21/11/2025
SUARASAHABAT - Jumat, 21 November 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kesugihan menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana tingkat Kecamatan Kesugihan.
Pada acara yang dimulai pukul 07.30 diawali dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana. Bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Kesugihan apel ini diikuti oleh berbagai stakeholder diantaranya Koramil Kesugihan, Polsek Kesugihan, Banser, Linmas, Puskesmas, Kokam, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Acara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi guna membahas kesiapan seluruh elemen yang hadir dalam penanganganan kebencanaan. Pada rapat yang turut dihadiri Kepala Desa se-Kecamatan Kesugihan, muncul beberapa masukan dan saran seputar pencegahan dan penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Dalam kesempatan diskusi, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kesugihan, Agus Dwi Rahmat Fauzi menyampaikan laporan terkait keterlibatan personil Banser dalam penaganan bencana.
"Banser memiliki satuan khusus yaitu Banser Tanggap Bencana (BAGANA), satuan ini dilatih dalam Diklatsus kebencanaan. Dapat kami laporkan di lapangan, penanganan Bencana Tanah Longsor di Cibeunying Majenang saat ini kami selalu mengirimkan 4 personil setiap hari." ungkap Agus Dwi.
Selain penyampaian terkait personil, Agus Dwi juga melaporkan perihal aset peralatan kebencanaan yang dimiliki oleh GP Ansor. Mulai dari peralatan Dapur Umum, Posko, Tandu, jug Handy Talkie (HT).
Secara pengalaman dalam hal kebencanaan di wilayah Kesugihan pernah terjadi bencana banjir yang cukup besar pada tahun 2022 dengan wilayah terdampak paling parah ada di Dusun Mertelu Desa Kalisabuk. Dalam catatan BAGANA setidaknya ada 1.000 jiwa terdampak. Secara keseluruhan kurang lebih ada 3.000 jiwa terdampak banjir yang tersebar di berbagai titik di wilayah Kecamatan Kesugihan.
"Setidaknya kejadian pada 2022 merupakan pengalaman yang bisa menjadi pedoman kepada kami, bahwa secara mitigasi bencana kita pernah mengalami banjir yang melanda di wilayah Kesugihan dengan jumlah 3.000 jiwa terdampak. Angka ini menjadi acuan kita dalam mempersiapkan penanggulangan bencana". Ujar Agus Dwi melanjutkan laporannya.