29/04/2026
THE ROCKET BOY..!!!! itulah julukan pembalap muda asal gunung kidul Djogjakrta.
Di bawah langit panas Jerez, balapan Moto3 2026 menjadi panggung penting bagi Veda Ega Pratama bersama Honda Team Asia. Start dari posisi ke-17 setelah insiden di kualifikasi, banyak yang mungkin meragukan peluangnya. Namun justru dari titik itulah strategi cerdasnya mulai terlihat.
Sejak lampu start padam, Veda langsung tampil agresif. Ia tahu bahwa bertahan di grup belakang Moto3 sangat berisiko—rawan insiden dan sulit berkembang. Maka di lap-lap awal, ia menyerang tanpa ragu, menyalip satu per satu pembalap di depannya. Dalam waktu singkat, ia sudah keluar dari kemacetan mid-pack dan masuk ke rombongan yang lebih kompetitif.
Memasuki fase tengah balapan, pendekatannya berubah. Agresivitasnya tidak hilang, tapi menjadi lebih terkontrol. Ia mulai bermain ritme, menjaga konsistensi lap time, dan memanfaatkan slipstream dengan cerdas. Di sinilah terlihat bahwa Veda tidak hanya cepat, tapi juga mulai matang dalam membaca jalannya balapan. Ia tidak memaksakan diri, tidak ceroboh, dan memilih momen yang tepat untuk naik posisi.
Saat balapan memasuki lap-lap akhir, Veda menunjukkan kartu terakhirnya. Dengan kondisi ban yang masih terjaga dan ritme yang stabil sejak tengah lomba, ia mulai meningkatkan tekanan. Hasilnya, ia sempat naik ke posisi lima besar. Ini menegaskan bahwa strateginya memang dirancang untuk menyerang di akhir, bukan sekadar bertahan.
Namun Moto3 adalah kelas yang kejam di lap terakhir. Dalam duel penentuan, sedikit kesalahan dalam positioning membuatnya harus rela kehilangan satu posisi dan finis di urutan keenam. Meski begitu, hasil tersebut tetap luar biasa—naik 11 posisi dari start.
Kesimpulannya, balapan ini menunjukkan bahwa strategi Veda adalah kombinasi antara keberanian dan kecerdasan: agresif di awal untuk keluar dari bahaya, matang di tengah untuk menjaga peluang, dan menyerang di akhir untuk hasil maksimal. Kekurangan di duel lap terakhir menjadi catatan penting, tetapi secara keseluruhan, performanya membuktikan bahwa ia bukan hanya cepat—ia sudah memiliki dasar race management yang kuat di level Moto3.
Ada yang mau menambahkan ..tulis di kolom komentar .
Credit:Honda Team Asia , Veda Ega Pratama