12/08/2026
Bekerjalah sebagaimana profesi.
Carilah rezeki dengan sungguh-sungguh, karena setiap pekerjaan ada tanggung jawabnya.
Namun, jadilah guru ngaji karena itu tugas suci.
Sebab ketika kita mengajarkan Al-Qur’an, yang kita berikan bukan hanya ilmu.
Kita sedang membantu seseorang mengenal huruf-huruf Kalamullah.
Kita sedang menuntun lidah kecil agar terbiasa menyebut nama-Nya.
Kita sedang menanam sesuatu yang mungkin baru terlihat hasilnya bertahun-tahun kemudian.
Kadang kita merasa,
"Yang diajarkan hanya iqra, hanya ngaji dasar, hanya beberapa anak."
Tapi siapa tahu…
Dari anak yang hari ini kita ajari membaca “Alif, Ba, Ta”,
kelak tumbuh seseorang yang rajin membaca Al-Qur’an.
Dari santri yang hari ini kita tegur karena kurang lancar,
kelak mungkin menjadi orang yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya.
Dan bisa jadi,
pahala itu terus mengalir kepada kita, bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di dunia.
Maka jangan remehkan majelis kecil.
Jangan merasa rendah menjadi guru ngaji.
Jangan hanya melihat sedikitnya murid atau kecilnya imbalan.
Karena yang sedang kita bangun bukan sekadar kelas mengaji.
Kita sedang membangun generasi.
Kita sedang menanam amal jariyah.
Kita sedang meneruskan cahaya Al-Qur’an.
Ya Allah…
Jika kami belum mampu menjadi orang besar,
maka jadikanlah kami orang yang bermanfaat.
Jika amal kami sedikit,
jadikanlah Al-Qur’an yang kami ajarkan sebagai amal yang terus tumbuh setelah kami tiada.
Sebab pekerjaan bisa selesai ketika jam kerja berakhir,
tetapi tugas suci mengajarkan Al-Qur’an…
semoga pahalanya tidak pernah berakhir. 🤲📖