Katolik Kita

Katolik Kita Berita Tentang Gereja Katolik, Berbagi Kekuatan Iman dalam Persaudaraan Katolik Semesta

Katolik Kita
19/07/2026

Katolik Kita

Sebuah Terobosan Kerja Persaudaraan Sesama Gereja Katolik dalam kunjungan di Keuskupan Agung Ende : Jumat, 17 Juli 2026U...
19/07/2026

Sebuah Terobosan Kerja Persaudaraan Sesama Gereja Katolik dalam kunjungan di Keuskupan Agung Ende :

Jumat, 17 Juli 2026

Uskup Agung Ende, Paulus Budi Kleden, SVD menerima Kunjungan dari :

Uskup Agung Tokyo, Kardinal Tarcisio Kikuchi Isao, SVD
Uskup Niigata, Paulo Narui Daisuke, SVD

Berkunjung ke rumah Provinsialat SVD Ende yang disambut oleh P. Provinsial Ende, P. Eman Embu, SVD dan beberap konfrater SVD

Kita doakan karya misi ini agar dapat memberikan dampak untuk Gereja Katolik di Flores-NTT khususnya dan Indonesia

, , , , , , Katolik Kita, Laudato Si’ Movement Timor-Leste, Flobamora Festival, Sumber Rezeki Books Store,

18/07/2026

MENGENAL GEREJA KATOLIK UNIVERSAL YANG SATU, KUDUS, KATOLIK DAN APOSTOLIK,
Kesatuan Iman dalam Keberagaman 24 Gereja Sui Iuris

Pendahuluan

Setiap hari Minggu dan hari raya, umat Katolik di seluruh dunia mengikrarkan Syahadat Nikea-Konstantinopel:
"Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik."

Pengakuan iman ini bukan sekadar rumusan teologis, melainkan pengakuan akan identitas Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri.

Empat ciri tersebut—satu, kudus, katolik, dan apostolik (Notae Ecclesiae)—berasal dari Kitab Suci dan ditegaskan oleh Konsili Nikea (325) serta Konsili Konstantinopel I (381).

Sejak saat itu, pengakuan ini menjadi bagian dari iman Gereja yang tetap dihayati hingga sekarang.

Gereja Katolik memahami bahwa keempat ciri ini bukanlah cita-cita yang baru akan dicapai, melainkan anugerah yang telah diberikan Kristus kepada Gereja-Nya.

Meskipun para anggotanya adalah manusia yang lemah dan berdosa, Gereja tetap dipelihara oleh Roh Kudus agar setia kepada Injil sampai akhir zaman (Mat. 28:20).

Salah satu tanda paling nyata dari sifat katolik (universal) adalah keberadaan 24 Gereja Katolik sui iuris.

Masing-masing memiliki sejarah, bahasa liturgi, spiritualitas, dan tradisi yang berbeda, tetapi semuanya mengakui iman yang sama, merayakan sakramen yang sama, memiliki suksesi apostolik yang sah, dan berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus).

1. Gereja yang Satu
Kesatuan Gereja bersumber dari Allah Tritunggal sendiri.

Sebagaimana Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu, demikian p**a Gereja dipanggil untuk hidup dalam kesatuan.

Yesus berdoa:
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau." (Yohanes 17:21)

Rasul Paulus juga menegaskan:
"Satu tubuh dan satu Roh... satu Tuhan, satu iman, satu baptisan." (Efesus 4:4–5)

Kesatuan Gereja diwujudkan dalam:
- satu iman yang diwariskan para rasul;
- satu baptisan;
- satu Ekaristi;
- satu pengakuan iman;
- satu persekutuan para uskup;
- satu kepemimpinan apostolik yang
berpusat pada Uskup Roma sebagai
penerus Santo Petrus.

Kesatuan ini bukan berarti keseragaman.

Sejak Gereja Perdana telah ada berbagai bahasa, budaya, dan tradisi liturgi. Namun semuanya tetap berada dalam satu iman kepada Kristus.

2. Gereja yang Kudus
Gereja disebut kudus karena Kristus adalah Kepala Gereja (Ef. 5:25–27), sedangkan Roh Kudus adalah jiwa yang menghidupinya.

Kekudusan Gereja tidak berasal dari kesempurnaan para anggotanya, melainkan dari Allah sendiri.

Karena itu, walaupun sepanjang sejarah terdapat anggota Gereja—bahkan pemimpin Gereja—yang jatuh ke dalam dosa, kelemahan manusia tidak menghapus kekudusan Gereja.

Gereja tetap kudus karena:
- Sabda Allah tetap diajarkan;
- sakramen tetap dirayakan secara
sah;
- Roh Kudus tetap berkarya;
- Kristus tetap menjadi Kepala Gereja.

Melalui doa, sakramen, pewartaan Injil, dan karya kasih, Gereja terus menguduskan umat hingga mencapai kepenuhan hidup dalam Kerajaan Allah.

3. Gereja yang Katolik (Universal)
Kata katolik berasal dari bahasa Yunani katholikos, yang berarti menyeluruh, universal, atau menurut keseluruhan.

Maknanya bukan hanya tersebar ke seluruh dunia, tetapi juga memiliki kepenuhan sarana keselamatan, yakni: - pewartaan Sabda Allah,
- sakramen-sakramen,
- kehidupan liturgi,
- dan pelayanan apostolik.

Keuniversalan Gereja tampak dalam tiga hal:
- diutus kepada semua bangsa (Mat.
28:19);
- mengajarkan seluruh iman para rasul;
- merangkul segala bangsa dan
budaya tanpa kehilangan kesatuan i
man.

Gereja Katolik bukan hanya Gereja Latin

Sering kali orang mengira Gereja Katolik identik dengan Gereja Latin atau Ritus Roma.

Kenyataannya, Gereja Katolik adalah persekutuan 24 Gereja sui iuris, masing-masing memiliki otonomi menurut hukum Gereja, tetapi tetap bersatu dalam iman dan persekutuan dengan Paus.

A. Gereja Latin

Gereja Latin
Pusat: Vatikan (Roma, Italia)

Gereja Latin merupakan Gereja Katolik terbesar dan mencakup sekitar 98% umat Katolik di dunia.

B. Tradisi Aleksandria

Gereja Katolik Koptik
Pusat: Kairo, Mesir

Gereja Katolik Etiopia
Pusat: Addis Ababa, Etiopia

Gereja Katolik Eritrea
Pusat: Asmara, Eritrea

C. Tradisi Antiokhia (Siria Barat)

Gereja Maronit
Pusat: Bkerké, Lebanon

Gereja Katolik Siria
Pusat: Beirut, Lebanon

Gereja Katolik Siro-Malankara
Pusat: Thiruvananthapuram, India

D. Tradisi Armenia

Gereja Katolik Armenia
Pusat: Bzoummar, Lebanon

E. Tradisi Kasdea (Siria Timur)

Gereja Katolik Kaldea/Kasdim
Puasat: Baghdad, Irak

Gereja Katolik Siro-Malabar
Pusat: Ernakulam-Angamaly, India

F. Tradisi Bizantium

Gereja Katolik Albania
Pusat: Tirana, Albania

Gereja Katolik Belarusia
Pusat: Minsk, Belarus

Gereja Katolik Bulgaria
Pusat: Sofia, Bulgaria

Gereja Katolik Yunani Kroasia dan Serbia
Pusat: Križevci, Kroasia

Gereja Katolik Yunani Hungaria
Pusat: Debrecen, Hungaria

Gereja Katolik Italo-Albania
Pusat: Lungro dan Piana degli Albanesi, Italia

Gereja Katolik Yunani Makedonia
Pusat: Strumica, Makedonia Utara

Gereja Katolik Melkit
Pusat: Damaskus, Suriah

Gereja Katolik Rumania
Pusat: Blaj, Rumania

Gereja Katolik Rusia
Belum memiliki tahta tetap

Gereja Katolik Ruthenia
Pusat: Pittsburgh, Amerika Serikat (pusat Metropolitan)

Gereja Katolik Slowakia
Pusat: Prešov, Slowakia

Gereja Katolik Ukraina
Pusat: Kyiv, Ukraina

Gereja Katolik Yunani Yunani
Pusat: Athena, Yunani

Walaupun memiliki ritus, bahasa liturgi, kalender, musik, disiplin kanonik, dan spiritualitas yang berbeda, seluruh Gereja tersebut:
- mengimani Syahadat yang sama;
- merayakan tujuh sakramen yang
sama;
- memiliki suksesi apostolik yang sah;
- mengakui primat Uskup Roma;
- membentuk satu Gereja Katolik yang
universal.

Dengan demikian, keberagaman ritus bukanlah perpecahan, melainkan kekayaan yang memperlihatkan keluasan Gereja Kristus.

4. Gereja yang Apostolik
Gereja disebut apostolik karena didirikan "di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru" (Ef. 2:20).

Sifat apostolik diwujudkan dalam tiga dimensi:
Apostolik dalam asal-usul, karena didirikan oleh Kristus melalui para rasul.

Apostolik dalam ajaran, karena tetap setia memelihara iman yang diwariskan para rasul.

Apostolik dalam suksesi, karena para uskup menerima tahbisan melalui rantai penumpangan tangan yang tidak terputus sejak zaman para rasul (suksesi apostolik).

Kesinambungan ini menjaga agar pewartaan Injil dan perayaan sakramen tetap autentik sepanjang sejarah.

Dasar Kitab Suci
- Matius 16:18–19
- Matius 28:18–20
- Yohanes 17:20–23
- Kisah Para Rasul 2:42
- Efesus 2:19–22
- Efesus 4:4–6
- 1 Timotius 3:15

Kesaksian Gereja Perdana
Sekitar tahun 107 M, Santo Ignatius dari Antiokhia menulis dalam suratnya kepada jemaat di Smirna:
"Di mana Yesus Kristus berada, di situ ada Gereja Katolik."

Ini merupakan penggunaan tertua yang masih terlestarikan atas istilah "Gereja Katolik", menunjukkan bahwa sebutan tersebut telah digunakan sejak awal abad kedua, jauh sebelum Konsili Nikea maupun berbagai perpecahan dalam sejarah Kekristenan.

Selain itu, para Bapa Gereja seperti Santo Ireneus dari Lyon juga menegaskan pentingnya kesinambungan suksesi para uskup dari para rasul sebagai tolok ukur keaslian ajaran Gereja.

Penutup

Gereja Katolik adalah persekutuan universal yang didirikan oleh Yesus Kristus dan dipelihara oleh Roh Kudus sepanjang zaman.

Kesatuannya tidak lahir dari keseragaman budaya atau bahasa, melainkan dari kesatuan iman, sakramen, dan suksesi apostolik.

Keberadaan 24 Gereja Katolik sui iuris memperlihatkan bahwa Gereja mampu mempersatukan Timur dan Barat, berbagai ritus, bahasa, dan tradisi dalam satu Tubuh Kristus.

Keberagaman tersebut bukanlah tanda perpecahan, melainkan cerminan dari universalitas Gereja yang merangkul seluruh bangsa tanpa kehilangan identitas imannya.

Karena itu, ketika umat mengucapkan:
"Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik,"

mereka mengakui:
- Gereja yang didirikan oleh Kristus,
- dibangun di atas dasar para rasul,
- dipersatukan dalam iman yang sama,
- dikuduskan oleh Roh Kudus,
- diutus kepada seluruh bangsa,
- dan tetap hidup dalam
kesinambungan apostolik hingga
kini.

Inilah Gereja Katolik yang universal:
- satu dalam iman,
- kaya dalam tradisi,
- dan tetap setia kepada Kristus
sepanjang zaman.

Indonesia Bangga banget! 😇 Uskup kita, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, sekarang dipercaya Paus Leo untuk tugas di Vatikan ...
01/07/2026

Indonesia Bangga banget! 😇

Uskup kita, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, sekarang dipercaya Paus Leo untuk tugas di Vatikan loh.

Dikasteri untuk Evangelisasi. Gasss!
Profisiat Bapa Uskup 🙏✨

, , Sumber Rezeki Books Store , ,

LANGSUNG di Shalom World: Presentasi surat ensiklik Paus Leo XIV "Magnifica Humanitas" dari Aula Sinode Vatikan, menjela...
25/05/2026

LANGSUNG di Shalom World: Presentasi surat ensiklik Paus Leo XIV "Magnifica Humanitas" dari Aula Sinode Vatikan, menjelajahi martabat manusia dan tantangan kecerdasan buatan di dunia saat ini.

Laudato Si’ Movement Timor-Leste Prabowo Subianto Joko Widodo Maria Anastasia Rumah Scopus Indonesia RANS Entertainment

Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Prof. DR..Mgr. Maksimus Regus, Pr., S.Fil., M.Si akan dikukuhkan sebagai Profesor atau Guru...
05/05/2026

Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Prof. DR..Mgr. Maksimus Regus, Pr., S.Fil., M.Si akan dikukuhkan sebagai Profesor atau Guru Besar Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng pada Jumat, 08 Mei 2026 👏

Kita doakan agar yang Mulia dapat diberikan kesehatan dan selalu setia dalam jalan panggilannya

Katolik Kita, Laudato Si’ Movement Timor-Leste

Renungan Kamis Putih [Pilihan Renungan dan Praktik Kesaksian Iman] Pada 2014 di Sierra Leone, saat wabah Ebola melanda, ...
02/04/2026

Renungan Kamis Putih
[Pilihan Renungan dan Praktik Kesaksian Iman]

Pada 2014 di Sierra Leone, saat wabah Ebola melanda, seorang dokter bernama Dr. Martin Salia tetap melayani pasien meskipun risiko sangat tinggi. Ia bekerja di rumah sakit sederhana dengan perlengkapan terbatas, merawat banyak orang yang ditolak karena ketakutan akan penularan. Setiap hari ia mengenakan alat pelindung seadanya dan berhadapan langsung dengan penderitaan serta kematian. Akhirnya, ia sendiri tertular virus tersebut setelah berbulan-bulan melayani tanpa henti. Ia sempat dievakuasi ke Amerika Serikat untuk perawatan, namun wafat pada November 2014. Kisahnya menjadi nyata tentang kasih yang total: bukan hanya kata-kata, tetapi keberanian untuk tetap memberi diri sampai akhir, demi menyelamatkan sesama di tengah bahaya besar.

Saudara-saudari terkasih, pada perayaan Kamis Putih, Gereja mengajak kita memasuki awal misteri Paskah, yang menjadi kunci untuk memahami makna salib dan kebangkitan Kristus. Bacaan Kitab Keluaran mengingatkan kita akan Paskah Yahudi, saat Allah membebaskan Israel dari perbudakan melalui darah anak domba, yang menjadi tanda keselamatan. Peristiwa ini menemukan kepenuhannya dalam diri Yesus, Sang Anak Domba sejati. Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus memberi makna baru pada roti dan anggur sebagai Tubuh dan Darah-Nya, tanda bahwa Ia menyerahkan diri demi keselamatan manusia. Apa yang dirayakan secara sakramental pada Kamis Putih digenapi secara nyata dalam pengorbanan-Nya di salib pada Jumat Agung, sehingga Ekaristi dan salib merupakan satu kesatuan misteri kasih. Injil Yohanes menegaskan hal ini melalui tindakan pembasuhan kaki, di mana Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati selalu hadir dalam kerendahan hati dan pelayanan. Dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah, kita melihat perjalanan kasih yang total: dari pemberian diri, penderitaan, keheningan harapan, hingga kemenangan kehidupan. Perayaan ini bukan sekadar kenangan, melainkan kehadiran nyata Kristus yang terus hidup dalam Gereja melalui Ekaristi. Oleh karena itu, setiap orang yang ambil bagian di dalamnya dipanggil untuk meneladan Kristus: hidup dalam kasih, pengampunan, dan pelayanan. Dengan demikian, kita diingatkan bahwa kasih yang rela berkorban adalah kasih yang membawa kehidupan baru bagi dunia.

Bagaimana denganku selama ini? Mari kita renungkan apakah aku berani tetap mengasihi dan melayani sesama dengan tulus, bahkan ketika itu menuntut pengorbanan dan kenyamanan diriku?

Tuhan memberkati.

Katolik Kita Mari Kita Menunaikan TRIHARI SUCI dengan Penuh Hikmah
02/04/2026

Katolik Kita

Mari Kita Menunaikan TRIHARI SUCI dengan Penuh Hikmah

KABAR DUKA Kabar duka datang dari keluarga besar Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia. Telah berp**ang ke rumah Bapa di ...
26/03/2026

KABAR DUKA

Kabar duka datang dari keluarga besar Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia. Telah berp**ang ke rumah Bapa di surga, Pater Jemianus H. Rance Tnomat, OFM, yang akrab disapa Pater Jimmy, pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 20.51 WIB.

Pater Jimmy OFM wafat dalam usia 45 tahun di Rumah Sakit St. Carolus, setelah dengan setia menjalani peziarahan hidupnya sebagai seorang religius Fransiskan. Ia lahir pada 28 Juni 1981 dan telah mempersembahkan hidupnya dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sekomunitas, serta umat yang mengenal dan dilayani olehnya. Dalam iman kepada Yesus Kritstus, kita percaya bahwa kematian adalah jalan menuju kehidupan kekal, dan semoga Pater Jimmy OFM beristirahat dalam damai abadi.

Rangkaian Acara Kedukaan:

Selasa, 24 Maret 2026 - Jenazah disemayamkan di Gereja St. Paskalis
Rabu, 25 Maret 2026 - Pukul 19.00 WIB – Misa Requiem di Gereja St. Paskalis
Kamis, 26 Maret 2026 - Pukul 09.00 WIB – Misa Penutupan Peti dan Pelepasan Jenazah di Gereja St. Paskalis.

Setelah misa, jenazah akan dimakamkan di TPBU Kalimulya, Depok.

Selamat jalan, Pater Jimmy. Terima kasih atas kesaksian hidup dan pelayananmu. Doa kami menyertaimu menuju rumah Bapa.

, , , , Katolik Kita, Prabowo Subianto, Joko Widodo, Pustaka Inovasi Indonesia

Lectio Divina(Kamis, 26 Maret 2026)Bacaan: Yoh 8:51-59Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku,...
26/03/2026

Lectio Divina

(Kamis, 26 Maret 2026)

Bacaan: Yoh 8:51-59

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. (TB Yoh 8:51-59)

Renungan: Liturgi Hidup

Yesus menyampaikan janji yang berani sekaligus menghibur:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut.”
Sabda-Nya menimbulkan kemarahan di antara para pendengarnya, yang mempertanyakan otoritas-Nya. Namun, Yesus sedang menyatakan inti perjanjian kekal Allah—sebuah janji kehidupan.
Seperti diingatkan oleh Mazmur: “Tuhan mengingat perjanjian-Nya untuk selama-lamanya.”

Kesetiaan Allah tidak tergoyahkan. Ia memilih Abraham, memberikan janji kesuburan, dan mengikat perjanjian yang berlaku bagi segala generasi. Abraham percaya, bahkan ketika pemenuhannya tampak jauh.

Hidup Kristiani mengikuti pola yang sama. Kita telah dipilih oleh Allah, bukan karena usaha kita sendiri. Pembaptisan kita adalah sebuah panggilan—panggilan untuk hidup dalam perjanjian dengan Allah, untuk mengatakan “ya” setiap hari terhadap janji-Nya, dan tetap setia dalam berbagai pencobaan hidup. Kesetiaan ini adalah jalan menuju kebebasan dan sukacita sejati.

Yesus menegaskan bahwa mereka yang menuruti firman-Nya tidak akan mengalami maut. Ini tidak berarti kita tidak akan menderita atau menghadapi kesulitan. Iman tidak melindungi kita dari rasa sakit; iman mengubah cara kita memandangnya. Apa yang dahulu tampak sebagai akhir atau kehilangan, dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan semakin percaya pada rencana Allah. Melalui iman, penderitaan kita menjadi batu loncatan menuju sukacita.

“Para ahli Taurat tidak memahami sukacita janji; mereka tidak memahami sukacita harapan. Namun, bapa kita Abraham mampu bersukacita karena ia memiliki iman. Para ahli Taurat itu telah kehilangan iman: mereka adalah ahli Taurat, tetapi tanpa iman! Bahkan, mereka telah kehilangan hukum! Karena pusat hukum adalah kasih, kasih kepada Allah dan kepada sesama….” (Paus Fransiskus)

Doa:
Semoga kami mampu menyimpan firman Tuhan bukan hanya dalam pikiran kami, tetapi juga dalam tindakan kami, agar kami memperoleh hidup yang kekal. Amin.

Tindakan:
Marilah kita merangkul janji-janji Allah, percaya pada kesetiaan-Nya, dan berjalan di jalan kasih—bahkan ketika itu sulit.

Katolik Kita, , , , Laudato Si’ Movement Timor-Leste, Joko Widodo, Prabowo Subianto

Address

Central Jakarta
13120

Telephone

+6282114188008

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Katolik Kita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share