23/01/2022
APEN-APEN URIP.
Di tengah dunia yang tidak baik-baik saja, kita dipaksa harus baik-baik saja. Aneh? Tidak juga. Kita sudah biasa pura-pura baik-baik saja, atau pura-pura bahagia. Kita pura-pura tidak cemas, pura-pura tidak marah, dan pura-pura banyak hal lainnya. Di tengah itulah, kita akhirnya lupa kalau ternyata hidup kita-- jangan-jangan adalah pura-pura yang disengaja, hingga kita lupa bahwa kita sedang pura-pura.
Pada dimensi hidup tertentu kita bisa jadi melewati batas ketakutan kita sendiri. Lalu harus bagaimana? Apa kita membiarkan saja dan menjalaninya begitu!
Kita bisa bahagia untuk beberapa jam ke depan, tanpa memikirkan besok-lusa. Kita bisa menikmati detik demi detik, dan menit yang dekat. Yang jauh, bagaimana? Yang jauh bisa jadi tergantung satu-dua menit kita hidup sekarang. Bahkan untuk masa-masa akan datang (yang jelas belum tentu itu) kita bisa mengabaikannya jika ternyata hanya berisi ketakutan-ketakutan atau bahkan membuat kita pura-pura tidak sedang hidup untuk hari ini.