Azizur Rahmi Al-Azizi

Azizur Rahmi Al-Azizi Jika hidupmu malang Mampir sini ke Bukittinggi.

13/07/2024
23/03/2024

Selamat berakhir pekan...


11/02/2024

Selamat sore teman teman dimana pun berada sekarang.
Aku bikin halaman FB HMI Cabang Bukittinggi ini dulu sewaktu aku masih aktif di kepengurusan HMI Cabang Bukittinggi..
Sekitaran tahun 2015..
Setelah bertahun-tahun berlalu, page ini tak pernah dibuka lagi. Karna yang bikin juga sudah tidak aktif lagi di kegiatan HMI.🤭
Untuk kedepannya, izin aku merombak Halaman ini menjadi halaman pribadi aku ya teman-teman 🙏
🖤💚

Sepenggal Kisah Dr. Mardiah Danial, MANabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang menempuh jalan yang padanya ia menu...
06/03/2015

Sepenggal Kisah Dr. Mardiah Danial, MA

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang menempuh jalan yang padanya ia menuntut ilmu, maka Allah menempuhkannya jalan kesurga.” (HR. Muslim dari Abu Harairah).

Dr. Mardiah Danial, MA adalah sosok KOHATI tahun 60 yang gemar sekali membaca dan mengajar. Perempuan yang telah memasuki usia 70 yang kerap dipanggil ibuk Mardiah ini adalah mantan dosen dari IAIN Bukittinggi dan juga seorang pelopor dari berdirinya organisasi Pusat Studi Wanita.

Dalam kehidupan masa kecilnya, ibuk mardiah tergolong orang yang sangat rajin membaca dan s**a sekali dengan hal yang berbau pelajaran. Setelah menyelesaikan pendidikannya ditingkat pertamanya, beliau melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren Diniyah Putri Padang Panjang. Baru memasuki satu tahun masa pendidikan di pesantren, beliau terpaksa harus berhenti sekolah karena adanya aksi pergolakan Disumatera Barat. Memang bukan hal yang mudah saat itu untuk terus belajar ditengah maraknya konflik yang terjadi didaerah.

Setelah tiga tahun fakum dari dunia pendidikan, ibuk Mardiah mencoba kembali belajar dipesantren Diniyah Putri. Berkat bantuan dari salah seorang tetangganya beliau bisa melanjutkan kembali masa pendidikannya dan langsung duduk dibangku kelas empat. Setelah menamatkan pendidikan di pesantren ini, dikala teman seperjuangan memutuskan untuk menjadi tenaga pengajar, ibuk mardiah memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Agama Islam Imam Bonjol.

Fakultas Agama Islam Imam Bonjol atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan IAIN Bukittinggi ini belum memilki fasilitas yang mumpuni untuk perkuliahan seperti yang ada saat sekarang ini. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk menuntut ilmu. Sebagai gambaran umum, ibuk Mardiah menjelaskan bahwa, kondisi kelas belajar dari kampus ini sangat meprihatinkan dimana, dinding lokal yang masih non permanet, atapnya yang kurang memadai kalau boleh dibilang lokal belajar itu seperti kandang ayam kondisinya. Ditambah p**a disekililingnya ada perkebunan pisang. Dan tidak hanya itu saja, untuk belajar mahasiswa itu harus mencari sendiri ruang perkuliahannya. Begitu besar semangat untuk menuntut ilmu sehingga dengan kondisi perkuliahan yang seperti ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana, termasuk juga ibuk Mardiah. Disamping itu ibuk Mardiah merupakan generasi paling muda dibangku perkuliahan saat itu, karna batasan umur tidak berlaku untuk mahasiswa yang hendak menuntut ilmu diperguruan tinggi ini.

Pada tahun 1966 bertepatan dengan hari lahirnya kembali HMI di indonesia, ibuk Mardiah mengikuti latihan kader yang dilaksanakan oleh HMI Cabang Padang. Ibu Mardiah beserta kawan-kawan bertolak ke Padang menggunakan mobil sembari mendendangkan lahgu Mars HMI. Tak ayal, gemuruh suara yang bersemangat itu membuat penumpang lainnya merasa sedikit getir mendengarkannya.

Menjalani masa-masa menjadi mahasiswa dengan serius mengikuti perkuliahan dan aktif berorganisasi, pada tahun 1975 ibuk Mardiah menamatkan pendidikan di FAIS Imam Bonjol Bukittinggi kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan. Kampus Universitas Islam Negri atau yang lebih kita kenal dengan sebutan UIN ini menjadi pilihan ibuk Mardiah melanjutkan pendidikan S2nya.

Disamping aktif dalam perkuliahan, ibuk Mardiah juga s**a sekali meulis karya ilmiah dan melakukan penelitian. Maka tak ayal jika rumah beliau dipenuhi dengan koleksi buku yang bagus-bagus. Tak hanya sebatas diruang tamu saja, didapurpun juga akan kita jumpai rentetan koleksi buku tersebut. Pada tahun 1986, ibuk mardiah menamatkan studi S2nya dan kembali kebukittinggi untuk mengabdikan diri sebagai dosen di FAIS Imam Bonjol Bukittinggi.

Disela-sela waktu menjadi dosen, berkat laporan penelitiannya membuat ibuk Mardiah terpilih mewakili perempuan dari 14 Perguruan Tinggi Islam yang ada di Indonesia untuk mengikuti kursus wanita dalam pembangunan yang diadakan di Belanda. Meski tak memilki basic dalam bahasa Belanda ataupun bahasa Inggris tak menghalangi niatnya untuk terbang ke Belanda pada tahun 1987. Disinilah ibuk mardiah pertama kali menikmati musim dingin, musim semi dan musim panas dinegri belanda. Selain itu, kali pertamanya juga ibuk Mardiah menjalani ibadah puasa didaerah yang pembagian waktu siang dan malamnya tidak teratur ini.

Setelah menyelesaikan kursus yang dilaksanakan selama 4 bulan(Januari- Mei) di negara Belanda tersebut, ibuk Mardiah p**ang ketanah air dan mendirikan Pusat Studi Wanita. Di Indonesia, IAIN Imam Bonjol merupakan perguruan tinggi yang pertama kali membuka organisasi Pusat Studi Wanita. Dari tahun 1989 sampai 1996 ibuk Mardiah menjadi ketua dari organisasi wanita yang bertujuan membuat perempuan lebih berkiprah untuk meneliti dan berkarir ini.

Pada tahun 2008, ibuk mardiah dinyatakan pensiun sebagai dosen dari STAIN Bukittinggi, namun beliau tetap aktif mengajar Ilmu Balagah sampai tahun 2012. Disamping itu pada tahun 2009 ibuk Mardiah menyelesaikan Pendidikan S3nya. Dan sekarang ibuk Mardiah menghabiskan hari-harinya dengan mengurus cucu dan berkebun bunga. Penyakit parkinston yang diderita membuat beliau tak lagi sanggup aktif dalam melakukan berbagai kegiatan seperti dahulu.

“Menuntut ilmu jangan berhenti, sebab kalau berhenti ada bahayanya yaitu, bahaya malas contohnya,” pesan ibuk Mardiah diakhir ceritanya.

“Dindiang Ari” yang Terlupakan Di Panampaung, Kabupaten Agam, terdapat makanan khas Minang “Dindiang Ari” yang tak lagi ...
15/02/2015

“Dindiang Ari” yang Terlupakan

Di Panampaung, Kabupaten Agam, terdapat makanan khas Minang “Dindiang Ari” yang tak lagi terkenal dimasyarakat luas. Makanan dari olahan singkong ini sudah mulai jarang dijual dipasar-pasar traditional yang ada di Bukittinggi, Agam dan sekitarnya. Meskipun tak lagi digandrungi oleh banyak peminat tak membuat ibu Ida patah semangat dalam memasarkan masakan olahannya tersebut.

Ibu Ida, perempuan yang telah berusia 50 tahun ini telah menggeluti bisnis penjualan makanan traditional ini semenjak tujuh tahun silam. Disamping menjual Dindiang Ari, ibu ini juga menjual makanan traditional lainnya seperti Tapai, Lapek dan juga Tumbang. Semua makanan tersebut diolah dari bahan dasar ubi kayu yang yang sering dikenal juga dengan sebutan singkong.

Dari penjelasan Ibu Ida diketahui bahwa, proses pembuatan dari Dindiang Ari ini tidak terlalu sulit. Ubi kayu atau singkong yang sudah dikupas kulitnya diparut halus, hasil parutan tersebut dicampur dengan sedikit garam,daun pandan dan juga bisa ditambahkan gula merah sesuai dengan selera lalu diletakkan diatas daun pisang. Kemudian singkong parut yang telah dicampur tersebut dicetak menjadi bulat seperti lingkaran lalu dikukus dengan menggunakan periuk ransang kurang lebih selama 30 menit. Setelah proses pengukusan selesai, Dindiang Ari tersebut ditaburi dengan kelapa kukur lalu makanan siap untuk disantap. Untuk Dindiang Ari yang tidak di campur dengan gula merah bisa ditambahkan gula putih sebelum disantap.

Ibu dua orang anak yang dulunya menjual kacang abuih ini memulai bisnis penjualan Dindiang Ari ini secara iseng-iseng. “saya iseng-iseng saja dulunya menjual makanan ini, karna tidak ada lagi orang yang menjual makanan ini makanya, saya terus menjualnya sampai sekarang” tutur ibu Ida.

Ibu ida juga menjelaskan bahwasanya Dindiang Ari yang Biasanya di jual Rp. 10.000/porsi ini hanya dijual di Pasar Lasi. Pasar Lasi merupakan salah satu pasar traditional yang terdapat di Kecamatan Canduang. Para pedagang dan pembeli yang berasal dari daerah sekitar berkumpul disini setiap hari selasa dan jumat, termasuk juga ibu Ida.

“Semenjak kenaikan BBM, saya tidak mengalami kerugian yang berarti hanya saja keuntungan yang diperoleh dari penjualan dindiang ari ini berkurang. Saya berharap suatu saat nanti dengan hasil penjualan dari dindiang ari ini saya bisa menunaikan ibadah Umroh ketanah suci,” tuturnya sembari membungkus pesanan pembeli. *AR

Ketika Ibadah Hanya Sekedar Menjadi BudayaOleh Fadli IlhamManusia akan selalu berubah menjadi siapa sesuai denagan sudut...
15/02/2015

Ketika Ibadah Hanya Sekedar Menjadi Budaya
Oleh Fadli Ilham

Manusia akan selalu berubah menjadi siapa sesuai denagan sudut pandang yang diambil terhadap manusia itu. Dalam kebudayaan manusia merupakan makhluk yang berbudaya, dalam berkeyakinan manusia adalah makhluk berkeyakinan, di ekonomi manusia dikatakan makhluk ekonomi, dalam keadaan ini manusia dikatakan makhluk ini, dan dalam keadaan itu manusia dikatakan makhluk itu.

Keberadan manusia sebagai makhluk yang berbudaya artinya manusia mamilki budaya yang diciptakan manusia dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia. Budaya merupakan kebiasan yang telah disepakati oleh manusia. Konsep kebudayaan dari profesor koentjaraningrat yang mana kebudayaan sebgai keseluruhan gagasan, kelakuan dan hasil-hasil kelakuan. Sehingga dapat kita tarik bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang lahir dari pemikiran manusia dan yang dilakukan sehingga menghasilkan kelakuan (tindakan).

Kebudayaan merupakan rutinitas ambar yang telah dibiasakan kepada manusia sejak manusia merasakan yang namanya kehidupan, akibatnya melahirkan perbuatan yang kadang tidak mampu memahami akan hakikat dari kebiasaan itu.

Agama sesungguhnya sangat berbeda dengan budaya. Agama merupakan suatu keyakianan yang akan ditemui dengan adanya ketahuan dan kepahaman. Ketahuan dan kepahaman akan adanya Tuhan. Shingga agama melahirkan seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan konsekuensinya akan melahirkan kepatuhan terhadap aturan yang mngatur hubungan sesama dengan manusia.

Kebudayaan dan agama sama-sama mengadakan perbuatan (tindakan). Tindakan yang lahir dari budaya dinamakan kebiasaan dan tindakan yang lahir dari agama dinamakan ibadah. Namun perbedaanya kebudayaan dapat dilihat dari luar, contohya biasa makan, biasa bangun pagi, biasa mangucapakan alhamdulillah, biasa mengucapakan assalamualaikum. dan biasa terhadap lain-lain. Namun kebiasaan itu tampa adanya penghayatan dan pemahaman.

Hanya menjadi kebiasan disaat lapar malakukan makan, hanya kebiasaan mengucapakan alhamdulillah disaat merasakan kenikmatan namun tidak faham kepada siapa kata itu ditunjukan. Kebiasan mengucapakan asssalamualaikum yang seakan-akan hanya basa basi yang terkandung dalam adat sopat santun. Sehingga tidak salah Ahmat Wahib mengemukakan bahwa ada baiknya kita ingat bahwa mengucapkan assalamu’alaikum tidak terus berarti Islam; mengaji yang keras hingga didengar orang banyak tidak terus berarti Islam; menulis dengan arab tidak terus berarti Islam.

Beda halnya dengan agama, dalam agama ibadah bukan hanya dapat dilihat dari luar, ibadah menjadi bermakna kepada apa yang mendasarinya. Ibadah itu benar-benar dari ketahuan dan kepahaman, contoh ; apabila seseorang hampir tidak pernah absen ke mesjid untuk shalat wajib 5 waktu maka dinilai ‘rajin beribadah’. Maka penilaian ini belum tentu betul karena kerajinan tersebut bisa jadi bersifat rutinitas, namun penilaian ini akan memberi makna apabila kerajinan tersebut didasarkan ketahuan dan kepahaman yang didasari karena pengabdian diri. Karena ibadah sesungguhnya bukanlah sekedar seseorang hadir atau menghadirkan diri.

Namun saat sekarang ini banyak yang seharusnya ibadah dalam agama malah menjadi budaya (kebiasaan) kerena ketidak mampuan untuk memahami nilai dan hal yang mendasari terhadap suatu tindakan. Kita contohkan: Saat kita mengucapakan “assalamu’alaikum’ pernah kah dalam hati kita tertanam do’a tulus, sedalam-dalamya meminta keselamatan terhadap orang yang kita doakan, namun sering itu hanya ucapan basa basi, seolah menjadi sopan santun.

Saat kita melaksanakan shalat, ada di dalamya doa tunjukan saya jalan yang lurus, namun implementasinya disaat ada orang yang mengkritik kita malah tidak terima. Ini bukti akan shalat kita tampa makna tampa arti yang hanya kebiasaan ambar yang telah dibiasakan dari kecil.

Kita laksanakan perintah puasa, namun tidak ada hikmahnya. Kita tidak pernah merasa penderitaan orang-orang yang miskin terhadap kesulitan mencari makan. Padahal puasa untuk mengembalikan rasa-rasa kemanusiaan kita.

14/02/2015

BERHIAS DIRI PEREMPUAN YANG DILAKNAT DALAM ISLAM

Berhias diri atau membuat diri menjadi terlihat cantik merupakan rutinitas yang tak bisa lepas dari seorang perempuan. Hal inipun sangat dianjurkan oleh islam terutama jika tujuannya untuk ibadah semisal menyenangkan hati suami. Beraneka carapun akan dilakoni oleh perempuan untuk mempercantik diri mulai dari mempercantik akhlak, menjaga kebersihan, merawat tubuh kesalon, menghias wajah serta mengenakan pakaian ataupun aksesoris yang menunjang untuk kecantikan diri.

Namun dari sekian banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang permpuan untuk mempercantik diri ada p**a beberapa hal yang tak diredhai oleh Allah jika dilakoni bahkan Allah melaknat perempuan yang mempercantik diri dengan cara tersebut. Pertama perempuan yang bertato. Bertato yaitu menusukkan jarum atau alat tajam lainnya ditelapak tangan atau pergelangan tangan, bibir atau ditempat anggota tubuh lainnya hingga mengeluarkan darah yang kemudian dibubuhi celak atau serbuk sehingga nantinya kulit tersebut menghijau. Haram hukumnya bagi seorang perempuan minta dibuatkan tato ditubuhnya dan hukuman tersebut berlaku sama pada yang membuatkan tato. Keduanya mendapatkan dosa dari apa yang diperbuatnya.

Yang kedua adalah perempuan yang mencukur alisnya. Sebagian perempuan punya hoby pergi kesalon untuk memperindah tubuhnya, memperindah dari ujung kaki sampai ujung rambut dan tak luput dari hal kecil sekalipun yaitu alis mata. Mereka datang kesana untuk mencukur atau merapikan bulu alisnya bahkan ada juga yang mencukur alisnya sendiri sehingga kelihatan lebih indah dan tampak lebih cantik apabila dipandang. Namun tanpa disadari kegiatan yang sudah menjadi tren kecantikan saat ini haram hukumnya jika dilaksanakan, dan pelaku akan mendapat laknat dari Allah.

Berhias diri yang dilaknat Allah selanjutnya adalah perempuan yang mengikir giginya. Beberapa tahun belakangan ini menggunakan kawat gigi yang bertujuan untuk merapikan gigi supaya kelihatan sama sudah menjadi tren dikalangan perempuan. Tak hanya perempuan, laki-lakipun sudah mulai melakoni hal yang serupa ini untuk memperindah tampilan gigi mereka. dengan menggunakan alat besi atau jenis apa saja agar nampak lebih cantik. Perbuatan semacam ini haram hukumnya dalam islam kecuali jika dalam keaadaan yang memudharatkan.

Yang keempat adalah perempuan yang menyambung rambutnya ataupun bulu matanya. Menyambung rambut atau menggunakan wig dan juga menggunakan bulu mata palsu juga kerap dilakoni perempuan untuk menunjang penampilannya agar terlihat cantik. Seperti halnya ketika pesta wisuda dikampus, tak jarang perempuan menggunakan bulu mata palsu untuk membuat diri agar terlihat lebih cantik dan indah dipandang. Hal yang seperti ini sudah menjadi tren yang selalu dilakoni perempuan tanpa menyadari akan adanya laknat Allah lantaran melakukan perombakan terhadap ciptaanNYA. *Berbagai sumber

KULIAH: YESS.. ORGANISASI: OK..Oleh : Arif Rahmat“Sebuah organisasi itu seperti keluarga. Dan jika organisasi tak sepert...
13/02/2015

KULIAH: YESS.. ORGANISASI: OK..
Oleh : Arif Rahmat

“Sebuah organisasi itu seperti keluarga. Dan jika organisasi tak seperti keluarga, maka ia pasti seperti keluarga yang berantakan.”

Mahasiswa dan organisasi merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan, “KURA KURA” (kuliah rapat, kuliah rapat), itulah sebutan bagi mereka yg aktif dalam oraganisasi, bahkan tidak jarang mereka rela p**ang larut malam demi mengikuti rapat ini dan itu, dan saya merupakan salah satu dari mahasiswa kura kura tersebut... hehehe. Begitu banyak pandangan dan sorotan dalam kehidupan berorganisasi, banyak yang mempunyai pandangan mengikuti organisasi itu hanya akan menghambat nilai akademik, pada awalnya saya juga mempunyai paradigma seperti itu, namun setelah saya berorganisasi bukanya menghambat nilai akademik malahan prestasi akademik saya jadi meningkat,, hehehehe bukan bermaksud untuk sombong ya....

Tidak sedikit mahasiswa yg memilih untuk menjadi mahasiswa kupu kupu, (kuliah p**ang, kuliah p**ang), Banyak mahasiswa yang akan kita temukan di kampus bercorak kupu-kupu. Mereka hanya mengejar IPK tinggi, rajin kuliah, kuliah tidak pernah absen namun mereka tidak mau mempersoalkan masalah yang dihadapi bangsa saat ini, pernah sekali mahasiswa yg tergolong mahasiswa kupu kupu ini berkata kepada saya, apa sih untungnya masuk organisasi???, maabih abihan hari se nyo tu, ancak lalok di rumah lae,,,, aduuuuhhhhhhh,,,kebanyakan seperti itulah paradigma dari mahasiswa kupu kupu.

Sebagai seorang mahasiswa, berprestasi di bidang akademik sudah menjadi sebuah keharusan, tugas kita sebagai seorang mahasiswa adalah belajar! Tapi, apa iya cukup dengan belajar saja? Selain datang ke kampus untuk menimba ilmu, alangkah baiknya kalau seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan di bidang non akademik, salah satunya dengan aktif di beberapa organisasi internal atau eksternal kampus..

Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun eksra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi,kepemimpinan serta menajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan Tinggi. Namun, dalam berorganisasilah semua itu di ajarkan.

saya sendiri dahulunya tidak memiliki skill untuk berbicara sedikitpun, namun setelah merasakan hidup berorganisani, maka terasa sangat membantu di saat perkuliahan, biasanya saya hanya berdiam diri di belakang kelas, namun setelah berorganisasi saya merasakan perubahan yg luar biasa ,saya lebih tertarik untuk bertanya jawab dengan dosen dan teman2 lainya, dan saya menemukan jati diri sebagai mahasiswa.

bergabung dalam organisasi kampus atau kepanitiaan acara kampus itu bukan semata-mata cuma jadi mahasiswa eksis, tapi juga ada manfaatnya seperti, Melatih leadership skil, menyalurkan hobi dan bakat, Networking atau memperluas jaringan, Belajar manajemen waktu, dan masih banyak lagi manfaat yg akan di dapat ketika berorganisasi, bisa mencari jodoh mungkin.... hehehehe

Berdasarkan pengalaman saya selama berorganisasi, begitu banyak manfaat yang saya dapatkan, dengan catatan berperan sebagai partisipan aktif bukan sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan, kalau hanya nama yg terdaftar tanpa mengikuti kegiatan2 yg ada di dalam nya tentunya akan banyak kesempatan2 yg telah dilewati untuk mempelajari soft kill yang mana nantinya akan sangat berguna dalam dunia kerja, Karena dunia kerja realitasnya tidak sekedar menuntut kualitas kesarjanaannya, tapi juga menuntut kualitas sosialisasi. Apalagi dunia kerja yang menuntut kerja sama dan interaksi yang lebih intens, serta mengutamakan kemampuan logika berbahasa. Sarjana yang hanya sekedar mengandalkan logika dunia keilmuannya tentu akan tersisih, Organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini di sebabkan karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan yang tergolong soft kill seperti ini....

Jadi organisasi bagi mahasiswa itu sangat penting, Faktor pengalaman mahasiswa dalam organisasi kampus juga sebagai salah satu faktor penting untuk menunjang suksesnya mahasiswa kelak setelah selesai kuliah.

Dengan demikian, suatu media yang dapat membentuk kematangan mahasiswa dalam hidup bermasyarakat/bersosialisasi ialah organisasi, dengan berorganisasi maka mahasiswa akan senantiasa terus berinteraksi dan beraktualisasi, sehingga menjadi pribadi yang kreatif serta dinamis dan lebih bijaksana dalam persoalan yang mereka hadapi

Yang terpenting adalah dalam melakukan kegiatan perkuliahan dan organisasi tersebut mahasiswa harus mampu membagi waktu dan dengan cermat menentukan prioritas dari kegiatan-kegiatan yang akan dijalaninya. Tidakkah ingin bila lulus kelak menjadi sarjana plus, yaitu sarjana yang tidak hanya pintar dalam keilmuannya tapi juga mampu bersosialisasi dan berorganisasi dengan baik.

SICANTIK “KUNDUA”  DENGAN SEJUTA MANFAATSekiranya kita berkunjung kedanau Maninjau maka disepanjang perjalanan antara Ma...
11/02/2015

SICANTIK “KUNDUA” DENGAN SEJUTA MANFAAT

Sekiranya kita berkunjung kedanau Maninjau maka disepanjang perjalanan antara Matur dan Ambun Pagi akan kita temui buah Kundua yang tersusun rapi diatas rak kayu sederhana. Buah kundua yang memiliki nama latin Cucurbita Moschata Duch atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan Labu Kuning ini memiliki berat 3-6 kg. Buah yang berasal dari daerah ambon ini juga sudah mulai dibudidayakan oleh masyarakat sekitar dan bahkan diolah menjadi makanan ringan yang nikmat seperti kerupuk, kue dan es labu.
Labu kuning yang merupakan salah satu makanan kegemaran Rasulullah ini tak hanya enak untuk disantap saja, tapi juga memilki khasiat untuk kesehatan dan juga kecantikan. Berikut ini penjelasan dari manfaat Labu tersebut.
Buah Labu
1. Mempertajam penglihatan
Vitamin A dikenal mampu membantu penglihatan jadi lebih baik, dan Labu memiliki kandungan nutrisi tersebut. Secangkir labu yang dimasak dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh akan vitamin A hingga beberapa persen, belum lagi kandungan dari beta-karotennya dimana tubuh juga akan memprosesnya menjadi vitamin A.
2. Mengurangi resiko kanker dan penyakit stroke
Labu kaya akan antioksidan dan beta-karoten yang memilki peran dalam mencegah kanker. Makan labu secara teratur bisa mencegah pengendapan kolestrol pada dinding arteri sehingga akan mengurangi resiko stroke.
3. Memulihkan kelelahan dengan cepat
Mengkonsumsi labu juga bermanfaat untuk membantu kecepatan pemulihan setelah melakukan pekerjaan yang berat. Jika merasa lelah setelah bekerja berat, maka konsumsilah labu karna labu merupakan sumber kalium yang tinggi, bahkan lebih besar daripada pisang.
4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Vitamin C mempunyai peran dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan labu merupakan sumber nutrisi tersebut. Secangkir labu yang dimasak mengandung lebih dari 11 mg vitamin C, atau hampir 20 persen dari 60 mg vitamin C harian untuk wanita. Sedangkan pada pria, kebutuhan vitamin C hariannya adalah sekitar 75 mg
5. Membantu menurunkan berat badan
Bagi remaja putri atau ibu-ibu yang memiliki berat badan berlebihan maka, konsumsilah labu sebagai menu sarapan pagi atau menu makan malam. Karna labu merupakan sumber serat yang tinggi (tiga gram per cangkir) dengan hanya mengandung 49 kalori. Makanan kaya serat seperti labu dapat mendorong seseorang untuk makan lebih sedikit dan sangat cocok untuk diet atau menurunkan berat badan.
6. Untuk kulit yang sehat
Labu juga kaya akan asam lemak, protein dan juga mengandung vitamin E, zinc dan magnesium yang berguna untuk membuat kulit lebih segar dan sehat. Makan labu juga bisa mendorong regenerasi sel kulit serta melawan kuman penyebab jerawat. Vitamin E adalah antioksidan kuat yang bermanfaat untuk membantu proses perbaikan kulit. Zinc yang terkandung dalam labu juga bisa menjadi obat jerawat. Getah dari kulit labu yang segar bisa digunakan sebagai masker wajah yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit wajah, membasmi jerawat dan menghaluskan kulit.
Biji labu
1. Obat cacingan
Untuk anak-anak yang menderita cacingan, 10 gram biji labu segar yang telah dihaluskan merupakan salah satu alternatif untuk mengobati penyakit cacingan. Air campuran dari biji labu ini ini baik diminum sebelum tidur.
2. Meningkatkan suasana hati
Biji labu kaya akan asam amino triptofan. Triptofan merupakan prekursor melatonin (hormon perangsang tidur), niasin, dan serotonim (suatu transmitter pada sistem saraf). Serotonim merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan suasana hati seseorang. Mengkonsumsi biji labu panggang dapat membantu kita tetap bersemangat.
3. Menjaga kesehatan jantung
Biji lambung mengandung pitosterol yang dapat menurunkan kadar kolesterol buruk. Tingginya kadar kolesterol buruk selalu berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan pada jantung. Maka dari itu biji labu mempunyai peran penting untuk menjaga kadar kolesterol anda tetap normal dan menjaga kesehatan jantung.
4. Mencegah pembesaran kelenjar prostat
Gangguan berupa pembesaran prostat jinak (PPJ) ini hanya akan mengancam ayah atau kakek kita, sebab kelenjer prostat hanya dimiliki kaum pria. Dalam biji labu terkandung sejumlah zat sejenis asam amino yang langka seperti m-karbosifenilalanina, pirazoalanina, asam aminobutirat, etilasparagina dan sitrulina serta sejumlah asam amino lain yang sangat diperlukan oleh kelenjar prostat. Biji labu juga mengandung unsur mineral Zn (seng) dan magnesium yang sangat penting bagi kesehatan reproduksi, termasuk kelenjar prostat.
Demikianlah penjelasan dari labu kuning yang memilki banyak faedah untuk kesehatan dan juga kecantikan. Dengan harga yang relatih murah labu menawarkan begitu banyak khasiat untuk tubuh kita. Selamat mencoba. *Berbagai sumber

Kalender HMI Cabang Bukittinggi tahun 2015.
09/02/2015

Kalender HMI Cabang Bukittinggi tahun 2015.

Address

Jalan Ahmad Yani
Bukittinggi
26113

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Azizur Rahmi Al-Azizi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share