24/12/2025
Nomor : 12
Jumat Ke 04, Desember 2025
SADAR WAKTU TERUS BERJALAN, UMUR SEMAKIN HABIS
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَحْشُرُنَا فِي الْمَحْشَرِ . أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ وَ أَشْهَدُ اَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنّا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْاِنْسِ وَالْبَشَرِ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ . اَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ . اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَ الْعَصْرِۙ . اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ . اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَ تَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ وَ تَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Hadirin Ahli Shalat Jumat, Rahimakumullah
Kita harus menyadari dan menerima bahwa waktu terus berlalu tanpa henti dan tidak akan kembali. Pada saat yang sama, umur kita sebenarnya semakin berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya, terutama tidak menyia-nyiakannya kecuali untuk memperkuat iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Iman dan ketakwaan adalah bekal terbaik di dunia ini sebelum kita harus kembali kepada Pencipta kita, Allah Ta'ala. Kita semua tahu dan menyadari bahwa, "Hari-hari (waktu) yang telah berlalu tidak akan kembali." Ini adalah pengingat bagi kita semua, terutama untuk memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya. Waktu terus mengalir, dan umur terus berkurang. Menghabiskannya dengan sia-sia selamanya tidak akan memuaskan.
Menyadari bahwa waktu tidak akan kembali, tidak ada pilihan lain selain mengisinya dengan segala hal yang bermanfaat. Hidup ini sebenarnya hanya menunggu waktu, sementara kita tidak tahu kapan waktu itu akan tiba. Tentu saja, umur kita terus berkurang, tergeser oleh waktu. Oleh karena itu, di sisa tahun hidup yang telah Allah berikan kepada kita, marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan melakukan amal kebaikan. Kematian tidak pernah memihak atau berkompromi dengan usia. Baik muda, tua, atau muda, ketika waktunya tiba, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Nabi Muhammad SAW bersabda
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَ حَسُنَ عَمَلُهُ وَ شَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَ سَاءَ عَمَلُهُ
Artinya: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang-orang yang berumur panjang dan baik amalnya. Dan sejelek-jelek manusia adalah orang-orang yang berumur panjang dan jelek amalnya” {MUKHTARUL AHADITH, Halaman 74}.
Dari hadits ini, dapat dipahami bahwa umur panjang bukan hanya nikmat dari Allah SWT, tetapi juga yang menentukan baik dan buruknya seseorang. Orang-orang yang diberi umur panjang, kemudian menggunakannya untuk kebaikan, meningkatkan ibadah dan amal kebaikan, dan tetap teguh dalam ketaatan, termasuk orang-orang sebaik-baiknya. Ini karena mereka telah diberi umur panjang dan telah berhasil menggunakannya untuk kebaikan. Sebaliknya, orang-orang yang diberi umur panjang oleh Allah tetapi tidak menambah kebaikan dalam hidup mereka, tetapi malah terus berbuat jahat, berbuat dosa, melanggar perintah Allah, dan tidak pernah memenuhi kewajiban-Nya, maka orang-orang ini termasuk orang-orang jahat, sesat, dan rusak. Oleh karena itu, marilah kita jadikan setiap saat dari setiap waktu yang berlalu sebagai waktu untuk mengingat esensi kehidupan yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Hadirin, Rahimakumullah !.
Syekh Ibnu `Atoilah As-Sakandari berkata:
رُبَّ عُمْرٍ اِتَّسَعَتْ آمَادُهُ وَ قَلَّتْ اَمْدَادُهُ وَ رُبَّ عُمْرٍ قَلِيْلَةٍ آمَادُهُ كَثِيْرَةٍ اَمْدَادُهُ Artinya: “Banyak yang berumur panjang tetapi sedikit manfaatnya, dan banyak yang berumur pendek tetapi banyak manfaatnya.” {Syarah Hikam II, halaman 77}.
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kita untuk selalu berdoa kepada Allah, memohon kepada-Nya agar menjadikan kehidupan di dunia ini sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan kebaikan kita
اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ الَّذِیْ هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِيْ وَ اَصْلِحْ لِيْ دُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ وَ اَصْلِحْ لِيْ آخِرَتِيْ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادِيْ وَ اجْعَلِ الْحَياةَ زِيَادَةً لِيْ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَ اجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِيْ مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Artinya: “Ya Allah, sempurnakanlah agamaku, yang merupakan dasar urusanku, sempurnakanlah kehidupan duniaku, yang merupakan penghidupanku, sempurnakanlah akhiratku, yang merupakan tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan ini sebagai peningkatan amal kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai penghentian segala perbuatan jahat dariku.” {Al-Adzkar, halaman 347-348
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
Khutbah Ka II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ . اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ وُلَاةَ اُمُوْرِنَا . اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَ صَلَاحُ الْإِسْلَامِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اَعِنْهُمْ عَلَى الِقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا اَمَرْتَهُمْ . اَللَّهُمَّ اَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَ الْمُفْسِدِيْنَ وَ قَرِّبْ اِلَيْهِمْ اَهْلَ الْخَيْرِ وَ النَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اَللَّهُمَّ اَصْلِحْ وُلَاةَ اُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِى كُلِّ مَكَانٍ . رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَ اَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ