24/08/2026
Beredar unggahan video warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyampaikan keluhan terkait penanganan rumah warga yang terdampak bencana.
Dalam video tersebut muncul tulisan “JAUH DI JUGJUG ANGGANG DI ANTEP”, yang berarti jauh didatangi tetapi yang dekat justru diabaikan. Warga mempertanyakan perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terhadap kondisi masyarakat Sukabumi, terutama di tengah sorotan bahwa Dedi kerap turun langsung ke daerah lain.
Keluhan tersebut berkaitan dengan kondisi sejumlah rumah di wilayah Cidadap, Babakan Cisarua Sukabumi, yang mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir sejak 2025. Warga mempertanyakan kejelasan bantuan untuk membangun kembali rumah yang terdampak dan berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah provinsi.
Menanggapi keluhan itu, Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi. Ia mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Sukabumi pada malam hari untuk menanyakan persoalan tersebut. Dedi meminta pemerintah kabupaten segera menyiapkan lahan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Jika lahan sudah tersedia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumah.
Dedi menjelaskan, bantuan dari Pemprov Jabar disiapkan sekitar Rp40 juta untuk setiap rumah, dengan konsep rumah adat Sunda. Menurutnya, skema serupa juga diterapkan bagi warga terdampak bencana di sejumlah daerah lain, seperti Purwakarta, Tasikmalaya, dan Karawang. Ia juga menegaskan bantuan ditargetkan segera ditransfer ke rekening warga yang memenuhi syarat sebagai penerima.
Dedi turut menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan pemerintah belum maksimal atau informasi mengenai kondisi warga belum sampai kepadanya. Ia menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat mengetahui seluruh persoalan di lapangan tanpa adanya laporan dari bupati, camat, maupun kepala desa.
Di akhir klarifikasinya, Dedi menegaskan komitmennya untuk membantu membangun kembali rumah-rumah warga yang terdampak bencana di berbagai wilayah Jawa Barat.
Dilansir Instagram