akhirnya, aku harus melihatmu dengan yang lain.
Sampai titik itu entah mengapa sampai saat ini aku merasa takut bertemu denganmu kemungkinan karna kecewaku yang sangat.
Hingga akirnya.....(Bersambung)

Hai, Kamu yang pernah ajak aku jalan! Apa kabar? Nggak maksud mengungkit masa silam atau bawa perasaan dalam-dalam. Cuma...
13/06/2019

Hai, Kamu yang pernah ajak aku jalan!
Apa kabar?
Nggak maksud mengungkit masa silam atau bawa perasaan dalam-dalam. Cuman mau mengirimimu selembar ungkapan sapa salam. Kamu pernah biarin aku menebak isi pikiranmu. Yang kadang membingungkan, kadang bikin deg-degan.
Kamu plin-plan. Ya. Tepatnya tarik-ulur perasaan. Di ambang ada dan nggak ada buat aku, bisa-bisanya ngertiin aku, sekaligus hilang begitu saja saat aku butuh. Nah apa itu namanya ya?
Aku bermaksud mengirimu surat ini, bukan mau menghakimimu. Jauh dari itu, aku sendiri tahu betul nggak ada yang berhak menghakimi dengan sepihak. Kamu punya alasan, tentu saja, buat ngelakuin apapun. Tapi membuat aku ragu, adalah kesalahan besar.
Pertama, kamu nggak sedang menguji perasaanku! Justru kamu sedang nguji diri kamu sendiri. Apa serius atau hanya setengah-setengah. Hati kamu nggak sepenuhnya. Itu tanggung jawabmu. Kedewasaanmu, urusanmu.
Kedua, kamu nggak sedang main petak umpet perasaan denganku! Kamu berharap perasaanku mengejar perasaanmu. Memperkirakan apa yang kamu rasakan, sementara apa yang kurasakan bukan hal penting bagimu.
Ketiga, kenapa kamu kusebut plin-plan. Kamu sudah mirip cuaca yang bisa baik, bisa juga buruk. Ingat lho, aku akhirnya bisa belajar dari orang semacam dirimu. Yap, adaptasi. Aku jadi nggak buru-buru mesti bahagia kalau ada seseorang sepertimu yang datang, deketin, merhatiin sampai akhirnya acuh, dingin dan pergi.
Maksud surat ini baik, maaf jikalau diterimanya berbeda. Yakni, buat kamu yang selalu merasa nggak mampu tegas akhirnya kamu akan duduk bersama mereka yang kalah. Kamu akan berkumpul dengan mereka yang semu. Dan kamu nggak akan masuk hitungan, bukan hanya hitunganku tapi hitungan keseriusan setiap orang.
Aku belum baik, atau bahkan belum cukup baik. Tapi aku akhirnya baik-baik saja karena sedang belajar. Kamu sudah sangat baik, mungkin mendekati sempurna. Tapi kamu sendiri memilih mencampurnya dengan sikap plin-plan. Itu bumerang, buat kamu di masa akan datang.
(Giveaway)

Address

Jalan Raya Dawuhan, Sirampog
Brebes

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 03:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

+6285229233187

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Maz Joo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category