14/06/2025
Arab Saudi akan mulai mengizinkan penjualan alkohol secara terbatas pada tahun 2026 sebagai bagian dari Visi 2030, strategi ambisius untuk mendiversifikasi ekonomi yang selama ini bergantung pada minyak. Kebijakan ini bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan hiburan, sekaligus mempersiapkan negara menjadi tuan rumah berbagai acara internasional seperti Expo 2030 dan Piala Dunia FIFA 2034. Sejak 1952, Arab Saudi melarang alkohol secara ketat, sehingga keputusan ini menjadi perubahan besar dalam kebijakan sosial negara tersebut.
Penjualan alkohol nantinya akan dilakukan secara terbatas dan ketat. Hanya tempat-tempat tertentu seperti hotel bintang lima, resor mewah, zona diplomatik, dan proyek pariwisata besar seperti Neom, Pulau Sindalah, dan Proyek Laut Merah yang diizinkan menjual alkohol. Penjualan tidak akan dilakukan di tempat umum, gerai ritel, atau rumah tinggal. Selain itu, hanya staf layanan bersertifikat khusus yang diperbolehkan menyajikan alkohol di tempat berlisensi.
Kebijakan ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat, terutama dari mereka yang khawatir terhadap perubahan nilai moral dalam negara Islam tersebut. Namun, pemerintah menekankan bahwa langkah ini tetap mengutamakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap norma sosial. Arab Saudi berharap kebijakan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor asing, seperti yang telah dilakukan oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam transformasi sosial dan ekonomi yang bertujuan memperkuat sektor non-migas dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Sumber Viva