19/03/2026
Tak Mampu Bell Tiket, Asep pedagang CIlok Mudik jalan kaki Dari bandung ke Ciamis,berbelkal Cilok yang tak laku Dan mebawa pakaian lusuhnya Asep bejalan Sendiri.
Asep Kumala Seta (31) terpaksa mudik dengan
berialan kaki dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju
Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus.Selama dua tahun terakhir, ia bekerja sebagai pedagang cilok dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan cenderung menurun.
la mengaku pendapatannya sering tidak mencukupi untuk kebutuhan seharihari, apalagi untuk ongkos pulang kampung. "Setoran biasanya tujuh ratus
ribu, untungnya cuma tiga ratus. Tapi belakangan jarang habis. Kadang cuma dapat seratus ribu, disetor tujuh puluh ribu ke bos. Uang pulang jadi kurang," ujarnya.
Dengan bekal sisa dagangan cilok, sebotol sirup, dan pakaian seadanya, Asep memulai perjalanan dari Terminal Leuwi Panjang. la sempat menaiki bus milik Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) hingga Bundaran Cibiru, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan menumpang truk secara bergantian atau yang ia sebut "megat".
Perjalanan tersebut tidak mudah. Ia sempat salah
arah saat menumpang truk dan harus kembali berjalan kaki cukup jauh. Selain kelelahan fisik Asepjuga menghadapi pandangan curiga saat beristirahat di pinggir jalan. "Kadang ada yang nanya, tapi malah disangka yang bukan-bukan, "katanya.
Asep memperkirakan akan tiba di kampung
halamannya pada pagi hari sekitar pukul 09.00
Waktu Indonesia Barat, dengan harapan bisa segera bertemu keluarga. Setelah itu, ia berencana kembali ke Indramayu untuk melanjutkan pekerjaannya
sebagai nelayan