12/05/2026
“Dan segala yang ingin pergi tak kan pernah ku tahan.”
Karena aku percaya, yang benar-benar ingin tinggal tak butuh dipaksa. Yang memilih pergi, sesungguhnya sudah lama menjauh, hanya raganya yang masih ada. Maka aku belajar melepaskan, bukan karena tak peduli, tapi karena menghargai pilihan.
Ada hal-hal yang memang tidak ditakdirkan untuk digenggam selamanya. Orang-orang datang membawa cerita, lalu pergi meninggalkan pelajaran. Dan dari setiap perpisahan, aku mengerti kehilangan bukan selalu tentang kekosongan, tapi tentang memberi ruang bagi yang lebih tepat untuk datang.
Aku tidak lagi bertanya, “kenapa harus pergi?”
Aku hanya berkata, “terima kasih sudah pernah ada.”
Sebab menahan yang ingin pergi hanya akan melukai dua hati, yang satu terkurung, yang satu lelah menggenggam. Dan aku memilih untuk mencintai dengan cara yang lebih lapang. Merelakan.
Jika suatu hari yang pergi ingin kembali, itu karena hati, bukan karena aku menunggu. Dan jika tidak, maka aku tetap berjalan, membawa utuh diriku, tanpa kehilangan arah. Karena pada akhirnya, yang ditakdirkan untukku tak akan tersesat. Dan yang bukan milikku, tak perlu ku kejar terlalu jauh.
Wanitaku