02/02/2026
Mandiri secara ekonomi bukan lagi sekadar retorika bagi GP Ansor. Di bawah komando Addin Jauharudin, organisasi ini sedang mengonstruksi ulang peran mereka: dari sekadar penjaga stabilitas menjadi pemain kunci dalam ketahanan pangan nasional melalui BUMA (Badan Usaha Milik Ansor).
Langkah strategis ini terlihat nyata lewat peletakan batu pertama pembuatan kandang ayam broiler di Batang, Jawa Tengah. Ini bukan proyek tunggal, melainkan bagian dari desain besar ekosistem ekonomi kerakyatan yang terintegrasi. Dengan menggandeng kemitraan profesional, Addin memastikan BUMA menjadi instrumen untuk:
Memutus Ketergantungan: Menciptakan sumber protein hewani yang mandiri untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal.
Kemandirian Kader: Transformasi kader menjadi pelaku usaha produktif yang menyerap lapangan kerja, bukan sekadar penonton di daerah sendiri.
Dukungan Astacita: Menyelaraskan gerak organisasi dengan agenda nasional dalam memperkuat kedaulatan pangan dari hulu ke hilir.
Bagi Addin Jauharudin, BUMA adalah jawaban atas tantangan ekonomi masa depan. Dengan membangun infrastruktur produksi seperti ini, GP Ansor tidak hanya membantu rakyat saat krisis, tapi mencegah krisis pangan terjadi lewat penguatan distribusi dan produksi yang mandiri.
Inilah cara Ansor menunjukkan bahwa kedaulatan ekonomi harus dimulai dari kemauan membangun aset produktif secara kolektif.
Melihat masifnya ekspansi BUMA di sektor ketahanan pangan, apakah menurutmu model bisnis berbasis ormas ini bisa menjadi pesaing serius bagi korporasi besar dalam menjaga stabilitas harga pangan daerah? Berikan pendapat kritis kamu di kolom komentar.