Info Bulukumba

Info Bulukumba Portal Berita Online Transparan & Terpercaya

Bulukumba — Perkara perdata sengketa kawasan hutan adat Ammatoa Kajang kembali menjadi sorotan publik. Sidang yang digel...
18/12/2025

Bulukumba — Perkara perdata sengketa kawasan hutan adat Ammatoa Kajang kembali menjadi sorotan publik. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bulukumba dihadiri langsung oleh masyarakat adat, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk dukungan moral terhadap Ammatoa dalam mempertahankan hutan adat yang telah dijaga turun-temurun.

Hutan adat Kajang sejak dahulu kala hingga hari ini dijaga secara ketat oleh Ammatoa selaku pemangku adat. Dalam ketentuan adat, luas hutan tidak boleh berkurang dan tidak boleh bertambah. Menebang satu pohon dimaknai sebagai pelanggaran berat, bahkan disamakan dengan tindakan melukai atau membunuh diri sendiri. Prinsip tersebut menjadi dasar utama pelestarian hutan yang kini diakui dunia, termasuk oleh UNESCO, sebagai salah satu praktik penjagaan hutan terbaik berbasis kearifan lokal.

Riwayat sengketa kawasan hutan adat Kajang tercatat telah berlangsung berulang kali. Perambah hutan sebelumnya pernah ditangkap oleh Polisi Kehutanan dan diproses pidana atas dugaan illegal logging. Perkara tersebut berujung pada putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara. Gugatan perdata juga telah diajukan dan kembali dinyatakan kalah hingga tingkat Mahkamah Agung.

Masyarakat adat menilai, putusan tersebut seharusnya ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui eksekusi lahan sebagaimana perintah Mahkamah Agung. Perambahan hutan dipandang sebagai perbuatan melawan hukum karena merusak lingkungan dan melanggar ketentuan kehutanan. Sikap masyarakat adat tegas, bahwa tidak ada tawar-menawar dalam urusan hutan.

Secara administratif, batas kawasan hutan telah ditetapkan sejak tahun 1994 oleh Dinas Kehutanan Provinsi sebagai kawasan hutan. Kawasan yang disengketakan merupakan hulu Sungai Mallabusang, kawasan strategis yang memiliki fungsi ekologis penting bagi keberlanjutan lingkungan hidup.

Lanjut dikolom komentar

Menjelang perayaan Hari Raya Natal, Satuan Samapta Polres Bulukumba meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan di se...
18/12/2025

Menjelang perayaan Hari Raya Natal, Satuan Samapta Polres Bulukumba meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan di sejumlah gereja serta tempat ibadah umat Kristiani di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Patroli tersebut diintensifkan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lokasi ibadah umat Kristen dan Katolik.

Patroli difokuskan pada gereja-gereja yang melaksanakan ibadah, di antaranya Gereja Toraja yang terletak di Jalan S. Majidi, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, serta tempat ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Kasat Samapta Polres Bulukumba, AKP Baharuddin, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang akan melaksanakan rangkaian ibadah Natal.

“Pengamanan ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman bagi jemaat yang sedang melaksanakan ibadah. Personel kami juga melakukan dialog dengan pengurus gereja dan jemaat guna menyerap informasi serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujar AKP Baharuddin, Selasa 16 Desember 2025.

Selain melakukan pengamanan, personel Sat Samapta juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi gereja serta memantau area parkir kendaraan jemaat, guna mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun tindak kriminal.

“Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan secara rutin, baik siang maupun malam hari, dengan melibatkan personel berseragam dan patroli bermotor,” cetus dia menambahkan.

Polres Bulukumba mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dengan adanya patroli dan pengamanan ini, diharapkan pelaksanaan ibadah Natal di Kabupaten Bulukumba dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.

Forum Anak Panrita Lopi Bulukumba bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba mel...
17/12/2025

Forum Anak Panrita Lopi Bulukumba bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba melaksanakan kegiatan edukasi cara mengatasi dan penyelamatan bagi pengurus Forum Anak Panrita Lopi.

Kegiatan ini berlangsung di Taman Cekkeng Nursery dan Pantai Merpati, Kelurahan Terang-Terang, Kecamatan Ujung Bulu, Selasa, 16 Desember 2025.

Kegiatan edukasi ini dipandu langsung oleh tiga Kepala Bidang BPBD Kabupaten Bulukumba, yakni Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Idham Umar, S.Sos, Kabid Kedaruratan dan Logistik Abd. Haris, S.AP, Syahriadi, SS, MM, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksiserta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Kegiatan tersebut juga melibatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bulukumba.

Selain BPBD, kegiatan ini turut didampingi oleh Pendamping Forum Anak Panrita Lopi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Bulukumba. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kabid P3A) Masyitha Rahma Muhammad, SH, M.Si, bersama Andi Asmirani, SE, dan Andi Felicia Bachtiar, S.Psi

Pendamping Forum Anak Panrita Lopi, Andi Asmirani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan menjadi bekal bagi anak-anak kami dalam kehidupannya sehari-hari ataupun nanti bisa menjadi pelopor penyelamatan, kami juga sangat berterima kasih kepda BPBD Bulkumba karena telah bersedia memberikan edukasi tentang keselamatan,” ungkapnya.

Lanjut dikolom komentar

Kasus penembakan yang menewaskan UM (55) di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih menyisakan tanda ...
17/12/2025

Kasus penembakan yang menewaskan UM (55) di Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban. Anak korban, Nisrayani, menilai ada kejanggalan dalam peristiwa yang menimpa orang tuanya itu.

“Kami meminta polisi untuk tidak berhenti pada pemeriksaan pelaku utama saja. Kami menduga kuat bahwa istri pelaku memiliki peran dan terlibat dalam insiden penembakan ini,” kata Nisrayani, Selasa (16/12/2025).

Desakan ini muncul setelah pihak keluarga menelaah hasil autopsi forensik yang menunjukkan luka-luka di tubuh UM bukan hanya akibat tembakan, tetapi juga pukulan benda tumpul. Menurut Nisrayani, hal ini mengindikasikan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik ditemukan satu luka tembak dan sembilan luka lebam di tubuh korban. Bukan hanya luka penembakan, tapi juga bekas pukulan benda tumpul,” jelasnya.

Nisrayani menuturkan, kejadian bermula dari cekcok antara korban dan istri pelaku di halaman rumah pelaku. Ia mencoba memanggil ayahnya pulang, namun korban justru berbalik badan dan diserang.

Lanjut dikolam komentar

Kegiatan Temu Lomba Gabungan (TELAGA) 2025 tingkat Penggalang dan Penegak se-Sulawesi Selatan resmi dibuka di Lapangan P...
17/12/2025

Kegiatan Temu Lomba Gabungan (TELAGA) 2025 tingkat Penggalang dan Penegak se-Sulawesi Selatan resmi dibuka di Lapangan Perkemahan Batu Pangka, Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, Selasa, 16 Desember 2025.

Kegiatan kepramukaan tingkat regional Sulawesi Selatan ini mengusung tema TERATAI (Tekad Luhur Rasa Persaudaraan Tangguh, Berdaya, dan Inspiratif), sebagai spirit penguatan karakter, persaudaraan, dan kepemimpinan generasi muda.

TELAGA 2025 dihadiri langsung Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Bulukumba. Kehadiran orang nomor satu di Bulukumba ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Gugus Depan 08.001–08.002 UPT SMAN 10 Bulukumba, bekerja sama dengan Ambalan Tau Barania (Orang Berani) dan Tau Madeceng’e (Orang Baik). TELAGA 2025 diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, di antaranya Kabupaten Bone, Kabupaten Takalar, Kabupaten Bantaeng, serta sejumlah perwakilan daerah lainnya se-Sulsel.

Rangkaian kegiatan TELAGA 2025 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Desember 2025, dengan berbagai agenda perlombaan, penguatan karakter, serta kegiatan edukatif dan kolaboratif antar peserta penggalang dan penegak.

Lanjut dikolom komentar

Bulukumba - Gelombang protes warga Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendadak v...
16/12/2025

Bulukumba - Gelombang protes warga Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendadak viral di media sosial Facebook. Melalui tagar , , dan , warga menyuarakan kegelisahan mereka atas pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih yang dinilai dilakukan secara dipaksakan dan melukai kepentingan masyarakat desa.

Dalam unggahan yang menyentuh dan bernada kritis, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak program pemerintah pusat. Bahkan, mereka mengaku memahami dan mendukung tujuan besar Koperasi Merah Putih sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran di desa.

Namun, kekecewaan mencuat ketika pelaksanaan di lapangan dinilai jauh dari semangat kerakyatan yang digaungkan.

“Kami sangat sadar akan tujuan program ini dan sangat mendukungnya. Akan tetapi, mohon agar orang-orang Bapak di lapangan tidak memaksakan kehendak yang justru merugikan warga,” tulis warga dalam unggahan tersebut.

Lanjut dikolom komentar

Ammatoa Kajang, pemimpin Masyarakat Hukum Adat Kajang, digugat secara perdata dalam perkara Nomor 9/PDT.G/2025/PN.BLK at...
10/12/2025

Ammatoa Kajang, pemimpin Masyarakat Hukum Adat Kajang, digugat secara perdata dalam perkara Nomor 9/PDT.G/2025/PN.BLK atas sanksi adat yang dijatuhkannya terkait dugaan penguasaan dan alih fungsi kawasan Hutan Adat Kajang. Gugatan ini menuai sorotan karena Ammatoa menjalankan mandat adat yang secara hukum diakui negara melalui Perda Bulukumba No. 9 Tahun 2015 dan SK Menteri LHK Tahun 2016 yang menetapkan 313,99 hektar sebagai hutan adat.

Kuasa hukum Ammatoa menegaskan kawasan tersebut sah sebagai hutan adat dan tidak boleh diganggu gugat. Upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk menjadi pihak intervensi demi melindungi masyarakat adat ditolak majelis hakim melalui putusan sela. Meski demikian, tim hukum Ammatoa dan Pemda memastikan akan melanjutkan upaya hukum.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen negara dalam melindungi masyarakat adat, hutan adat, dan keberlanjutan lingkungan.

Berita selengkapnya di merahputihindonesia.com

Sekitar 300 umat Katolik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mulai mempersiapkan ibadah Natal 2025.Ibadah Natal aka...
09/12/2025

Sekitar 300 umat Katolik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mulai mempersiapkan ibadah Natal 2025.

Ibadah Natal akan digelar pada 24 Desember malam.

Ketua Panitia Ibadah Natal Umat Katolik Bulukumba, Austina Suyouty, menyebut tahapan persiapan sudah berjalan sejak 30 November lalu.

“Saat ini kami sementara melakukan sejumlah tahapan ibadah Natal 24 Desember,” kata Austina, Senin (8/12/2025) saat ditemui di tokonya di Jl Dr Sam Ratulangi, Bulukumba.

Tahapan itu diawali dengan masa Adven hingga 21 Desember.

Masa Adven adalah masa persiapan menyambut kedatangan Tuhan.

Selama masa itu, umat Katolik menyalakan empat lilin setiap minggu dengan simbol berbeda.

Minggu pertama: lilin pengharapan

Minggu kedua: lilin kedamaian

Minggu ketiga: lilin sukacita

Minggu keempat: lilin cinta kasih

Panitia juga melakukan penggalangan dana untuk mendukung ibadah dan perayaan Natal.

Tahun ini, perayaan akan memiliki keunikan karena pohon Natal dirancang dari snack.

Rencana pusat kegiatan akan berlangsung di Gedung PKK, Jl Anggrek, Bulukumba.

Umat Katolik di Bulukumba saat ini belum memiliki bangunan gereja.

Selain umat Katolik, umat Protestan dan Gereja Toraja juga tengah mempersiapkan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (*)

Aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), kian memprihatinkan. Selain merusak lingkung...
09/12/2025

Aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), kian memprihatinkan. Selain merusak lingkungan, juga telah merenggut sejumlah korban jiwa

Data yang dihimpun Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, tercatat, dalam satu hingga dua tahun terakhir sedikitnya lima orang tewas di lokasi tambang ilegal di berbagai lokasi di Bulukumba.

Korban pertama adalah seorang petani bernama Aco, warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe. Ia tewas tenggelam bersama kudanya di kubangan galian tambang ilegal di Sungai Balong.

Tragedi berikutnya terjadi pada 18 Februari 2024, bocah SD bernama Fadil, warga BTN Fuad Arafah, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, tewas di lokasi tambang.

Bocah berusia 11 tahun tersebut tewas digilas truk pengangkut material di lokasi tambang ilegal di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale.

Kemudian, tanggal 20 Agustus 2025, dua bocah SD di Kecamatan Rilau Ale juga tewas tenggelam di Sungai Balantieng di lokasi tambang ilegal Desa Anrang.

Masing-masing korban merupakan warga Dusun Pandang-Pandang, Desa Bajiminasa, dan warga Dusun Jonjoro, Desa Pangngalloang, Kecamatan Rilau Ale.

4 Desember 2025, ibu rumah tangga bernama Marwah (47), warga Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, meregang nyawa usai tenggelam di lokasi tambang ilegal di Sungai Balong.

Berulangnya korban jiwa ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman tambang ilegal di Bulukumba. Sejumlah pihak sudah berkali kali menyuarakan keresahan itu.

Namun, bukannya berhenti malah diduga tambah menjamur. Beberapa warga menduga oknum petugas keciprat uang dari hasil tambang sehingga melakukan pembiaran.

“Kuat dugaan ada setoran ke oknum,” ungkap sumber warga Bulukumba yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Sampai berita ini naik tayang, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait maraknya penambangan tanpa izin (peti) di Bulukumba. ***

Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelar Pelatihan Membatik ba...
09/12/2025

Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelar Pelatihan Membatik bagi para pelaku industri batik Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi yang pertama di Bulukumba dan berlangsung intensif selama 12 hari, mulai 8 hingga 20 Desember 2025, bertempat di Gedung PKK Kabupaten Bulukumba. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk serta memperkuat posisi Bulukumba sebagai sentra batik di luar Pulau Jawa.

Pelatihan diikuti 30 peserta yang mayoritas merupakan perajin dari UMKM Batik Mawar, Kecamatan Bontomanai, daerah yang dikenal sebagai sentra awal batik di Bulukumba.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar Daud Kahal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini yang dinilainya sebagai langkah akseleratif pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas para pelaku usaha. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis, terlebih Bulukumba merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda, Andi Herfida Muchtar, memaparkan visi besar di balik pelatihan intensif tersebut. Ia menyebut bahwa selama ini masyarakat Sulawesi Selatan menggunakan batik bermotif lokal, namun produksinya masih dipesan dari Jawa, khususnya Yogyakarta. Karena itu, pengembangan batik di Bulukumba dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus menghadirkan produksi batik berkualitas dari tangan perajin lokal.

Herfida berharap kehadiran instruktur ahli dari Yogyakarta mampu mempercepat peningkatan keterampilan para perajin sehingga Bulukumba dapat berkembang menjadi “Jogja Kedua” dalam industri batik.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dari BBSPJIKB Yogyakarta, yakni Masiswo, Djoko Aryudar Romadhona, dan Tika Sulistyaningsih, yang memberikan materi teknis serta praktik intensif.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan instruktur ahli BBSPJIKB Yogyakarta, pelatihan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menjadikan batik Bulukumba sebagai representasi kekayaan budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional. (Sal)

21/11/2025

Best seller ‼️
Ortus hyperblast 2.1
-
-
-
-gimana menurut kalian ?

Hal ini terjadi setelah diterbitkannya UU Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur skema baru pembagian kuota haji berbasis pan...
20/11/2025

Hal ini terjadi setelah diterbitkannya UU Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur skema baru pembagian kuota haji berbasis panjang masa antrean (waiting list) di setiap daerah.

Kasi PHU Kemenag Bulukumba, Hakim Bohari, menyebut bahwa Bulukumba yang memiliki waktu tunggu 35 tahun termasuk daerah yang kemungkinan mengalami penyesuaian kuota. Meski Sulsel mendapat tambahan kuota lebih dari 2.000 jemaah, belum tentu Bulukumba mendapatkan porsi tambahan.

Kemenhaj pusat saat ini masih melakukan verifikasi data, dan nama-nama yang berhak melunasi diperkirakan diumumkan Senin, 24 November 2025.

Total pendaftar haji asal Bulukumba tercatat 13.116 orang.

Sementara itu, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa kuota haji 2026 ditetapkan berdasarkan prinsip keadilan dan proporsionalitas, dengan pendekatan utama panjang daftar tunggu, sebagaimana amanat UU 14/2025.
Provinsi dengan antrean panjang akan mendapatkan tambahan kuota, sedangkan daerah dengan antrean pendek akan disesuaikan.

Pemerintah menggunakan data SISKOHAT hingga 16 September 2025, dengan pendaftar aktif mencapai 5.398.420 orang. Sistem baru ini diharapkan menciptakan antrean haji yang lebih tertib, transparan, dan adil bagi seluruh umat Islam Indonesia.

Address

Ujung Bulu
Bulukumba
92512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Bulukumba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Info Bulukumba:

Share