Yosdi Pratama

Yosdi Pratama Tutorial, Vlog, Education, Entertainment, etc. Memposting Video-Video Viral Bermanfaat, Please Like dan Share y Guys

08/01/2026

Perjalanan dari Kubu Katapiang (Kubang Putih, Kabupaten Agam) menuju Kubu Tanjuang (Bukittinggi) bukan sekadar perpindahan titik koordinat, melainkan sebuah simfoni visual yang memanjakan mata. Jalur ini merangkum esensi keelokan Ranah Minang dalam jarak yang relatif dekat namun sarat makna.
Berikut adalah deskripsi pesona perjalanan tersebut:
1. Titik Awal: Ketenangan Kubu Katapiang
Perjalanan dimulai dari Kubu Katapiang, sebuah sudut di Nagari Kubang Putih yang masih kental dengan suasana perdesaan. Di sini, udara pagi biasanya masih berbalut kabut tipis, dengan pemandangan sawah berjenjang yang memanjakan mata. Keheningan desa dan keramahan penduduk lokal memberikan kesan hangat sebagai pembuka perjalanan.
2. Panorama Gunung Marapi dan Singgalang
Sepanjang jalur dari Kubang Putih menuju Bukittinggi, Anda akan dikawal oleh kemegahan Gunung Marapi di sisi timur dan Gunung Singgalang di sisi barat. Jika cuaca cerah, kedua gunung ini tampak berdiri kokoh menjaga lembah, menciptakan latar belakang foto yang dramatis di setiap kelokan jalan.
3. Transisi Alam ke Perkotaan Bersejarah
Seiring kendaraan bergerak meninggalkan Agam dan memasuki batas kota Bukittinggi, suasana berubah perlahan. Dari rimbunnya pohon bambu dan rumpun katapiang, Anda akan mulai disambut oleh deretan rumah panggung kayu khas Minangkabau yang bersanding dengan bangunan modern. Jalur ini menawarkan harmoni antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi.
4. Titik Akhir: Dinamika Kubu Tanjuang
Memasuki Kubu Tanjuang, Anda disambut dengan energi khas Kota Bukittinggi. Kawasan ini merupakan salah satu pintu masuk penting yang menawarkan denyut nadi kehidupan kota wisata. Jaraknya yang strategis dari pusat kota membuat perjalanan ini berakhir dengan perasaan puas—sebuah transisi sempurna dari kedamaian alam Agam menuju semangat kota Bukittinggi yang tak pernah tidur.
Mengapa Perjalanan Ini Berkesan?
* Gradasi Udara: Anda akan merasakan perubahan suhu dari sejuknya perdesaan Agam menuju udara pegunungan Bukittinggi yang segar.
* Wisata Visual: Hamparan hijau persawahan di sisi jalan seringkali menjadi tempat pemberhentian singkat bagi mereka yang ingin sekadar menghirup udara bersih.
* Kedekatan Budaya: Melewati jalur ini adalah cara terbaik melihat bagaimana masyarakat lokal berinteraksi di pasar tumpah atau sekadar di kedai kopi pinggir jalan.

berat

07/01/2026

Tari Piring (atau dalam bahasa Minangkabau disebut Tari Piriang) adalah salah satu seni pertunjukan tradisional paling ikonik dari Sumatra Barat. Tarian ini melambangkan kegembiraan, rasa syukur, dan keterampilan yang luar biasa.
Berikut adalah deskripsi mendalam mengenai Tari Piring:
1. Asal-Usul dan Filosofi
Dahulu, Tari Piring berfungsi sebagai ritual ucapan syukur masyarakat Minangkabau kepada dewa-dewa setelah panen yang melimpah. Para penari akan membawa sesaji berupa makanan di atas piring sambil melakukan gerakan yang dinamis.
Setelah masuknya Islam ke Minangkabau, fungsi tarian ini bergeser menjadi hiburan rakyat yang ditampilkan di acara pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, atau festival adat.
2. Keunikan Gerakan
Ciri khas utama tarian ini adalah para penari memegang piring di kedua telapak tangan mereka tanpa terjatuh, meskipun melakukan gerakan yang cepat dan akrobatik.
* Gerakan Dasar: Diambil dari langkah-langkah Silat (beladiri tradisional Minangkabau).
* Dentingan Cincin: Penari biasanya mengenakan cincin khusus yang akan diketukkan ke piring selama menari, menghasilkan bunyi "ting-ting" yang ritmis mengikuti musik.
* Atraksi Pecahan Kaca: Pada bagian akhir (puncak), penari sering kali melemparkan piring ke lantai hingga pecah, lalu menari di atas pecahan kaca tersebut dengan kaki telanjang tanpa terluka. Ini melambangkan kesucian hati dan kekuatan jiwa.
3. Kostum dan Musik Pengiring
Penari menggunakan busana adat khas Minangkabau yang disebut Baju Kurung atau Baju Taluk Belango dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning keemasan, atau hitam.
Musik pengiringnya sangat energik, dihasilkan dari perpaduan instrumen tradisional:
* Talempong: Gong kecil dari kuningan.
* Saluang: Seruling bambu khas Minang.
* Gendang/Rebana: Penjaga irama.
4. Makna Simbolis
Secara simbolis, Tari Piring menggambarkan kerja keras petani dan kebersamaan masyarakat. Piring yang tidak jatuh melambangkan ketelitian, keseimbangan, dan kerja keras dalam menjaga amanah atau hasil bumi yang didapat.
Tari Piring bukan sekadar tarian, melainkan representasi identitas masyarakat Minangkabau yang tangkas, religius, dan penuh rasa syukur.

berat

06/01/2026

Tari Piring adalah salah satu kesenian tradisional khas masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini menggambarkan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Dalam pertunjukannya, para penari membawa dua buah piring di kedua tangan yang digerakkan dengan lincah mengikuti irama musik tradisional Minang seperti talempong dan gandang.

Gerakan Tari Piring didominasi oleh langkah-langkah cepat, dinamis, dan penuh semangat, mencerminkan ketangkasan serta kekompakan penari. Piring yang dibawa tidak sekadar properti, tetapi menjadi bagian penting dari koreografi, dimainkan dengan teknik khusus agar tidak terlepas meski digerakkan secara cepat. Pada bagian akhir pertunjukan, sering ditampilkan atraksi penari menari di atas pecahan kaca, yang melambangkan keberanian dan ketangguhan.

Busana penari Tari Piring umumnya berwarna cerah dengan hiasan khas Minangkabau, seperti suntiang atau tengkuluk bagi penari perempuan dan pakaian adat Minang bagi penari laki-laki. Hingga kini, Tari Piring sering ditampilkan dalam berbagai acara adat, penyambutan tamu, serta pertunjukan seni, sebagai simbol kekayaan budaya dan identitas masyarakat Minangkabau.

berat

Assalamualaikum Selamat Malam Semuanya pengikut  berat
05/01/2026

Assalamualaikum Selamat Malam Semuanya pengikut
berat

04/01/2026

“Tari Piring dan Atraksi Api dalam Kesenian Minang” merupakan perpaduan seni tari tradisional Minangkabau yang penuh energi, ketangkasan, dan makna budaya. Tari Piring menampilkan gerakan dinamis para penari yang lincah sambil memainkan piring sebagai simbol rasa syukur dan kegembiraan masyarakat Minang. Keindahan gerak yang selaras dengan iringan musik tradisional semakin memukau ketika dipadukan dengan atraksi api, yang melambangkan keberanian, kekuatan, serta semangat pantang menyerah. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga cerminan nilai adat, kekompakan, dan warisan budaya Minangkabau yang kaya dan sarat makna.

Address

Bukittinggi

Website

https://yosdipratama.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yosdi Pratama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Yosdi Pratama:

Share