24/09/2025
"Sepotong Roti Terakhir"
Di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota, hiduplah seorang anak kecil bernama Andin bersama ibunya. Kehidupan mereka sangat sulit setelah ayahnya meninggal. Ibunya bekerja serabutan, kadang mencuci, kadang menjahit, hanya demi bisa membeli sedikit makanan.
Suatu malam, hujan deras turun. Perut Andin keroncongan. Ia duduk di meja makan, menatap piring kosong. Ibunya kemudian membuka lemari kecil, dan ternyata hanya ada sepotong roti tersisa.
“Ini untukmu, Nak,” kata ibunya sambil tersenyum.
Andin menggeleng. “Ibu juga harus makan.”
Ibunya tersenyum lagi, kali ini lebih lembut. “Ibu sudah makan di luar tadi.”
Padahal kenyataannya, seharian ibunya belum menyentuh makanan apa pun. Tapi ia rela berbohong demi melihat anaknya makan.
Andin akhirnya memakan roti itu perlahan. Sementara ibunya duduk di sampingnya, menatap penuh kasih. Malam itu, Andin tidur pulas dengan perut terisi, sedangkan ibunya hanya bisa menahan lapar dengan meneguk air putih.
Beberapa tahun kemudian, Andin tumbuh dewasa. Ia berhasil menjadi seseorang yang sukses. Namun kenangan tentang sepotong roti terakhir itu tak pernah hilang dari pikirannya. Kenangan tentang seorang ibu yang diam-diam menukar laparnya dengan kenyang anaknya.
Dan setiap kali hujan turun, Andin selalu menutup mata dan berbisik:
"Bu, aku tak akan pernah lupa pengorbananmu. Roti itu mungkin kecil, tapi cintamu sebesar seluruh hidupku."