14/04/2023
Penerapan sistem satu jalur alias one way di jalur Padang-Bukittinggi mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat.
Kritikan yang ramai terpantau di media sosial itu beralasan, karena dengan sistem demikian, masyarakat merasa dirugikan.
Pasalnya, dengan sistem itu, pengendara yang datang dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang dan Kayu Tanam harus memutar jauh.
Dengan sistem itu, pengendara harus melewati Malalak terlebih dahulu, lalu berbelok ke arah Kayu Tanam begitu sampai di Sicincin.
Terkait kritikan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani pun memohon pengertian dari masyarakat.
Khususnya pengendara yang menempuh jarak pendek tersebut. Ia menilai, sistem demikian untuk mengurangi kemacetan saat libur Lebaran 2023.
Ia meminta masyarakat mendukung kebijakan itu, karena sistem one way hanya berlaku pada waktu tertentu.
“Mudah-mudahan dengan dukungan masyarakat upaya kita ini sukses mengurangi kemacetan selama libur lebaran nanti,” katanya.
Dilansir dari laman resmi Pemprov Sumbar, Dedy menyebut bahwa tingkat kunjungan ke Sumbar bakal naik 4 kali lipat saat Lebaran nanti.
“Karenanya perlu kita antisipasi bersama potensi kemacetan dan memastikan kenyamanan berwisata selama libur lebaran,” sebut dia.
Ia juga mengakui, pihaknya tak bisa menghilangkan kemacetan, apalagi pada saat mudik lebaran, mengingat lonjakan jumlah pengendara yang berlipat ganda.
Dedy pun hanya berharap tol yang saat ini sedang dibangun dapat menjadi jawaban bagi kemacetan di jalur-jalur padat.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengecek jalur One Way Sicincin – Bukittinggi, Kamis (13/4/2023) sore.
Selengkapnya di komentar
Katasumbar.com