14/01/2026
Info Energi Indonesia berat
Pemerintah Siapkan Lelang WKP Panas Bumi Awal 2026, Dorong Percepatan Energi Terbarukan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membuka proses lelang sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) pada Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal tahun untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik panas bumi nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa pelelangan tersebut semula ditargetkan berlangsung pada akhir 2025. Namun, kompleksitas dan kelengkapan dokumen teknis serta administrasi membuat jadwal harus digeser ke awal 2026.
Menurut Eniya, terdapat tiga WKP yang akan ditawarkan kepada investor, yakni Telaga Ranu di Maluku, Songgoriti di Jawa Timur, serta Ungaran di Jawa Tengah. Penambahan WKP Ungaran dilakukan atas arahan pimpinan agar wilayah tersebut tidak kembali dikelola oleh PLN, melainkan dibuka melalui mekanisme lelang yang lebih luas.
WKP Ungaran sebelumnya berada dalam pengelolaan PT PLN (Persero), namun telah dikembalikan kepada pemerintah. Dengan status tersebut, wilayah ini akan kembali dilelang dan dapat diikuti oleh badan usaha swasta, sebagai upaya mempercepat realisasi proyek panas bumi.
โKebijakan ini diambil agar pengembangan tidak terhambat dan dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha,โ jelas Eniya.
Dari sisi potensi, masing-masing WKP diperkirakan mampu menghasilkan kapasitas listrik berkisar antara 55 hingga 60 megawatt (MW), meskipun angka pastinya bergantung pada hasil eksplorasi lanjutan di setiap lokasi.
Melalui pelelangan WKP ini, pemerintah berharap investasi panas bumi dapat meningkat, sekaligus mendukung target bauran energi nasional yang lebih bersih dan berkelanjutan.