21/11/2025
Uang Hasil Jualan di Curi, Abah Ana di Usir Dari Kontrakan dan Hidup Dijalanan
Abah Suhana atau dikenal dengan panggilan abah Ana ini berusia 82thn, berjualan tisue keliling sudah 10thn lamanya. Istri meninggal, Abah Ana kini hidup sebatang kara andalkan hasil berjualan.
Tak sengaja bertemu Abah di jalanan, dengan raut wajahnya yang tampak begitu lelah, duduk di depan salah satu kampus yang berada di Bandung. Abah terbiasa berjualan di pinggir pinggir jalan hingga banyak orang yang sudah mengenal Abah dari lama. Walaupun dengan kondisinya yang tampak tak sehat serta sudah tak lagi bugar seperti sedia kala, namun Abah tetap semangat berjualan untuk bertahan hidup.
Setiap hari Abah pulang pergi naik angkot untuk berjualan, terkadang Abah juga harus berjalan kaki apabila Abah tak bisa menjual satupun tisuenya, banyak orang yang beli karena rasa iba kepada Abah yang sudah tua, Abah juga tak dapat berbicara ataupun mendengar dengan jelas, sehingga saat itu kami harus berbicara dengan nada yang lantang agar Abah mendengar, begitupun juga dengan tetangga Abah.
Abah tinggal di kontrakan kecil dengan ukuran 2mx2m dengan lingkungan yang kumuh dan tak sehat dengan biaya sewa 400rb perbulan. Setiap hari Abah hanya makan dengan nasi dan kecap saja, terkadang abah juga membeli kerupuk untuk makan beliau. Kondisi rumah Abahp un juga terlihat kotor dan sedikit bau yang tak sedap di dalamnya.
Abah pernah bekerja sebagai penjual kerupuk, tukang sapu, menjadi tukang sol sepatu, hingga kini menjadi tukang jual tisue keliling untuk bertahan hidup hingga menua.
Abah juga pernah tertidur di jalanan saat berjualan, saat itu abah menggunakan tas kecil yang diikat diperutnya untuk menyimpan uang, akan tetapi saat abah tertidur dengan lelap, ada orang jahat yang membawa kabur uang abah, disitu abah merasa sedih karena dari pagi hingga sore abah bekerja tak bisa membawa pulang uangnya padahal uang tersebut akan ia gunakan untuk bayar kontrakan karena sudah 3 bulan menunggak, kini abah diusir dari kontrakannya dan hidup dijalanan tidak punya tempat berteduh. Sementara abah harus setor uang tisunya ke toko, jika laku dari satu tisu abah baru mendapatkan keuntungan 5rb.
Abah berharap bisa membeli alat untuk ia mendengar, dan abah juga ingin bisa membuka usaha tisue nya sendiri dengan modal Abah, agar abah tak perlu setor ke orang lain.