08/01/2026
Alhamdulillah… Air Mata Haru Seorang Ayah Bernama Holis 🤍
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang ayah sederhana bernama Holis. Setiap pagi ia berangkat membawa telur dagangannya, menyusuri jalan desa yang rusak dan licin. Berkali-kali ia jatuh, lututnya berdarah, dagangannya pecah. Namun Holis tak pernah mengeluh. Baginya, selama anak-anaknya bisa makan, rasa sakit bisa ditahan.
Namun ujian hidup tak berhenti di sana. Beberapa hari terakhir, Holis terpaksa berhenti berjualan. Bukan karena malas, bukan karena menyerah—melainkan karena tekanan dan intimidasi yang membuatnya takut untuk keluar rumah. Seorang ayah yang biasanya kuat, kini hanya bisa terdiam, menahan cemas, memikirkan nasib keluarganya.
Hari-hari itu terasa panjang. Dapur sunyi. Anak-anak bertanya, “Ayah, kapan jualan lagi?”
Holis hanya menunduk, menelan air mata.
Hingga Allah membuka jalan dari arah yang tak disangka. KDM hadir membawa bantuan uang, bukan sekadar materi, tapi harapan. Saat bantuan itu diterima, tangan Holis gemetar. Bukan karena lemah—melainkan karena terharu. Untuk pertama kalinya setelah hari-hari gelap itu, ia merasa didengar dan dilindungi.
Air mata pun jatuh.
Air mata seorang ayah yang kembali berani bermimpi.
Air mata syukur karena masih ada kepedulian di tengah kerasnya hidup.
Semoga bantuan ini menjadi awal yang baik—agar Holis bisa kembali berjualan dengan aman, menjemput rezeki dengan kepala tegak, dan memeluk keluarganya dengan senyum yang sempat hilang.
Terima kasih kepada semua hati baik.
Semoga setiap kebaikan dibalas Allah dengan keberkahan berlipat. Aamiin. 🤲✨