Bukan Kaleng-Kaleng

Bukan Kaleng-Kaleng Pusat Rekomendasi Pusat Info Rekomendasi Terbaik Hanya disini 🥳🥳

08/04/2026
“CUMA BAWA CILOK SISA… ASEP NEKAT MUDIK JALAN KAKI RATUSAN KM!”Dengan tas sederhana berisi beberapa potong baju…dan cilo...
19/03/2026

“CUMA BAWA CILOK SISA… ASEP NEKAT MUDIK JALAN KAKI RATUSAN KM!”
Dengan tas sederhana berisi beberapa potong baju…
dan cilok sisa dagangan untuk menahan lapar,
Asep memulai perjalanan yang bikin hati teriris.
Tak ada tiket.
Tak ada kendaraan.
Yang ada hanya niat pulang… dan tekad yang nggak bisa dihentikan.
Dari Bandung menuju Ciamis,
langkah demi langkah ia tempuh…
demi satu tujuan: bertemu keluarga di kampung halaman.‎

Tak punya cukup uang untuk tiket, Asep Kumala Seta (31), penjual cilok dari Bandung, memilih mudik jalan kaki 150 km ke ...
19/03/2026

Tak punya cukup uang untuk tiket, Asep Kumala Seta (31), penjual cilok dari Bandung, memilih mudik jalan kaki 150 km ke Ciamis. Dengan bekal 50 butir cilok dan sebotol sirup, ia sesekali menumpang truk, sementara penghasilannya yang tak menentu membuat perjalanan pulang terasa semakin berat.

Dengan tas berisi beberapa potong pakaian, sisa cilok sebagai pengganjal perut, dan perlengkapan seadanya, Asep pun memu...
19/03/2026

Dengan tas berisi beberapa potong pakaian, sisa cilok sebagai pengganjal perut, dan perlengkapan seadanya, Asep pun memulai perjalanan panjangnya menuju kampung halaman menemui sang Ibu. 🥹

Asep Kumala Seta (31), penjual cilok dari Bandung, nekat mudik jalan kaki sejauh 150 km ke Ciamis sambil membawa 50 buti...
19/03/2026

Asep Kumala Seta (31), penjual cilok dari Bandung, nekat mudik jalan kaki sejauh 150 km ke Ciamis sambil membawa 50 butir cilok dan sebotol sirup sebagai bekal.

Penghasilannya yang tak menentu membuatnya sulit menabung: setoran ke bos biasanya Rp. 700.000, keuntungan normal Rp. 300.000, namun kadang untung hanya Rp. 100.000 dan tersisa kurang dari Rp. 50.000 untuk pulang kampung. Sesekali ia menumpang truk karena tak cukup uang membeli tiket bus.

Follow Story Bukan Kaleng Kaleng

Tak Mampu Bell Tiket, Asep pedagang CIlok Mudik jalan kaki Dari bandung ke Ciamis,berbelkal Cilok yang tak laku Dan meba...
19/03/2026

Tak Mampu Bell Tiket, Asep pedagang CIlok Mudik jalan kaki Dari bandung ke Ciamis,berbelkal Cilok yang tak laku Dan mebawa pakaian lusuhnya Asep bejalan Sendiri.

Asep Kumala Seta (31) terpaksa mudik dengan
berialan kaki dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju
Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus.Selama dua tahun terakhir, ia bekerja sebagai pedagang cilok dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan cenderung menurun.
la mengaku pendapatannya sering tidak mencukupi untuk kebutuhan seharihari, apalagi untuk ongkos pulang kampung. "Setoran biasanya tujuh ratus
ribu, untungnya cuma tiga ratus. Tapi belakangan jarang habis. Kadang cuma dapat seratus ribu, disetor tujuh puluh ribu ke bos. Uang pulang jadi kurang," ujarnya.

Dengan bekal sisa dagangan cilok, sebotol sirup, dan pakaian seadanya, Asep memulai perjalanan dari Terminal Leuwi Panjang. la sempat menaiki bus milik Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) hingga Bundaran Cibiru, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan menumpang truk secara bergantian atau yang ia sebut "megat".
Perjalanan tersebut tidak mudah. Ia sempat salah
arah saat menumpang truk dan harus kembali berjalan kaki cukup jauh. Selain kelelahan fisik Asepjuga menghadapi pandangan curiga saat beristirahat di pinggir jalan. "Kadang ada yang nanya, tapi malah disangka yang bukan-bukan, "katanya.
Asep memperkirakan akan tiba di kampung
halamannya pada pagi hari sekitar pukul 09.00
Waktu Indonesia Barat, dengan harapan bisa segera bertemu keluarga. Setelah itu, ia berencana kembali ke Indramayu untuk melanjutkan pekerjaannya
sebagai nelayan

Dengan tas sederhana berisi beberapa potong pakaian dan sisa cilok untuk menahan lapar, Asep melangkah pelan meninggalka...
19/03/2026

Dengan tas sederhana berisi beberapa potong pakaian dan sisa cilok untuk menahan lapar, Asep melangkah pelan meninggalkan hiruk-pikuk kota Bandung.
Tak ada kendaraan mewah, tak ada bekal berlimpah. Hanya ada tekad kuat dan rindu yang tak terbendung kepada sang Ibu di Ciamis.
Setiap langkah terasa berat… tapi bayangan senyum Ibu di rumah membuatnya terus berjalan. 🥹
Kadang kita lupa…
perjalanan pulang bukan soal jarak, tapi tentang siapa yang kita tuju. ❤️

NEKAT DEMI PULANG! Asep Jalan Kaki RATUSAN KM, Demi Bertemu Keluarga di Kampung!Demi satu kata: PULANG…Kisah haru datang...
19/03/2026

NEKAT DEMI PULANG! Asep Jalan Kaki RATUSAN KM, Demi Bertemu Keluarga di Kampung!

Demi satu kata: PULANG…

Kisah haru datang dari seorang pria bernama Asep Kumala Seta (31) yang rela melakukan perjalanan ekstrem dari Bandung menuju Ciamis… dengan BERJALAN KAKI!

Bukan tanpa alasan, Broo…
Asep terpaksa mudik tanpa kendaraan karena uangnya tak cukup untuk beli tiket bus. Selama ini, ia hanya mengandalkan jualan cilok dengan penghasilan yang makin hari makin menurun.

💬 “Kadang cuma dapat seratus ribu… disetor ke bos, sisanya nggak cukup buat pulang,” curhatnya pilu…

Dengan bekal seadanya — sisa cilok, sebotol sirup, dan pakaian — Asep memulai perjalanan dari Terminal Leuwi Panjang.

Ia sempat naik bus DAMRI hingga Cibiru…
Tapi setelah itu?

LANJUT JALAN KAKI!
Sesekali “megat” alias numpang truk
Tersesat, kelelahan, bahkan dicurigai orang saat istirahat

Perjalanan ini bukan cuma soal jarak… tapi soal perjuangan dan rindu yang tak terbendung

Asep berharap bisa tiba pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB…
Dan satu hal yang pasti:
👉 Ia hanya ingin bertemu keluarganya di kampung halaman

Setelah itu?
Asep berencana kembali berjuang sebagai nelayan di Indramayu…

✨ Kadang, pulang bukan soal kendaraan… tapi seberapa kuat kita menahan rindu…

Berbekal Cil0k T4k Laku, AsepMudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis.Asep Kumala Seta (31) n€kat berj4lan kaki dari Ciba...
19/03/2026

Berbekal Cil0k T4k Laku, Asep
Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis.
Asep Kumala Seta (31) n€kat berj4lan kaki dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju kampung halamannya di Sind4ngkasih, Kabupaten Ciamis, karena tak mampu membeli tiket mudik.

Pria yang sehari-hari berjualan cilok ini hanya membawa sisa dagangan 50 cil0k, seb0tol sirup untuk oleh-oleh, pakaian, dan uang yang terb4tas setelah pengh4silannya menurun dalam beberapa waktu terakhir.

"Set0ran biasanya tujuh ratus ribu, untungnya cuma tiga ratus. Tapi belakangan jarang habis. Kadang cuma dapat seratus ribu, disetor tujuh puluh ribu ke b0s. Uang pulang jadi kurang," ujar Asep, Selasa (17/3/2026) malam.
Dalam perjalanannya, Asep mengandalkan berjalan kaki dan sesekali menump4ng truk yang
melintas.

Diketahui sebelum menetap di Bandung, ia merupakan seorang nel4yan di Indramayu.
Maka dari itu setibanya di kampung halamannya, Asep berencana kembali ke Indramayu untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai nelayan.

🚨🚨🚨Viral, Bawa bekal cilok yang tak laku, Asep nek4t mudik jalan  kaki dari Bandung ke Ciamis.🥹🥹🥹➡️Asep Kumala Seta (31)...
19/03/2026

🚨🚨🚨Viral, Bawa bekal cilok yang tak laku, Asep nek4t mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis.🥹🥹🥹

➡️Asep Kumala Seta (31) terpaksa mudik dengan berjalan kaki dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus. Selama dua tahun terakhir, ia bekerja sebagai pedagang cilok dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan cenderung menurun.

Address

Ciamis
Ciamis

Opening Hours

Monday 10:00 - 17:00
Tuesday 10:00 - 17:00
Wednesday 10:00 - 17:00
Thursday 10:00 - 17:00
Friday 13:00 - 17:00
Saturday 10:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285156585892

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bukan Kaleng-Kaleng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Bukan Kaleng-Kaleng:

Share