M yusup

M yusup Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from M yusup, Digital creator, Jalan tugu perjuangan km. 06 kp. nambo, Cianjur Regency.

29/10/2024

๐ŸŒ๐ŸŒI STILAH UKURAN DALAM FIQH ๐ŸŒ๐ŸŒ

a. Satu QIROTH menurut imam Tsalasah 0,215 Gr

b. Satu DIRHAM menurut imam Tsalasah 2,715 Gr

c. Satu MITSKOL menurut imam Tsalasah 3,879 Gr

d. Satu DANIQ menurut imam Tsalasah 0,430 Gr

e. Satu DZIRO' Al-Muโ€™tadil menurut Aktsarin-Nas 48 Cm
- Menurut Al Makmun 41,666625 Cm
- Menurut An-Nawawi 44,720 Cm
- Menurut Ar-Rofiโ€™i 44,820 Cm

f. Satu MUD Menurut Imam Tsalatsah 9,22 Cm (P x L x T ) = 0,766 Ltr

g. Satu SHO Menurut Imam Tsalatsah 14,65 Cm (P x L x T ) = 3,145 Ltr

h Satu WASAQ Menurut Imam Tsalatsah 57,32 Cm (P x L x T ) = 188,712 Ltr

i Satu SHOโ€™ Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 1.862,18 Gr

j. Satu MUD Gandum (Hinthoh) Menurut Imam An-Nawawi 456,54 Grm

k Satu SHOโ€™ Beras putih 2.719,19 Grm

l. Satu Mud Beras putih 679,79Grm

m. Air DUA KULAH menurut An-Nawawi 55,9 Cm ( P x L x T ) = 174,677 Ltr
- Menurut Ar-Rofiโ€™iy 56,1 Cm (P x L x T ) = 176,558 Ltr
- Menurut Ahli Iraq 63,4 Cm (P x L x T ) = 245,840 Ltr
- Menurut Aksarin-Nas 60 Cm (P x L x T ) = 216 Ltr

n. Zakat Fitrah adalah satu SHOโ€™ 2.719,19 Grm = 2,71919 Kg

o Jarak Qosor Sholat menurut:

- Kitab Tanwirul Qulub 80,640 Km
- Al-Ma`Mun 89,999992 Km
- Ahmad Husain 94,500 Km
-Aksarul Fuqha 119,99988 Km
- Hanafiyyah 96 km
- Kitab Fiqh al-Islรขmy 88, 74 km
- Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 94, 5 km

p.Mรฎl al-Hรขsyimy:
Versi Imam Makmรปn 1, 666665 km
Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 1, 76041 km
Versi Mayoritas ulamaโ€™ 2, 4999975 km

q. Farsakh:
Versi Imam Makmรปn 4, 99995 km
Versi Imam Ahmad Husain al-Mishry 5, 28125 km
Versi Mayoritas ulamaโ€™ 7, 4999925 km

r. RITL BAGDAD menurut:
- An-Nawawi 349,16 Grm
- Ar-Rofiโ€™i 353,49 Grm

s NISHOB SARIQOH emas menurut Imam Tsalasah 0,97 Grm

t Satu UQIYAH 12 Dirham

u Satu DIRHAM 2 Gram

DAFTAR NISOB DAN ZAKAT HARTA ZAKAWIY

1 Perak 543,35Gr 1/40=13,584Gr 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn

2 Tambang Perak 543,35Gr 1/40=13,584Gr 2,5% Dikeluarkan seketika

3 Rikaz Perak 543,35Gr 1/5=108,67Gr 20% Dikeluarkan seketika

4 Harta dagang dgn modal perak 543,35Gr 1/40 =13,584 Gr 2,5% Ditaksir dengan perak dan dikeluarkan setelah 1 thn

5 Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Dikeluarkan setelah 1 thn

6 Tambang Emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Dikeluarkan seketika

7 Rikaz Emas 77,58Gr 1/5=15,516Gr 20% Dikeluarkan seketika

8 Harta dagang dgn modal emas 77,58Gr 1/40 =1,9395 Gr 2,5% Ditaksir dgn emas dan dikeluarkan setelah 1 thn

9 Gabah 1.323,132Kg 1/10=132,3132Kg 10% Tanpa biaya pengairan
1.323,132Kg 1/20=66,1566Kg 5% Dgn biaya pengairan

10 Padi gagang 1.31,516 Kg 1/10=163,1516Kg 10% Tanpa biaya pengairan
1.31,516 Kg 1/20=81,5758Kg 5% Dgn biaya pengairan.

11 Beras 815,758 Kg 1/10=81,5758Kg 10% Tanpa biaya pengairan
815,758 Kg 1/20=40,7879Kg 5% Dgn biaya pengairan

12 Gandum 558,654 Kg 1/10=55,8654Kg 10% Tanpa biaya pengairan
558,654 Kg 1/20=27,9327Kg 5% Dgn biaya pengairan

13 Kacang tunggak 756,697 Kg 1/10=75,6697Kg 10% Tanpa biaya pengairan
756,697 Kg 1/20=37,83485Kg 5% Dgn biaya pengairan

14 Kacang Hijau 780,036Kg 1/10=78,0036Kg 10% Tanpa biaya pengairan
780,036Kg 1/20=39,0018Kg 5% Dgn biaya pengairan

15 Jagung kuning 720 Kg 1/10=72 Kg 10% Tanpa biaya pengairan
720 Kg 1/20=36 Kg 5% Dgn biaya pengairan

16 Jagung Putih 714 Kg 1/10=71,4 Kg 10% Tanpa biaya pengairan
714 Kg 1/20=35,7Kg 5% Dgn biaya pengairan

KETERANGAN

- Perhitungan awal tahun pd zakat hewan ternak dimulai dari memilikinya dlm jumlah 1 nishob, begitu juga pada emas & perak. Sedangkan utk barang dagang maka:

Bila modal dagang diambilkan dari emas/perak yg sudah genap 1 nishob baik dipakai semua atau tdk, maka penghitungan tahun dimulai dari pemilikan emas/perak
Bila modal dagang berasal dari selain emas/perak yg telah mencapai 1 nishob, maka penghitungan tahun dimulai dari permulaan berdagang.
- Daftar nishob dan ukuran di atas dikutif dari kitab โ€œFATHIL-QODIRโ€ susunan Syaikh Maโ€™sum bin Ali Quwaron, Jombang.

- Yang dimaksud dgn Imam Tsalatsah di atas adalah Imam Maliki, Imam Syafiโ€™I dan Imam Hambali.

- Nishob emas pada daftar di atas adalah nishob emas murni (emas dgn kadar 100%). Sedangkan utk mencari nishob emas yg tdk murni (emas dgn kadar kurang dari 100%) yaitu dgn cara: Nishob emas murni (77,58) dibagi kadar emas yg tdk murni kemudian hasilnya dikalikan dgn kadar emas murni (100)

Contoh:

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 90%:
Nishob = 77,58 : 90 x 100 = 86,2 Gr

Zakat yg harus dikeluarkan โ€“ 2,5% (1/40) = 2,155 Gr

- 2,0% (1/50) = 17,24 Gr

Untuk pencarian Nishob emas dgn kadar 75%:
Nishob = 77,58 : 75 x 100 = 103,44 Gr

Zakat yg harus dikeluarkan โ€“ 2,5% (1/40) = 2,586 Gr

- 2,0% (1/50) = 20,688 Gr

- Nishob dan ukuran utk jenis biji-bijian dengan menggunakan berat/gram sebagai mana daftardi atas adalah hanya pendekatan saja. Sebeb ukuran yang asal menurut Syaraโ€™ adalah dengan menggunakan Shoโ€™ / Wasaq yang ada pada jaman Rasululloh SAW, maka dihimbau kepada kaum muslimin apabila ada perbedaan pendapat dalam menentukan berat kadar nishob, agar mengambil kadar yang ukurannya telah diyakini tidak kurang dari kadar yang telah ditentukan Syaraโ€™. ( Fathul Wahhab 1/114 dan S. Taufiq:41)

SINGKATAN NAMA-NAMA ULAMAโ€™

NO SINGKATAN NAMA ULAMAโ€™
1. ุฑ ู… Syihรขb ad-Dรฎn Ahmad bin Hamzah
( ar-Ramly al-Kabรฎr ).
2. ู…ู€ุฑ Syams ad-Dรฎn Muhammad bin Ahmad
( ar-Ramly As- Saghรฎr 919 - 1004 H. ).
3. ุญู€ุฌ Ibn Hajar al-Haitamy ( 909 - 973 H. )
4. ุฎู€ุท Al-Khathรฎb as-Syirbรฎny ( โ€ฆ - 977 H. ).
5. ุฒ ูŠ Nรปr ad-Dรฎn 'Ali az-Zayรขdy atau az-Ziyรขdy
( โ€ฆ - 1024 H.).
6. ุณ ู… / ุณ ุจ Syihรขb ad-Din bin Qรขsรฎm al-Abรขdy
( 964 - 922 / 994 H.)
7. ุธ ุจ Nashรฎr ad-Dรฎn Manshรปr at-Thablawy
( โ€ฆ - 1014 H.).
8. ุจ ุฑ Abรป Abdillรขh Muhammad bin Abd
ad-Daim Al-Barmawy .( 763 - 831 H.).
9. ุจุง ุฌ Al-Baijury ( 1198 - 1277 H.).
10. ุฃ ุฌ Al- 'Allรขmah 'Athiyyatullรขh bin Athiyah
al-Burhรขn ( โ€ฆ - 190 H.).
11. ุญ ู Asy-Syamsu Muhammad bin Sรขlim
al-Hafnawy ( 1101 - 1181 H.).
12. ุด ู‚ / ุด ุฑ ู‚ Abdullรขh bin Hijรขz bin Ibrรขhรฎm
as-Syarqawy ( 1150 - 1226 / 1227 H.).
13. ุญุง ู„ / ุญ ู„ Nรปr ad-Dรฎn 'Ali bin Ibrรขhรฎm al-Halaby
( 975 - 1044 H.).
14. ุน ุด 'Ali Syibramalisy; Nรปr ad-Dรฎn Abรป Dliyรข' 'Ali bin 'Ali ( 997 - 1087 H.).
15. ู‚ ู„ Syihรขb ad-Din Ahmad bin Salรขmah
al-Qulyรปby ( ... - 1069 H.).
16. ุณ ู„ Sulthรขn bin Ahmad al-Mazรขkhi
( 985 - 1075 H.).
17. ุน ู† Muhammad al-'Inรขni ( ... - 1098 H.).
18. ุจ ุฌ Sulaimรขn bin Muhammad bin 'Umar
al- Bujairamy.
19. ุฎ ุถ Syamsu Muhammad Syaubary al-Khadry
( 977 - 1069 H.).
20. ู… ุฏ Hasan bin 'Ali Ahmad al-Mudรขbiry
( โ€ฆ - 1170 H.).
21. ุน ุจ / ุน ุจ ุฏ Abd al-Hamid; asy-Syekh Abd al-Hamid
ad-Daghistรขny.
22. ุฃ ุท Muhammad bin Manshรปr al-Ithfihy
al-Mishry.
23. ูŠ As-Sayyid bin Abdullรขh bin 'Umar
al-Alawy ( 1209 - 1265 H.).
24. ูƒ / ูƒ ุฑ Asy-Syekh Muhammad bin Sulaimรขn
al-Kurdy ( โ€ฆ - 1194 H.).

WaLlohu aโ€™lam bish-showab

26/10/2024

SEJARAH ROATIB AL HADDAD

Ratib Al-Haddad ini diambil dari nama penyusunnya, Yakni Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Dari doa-doa dan zikir-zikir karangan dan susunan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).

Ratib ini disusun atas permintaan salah seorang murid beliau, โ€˜Amir dari keluarga Bani Saโ€™d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan โ€˜Amir membuat permintaan tersebut untuk mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu.

Pertama kalinya Ratib ini dibaca di kampung โ€˜Amir sendiri, yakni di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Selepas itu Ratib dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim dalam tahun 1072 Hijriah bersamaan tahun 1661 Masehi. Pada kebiasaannya ratib ini dibaca berjamaah bersama doa dan nafalnya, setelah solat Isyaโ€™. Pada bulan Ramadhan dibaca sebelum solat Isyaโ€™. Mengikut Imam Al-Haddad di kawasan-kawasan di mana Ratib al-Haddad ini diamalkan, dengan izin Allah kawasan-kawasan tersebut selamat dipertahankan dari pengaruh sesat tersebut.

Ketahuilah bahawa setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini dipetik dari Al-Quran dan hadith Rasulullah S.A.W. Ini berdasarkan sarana Imam Al-Haddad sendiri. Beliau menyusun zikir-zikir yang pendek yang dibaca berulang kali, dan dengan itu memudahkanpembacanya.

Keutamaan Rotib Hadad. (1)

Cerita-cerita yang dikumpulkan mengenai kelebihan RatibAl-Haddad banyak tercatat dalam buku Syarah Ratib Al-Haddad, antaranya: Telah berkata Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Jufri yang bertempat tinggal di Seiwun (Hadhramaut): โ€œPada suatu masa kami serombongan sedang menuju ke Makkah untuk menunaikan Haji, bahtera kami terkandas tidak dapat meneruskan perjalanannya kerana tidak ada angin yang menolaknya. Maka kami berlabuh di sebuah pantai, lalu kami isikan gerbah-gerbah (tempat isi air terbuat dari kulit) kami dengan air, dan kami pun berangkat berjalan kaki siang dan malam, kerana kami bimbang akan ketinggalan Haji. Di suatu perhentian, kami cuba meminum air dalam gerbah itu dan kami dapati airnya payau dan masin, lalu kami buangkan air itu. Kami duduk tidak tahu apa yang mesti hendak dibuat. Maka saya anjurkan rombongan kami itu untuk membaca Ratib Haddad ini, mudah-mudahan Allah akan memberikankelapangan dari perkara yang kami hadapi itu. Belum sempat kami habis membacanya, tiba-tiba kami lihat dari kejauhan sekump**an orang yang sedang menunggang unta menuju ke tempat kami, kami bergembira sekali. Tetapi ketika mereka mendekati kami, kami dapati mereka itu perompak-perompak yang kerap merampas harta-benda orang yang lalu-lalang di situ. Namun rupanya Allah Taโ€™ala telah melembutkan hati mereka bila mereka dapati kami terkandas di situ, lalu mereka memberi kami minum dan mengajak kami menunggang unta mereka untuk disampaikan kami ke tempat sekump**an kaum Syarif* tanpa diganggu kami sama sekali, dan dari situ kami pun berangkat lagi menuju ke Haji, syukurlah atas bantuan Alloh SWT karena berkat membaca Ratib ini.

Cerita ini p**a diberitakan oleh seorang yang mencintai keturunan Sayyid, katanya: โ€œSekali peristiwa saya berangkat dari negeri Ahsaโ€™i menuju ke Hufuf. Di perjalanan itu saya terlihat kaum Badwi yang biasanya merampas hak orang yang melintasi perjalanan itu. Saya pun berhenti dan duduk, di mana tempat itu p**a saya gariskan tanahnya mengelilingiku dan saya duduk di tengah-tengahnya membaca Ratib ini. Dengan kuasa Alloh mereka telah berlalu di hadapanku seperti orang yang tidak menampakku, sedang aku memandang mereka.โ€ Begitu juga pernah berlaku semacam itu kepada seorang alim yang mulia, namanya Hasan bin Harun ketika dia keluar bersama-sama teman-temannya dari negerinya di sudut Oman menuju ke Hadhramaut. Di perjalanan mereka dibajak oleh gerombolan perompak, maka dia menyuruh orang-orang yang bersama-samanya membaca Ratib ini. Alhamdulillah, gerombolan perompak itu tidak mengapa-apakan siapapun, malah mereka berlalu dengan tidak mengganggu.

Apa yang diberitakan oleh seorang Arif Billah Abdul Wahid bin Subait Az-Zarafi, katanya: Ada seorang penguasa yang ganas yang dikenal dengan nama Tahmas yang juga dikenal dengan nama Nadir Syah. Tahmas ini adalah seorang penguasa ajam yang telah menguasai banyak dari negeri-negeri di sekitarannya. Dia telah menyediakan tentaranya untuk memerangi negeri Aughan. Sultan Aughan yang bernama Sulaiman mengutus orang kepada Imam Habib Abdullah Haddad memberitahunya, bahwa Tahmas sedang menyiapkan tentera untuk menyerangnya. Maka Habib Abdullah Haddad mengirim Ratib ini dan menyuruh Sultan Sulaiman dan rakyatnya membacanya. Sultan Sulaiman pun mengamalkan bacaan Ratib ini dan memerintahkan tenteranya dan sekalian rakyatnya untuk membaca Ratib i ini dengan bertitah: โ€œKita tidak akan dapat dikuasai Tahmas kerana kita ada benteng yang kuat, iaitu Ratib Haddad ini.โ€ Benarlah apa yang dikatakan Sultan Sulaiman itu, bahwa negerinya terlepas dari penyerangan Tahmas dan terselamat dari angkara penguasa yang ganas itu dengan sebab berkat Ratib Haddad ini.

Saudara penulis Syarah Ratib Al-Haddad ini yang bernama Abdullah bin Ahmad juga pernah mengalami peristiwa yang sama, yaitu ketika dia berangkat dari negeri Syiher menuju ke bandar Syugrah dengan kapal, tiba-tiba angin macet tiada bertiup lagi, lalu kapal itu pun terkandas tidak bergerak lagi. Agak lama kami menunggu namun tidak berhasil juga. Maka saya mengajak rekan-rekan membaca Ratib ini , maka tidak berapa lama datang angin membawa kapal kami ke tujuannya dengan selamat dengan berkah membaca Ratib ini.

Suatu pengalaman lagi dari Sayyid Awadh Barakat Asy-Syathiri Baโ€™alawi ketika dia belayar dengan kapal, lalu kapal itu telah tersesat jalan sehingga membawanya terkandas di pinggir sebuah batu karang. Ketika itu angin juga macet tidak dapat menggerakkan kapal itu keluar dari bahayanya. Kami sekalian merasa bimbang, lalu kami membaca Ratib ini dengan niat Alloh akan menyelamatkan kami. Maka dengan kuasa Alloh SWT datanglah angin dan menarik kami keluar dari tempat itu menuju ke tempat tujuan kami. Maka kerana itu saya amalkan membaca Ratib ini. Pada suatu malam saya tertidur sebelum membacanya, lalu saya bermimpi Habib Abdullah Haddad datang mengingatkanku supaya membaca Ratib ini, dan saya pun tersadar dari tidur dan terus membaca Ratib Haddad itu.

Di antaranya lagi apa yang diceritakan oleh Syeikh Allamah Sufi murid Ahmad Asy-Syajjar, iaitu Muhammad bin Rumi Al-Hijazi, dia berkata: โ€œSaya bermimpi seolah-olah saya berada di hadapan Habib Abdullah Haddad, penyusun Ratib ini. Tiba-tiba datang seorang lelaki memohon sesuatu daripada Habib Abdullah Haddad, maka dia telah memberiku semacam rantai dan sayapun memberikannya kepada orang itu. Pada hari besoknya, datang kepadaku seorang lelaki dan meminta daripadaku ijazah (kebenaran guru) untuk membaca Ratib Haddad ini, sebagaimana yang diijazahkan kepadaku oleh guruku Ahmad Asy-Syajjar. Aku pun memberitahu orang itu tentang mimpiku semalam, yakni ketika saya berada di majlis Habib Abdullah Haddad, lalu ada seorang yang datang kepadanya. Kalau begitu, kataku, engkaulah orang itu.โ€ Dari kebiasaan Syeikh Al-Hijazi ini, dia selalu membaca Ratib Haddad ketika saat ketakutan baik di siang hari mahupun malamnya, dan memang jika dapat dibaca pada kedua-dua masa itulah yang paling utama, sebagaimana yang dipesan oleh penyusun Ratib ini sendiri. Ada seorang dari kota Quds (Syam) sesudah dihayatinya sendiri tentang banyak kelebihan membaca Ratib ini, dia lalu membuat suatu ruang di sudut rumahnya yang dinamakan Tempat Baca Ratib, di mana dikumpulkan orang untuk mengamalkan bacaan Ratib ini di situ pada waktu siang dan malam.

Di antaranya lagi, apa yang diberitakan oleh Sayyid Ali bin Hassan, penduduk Mirbath, katanya: โ€œSekali peristiwa aku tertidur sebelum aku membaca Ratib, aku lalu bermimpi datang kepadaku seorang Malaikat mengatakan kepadaku: โ€œSetiap malam kami para Malaikat berkhidmat buatmu begini dan begitu dari bermacam-macam kebaikan, tetapi pada malam ini kami tidak membuat apa-apa pun karena engkau tidak membaca Ratib. Aku terus terjaga dari tidur lalu membaca Ratib Haddad itu dengan serta-merta.

Setengah kaum Sayyid bercerita tentang pengalamannya: โ€œJika aku tertidur ketika aku membaca Ratib sebelum aku menghabiskan bacaannya, aku bermimpi melihat berbagai-bagai hal yang mengherankan, tetapi jika sudah menghabiskan bacaannya, tidak bermimpi apa-apa pun.โ€

Di antara yang diberitakan lagi, bahawa seorang pecinta kaum Sayyid, Muhammad bin Ibrahim bin Muhammad Mughairiban yang tinggal di negeri Shaiโ€™ar, dia bercerita: โ€œDari adat kebiasaan Sidi Habib Zainul Abidin bin Ali bin Sidi Abdullah Haddad yang selalu aku berkhidmat kepadanya tidak pernah sekalipun meninggalkan bacaan Ratib ini. Tiba-tiba suatu malam kami tertidur pada awal waktu Isya', kami tidak membaca Ratib dan tidak bersembahyang Isya', semua orang termasuk Sidi Habib Zainul Abidin. Kami tidak sedarkan diri melainkan di waktu pagi, di mana kami dapati sebagian rumah kami terbakar.

Kini tahulah kami bahwa semua itu berlaku karena tidak membaca Ratib ini. Sebab itu kemudian kami tidak pernah meninggalkan bacaannya lagi, dan apabila sudah membacanya kami merasa tenteram, tiada sesuatupun yang akan membahayakan kami, dan kami tidak bimbang lagi terhadap rumah kami, meskipun ia terbuat dari dedaunan korma, dan bila kami tidak membacanya, hati kami tidak tenteram dan selalu kebimbangan.โ€

Berkata Habib Alwi bin Ahmad, penulis Syarah Ratib Al-Haddad: โ€œSiapa yang melarang orang membaca Ratib ini dan juga wirid-wirid para salihin, niscaya dia akan ditimpa bencana yang berat daripada Allah Taโ€™ala, dan hal ini pernah berlaku dan bukan omong-omong kosong.โ€ Berkata Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait Baโ€™alawi di dalam kitabnya Ghayatul Qasd Wal Murad: Telah berkata Saiyidina Habib Abdullah Haddad: โ€œSiapa yang menentang atau membangkang orang yang membaca Ratib kami ini dengan secara terang-terangan atau disembunyikan pembangkangannya itu akan mendapat bencana seperti yang ditimpa ke atas orang-orang yang membelakangi zikir dan wirid atau yang lalai hati mereka dari berzikir kepada Allah Taโ€™ala. Allah Taโ€™ala berfirman: โ€œDan barangsiapa yang berpaling dari mengingatiKu, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit.โ€ ( Thaha: 124 )

Allah berfirman lagi: โ€œDan barangsiapa yang berpaling dari mengingati Tuhan Pemurah, Kami balakan baginya syaitan yang diambilnya menjadi teman.โ€ ( Az-Zukhruf: 36 )

Allah berfirman lagi: โ€œDan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Tuhannya, Kami akan menurukannya kepada siksa yang menyesakkan nafas.โ€ ( Al-Jin: 17)

(1) Dipetik dari: Syarah Ratib Haddad: Analisa Dan Komentar - karangan Syed Ahmad Semait, terbitan Pustaka Nasional Pte. Ltd.

ุงู„ุฑุงุชุจ ุงู„ุดู‡ูŠุฑ
ู„ู„ุญุจูŠุจ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู„ูˆูŠ ุงู„ุญุฏุงุฏ

Ratib Al Haddad
Moga-moga Allah merahmatinya [Rahimahu Allahu Taโ€™ala]

ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ู‚ุงุฑุฆ: ุงู„ููŽุงุชูุญูŽุฉุฅูู„ูŽู‰ ุญูŽุถู’ุฑูŽุฉู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุงูˆูŽุดูŽูููŠุนูู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ุงู„ูุงุชุญุฉ-

1. ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู
ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุงูŽู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู. ู…ุงูŽู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุฅููŠูู‘ุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู. ุงูู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตูู‘ุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ. ุตูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆู’ุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ุถูŽู‘ุขู„ูู‘ูŠู’ู†ูŽ. ุขู…ููŠู’ู†ู
2. ุงูŽู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ูˆู’ู…ู ู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู ุณูู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽูˆู’ู…ูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽู†ู’ ุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ูŠูŽุดู’ููŽุนู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ู’ููŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุญููŠู’ุทููˆู’ู†ูŽ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูู…ูŽุง ุดูŽุขุกูŽ ูˆูŽุณูุนูŽ ูƒูุฑู’ุณููŠูู‘ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุคูุฏูู‡ู ุญููู’ุธูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู.

3. ุขู…ูŽู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู’ู„ู ุจูู…ูŽุข ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู’ู†ูŽ ูƒูู„ูŒู‘ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ููˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ู„ุงูŽ ู†ูููŽุฑูู‘ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ุงูŽ ูˆูŽุฃูŽุทูŽุนู’ู†ุงูŽ ุบููู’ุฑุงูŽู†ูŽูƒูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠู’ุฑู
4. ู„ุงูŽูŽ ูŠููƒูŽู„ูู‘ูู ุงู„ู„ู‡ู ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูุณู’ุนูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุข ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู’ู†ูŽุข ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุญู’ู…ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูุตู’ุฑู‹ุง ูƒูŽู…ูŽุง ุญูŽู…ูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุญูŽู…ูู‘ู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุงู„ุงูŽ ุทูŽุงู‚ูŽุฉูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูˆูŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ูŽู‘ุง ูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ุข ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุง ููŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ุงูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู’ู†ูŽ.

5 ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูŠูุญู’ูŠููŠ ูˆูŽูŠูู…ููŠู’ุชููˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ. (X3)
โ€
6. ุณูŒุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู’ู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู. (X3)
7.ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ู ุณูุจู’ุญุงูŽู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู. (X3)

8. ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู. (X3)
9.ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’. ( X3)
10. ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ุขู…ูŽู‘ุงุชู ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ. (X3)
11. ุจูุณู’ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู„ุงูŽ ูŠูŽุถูู€ุฑูู‘ ู…ูŽุนูŽ ุงุณู’ู€ู…ูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ุงูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุณูŽู‘ู…ูŽู€ุขุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุณูŽู‘ู…ููŠู’ู€ุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู’ู€ู…ู. (X3)
12. ุฑูŽุถููŠู’ู†ูŽู€ุง ุจูุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‹ู‘ุง ูˆูŽุจูุงู„ุฅูุณู’ู€ู„ุงูŽู…ู ุฏููŠู’ู†ู€ู‹ุง ูˆูŽุจูู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ู†ูŽุจููŠู‘ู€ู‹ุง. (X3)
13. ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ู€ุฑู‘ู ุจูู…ูŽุดููŠู’ุฆูŽู€ุฉู ุงู„ู„ู‡ู. (X3)
14. ุขู…ูŽู†ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ุชูุจู’ู†ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุจุงูŽุทูู†ุงู‹ ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง. (X3)
15. ูŠูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ูŽู‘ุง ูˆูŽุงู…ู’ุญู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง. (X3)

16. ูŠุงูŽ ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ููˆูŽุงู„ุฅููƒู’ุฑุงูŽู…ู ุฃูŽู…ูุชู’ู†ุงูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู. (X7)
17. ูŠุงูŽ ู‚ูŽูˆููŠูู‘ ูŠุงูŽ ู…ูŽุชููŠู’ู€ู†ู ุฅูŽูƒู’ูู ุดูŽุฑูŽู‘ ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู’ู€ู†ูŽ. (X3)
18. ุฃูŽุตู’ู„ูŽุญูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูู…ููˆู’ุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุตูŽุฑูŽููŽ ุงู„ู„ู‡ู ุดูŽุฑูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูุคู’ุฐููŠู’ู†ูŽ. (X3)
19. ูŠู€ูŽุง ุนูŽู„ููŠูู‘ ูŠู€ูŽุง ูƒูŽุจููŠู’ุฑู ูŠู€ูŽุง ุนูŽู„ููŠู’ู…ู ูŠู€ูŽุง ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑู
ูŠู€ูŽุง ุณูŽู…ููŠุนู ูŠู€ูŽุง ุจูŽุตููŠู’ุฑู ูŠู€ูŽุง ู„ูŽุทููŠู’ูู ูŠู€ูŽุง ุฎูŽุจููŠู’ุฑู. (X3)
20. ูŠุงูŽ ููŽุงุฑูุฌูŽ ุงู„ู‡ูŽู…ูู‘ ูŠูŽุง ูƒูŽุงุดูููŽ ุงู„ุบูŽู‘ู…ูู‘ ูŠูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูŠูŽุบู’ููุฑู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู. (X3)

21. ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุงูŠุงูŽ.(X4)
22. ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู. (X50)

23. ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุดูŽุฑูŽู‘ููŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽุฌูŽู‘ุฏูŽ ูˆูŽุนูŽุธูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุขู„ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนู ุงู„ุชูŽู‘ุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ุงูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูููŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.
24. ุจูุณู’ู… ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู.
ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽุญูŽู€ุฏูŒ. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ู…ูŽู€ุฏู. ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ูู€ุฏู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŒูˆู’ู„ูŽู€ุฏู’. ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู€ู†ู’ ู„ูŽู‡ู ูƒูููู€ูˆู‹ุง ุฃูŽุญูŽู€ุฏูŒ. (3X3)
25. ุจูุณู’ู… ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู
ู‚ูู„ู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ููŽู„ูŽู‚ูุŒ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ุงูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุบูŽุงุณูู‚ู ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุจูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ููŽู‘ุงุซูŽุงุชู ูููŠ ุงู„ู’ุนูู‚ูŽุฏูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุญูŽุงุณูุฏู ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุณูŽุฏ

26. ุจูุณู’ู… ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ู
ู‚ูู„ู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ุฅูู„ูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ู’ุฎูŽู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ุงูŽู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ูŽู‘ุฉููˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู.
27. ุงูŽู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉูŽ
ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููˆุญู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุงุงู„ู’ููŽู‚ููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ ุจูู† ุนูŽู„ููŠู‘ ุจุงูŽ ุนูŽู„ูŽูˆููŠ ูˆูŽุฃูุตููˆู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽููุฑููˆุนูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูƒููŽู‘ุฉู ุณูŽุงุฏูŽุงุชูู†ูŽุง ุขู„ู ุฃูŽุจููŠ ุนูŽู„ูŽูˆููŠ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุนู’ู„ููŠ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุจูุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุฑู ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠุงูŽ ูˆูŽุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู.
28. ุงูŽู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉูŽ
ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ูˆูŽุงุญู ุณุงูŽุฏูŽุงุชูู†ูŽุง ุงู„ุตูู‘ูˆู’ูููŠูŽู‘ุฉู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูููŠ ู…ูŽุดูŽุงุฑูู‚ู ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽุบูŽุงุฑูุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุญูŽู„ูŽู‘ุชู’ ุฃูŽุฑู’ูˆูŽุงุญูู‡ูู…ู’ - ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุนู’ู„ููŠ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉููˆูŽูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุจูุนูู„ููˆู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุจูุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุฑู ู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽูŠูู„ู’ุญูู‚ูู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุนูŽุงูููŠูŽุฉู.

29. ุงูŽู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉูŽ
ุฅูู„ูŽู‰ ุฑููˆู’ุญู ุตุงูŽุญูุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุชูุจู ู‚ูุทู’ุจู ุงู„ุฅูุฑู’ุดูŽุงุฏู ูˆูŽุบูŽูˆู’ุซู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุจูู„ุงูŽุฏู ุงู„ู’ุญูŽุจููŠู’ุจู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู†ู’ ุนูŽู„ูŽูˆููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏูŽู‘ุงุฏูˆูŽุฃูุตููˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽููุฑููˆู’ุนูู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูุนู’ู„ููŠ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠุงูŽ ูˆูŽุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู.
30. ุงูŽู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉ
ุฅูู„ูŽู‰ ูƒูŽุงููŽู‘ุฉู ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุตู‘ุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏููŠู’ู†ู ูˆูŽุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุฃูŽู†ู’ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุบู’ููุฑู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุง ุจูŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ูู…ู’
31. (ูˆูŠุฏุนูˆ ุงู„ู‚ุงุฑุฆ):
ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูŠููˆูŽุงูููŠ ู†ูุนูŽู…ูŽู‡ู ูˆูŽูŠููƒูŽุงููุฆู ู…ูŽุฒููŠู’ุฏูŽู‡ุŒุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ููˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’.ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุจูุญูŽู‚ูู‘ ุงู„ู’ููŽุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุธูŽู‘ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ุจู’ุนู ุงู„ู’ู…ูŽุซูŽุงู†ููŠู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูู’ุชูŽุญู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุจููƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุชูŽููŽุถูŽู‘ู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจููƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูุนูŽุงู…ูู„ูู†ูŽุง ูŠูŽุง ู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุงู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ูŽุชูŽูƒูŽ ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุญู’ููŽุธูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุฏู’ูŠูŽุงู†ูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุจูŽุงุจูู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ู…ูุญู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุจูุคู’ุณู ูˆูŽุถููŠู’ุฑ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ูˆูŽู„ููŠูŒู‘ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑ ูˆูŽู…ูุชูŽููŽุถู‘ูŽู„ูŒ ุจููƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑ ูˆูŽู…ูุนู’ุทู ู„ููƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†.
32. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ู€ุฃูŽู„ููƒูŽ ุฑูุถูŽู€ุงูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ู€ุฉูŽ ูˆูŽู†ูŽู€ุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽู€ุฎูŽุทููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู€ุงุฑู. (X3)

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. ๐ŸŒ NASAB NABI MUHAMMAD SAW SAMAI NABI ADAM AS ๐ŸŒ
25/10/2024

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

๐ŸŒ NASAB NABI MUHAMMAD SAW SAMAI NABI ADAM AS ๐ŸŒ

Address

Jalan Tugu Perjuangan Km. 06 Kp. Nambo
Cianjur Regency
43292

Telephone

+6285624598293

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when M yusup posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share