Master Parfum

Master Parfum Dakwah Yang Haq (D YH)

Hadits Dhaif tentang Ramadhan yang Populer di IndonesiaSyaikh Ali Hasan Al-Halabi dalam kitab sifat shaum Nabi shallalla...
04/03/2024

Hadits Dhaif tentang Ramadhan yang Populer di Indonesia

Syaikh Ali Hasan Al-Halabi dalam kitab sifat shaum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis beberapa hadits yang dhaif dalam kitabnya.

ada dua hadits yang cukup populer di indonesia dan serign dibawakan dalam ceramah-ceramah.

Beberapa hadist dhaif tentang Ramadhan yang terkenal di Indonesia

1. Hadist dengan berpuasa menjadi sehat

صوموا تصحوا

“berpuasalah, maka kalian akan sehat”

2. Hadist 10 pertama hari rahmat, 10 hari kedua magfirah dan 10 hari terakhir pembebasan dari neraka.

و هو أوله رحمة, و وسطه مغفرة, و آخره عتق من النار

“dan dia adalah awalnya rahmat, pertengahannya magfirah dan akhirnya pembebasab dari api neraka”

SUMBER:
https://muslimafiyah.com/hadits-dhaif-tentang-ramadhan-yang-populer-di-indonesia.html

Ustadz

SEMPATKAN MEMBACANYA WALAUPUN SIBUKDZIKIR PAGI YANG PALING BAGUS DAN ISTIMEWA SAAT TERBURU BURUسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَم...
02/03/2024

SEMPATKAN MEMBACANYA WALAUPUN SIBUK

DZIKIR PAGI YANG PALING BAGUS DAN ISTIMEWA SAAT TERBURU BURU

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ لله

"𝗦𝗨𝗕𝗛𝗔𝗔𝗡𝗔𝗟𝗟𝗔𝗔𝗛𝗜 𝗪𝗔𝗕𝗜𝗛𝗔𝗠𝗗𝗜𝗛𝗜 '𝗔𝗗𝗔𝗗𝗔 𝗞𝗛𝗢𝗟𝗤𝗜𝗛𝗜 𝗪𝗔𝗥𝗜𝗗𝗛𝗢𝗢 𝗡𝗔𝗙𝗦𝗜𝗛𝗜 𝗪𝗔𝗭𝗜𝗡𝗔𝗧𝗔 '𝗔𝗥𝗦𝗬𝗜𝗛𝗜 𝗪𝗔𝗠𝗜𝗗𝗔𝗔𝗗𝗔 𝗞𝗔𝗟𝗜𝗠𝗔𝗔𝗧𝗜𝗛𝗜".

"Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya." (HR. Muslim)

Yahya Badrussalam

Sesuatu Yang Paling Mahal Di Dunia Ini Adalah Hidayah Mengenal Sunnah.Mengapa Dikatakan Mahal?Karena Hidayah Mengenal Su...
28/02/2024

Sesuatu Yang Paling Mahal Di Dunia Ini Adalah Hidayah Mengenal Sunnah.
Mengapa Dikatakan Mahal?
Karena Hidayah Mengenal Sunnah Sama Seperti Hidayah Mengenal Islam

Imam Syafi'i berpendapat duduk tawarruk adalah duduk pada tasyahud akhir baik pada shalat yang terdiri dari satu tasyahu...
28/02/2024

Imam Syafi'i berpendapat duduk tawarruk adalah duduk pada tasyahud akhir baik pada shalat yang terdiri dari satu tasyahud maupun dua tasyahud.

Imam Ahmad berpendapat duduk tawarruk adalah duduk pada tasyahud akhir pada shalat yang terdiri dari dari dua tasyahud saja, adapun shalat dengan satu tasyahud seperti shalat shubuh, jum'at, shalat sunnah maka duduknya adalah duduk iftirasy.

Dua pendapat di atas kuat, namun kami lebih condong kepada pendapat Imam Ahmad sebagaimana yang dikuatkan oleh Syaikh 'Utsaimin dan Syaikh Bin Baz rahimahumallah, dua ulama yang tidak fanatik mazhab namun memilih pendapat yang paling kuat kepada dalil.

Masalah dalam hal ini lapang, masalah khilafiyah yang masih bisa kita saling toleransi di dalamnya dan tidak perlu saling menyalahkan, Baarakallahu fikum.



JAGA LISANMU WAHAI SUAMISehebat apapun pertengkaran, suami wajib mengunci lisannya agar tidak mengeluarkan kalimat talak...
27/02/2024

JAGA LISANMU WAHAI SUAMI

Sehebat apapun pertengkaran, suami wajib mengunci lisannya agar tidak mengeluarkan kalimat talak. Kalimat yang hanya akan disesali sepanjang hayat.

Setelah cerai tiga, istri tidak boleh dirujuk.
Dengan jatuh cerai tiga atau Talak tiga, otomatis istri tidak lagi berstatus istri dan resmi jadi orang lain.
Hubungan biologis setelah terjadi talak ketiga adalah zina.

sobatmuslimofficial

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَSetiap ana...
26/02/2024

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak adam (manusia) pernah berbuat kesalahan, namun sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan ialah orang yang segera bertaubat (kepada Allâh).” [HR. Ibnu Mâjah 2/1420, no.4251]

Allâh memerintahkan kita agar segera bertaubat, sebagaimana firman-Nya :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.” [an-Nur :31].

Sumber : almanhaj.or.id

UNTUK KALIAN YANG S**A TERIAK-TERIAK RADIKAL-RADIKULUntuk kalian yg teriak sana-sini tuduhan radikal terhadap dakwah yg ...
25/02/2024

UNTUK KALIAN YANG S**A TERIAK-TERIAK RADIKAL-RADIKUL

Untuk kalian yg teriak sana-sini tuduhan radikal terhadap dakwah yg kalian tuduh wahabi...

Kami belum pernah merusak fasilitas umat beda agama apalagi umat seakidah...

Meskipun Kami menyesat syiah dan ahmadiyah tapi kami tidak pernah bertindak merusak fasilitas mereka baik milik pribadi maupun lembaga...

Kami tidak pernah memprovokasi jamaah kami untuk merusak fasilitas orang berbeda paham dengan kami...

Kajian kami selalu mengajak untuk mengamalkan tauhid dan sunnah serta menjauhi kesyirikan dan bid'ah...

Kajian kami selalu mengajak untuk taat dan patuh kepada pemimpin serta menjaga kesatuan bangsa...

Pemahaman kami selalu merujuk kepada pemahaman sahabat dan ulama-ulama salaf serta ulama yg mengikuti mereka...

Kajian kami jauh dari fitnah yang dibangun diatas kedustaan dan provokasi...

Itulah sekilas tentang dakwah kami...

Mau bukti silakan kalian baca tulisan kami dan simak kajian kami atau rekamannya...

Ditulis oleh,
Ustadz. DR. Ali M

KITA SENDIRI YANG TERLALU TERGESA GESA DALAM BERDO'ADari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi...
16/02/2020

KITA SENDIRI YANG TERLALU TERGESA GESA DALAM BERDO'A

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Doa salah seorang di antara kalian pasti dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa. (Yaitu) orang tersebut berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Rabbku, tetapi Dia tidak mengabulkannya untukku.’”
(Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 6340 dan Muslim, no. 2735)

Dalam riwayat Muslim disebutkan :
_“Doa seorang muslim senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan hubungan keluarga, asalkan ia tidak tergesa gesa.”_

Ditanyakan _“Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa gesa?”_

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : _“Seorang berkata, ‘Sungguh aku telah berdoa dan sungguh aku telah berdoa, namun aku belum melihat dikabulkannya doaku.” Maka ia pun merasa rugi (putus asa) ketika itu sehingga meninggalkan doa.”_

Hadits ini jadi penyemangat bagi kita supaya rajin berdoa karena doa itu inti sari ibadah.

Allah menjamin akan mengabulkan doa seorang muslim.

Di antara sebab doa itu sulit diijabahi (sulit terkabul) adalah: isti’jal (tergesa-gesa), doa yang mengandung dosa, merasa bosan atau letih dalam berdoa hingga meninggalkan doa.

Tergesa gesa itu mengakibatkan seseorang futur (kurang semangat) dan enggan berdoa.

Segala sesuatu berada di tangan Allah. Allah mampu melakukan segala sesuatu. Namun seorang hamba tidak bisa memaksa Allah untuk menyegerakan keinginannya.

SUNNAH MENGANGKAT TANGAN DALAM SHALAT DAN TEMPATNYA*ɔPara ulama menetapkan mengangkat tangan dalam takbir disunnahkan da...
16/02/2020

SUNNAH MENGANGKAT TANGAN DALAM SHALAT DAN TEMPATNYA*ɔ

Para ulama menetapkan mengangkat tangan dalam takbir disunnahkan dalam empat tempat :

1. Pada takbiratul ihram dirakaat yang pertama
2. Ketika hendak ruku’
3. Ketika mengucapkan "Samiallâhu liman hamidah" setelah ruku’
4. Ketika berdiri dari rakaat kedua menuju rakaat ketiga

Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Nafi’ maula Ibnu Umar rahimahullah, beliau mengatakan :

_Sesungguhnya Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma biasanya jika hendak memulai shalatnya beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya. Jika hendak ruku’ juga mengangkat kedua tangannya. Jika beliau mengucapkan, ”Sami’allâhu liman hamidah” juga mengangkat kedua tangannya. Jika berdiri dari rakaat kedua juga mengangkat kedua tangannya. Ibnu Umar Radhiyallahu anhu memarfu’kannya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .”_
(HR. Al-Bukhâri, no. 739 dan Muslim no. 390)

Sedangkan Salim bin Abdillah bin Umar rahimahullah menyampaikan dari bapaknya Radhiyallahu anhu yang berkata :

_Sesungguhnya Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya apabila memulai shalat dan ketika bertakbir untuk ruku’ dan ketika mengangkat kepala dari ruku’ Beliau juga mengangkat keduanya dan mengucapkan, “Sami’allahu liman hamidah rabbana wa lakal hamdu” dan Beliau tidak melakukan hal itu dalam sujudnya.”_
(HR. Al-Bukhari)

Syaikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di rahimahullah berkata :

“Mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahunya atau sejajar dengan kuping telinganya (bagian bawah daun telinga) dalam empat tempat :

1. Ketika takbiratul ihram dirakaat yang pertama.
2. Ketika hendak ruku’
3. Ketika bangun dari ruku’
3. Ketika berdiri dari tasyahud awal ”
(Lihat Syarh Manhajus Salikin wa Taudhîhil Fiqh Fid Din 1/87)

Sedangkan Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim mengatakan, “Inilah empat tempat dimana sangat disunnahkan mengangkat kedua tangan. Namun disunnahkan juga kadang kadang mengangkat kedua tangan pada setiap hendak bangkit dan akan turun.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu :

_Sesungguhnya beliau pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan mengangkat kedua tangannya setiap kali hendak bangkit dan akan turun, ketika bangkit dari ruku’, ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya hingga sejajar kedua telinganya “_
(HR. An-Nasa’i, no. 672 dan Ahmad no. 493. [Lihat Shahîh Fiqh Sunnah oleh Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, hlm. 1/343-344]

KESIMPULAN

Sangat disunnahkan mengangkat kedua tangan dalam shalat pada 4 keadaan :

● Ketika hendak memulai shalat,
● Ketika hendak ruku’
● Ketika mengucapkan “sami’allâhu liman hamidah”
● Ketika hendak berdiri dari rakaat kedua.

Wallâhu‘alam

▓▓▓

LARANGAN MAKAN SAMBIL BERSANDARCara makan yang tidak disukai adalah makan sambil bersandar. Cara makan seperti ini terma...
13/12/2019

LARANGAN MAKAN SAMBIL BERSANDAR

Cara makan yang tidak disukai adalah makan sambil bersandar.
Cara makan seperti ini termasuk cara makan orang yang lahap sehingga tidak disukai atau dinilai makruh.
Jika demikian, maka sudah sepantasnya kita menghindarinya.

Abu Juhaifah mengatakan, bahwa dia berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah berkata kepada seseorang yang berada di dekat beliau :

لاَ آكُلُ وَأَنَا مُتَّكِئٌ

_“Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.”_
(HR. Bukhari no. 5399)

*Makna makan muttaki-an*
Ibnul Atsir rahimahullah berkata :
_“Yang dimaksud muttaki-an adalah condong ketika duduk bersandar pada salah satu sisi.”_
(Lihat Tawdhihul Ahkam, 5: 439)

Disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari (9: 451) :
_“Mengenai makna ittika’ diperselisihkan maknanya oleh para ulama. Ada yang mengatakan, pokoknya bersandar ketika makan dalam bentuk apa pun. Ada yang menjelaskan, yang dimaksud adalah condong pada salah satu sisi. Ada p**a yang memaknakan dengan bersandar dengan tangan kiri yang diletakkan di lantai.”_

Dari perkataan Imam Malik yang disimpulkan oleh Ibnu Hajar terdapat isyarat bahwa beliau memaksudkan duduk ittika’ untuk segala macam bentuk bersandar, tidak khusus pada cara duduk tertentu.

*Makan bersandar pada tangan kiri*
Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9: 451) bahwa ada hadits yang melarang bersandar dengan tangan kiri ketika makan. Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu ‘Adi dengan lafazh :

زَجَرَ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَعْتَمِد الرَّجُل عَلَى يَده الْيُسْرَى عِنْد الْأَكْل

_“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersandar pada tangan kiri ketika makan.”_
Sayangnya, sanad hadits ini dho’if sebagaimana kata Ibnu Hajar.

Namun posisi makan seperti ini sebaiknya dihindari karena masih termasuk ittika’ (bersandar) sebagaimana kata Imam Malik.

*Apa hukum makan sambil bersandar?*
Ibnul Qashsh menyatakan bahwa hal ini hanya dimakruhkan untuk nabi. Namun Al Baihaqi menyatakan, yang lainnya pun dimakruhkan makan sambil bersandar. Karena cara makan seperti ini berasal dari para raja non Arab.
Namun jika ada seseorang yang tidak memungkinkan makan selain dengan bersandar, hal itu tidak dikatakan makruh.
(Lihat Fathul Bari, 9: 451)

Di antara alasan kenapa makan sambil bersandar terlarang karena dikhawatirkan perut menjadi bertambah buncit. Sebagaimana ada riwayat dari Ibnu Abi Syaibah dari jalan Ibrahim An Nakho’i. Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Al Fath
(9: 452).

Ibnu Hajar mengatakan :
_“Jika sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.”_
(Fathul Bari, 9: 452)

Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik untuk beramal dan mengikuti sunnah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : Rumaysho.com

Address

Jalan Raya Parung
Cengkareng
16330

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Master Parfum posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share