28/05/2022
SI PENENTRAM
By : Ippho Santosa
Boleh nggak wanita berbisnis? ๐
Apa aja ya masalahnya? ๐
Begini. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sekitar 60% UKM dikelola oleh wanita. Lihat aja di pasar-pasar. Lihat juga toko-toko online. Wanita yang mendominasi. Betul apa betul?
Secara umum, wanita itu banyak bicara. โบ
Ada protein khusus yang membuat wanita bicara sekitar 20.000 kata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata (menurut penelitian University of Maryland). Ini ilmiah.
Diamnya kalau lagi tidur aja. Atau lagi ngambek. Hehehe.
Nah, banyak bicara ini kalau di-konversi pada penawaran bisnis, bisa berujung pada banyak closing. Bukankah itu menyenangkan? Kita pun tahu, Khadijah RA seorang pengusaha yang sukses.
Btw, apa manfaat wanita berbisnis? Membantu masalah finansial keluarga. Menyalurkan minat, bakat, dan passion. Mengantisipasi risiko (kalau suami sakit, meninggal, berpisah, atau kena PHK).
So, kita jangan lagi merasa risih kalau ada wanita yang berbisnis. Kan teladannya sudah ada sejak dulu, yaitu Khadijah RA. Manfaatnya juga banyak, tak terbantahkan sama sekali.
Lantas apa syarat-syaratnya? Tidak meremehkan suami. Tidak membebani orangtua. Tetap memprioritaskan keluarga dan agama. Tetap menempatkan suami sebagai pemimpin (imam).
Jangan sampai, karena lebih menghasilkan, karena lebih cerdas, karena lebih solutif, karena sering ikut pengajian, seorang wanita meremehkan suaminya. Jangan sampai! Bisa nggak selamat dunia-akhirat!
Gimanapun seorang istri harus bisa menjadi penentram bagi suaminya. Ya, penentram. Repot juga kalau ketemu istri, suami bawaannya pengen debat. Hei, ini rumahtangga, bukan ILC.
Maaf, inilah peran wanita yang sering terabaikan saat ini. Sebagai penentram. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi reminder bagi seluruh wanita, terutama yang sudah berstatus istri. Bismillah.
Semoga bermanfaat ya. ๐