02/06/2026
A United States military aircraft, a Lockheed C-130T Hercules, reportedly didn't just fly over West Sumatra. The aircraft had apparently landed and been stuck for a week in a Susi Air hangar at Minangkabau International Airport (BIM), Padang Pariaman.
BIM General Manager, Dony Subardono, confirmed that the US military aircraft was forced to make an emergency landing due to technical difficulties during an operational flight. "The aircraft experienced engine failure on its third engine while flying from Singapore to the Diego Garcia military base in the Maldives. Therefore, the crew had to land at the nearest airport, BIM," Subardono told Kompascom on Tuesday (June 2, 2026).
Subardono explained that the military aircraft landed at BIM on Monday (May 25, 2026) at around 5:56 p.m. Western Indonesian Time (WIB), after airport authorities received an emergency notification from the Colombo control tower. Upon landing, the aircraft was known to be carrying 15 crew members, all active-duty members of the United States military.
Airport authorities immediately took swift action by coordinating with relevant agencies. "We immediately coordinated with the Indonesian Air Force, the Ministry of Defense (Kemenhan), and the Ministry of Foreign Affairs (Kemenlu) at the headquarters for the security clearance process," said Dony.
The security check aimed to ensure that the landing was purely due to technical difficulties and that there were no indications of territorial violations or other plans by the flight crew. Once confirmed safe, the 15 flight crew members were allowed to wait in Padang City while the repair process was underway.
The security check aimed to ensure that the landing was purely due to technical difficulties and that there were no indications of territorial violations or other plans by the flight crew. Once confirmed safe, the 15 flight crew members were allowed to wait in Padang City while the repair process was underway.
Source: kompas.com
______
Pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules dilaporkan tidak sekadar melintas di wilayah udara Sumatera Barat. Pesawat tersebut rupanya telah mendarat dan tertahan selama sepekan di hanggar Susi Air, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman.
General Manager BIM, Dony Subardono, mengonfirmasi bahwa pesawat milik militer AS itu terpaksa melakukan pendaratan darurat akibat mengalami gangguan teknis saat melakukan penerbangan operasional. "Pesawat mengalami kerusakan pada mesin nomor 3 saat terbang dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa. Karena itu, kru harus melakukan landing di bandara terdekat, yaitu BIM," ujar Dony kepada Kompascom, Selasa (2/6/2026).
Dony menjelaskan, pesawat militer tersebut mendarat di BIM pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 17.56 WIB, setelah pihak bandara menerima informasi darurat dari menara pengawas (tower) Kolombo. Saat mendarat, pesawat tersebut diketahui mengangkut 15 orang kru yang merupakan anggota aktif militer Amerika Serikat.
Pihak otoritas bandara langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. "Kami langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di pusat untuk proses security clearance," kata Dony.
Pemeriksaan keamanan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendaratan murni karena kendala teknis dan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah atau rencana lain dari para awak pesawat. Setelah dipastikan aman, 15 kru pesawat diizinkan menunggu di Kota Padang selama proses perbaikan berlangsung.
Pemeriksaan keamanan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendaratan murni karena kendala teknis dan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah atau rencana lain dari para awak pesawat. Setelah dipastikan aman, 15 kru pesawat diizinkan menunggu di Kota Padang selama proses perbaikan berlangsung.