Soni28 đź”°jangan lupa ikuti âś…
đź”° akun Reels âś…
đź”°penulis novel di KBMâś…
(1)

Bab 4Pesan yang Tak Sengaja Terbaca..Malam itu terasa seperti malam-malam biasa bagi Dewi. Setelah menidurkan putri keci...
14/06/2026

Bab 4

Pesan yang Tak Sengaja Terbaca..

Malam itu terasa seperti malam-malam biasa bagi Dewi. Setelah menidurkan putri kecilnya, ia duduk di ruang keluarga sambil menunggu Arman yang sedang mandi. Hujan turun perlahan di luar rumah, menciptakan suasana yang tenang. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Ponsel Arman yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar. Layar menyala menampilkan sebuah notifikasi pesan masuk. Dewi sebenarnya tidak pernah memiliki kebiasaan memeriksa ponsel suaminya itu. Selama tujuh tahun pernikahan mereka, ia selalu berusaha menjaga kepercayaan.

Namun malam itu, sesuatu membuat pandangannya tertuju pada layar hp.

Nama pengirimnya adalah Rani.

Jantung Dewi berdebar saat membaca sekilas isi pesan yang muncul di layar.

"Aku kangen. Tadi seharian rasanya ingin terus dekat sama kamu."

Dewi membeku. Tangannya mulai dingin. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa mungkin pesan itu hanya candaan. Mungkin ia salah paham. Namun rasa penasaran yang bercampur ketakutan membuatnya tidak mampu berpaling.

Dengan tangan gemetar, Dewi membuka ponsel yang kebetulan tidak terkunci.

Matanya langsung tertuju pada deretan percakapan antara Arman dan Rani. Semakin banyak ia membaca, semakin hancur perasaannya itu.

Pesan-pesan itu bukan sekadar obrolan biasa.

Mereka saling mengirim kata-kata sayang. Mereka membicarakan pertemuan-pertemuan yang selama ini tidak pernah Dewi ketahui. Bahkan ada beberapa foto yang menunjukkan kedekatan mereka.

Air mata mulai mengalir di p**i Dewi.

Ternyata selama ini firasatnya benar.

Perhatian Arman yang semakin berkurang, alasan p**ang malam yang terus berulang, serta sikapnya yang berubah perlahan kini memiliki jawaban yang sangat menyakitkan.

Yang paling menghancurkan hati Dewi adalah sebuah pesan dari Arman.

"Andai aku bertemu kamu lebih dulu, mungkin hidupku akan berbeda."

Kalimat itu seperti pisau yang menusuk tepat ke dalam hatinya.

Dewi merasa dunia di sekelilingnya runtuh. Ia teringat semua perjuangan yang telah mereka lalui bersama. Saat kondisi ekonomi sulit, saat mereka membangun rumah tangga dari nol, hingga saat putri mereka lahir. Semua kenangan itu kini terasa seperti tidak berarti lagi.

Langkah kaki Arman terdengar mendekat dari arah kamar mandi.

Dengan cepat Dewi meletakkan ponsel itu kembali di tempat semula. Ia menghapus air matanya, berusaha terlihat biasa meski dadanya terasa sesak.

Namun malam itu, Dewi tahu satu hal.

Pernikahannya tidak lagi sama.

Rahasia yang selama ini tersembunyi akhirnya terbuka, dan sejak saat itu hidup Dewi mulai berubah selamanya.

Baca selengkapnya nya di apk Kbm
Penulis : soni28
Judul : Suami Ku Terpincut Oleh Janda

Bab 7Pertemuan dengan Mentor MisteriusHidup Raka mulai berubah sejak ia bertekad bangkit dari keterpurukan nya ..Usaha o...
14/06/2026

Bab 7

Pertemuan dengan Mentor Misterius

Hidup Raka mulai berubah sejak ia bertekad bangkit dari keterpurukan nya ..Usaha online kecil-kecilan yang ia jalankan perlahan berkembang, meski hasilnya belum terlalu besar. Setiap hari ia tetap bekerja keras, membagi waktunya antara membantu ibunya, menjadi kuli bangunan, dan belajar bisnis hingga larut malam.

Suatu sore, setelah mengantarkan pesanan pelanggan menggunakan motor tua pinjaman temannya, hujan deras tiba-tiba turun. Raka menepi di sebuah kedai kopi kecil di pinggir kota. Tempat itu terlihat sederhana, namun suasananya tenang dan hangat.

Raka duduk di pojok ruangan sambil membuka ponselnya, memeriksa pesanan yang belum dibalas. Ia tampak serius mencatat strategi penjualan di buku kecil lusuh yang selalu dibawanya ke mana mana .

Di sudut lain kedai, seorang pria tua memperhatikannya sejak tadi. Rambutnya sudah memutih, namun sorot matanya tajam dan berwibawa. Ia mengenakan pakaian sederhana, jauh dari kesan orang kaya. Tidak ada yang tahu bahwa pria itu sebenarnya adalah Pak Armand, seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan besar di kota.

Pak Armand sengaja datang ke tempat-tempat sederhana untuk melihat kehidupan nyata. Ia percaya karakter seseorang terlihat dari cara mereka berjuang saat tidak punya apa-apa.

Ketika melihat Raka tetap fokus bekerja meski pakaiannya basah kehujanan, Pak Armand merasa tertarik.

“Anak muda,” panggilnya pelan.

Raka menoleh sopan. “Iya, Pak?”

“Kamu dari tadi serius sekali melihat ponsel. Sedang main game?” tanya Pak Armand sambil tersenyum kecil.

Raka menggeleng cepat. “Bukan, Pak. Saya sedang belajar jualan online.”

Pak Armand mengangkat alisnya tertarik. “Belajar sendiri?”

“Iya, Pak. Saya tidak punya uang untuk ikut kursus, jadi belajar dari internet.”

Jawaban itu membuat Pak Armand semakin penasaran. Ia lalu pindah duduk ke meja Raka.

“Kenapa kamu mau capek seperti ini?” tanyanya lagi.

Raka terdiam sesaat sebelum menjawab. “Karena saya tidak mau miskin selamanya, Pak. Saya sudah terlalu sering dihina.”

Suasana mendadak hening. Pak Armand menatap mata Raka dalam-dalam, seolah melihat sesuatu yang berbeda dari pemuda itu.

“Kebanyakan orang miskin memilih menyerah,” ucap Pak Armand perlahan. “Tapi mata kamu penuh rasa lapar untuk berhasil.”

Raka hanya tersenyum kecil. Ia tidak tahu siapa pria tua di depannya.

Mereka berbicara cukup lama malam itu. Raka menceritakan perjuangannya, tentang ibunya yang berjualan gorengan, tentang dirinya yang pernah mabuk karena putus asa, hingga tekadnya untuk mengubah hidup.

Pak Armand mendengarkan tanpa memotong sedikit pun.

Sebelum pergi, pria tua itu mengeluarkan kartu nama dari sakunya lalu memberikannya kepada Raka.

“Datanglah ke alamat ini besok pagi kalau kamu benar-benar ingin belajar bisnis,” katanya.

Raka menerima kartu itu dengan bingung. Matanya langsung membesar ketika membaca nama di sana.

“Armand Group…”

Ia terkejut. Nama itu sangat terkenal di kota mereka. Perusahaan besar milik Pak Armand bergerak di berbagai bidang dan dikenal sukses luar biasa.

“Bapak… pemilik perusahaan ini?” tanya Raka gugup.

Pak Armand hanya tersenyum tipis. “Kesuksesan bukan soal siapa yang paling pintar. Tapi siapa yang paling tahan menghadapi kegagalan.”

Setelah mengatakan itu, ia pergi meninggalkan kedai.

Malam itu Raka hampir tidak bisa tidur. Ia merasa seperti mendapat kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

Keesokan paginya, Raka datang ke kantor megah milik Pak Armand dengan pakaian paling rapi yang ia punya. Meski gugup, ia memberanikan diri masuk.

Sejak hari itu, hidup Raka kembali berubah.

Pak Armand mulai mengajarinya banyak hal tentang dunia bisnis. Bukan hanya soal uang dan keuntungan, tetapi juga tentang disiplin, kejujuran, keberanian mengambil risiko, dan cara berpikir seorang pengusaha besar.

Raka belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menyerap setiap nasihat seperti orang haus menemukan air di tengah gurun.

Pak Armand tahu satu hal pasti.

Pemuda miskin bernama Raka itu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak orang kaya—semangat untuk bangkit dari kehancuran.

Bab 3Perubahan Sikap SuamiDewi berdiri di depan jendela ruang tamu sambil memandangi jalan yang mulai sepi itu.. Jam din...
13/06/2026

Bab 3

Perubahan Sikap Suami

Dewi berdiri di depan jendela ruang tamu sambil memandangi jalan yang mulai sepi itu.. Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam, tetapi Arman belum juga p**ang ke rumah .. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Dalam beberapa minggu terakhir, suaminya semakin sering p**ang larut dengan berbagai alasan pekerjaan.

Awalnya Dewi berusaha memahami. Arman memang kerja keras demi keluarga mereka. Sebagai kepala keluarga, ia selalu dikenal sebagai pria yang bertanggung jawab. Namun semakin hari, ada sesuatu yang sangat terasa berbeda. Bukan hanya soal jam p**angnya yang semakin malam, tetapi juga sikapnya yang perlahan berubah.

Dulu, setiap p**ang kerja Arman selalu menyempatkan diri bermain dengan Aisyah, putri kecil mereka. Ia akan menggendong anak itu, mendengarkan cerita-ceritanya, lalu mengajak Dewi berbincang tentang kegiatan sepanjang hari. Rumah mereka selalu dipenuhi tawa dan kehangatan.

Kini semuanya terasa berbeda.

Ketika akhirnya pintu rumah terbuka malam itu, Arman masuk dengan wajah lelah. Dewi segera menghampirinya.

“Mas, kenapa p**angnya malam lagi?” tanyanya lembut.

“Banyak pekerjaan,” jawab Arman singkat sambil melepaskan tas dari bahunya itu..

Tidak ada senyum. Tidak ada penjelasan panjang seperti biasanya.

Dewi mencoba mengabaikan perasaan tidak nyaman yang muncul di dadanya. Ia mengikuti Arman ke meja makan.

“Aku sudah menyiapkan makan malam. Mau aku hangatkan?”

“Aku sudah makan di luar.”

Jawaban itu membuat Dewi terdiam. Padahal dulu Arman selalu berusaha makan di rumah bersama keluarga. Bahkan ketika sibuk sekalipun, ia akan memberi kabar terlebih dahulu.

Hari-hari berikutnya semakin membuat Dewi gelisah. Arman mulai sering memegang ponselnya dengan sangat hati-hati. Jika ada pesan masuk, ia segera menjauh atau mengunci layar. Beberapa kali Dewi melihat suaminya tersenyum sendiri saat membaca sesuatu di ponsel, tetapi senyum itu tidak pernah lagi ia tunjukkan kepadanya.

Perhatian yang dulu begitu besar perlahan menghilang. Arman jarang menanyakan keadaan Dewi. Ia juga semakin jarang meluangkan waktu bersama Aisyah. Setiap akhir pekan yang biasanya dihabiskan bersama keluarga kini diganti dengan alasan rapat, lembur, atau bertemu rekan kerja.

Dewi berusaha tetap berpikir positif. Ia terus meyakinkan dirinya bahwa mungkin Arman memang sedang menghadapi tekanan pekerjaan yang berat. Namun semakin keras ia mencoba menenangkan hati, semakin kuat p**a firasat buruk yang muncul.

Suatu malam, ketika Arman sedang mandi, ponselnya yang tergeletak di atas meja tiba-tiba bergetar. Layar menyala sesaat menampilkan sebuah pesan masuk dari seseorang yang namanya belum pernah Dewi lihat sebelumnya.

Jantung Dewi berdegup lebih cepat.

Entah mengapa, untuk pertama kalinya dalam pernikahan mereka, ia merasa sedang berdiri di ambang sebuah kenyataan yang mungkin akan mengubah hidupnya selamanya....

Baca selengkapnya di apk Kbm
Penulis : soni28
Judul : Suami Ku Terpincut Oleh Janda

12/06/2026

Jumat berkah

Bab 2 Kehadiran Janda BaruKehidupan Dewi dan Arman berjalan tenang seperti biasa nya. Setelah tujuh tahun menikah, merek...
08/06/2026

Bab 2

Kehadiran Janda Baru

Kehidupan Dewi dan Arman berjalan tenang seperti biasa nya. Setelah tujuh tahun menikah, mereka sudah mengenal rutinitas masing-masing. Dewi sibuk mengurus rumah dan putri mereka, Aisyah, sementara Arman bekerja setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski tidak selalu sempurna, rumah tangga mereka terlihat harmonis di mata tetangga.

Suatu hari, sebuah rumah yang sudah lama kosong akhirnya memiliki penghuni baru. Seorang wanita bernama Rani pindah ke lingkungan mereka. Rani adalah seorang janda muda berusia sekitar tiga puluh tahun. Wajahnya sangat cantik, penampilannya selalu rapi, dan tutur katanya lembut. Tak butuh waktu lama baginya untuk dikenal oleh warga sekitar..

Saat proses pindahan berlangsung, Arman yang kebetulan lewat melihat Rani kesulitan mengangkat beberapa barang. Sebagai tetangga yang baik, ia menawarkan bantuan.

“Biar saya bantu, Bu. Barangnya cukup berat,” ujar Arman ramah.

Rani tersenyum hangat. “Terima kasih banyak, Pak Arman. Saya benar-benar kerepotan sendirian.”

Sejak saat itu, interaksi mereka mulai terjadi. Awalnya hanya sekadar menyapa ketika berpapasan di jalan atau berbincang singkat tentang lingkungan sekitar. Namun perlahan, percakapan mereka menjadi semakin sering.

Rani dikenal pandai bergaul. Ia mudah membuat orang merasa nyaman saat berbicara dengannya. Banyak warga yang menyukainya karena sikapnya yang ramah dan s**a membantu. Bahkan para ibu di lingkungan itu sering mengundangnya dalam berbagai kegiatan.

Arman yang awalnya hanya membantu urusan pindahan mulai beberapa kali dimintai bantuan lain. Kadang memperbaiki keran yang bocor, membantu memasang lampu, atau mengangkat barang belanjaan yang berat. Baginya itu hanyalah bentuk kepedulian sebagai tetangga.

Namun tanpa disadari, kebiasaan itu mulai berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Arman semakin sering berada di rumah Rani. Ia bahkan terlihat beberapa kali tertawa bersama wanita itu di teras rumah.

Beberapa tetangga mulai memperhatikan kedekatan mereka. Bisik-bisik kecil pun mulai terdengar.

“Sepertinya Pak Arman sering sekali membantu Bu Rani.”

“Iya, hampir setiap hari kelihatan di sana.”

Meski demikian, Dewi tidak terlalu memikirkan omongan tersebut. Ia percaya penuh kepada suaminya. Baginya, Arman adalah pria baik yang selalu mengutamakan keluarga.

Namun jauh di dalam hati, Dewi mulai merasakan sesuatu yang aneh. Arman kini lebih sering memegang ponselnya, tersenyum sendiri saat membaca pesan, dan terkadang terlihat melamun. Perubahan kecil itu memang belum mencurigakan, tetapi cukup membuat Dewi bertanya-tanya.

Tanpa ia sadari, kehadiran Rani yang awalnya tampak biasa saja perlahan mulai membawa perubahan besar dalam kehidupan rumah tangganya.

Bab 1Pernikahan yang Tampak BahagiaDewi selalu merasa dirinya adalah wanita yang beruntung. Selama tujuh tahun menikah d...
05/06/2026

Bab 1

Pernikahan yang Tampak Bahagia

Dewi selalu merasa dirinya adalah wanita yang beruntung. Selama tujuh tahun menikah dengan Arman, ia menikmati kehidupan rumah tangga yang terlihat harmonis dan penuh kebahagiaan. Arman dikenal sebagai suami yang penyayang, pekerja keras, dan selalu bertanggung jawab terhadap keluarganya. Setiap pagi ia berangkat kerja dengan senyum hangat, lalu p**ang membawa oleh-oleh kecil untuk putri mereka, Aisyah.

Rumah sederhana yang mereka tempati dipenuhi tawa dan cerita. Dewi sering bersyukur karena memiliki suami yang begitu perhatian. Ketika Aisyah sakit, Arman selalu sigap membantu merawatnya. Saat Dewi lelah mengurus rumah, Arman tidak segan membantu pekerjaan rumah tangga. Di mata tetangga dan kerabat, keluarga mereka adalah contoh rumah tangga yang ideal.

Suatu malam, Dewi duduk di ruang tamu sambil memperhatikan Arman bermain bersama Aisyah. Gelak tawa anak mereka memenuhi ruangan, membuat hati Dewi terasa hangat. Ia tidak pernah membayangkan bahwa kebahagiaan yang selama ini dirasakannya bisa berubah menjadi kesedihan yang mendalam.

Belakangan ini, Dewi mulai menyadari beberapa perubahan kecil pada diri Arman. Suaminya sering p**ang lebih larut dari biasanya dengan alasan pekerjaan yang menumpuk. Ponselnya juga semakin sering dibawa ke mana-mana dan tidak pernah dibiarkan tergeletak begitu saja seperti dulu. Namun Dewi memilih untuk tidak berpikir macam-macam. Ia percaya penuh kepada suaminya itu..

“Mas pasti sedang banyak pekerjaan,” gumam Dewi mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Arman tetap bersikap manis dan tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Justru karena itulah Dewi tidak pernah merasa perlu khawatir. Ia masih melihat sosok suami yang sama seperti saat pertama kali mereka menikah.

Namun Dewi tidak tahu bahwa di balik senyum dan perhatian yang ditunjukkan Arman, sebuah rahasia besar sedang disembunyikan. Rahasia yang perlahan akan mengguncang kepercayaan, menghancurkan kebahagiaan, dan mengubah kehidupan keluarga kecil mereka untuk selamanya. Badai besar itu kini semakin dekat, menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan pernikahan yang selama ini tampak bahagia itu.

Bab 6Janji untuk BangkitSetelah malam penuh tangisan bersama ibunya, hidup Raka perlahan berubah. Kata-kata sang ibu ter...
03/06/2026

Bab 6

Janji untuk Bangkit

Setelah malam penuh tangisan bersama ibunya, hidup Raka perlahan berubah. Kata-kata sang ibu terus terngiang di kepalanya setiap hari.

“Kemiskinan bukan kutukan, Nak. Tapi menyerah adalah kehancuran.”

Kalimat itu menjadi api yang membakar semangatnya untuk bangkit kembali.. Raka sadar selama ini ia terlalu sibuk meratapi nasib hingga lupa berjuang. Ia tidak ingin hidupnya terus dipandang rendah oleh orang lain. Ia lelah dihina karena miskin. Ia lelah dianggap gagal.

Di depan cermin kecil kamar sempitnya, Raka menatap wajahnya sendiri yang terlihat letih.

“Aku janji… hidupku akan berubah,” bisiknya pelan namun pasti..

Sejak hari itu, Raka mulai bekerja siang malam tanpa mengenal lelah. Pagi hari ia membantu ibunya berjualan gorengan di pasar. Setelah itu ia menjadi kuli angkut di toko bangunan dekat terminal. Tubuhnya sering pegal dan tangannya penuh luka, namun ia tidak pernah mengeluh lagi.

Malam hari, ketika kebanyakan orang tidur, Raka justru duduk di sudut kamar dengan ponsel lamanya. Ia belajar bisnis online dari video gratis di internet. Dengan kuota seadanya, ia menonton cara berjualan, mempelajari pemasaran, hingga memahami bagaimana orang bisa menghasilkan uang dari media sosial.

Awalnya semua terasa sulit. Banyak istilah yang tidak ia mengerti. Beberapa kali ia mencoba berjualan online, namun tidak ada satu pun pembeli. Bahkan teman-temannya menertawakan usahanya itu ..

“Orang miskin mau bisnis online? Mimpi terlalu tinggi!” ejek salah satu temannya.

Raka hanya diam. Dulu mungkin ia akan marah atau putus asa, namun sekarang hinaan justru membuatnya semakin kuat. Ia tidak ingin terus diinjak oleh keadaan maupun oleh orang-orang yang meremehkannya.

Setiap menerima upah kerja, Raka menyisihkan sedikit uang ke dalam kaleng bekas di bawah tempat tidurnya. Meski hanya lima ribu atau sepuluh ribu rupiah, ia tetap menabung dengan disiplin.

Ibunya sering memperhatikannya diam-diam. Wanita itu tahu anaknya sedang berjuang keras melawan rasa gagal dalam dirinya itu..

Suatu malam, ibunya masuk ke kamar dan melihat Raka masih sibuk menulis rencana usaha di buku lusuh.

“Kamu belum tidur, Nak?” tanya ibunya lembut.

Raka menggeleng sambil tersenyum kecil. “Aku takut tertinggal kalau berhenti belajar, Bu.”

Mata ibunya berkaca-kaca mendengar jawaban itu. Ia melihat semangat baru yang dulu pernah hilang kini kembali tumbuh dalam diri anaknya.

Hari demi hari berlalu. Perlahan usaha kecil Raka mulai menunjukkan hasil. Ia mencoba menjual pakaian secara online dengan sistem pre-order. Awalnya hanya satu atau dua pembeli, namun Raka melayani mereka dengan sungguh-sungguh. Ia membalas chat dengan ramah dan selalu jujur tentang barang yang dijualnya.

Tak disangka, pembelinya mulai bertambah. Orang-orang merekomendasikan tokonya karena pelayanan Raka yang baik. Keuntungan yang didapat memang belum besar, tetapi cukup membuatnya percaya bahwa usahanya tidak sia-sia.

Meski begitu, perjuangan Raka tetap berat. Ia sering kurang tidur, kelelahan bekerja, bahkan pernah ditipu supplier hingga kehilangan sebagian tabungannya. Namun kali ini ia tidak menyerah.

Ia teringat masa ketika dirinya mabuk dan menangis putus asa di depan rumah. Ia tidak ingin kembali menjadi lelaki lemah seperti dulu.

“Aku harus sukses. Aku harus membahagiakan Ibu,” katanya dalam hati.

Tahun demi tahun berlalu, usaha online Raka semakin berkembang. Dari kamar sempitnya, ia berhasil membangun toko kecil yang mulai dikenal banyak orang. Penghasilannya perlahan meningkat, dan hidup mereka mulai berubah.

Namun bagi Raka, kemenangan terbesar bukan soal uang.

Melainkan tentang bagaimana seorang lelaki miskin yang pernah dihina akhirnya mampu bangkit dan berdiri dengan harga dirinya sendiri.

Bab 3 Gedung pernikahan itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan. Dekorasi bunga putih menghiasi setiap sudut r...
31/05/2026

Bab 3

Gedung pernikahan itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan. Dekorasi bunga putih menghiasi setiap sudut ruangan, menciptakan suasana elegan dan mewah. Namun di balik kemegahan itu, Sena tidak merasakan kebahagiaan seperti pengantin wanita lainnya. Senyum di wajahnya terasa kaku, sementara hatinya dipenuhi kegelisahan.

Ia berdiri di samping Adrian Wijaya, pria kaya yang kini resmi menjadi suaminya itu. Perbedaan usia mereka terlihat jelas. Adrian tampak matang, tenang, dan berwibawa dengan setelan jas hitam mahal yang melekat sempurna di tubuhnya. Rambutnya yang sedikit beruban justru menambah kesan elegan. Sedangkan Sena terlihat muda dan cantik dalam gaun putih sederhana yang membuatnya tampak rapuh di tengah keramaian.

Bisikan demi bisikan terdengar dari para tamu undangan.

“Dia pasti menikah karena uang.”

“Kasihan gadis muda itu.”

“Mana mungkin dia benar-benar mencintai pria setua itu?”

Setiap ucapan itu menusuk hati Sena seperti jarum kecil yang terus menghantam dadanya. Namun ia memilih diam. Kepalanya tertunduk, berusaha berpura-pura tidak mendengar apa pun. Ia tahu orang-orang tidak akan pernah mengerti alasan di balik pernikahan ini.

Di sudut ruangan, ibunya terlihat tersenyum lega. Hutang keluarga mereka akhirnya lunas. Adiknya bisa kembali sekolah. Rumah mereka tidak jadi disita bank. Semua masalah selesai berkat Adrian Wijaya.

Namun bagi Sena, semua itu terasa seperti harga mahal yang harus dibayar dengan kebebasan hidupnya.

Saat prosesi akad selesai, tepuk tangan memenuhi ruangan. Sena resmi menjadi istri Adrian Wijaya.

Adrian menatapnya singkat lalu mengulurkan tangan dengan sopan.

“Ayo,” ucapnya tenang.

Sena mengangguk pelan. Tangannya terasa dingin ketika disentuh pria itu. Bukan karena jijik, melainkan karena gugup menghadapi kehidupan baru yang belum ia pahami.

Malam semakin larut ketika mereka akhirnya tiba di rumah besar milik Adrian. Rumah itu sangat megah, bahkan lebih mirip istana dibanding tempat tinggal biasa. Lampu-lampu kuning hangat menerangi lorong panjang yang sunyi. Semua terasa asing bagi Sena.

Seorang pelayan membuka pintu kamar utama untuk mereka. Jantung Sena berdetak semakin cepat. Ia menggenggam ujung gaunnya dengan gugup.

Namun sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Alih-alih mendekatinya seperti suami pada umumnya, Adrian justru mengambil bantal dan selimut dari atas tempat tidur. Ia berjalan menuju sofa panjang di sudut kamar.

Sena menatap bingung.

“Tidurlah di tempat tidur,” kata Adrian pelan.

“Lalu... Anda?” tanya Sena ragu.

“Aku di sofa saja.”

Sena terdiam beberapa saat. Ia tidak mengerti sikap pria itu.

Adrian kemudian menatapnya dengan mata tenang yang sulit dibaca.

“Aku tidak ingin membuatmu takut,” katanya pelan.

Untuk pertama kalinya malam itu, hati Sena sedikit bergetar. Bukan karena rasa cinta, melainkan karena ia mulai menyadari bahwa pria dingin di hadapannya mungkin tidak seburuk yang ia bayangkan Dulu..

Baca selengkapnya di apk Kbm
Penulis : soni28
Judul : Di Jodohkan Ke Peria Tua

Bab 2 Maling Paling Sial..Udin dikenal sebagai maling paling sial sekampung. Bukannya berhasil kaya dari hasil mencuri, ...
31/05/2026

Bab 2

Maling Paling Sial..

Udin dikenal sebagai maling paling sial sekampung. Bukannya berhasil kaya dari hasil mencuri, ia justru sering p**ang babak belur atau dipermalukan warga. Pernah suatu malam ia mencoba mencuri ayam milik Pak RT, tetapi ayam itu malah berkokok keras hingga seluruh kampung terbangun. Udin kabur sambil hanya membawa bulu ayam yang menempel di bajunya.

Lain waktu, ia nekat mencuri sandal di depan mushola. Sialnya, sandal yang ia ambil ternyata berbeda ukuran. Kakinya lecet-lecet karena sandal itu terlalu kecil. Bahkan jemuran tetangga yang pernah ia curi ternyata milik seorang pesilat kampung. Udin dihajar habis-habisan setelah ketahuan memakai sarung hasil curiannya sendiri.

Meski begitu, Udin tidak pernah kapok sama sekali ..Baginya, hidup tanpa mencuri terasa membosankan. Malam itu, seperti biasa, ia berjalan menyusuri gang sempit sambil mencari sasaran. Angin dingin berhembus dari arah kuburan tua di pinggir desa. Tempat itu terkenal angker dan jarang dilewati orang malam-malam.

Saat melewati area kuburan, langkah Udin tiba-tiba terhenti. Di bawah pohon besar dekat makam tua, ia melihat sebuah bungkusan putih besar. Bentuknya bulat lonjong seperti telur raksasa. Kain putih yang membungkusnya tampak kotor terkena tanah.

Udin langsung merinding.

“Astaga… telor pocong!” gumamnya sambil mundur perlahan.

Keringat dingin mengalir di dahinya. Ia pernah mendengar cerita warga tentang telur pocong yang muncul di kuburan. Katanya, siapa pun yang menyentuhnya akan didatangi makhluk gaib setiap malam.

Namun rasa penasaran Udin lebih besar daripada rasa takutnya. Dengan tangan gemetar, ia mendekati bungkusan itu. Tidak ada suara apa pun. Tidak bergerak. Tidak juga mengeluarkan bau aneh.

“Kalau ini benda berharga gimana?” pikirnya.

Akhirnya, Udin memberanikan diri mengangkat bungkusan itu. Beratnya lumayan, tetapi masih bisa dibawa. Ia segera p**ang sambil menoleh ke belakang berkali-kali karena merasa ada yang mengikutinya.

Sesampainya di rumah gubuknya, Udin mengunci pintu rapat-rapat. Dengan napas tak tenang, ia membuka ikatan kain putih tersebut perlahan.

“Tolong… jangan buka…”

Udin sekatika membeku.

Suara itu terdengar lirih dari dalam bungkusan.

Tangannya langsung gemetar hebat. Ia mundur sambil berteriak ketakutan. Namun karena penasaran, ia tetap membuka kain itu sedikit demi sedikit.

Dan saat isi bungkusan terlihat, mata Udin langsung melotot.

“Lho…?!”

Baca selengkapnya di apk Kbm
Penulis : Soni28
Judul : Dikira Telor Pocong Ternyata Cuman Maling Yang Sial

Bab 5Air Mata Sang Ibu Raka..Malam itu hujan turun deras membasahi jalanan kampung kecil tempat Raka tinggal. Lampu-lamp...
31/05/2026

Bab 5

Air Mata Sang Ibu Raka..

Malam itu hujan turun deras membasahi jalanan kampung kecil tempat Raka tinggal. Lampu-lampu rumah tampak redup, sementara suara petir mengelegar sesekali mengguncang langit. Dengan langkah sempoyongan, Raka berjalan p**ang dalam keadaan mabuk. Bau alkohol menyelimuti tubuhnya, wajahnya kusut penuh kelelahan, dan matanya merah karena terlalu lama menangis.

Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, hidup Raka berubah drastis. Ia yang dulu dikenal sebagai pemuda ceria kini menjadi pribadi pemarah dan putus asa. Utang keluarga menumpuk, ibunya hanya bekerja sebagai penjual gorengan keliling, sementara Raka gagal mendapatkan pekerjaan tetap. Berkali-kali ia mencoba melamar kerja, namun selalu ditolak karena pendidikan yang rendah dan penampilannya yang sederhana itu.

Malam itu menjadi titik terendah dalam hidupnya. Setelah dihina oleh teman-temannya karena tidak punya uang untuk membayar utang minuman, Raka merasa dirinya benar-benar gagal. Ia duduk di depan rumah kecilnya sambil menundukkan kepala. Air matanya jatuh bercampur dengan air hujan.

Pintu rumah perlahan terbuka. Ibunya keluar dengan wajah cemas. Wanita tua itu mengenakan pakaian lusuh, namun matanya tetap penuh kasih sayang.

“Raka…” ucap ibunya lirih.

Raka tak sanggup menatap wajah wanita yang selama ini berjuang sendirian demi dirinya. Ia justru menangis semakin keras.

“Aku capek, Bu… hidup kita tidak pernah berubah sama sekali.. Aku gagal jadi anak yang bisa membahagiakan Ibu,” katanya dengan suara bergetar.

Ibunya duduk di samping Raka tanpa marah sedikit pun. Dengan tangan yang mulai keriput, ia memegang tangan anaknya erat-erat.

“Kemiskinan bukan kutukan, Nak,” ucap sang ibu pelan. “Tapi menyerah adalah kehancuran.”

Raka terdiam. Kata-kata itu menusuk jauh ke dalam hatinya.

Ibunya menatapnya lembut meski matanya juga berkaca-kaca. “Ibu tidak pernah malu hidup miskin nak Yang membuat Ibu sedih adalah melihat kamu kehilangan harapan.”

Hujan masih turun, namun hati Raka terasa seperti disambar petir. Selama ini ia terlalu sibuk menyalahkan keadaan hingga lupa bahwa ibunya tetap bertahan meski hidup begitu berat cobaan nya .. Wanita itu tidak pernah menyerah walau setiap hari harus berjalan kaki menjajakan gorengan demi membeli beras.

“Ibu percaya kamu bisa bangkit,” lanjut ibunya. “Kalau dunia menolakmu hari ini, bukan berarti hidupmu selesai.”

Malam itu Raka menangis di pelukan ibunya seperti anak kecil. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa masih memiliki alasan untuk hidup.

Keesokan paginya, Raka bangun lebih awal. Ia melihat ibunya sedang menyiapkan dagangan seperti biasa. Tanpa banyak bicara, Raka mengambil keranjang gorengan itu.

“Mulai hari ini biar aku bantu, Bu,” katanya pelan.

Ibunya tersenyum haru.

Hari-hari berikutnya menjadi awal perubahan hidup Raka. Ia berhenti mabuk dan mulai bekerja apa saja yang bisa menghasilkan uang. Pagi membantu ibunya berjualan, siang menjadi kuli bangunan, malam belajar keterampilan dari internet menggunakan ponsel bekasnya.

Banyak orang masih meremehkannya, namun Raka tidak lagi peduli. Ia terus mengingat kata-kata ibunya setiap kali merasa lelah.

Beberapa tahun kemudian, usaha kecil yang ia bangun berkembang menjadi toko material sederhana. Kehidupan mereka perlahan membaik. Rumah reyot itu mulai direnovasi, dan ibunya tidak perlu lagi berjualan keliling.

Suatu sore, Raka duduk di samping ibunya di teras rumah baru mereka. Ia menggenggam tangan wanita yang telah menyelamatkan hidupnya itu.

“Kalau malam itu Ibu tidak bicara seperti itu, mungkin aku sudah hancur,” bisik Raka.

Ibunya tersenyum sambil menahan air mata.

Karena terkadang, satu kalimat dari seorang ibu mampu mengubah jalan hidup seorang anak selamanya.

Baca selengkapnya di apk Kbm
Penulis : soni28
Judul : Laki Laki Muda Ditolak Wanita Kaya Raya

Address

Ciranjang
Cianjur Regency

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Soni28 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Soni28:

Shortcuts

Share