Bidik Banten Online (BBO)

Bidik Banten Online (BBO) TELISIK SEKITAR KITA

Turun Rp 8.000, Harga Emas Antam Rabu 27 Mei 2020 Mencapai Rp 909.000 per Gramnya, Simak Rinciannya!
27/05/2020

Turun Rp 8.000, Harga Emas Antam Rabu 27 Mei 2020 Mencapai Rp 909.000 per Gramnya, Simak Rinciannya!

Turun Rp 8.000, Harga Emas Antam Rabu 27 Mei 2020 Mencapai Rp 909.000 per Gramnya, Simak Rinciannya!

18/10/2017

Sy Pribumi,,,,

18/09/2017

Pembayaran menggunakan kartu elektronik,,,,selangkah lebih maju,,,,tapi tdk memuaskan,,,,menurut kalian bagaimana,,,,?

20/10/2012

Pengadaan Barang dan Jasa Dominan Diselewengkan
Kasus penyimpangan penggunaan keuangan negara sering terjadi pada program pengadaan barang dan jasa. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) provinsi selama Semester I 2012.

“Hasil pemeriksaan BPK atas LKPD provinsi selama Semester I 2012 menunjukkan kasus-kasus pemeriksaan yang sering terjadi, yakni permasalahan pengadaan barang dan jasa,” kata Ketua BPK Hadi Poernomo saat Penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I (IHPS I) 2012 kepada Dewan Perwakilan Daerah di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat kemarin (12/10).

Menurut Hadi, penyimpangan pada pengadaan barang dan jasa tersebut berupa kekurangan volume pekerjaan dan/atau barang sebanyak 61 kasus senilai Rp 21,44 miliar. Sedangkan untuk kekurangan penerimaan dari denda keterlambatan pekerjaan sebanyak 39 kasus senilai Rp 9,09 miliar. “Aset daerah yang dikuasai pihak lain sebanyak 12 kasus senilai Rp 108,08 miliar,” ujarnya.

Hadi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan atas LKPD kabupaten/kota menunjukkan kasus-kasus pemeriksaan yang sering terjadi adalah kekurangan penerimaan daerah (sebanyak 455 kasus senilai Rp 230,55 miliar) dan kekurangan volume pekerjaan dan/atau barang (323 kasus senilai Rp 72,82 miliar). Sementara itu, potensi kerugian daerah akibat piutang dan pinjaman atau dana bergulir tidak tertagih sebanyak 80 kasus senilai Rp 119,56 miliar.

Perbaikan Kualitas Penyajian

Hadi juga menyatakan bahwa hasil pemeriksaan atas LKPD 2011 secara umum menunjukkan perbaikan kualitas penyajian laporan keuangan dibanding LKPD 2010 yang diperiksa pada semester I 2011. Jumlah LKPD yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) meningkat dari 34 menjadi 67. Meskipun terjadi peningkatan, jumlah LKPD yang memperoleh opini WTP tersebut masih relatif kecil, yaitu baru 16% dari total LKPD. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) yang memperoleh opini WTP yaitu 77% dari total LKKL. “Perbandingan opini antar pemerintah daerah menunjukkan bahwa pemerintah provinsi relatif lebih banyak memperoleh opini WTP, kemudian diikuti secara berurutan oleh pemerintah kota dan kabupaten,” ungkapnya.

Perlu diketahui, selama semester I 2012, BPK telah memeriksa 662 objek pemeriksaan yang terdiri atas 527 objek pemeriksaan keuangan, 14 objek pemeriksaan kinerja dan 81 objek pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT).

Saat menyampaikan IHPS I 2012 kepada DPR beberapa waktu yang lalu, Hadi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan BPK berhasil mengungkap sebanyak 13.105 kasus senilai Rp12,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.976 kasus senilai Rp8,93 triliun merupakan temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian dan kekurangan penerimaan negara.

Sisanya sebanyak 9.129 kasus senilai 3,55 triliun, kata Hadi, merupakan kasus penyimpangan administrasi, ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan serta kelemahan sistem pengendalian intern (SPI). “Hasil pemeriksaan sejak 2008 sampai semester I 2012 BPK telah memberikan 183.862 rekomendasi senilai Rp 80,97 triliun. Sebanyak 94.689 senilai Rp 31,53 triliun sudah sudah ditindaklanjuti,” katanya. ( HEN/mohar)

20/10/2012

TELISIK SEKITAR KITA

18/10/2012

Baru-baru ini soal lingkungan dan pencemarannya banyak di soal, dikalangan penggiat sosial, aktifis bahkan beberapa Media cetak dan elektronik pun tak kalah sengit menyoal dampak dan kerusakan yang ditimbulkan oleh pencemaran pabrik, pembuangSelengkapnya..

18/10/2012

Pencemaran Lingkungan, Tanggung Jawab Siapa?
Baru-baru ini soal lingkungan dan pencemarannya banyak di soal, dikalangan penggiat sosial, aktifis bahkan beberapa Media cetak dan elektronik pun tak kalah sengit menyoal dampak dan kerusakan yang ditimbulkan oleh pencemaran pabrik, pembuangan limbah dengan kategori berbahaya dan perusakan lingkungan yang ditimbulkan dari eksploitasi lingkungan yang dilakukan oleh para penambang pasir yang biasa disebut Galian C.

Kasus terbaru yang masih belum ada penyelesaianya adalah penguasaan lahan masyarakat dan pencemaran yang dilakukan oleh PT Indoferro, sebuah perusahaan swasta yang memproduksi biji besi ini dalam perjalanannya masih terlibat urusan dengan masyarakat sekitar, mulai dari pembebasan sampai pencemaran lingkungan yang belum ada judul akhir.

Persoalan lainnya yang masih menyisakan tanda tanya besar adalah keberadaan penambangan pasir atau yang biasa disebut Galian C yang hingga kini masih menjadi kontraversi adalah persoalan perijinan dan kegiatan yang seringkali berbeda antara lahan yang diberikan ijin dengan lahan yang dikeruk, belum lagi persoalan legalitas lainnya seperti ijin lingkungan dan keamanan masyarakat sekitar yang acapkali kepentingan dan kenyamanannya terabaikan, ironisnya lagi keberadaan mereka (para pengusaha galian C-red) tersebut hanya dipayungi statusnya oleh Peraturan Walikota (PERWAL), anehnya lagi dari keseluruhan rangkaian persoalan yang menyangkut masalah lingkungan, baik itu pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan nakalmaupum para pengusaha galian C yang sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup yang sangat domain dalam menuntaskan persoalan lingkungan terkesan tidak tegas dalam menangani bahkan menindak para perusak lingkungan yang nyata-nyata telah melanggar.

Redaksi BBO yang mencoba menelusuri persoalan pencemaran lingkungan dibuat kecewa lantaran Dinas LH yang akan di konfirmasi malah menghindar keluar kantor dengan alasan sudah ditunggu orang, akhirnya redaksi BBO mendapati seorang petugas PPLH (Pejabat Pelaksana Lingkungan Hidup) Dharmawan. menurutnya dia dan ke 3 orang anggota PPLH lainya sudah melakukan kegiatan pengawasan-pengawasan ke semua pabrik dengan cara me3ngambil sampel-sampel limbah dan di uji lab kan, namun Dharmawan mengelak memberikan keterangan lainnya dengan alasan bukan keweangannya, “lebih enaknya nanti kita ketemu Kadis saja pak, biar saya tidak dipersalahkan” katanya.

18/10/2012

Pencemaran Lingkungan, Tanggung Jawab Siapa?
Baru-baru ini soal lingkungan dan pencemarannya banyak di soal, dikalangan penggiat sosial, aktifis bahkan beberapa Media cetak dan elektronik pun tak kalah sengit menyoal dampak dan kerusakan yang ditimbulkan oleh pencemaran pabrik, pembuangan limbah dengan kategori berbahaya dan perusakan lingkungan yang ditimbulkan dari eksploitasi lingkungan yang dilakukan oleh para penambang pasir yang biasa disebut Galian C.

Kasus terbaru yang masih belum ada penyelesaianya adalah penguasaan lahan masyarakat dan pencemaran yang dilakukan oleh PT Indoferro, sebuah perusahaan swasta yang memproduksi biji besi ini dalam perjalanannya masih terlibat urusan dengan masyarakat sekitar, mulai dari pembebasan sampai pencemaran lingkungan yang belum ada judul akhir.

Persoalan lainnya yang masih menyisakan tanda tanya besar adalah keberadaan penambangan pasir atau yang biasa disebut Galian C yang hingga kini masih menjadi kontraversi adalah persoalan perijinan dan kegiatan yang seringkali berbeda antara lahan yang diberikan ijin dengan lahan yang dikeruk, belum lagi persoalan legalitas lainnya seperti ijin lingkungan dan keamanan masyarakat sekitar yang acapkali kepentingan dan kenyamanannya terabaikan, ironisnya lagi keberadaan mereka (para pengusaha galian C-red) tersebut hanya dipayungi statusnya oleh Peraturan Walikota (PERWAL), anehnya lagi dari keseluruhan rangkaian persoalan yang menyangkut masalah lingkungan, baik itu pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan nakalmaupum para pengusaha galian C yang sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup yang sangat domain dalam menuntaskan persoalan lingkungan terkesan tidak tegas dalam menangani bahkan menindak para perusak lingkungan yang nyata-nyata telah melanggar.

Redaksi BBO yang mencoba menelusuri persoalan pencemaran lingkungan dibuat kecewa lantaran Dinas LH yang akan di konfirmasi malah menghindar keluar kantor dengan alasan sudah ditunggu orang, akhirnya redaksi BBO mendapati seorang petugas PPLH (Pejabat Pelaksana Lingkungan Hidup) Dharmawan. menurutnya dia dan ke 3 orang anggota PPLH lainya sudah melakukan kegiatan pengawasan-pengawasan ke semua pabrik dengan cara me3ngambil sampel-sampel limbah dan di uji lab kan, namun Dharmawan mengelak memberikan keterangan lainnya dengan alasan bukan keweangannya, “lebih enaknya nanti kita ketemu Kadis saja pak, biar saya tidak dipersalahkan” katanya.

TELISIK SEKITAR KITA

17/10/2012

Bekerja Untuk Belajar
Setiap orang pasti memiliki motivasi tertentu dalam setiap tindakan dan kegiatan yang dilakukannya, entah itu bersifat materi maupun nonmateri. Begitu p**a dalam bekerja. Orangtua kita dulu sering kali memberikan nasihat yang secara langsung memberikan motivasi kepada kita. "Nak, kamu belajar yang rajin dan tekun agar kelak bisa cepat dapat kerja dan mendapat uang yang banyak." Demikian salah satu kalimat yang mungkin pernah kita terima. Sepintas, tidak ada masalah dengan nasihat tersebut karena memang orang yang bekerja pastilah mendapatkan imbalan dalam bentuk uang. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya alasan atau sebagai motivasi utama dalam bekerja, menurut saya, adalah sebuah masalah besar. Kenapa? Karena orang bisa menghalalkan segala cara dalam bekerja demi mendapatkan sejumlah uang yg diidamkannya. Dalam konteks yang berbeda, seseorang bisa merasa kecewa dan frustrasi apabila imbalan uang yang diterimanya tidak sesuai dengan harapannya. Akibatnya, ia malah menjadi malas-malasan dalam bekerja dan cenderung tidak berprestasi. Kalau begitu, apa motivasi lain yang perlu kita kembangkan selain uang? Belajar. Ya betul, belajar adalah salah satu motivasi yang sangat baik bagi siapa pun dalam posisi apa pun dan di mana pun ia berada. Apalagi bagi seorang karyawan yang masih relatif muda secara usia dan pengalaman. Sekolah atau kuliah memang mengajarkan banyak hal, namun hampir sebagian ilmu yang kita pelajari di meja sekolah/kuliah terkadang "hilang" begitu saja ketika kita masuk dunia kerja. Apalagi bila kita bekerja dalam bidang yang tidak relevan dengan bidang sekolah/kuliah dulu. Oleh karenanya, saya sering mengatakan bahwa bekerja adalah lahan belajar yang sebenarnya. Bekerja adalah dunia belajar yang sesungguhnya yang sangat penting dalam mengasah ilmu dan skill seseorang. Seseorang yang punya motivasi belajar dalam bekerja, akan cenderung ingin melakukan hal-hal sebagai berikut: - mengetahui banyak hal baru, bukan hanya bidang yang digelutinya saat ini. - mencoba banyak hal lain, dengan tujuan untuk menambah pengalaman. - secara sukarela membantu rekan kerjanya baik sesama bagian maupun berbeda departemen. - menantang dirinya sendiri untuk mampu menyelesaikan masalah-masalah yang sebenarnya. Seseorang yang memiliki motivasi belajar dalam bekerja tidak akan pernah merasa rugi, apa pun kondisi yang dialaminya, berapapun imbalan yang diterimanya dan bagaimanapun kondisi perusahaannya. Ia akan tetap menatap dengan penuh optimis dan antusias. Cara belajar terbaik adalah dengan melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan atau dengan kata lain dengan cara bekerja, sebagaimana pesan dari Benjamin Franklin (seorang tokoh ternama dunia; pemimpin revolusi AS), yaitu "Tell me and I forget, teach me and I may remember, involve me and I learn." SUMBER:Nasrul Chair - andriewongso.com
Posted by inspirasipagi.imeldafm at 12:20 AM No comments:
Pelecut Sukses
Alkisah, ada seorang perempuan muda yang bekerja di salah satu salon kecantikan papan atas di New York, yang sering dikunjungi oleh kalangan atas dan selebritis. Suatu hari dia terkagum-kagum melihat pakaian seorang pelanggan kaya yang sedang berkunjung ke salon tempatnya bekerja. Rasa ingin tahunya langsung muncul, dan lalu bertanya dengan pertanyaan spontan, "Di mana Ibu membeli pakaian Ibu ini, ya?" Pelanggan kaya itu menatap dirinya dengan sikap dingin dan tatapan tajam. Dan dengan ketus, dia menjawab, "Untuk apa kamu mau tahu di mana saya membelinya? Kalau saya katakan, toh kamu tidak akan sanggup membelinya." Mendengar kata-kata hinaan itu, si pekerja salon melangkah pergi dengan wajah merah padam. Perasaannya terluka, tapi batinnya berbicara, "Saya berjanji suatu hari saya pasti bisa mendapat semua seperti yang dipunya wanita kaya itu: perhiasan, rumah mewah, uang yang banyak. Mulai sekarang tidak akan ada lagi orang yang berkata seperti itu pada saya." Tahun demi tahun pun berlalu. Di berbagai surat kabar mulai terpampang foto-foto si pekerja salon tadi bersama orang-orang top dunia, seperti Pangeran Charles, Putri Grace dari Monaco, Rose Kennedy, TC Cooke, dan lainnya. Pekerja salon itu adalah Estee Lauder (1906-2004). Bisa dibilang, pada masa hidupnya, ia adalah salah satu wanita terkaya di dunia dan merupakan pionir dalam industri kecantikan dunia. Perusahaan Estee Lauder Companies miliknya dibangun pertama kali bersama suaminya Joseph Lauder. Perusahaan ini adalah induk dari berbagai merek kosmetik dan fashion bergengsi. Contohnya, Donna Karan Cosmetics, Tommy Hilfiger Toiletries, Aramis, Clinique, dan Mac. Produk-produk Estee Lauder Companies dijual di lebih dari 130 negara di lima benua. Mengenai kisah suksesnya, Estee berulang kali mengatakan, "Saya bisa berhasil tidak hanya dengan berdoa atau berharap, tapi juga dengan bekerja." Kerabat Imelda..Kisah Estee Lauder tadi menegaskan betapa sebuah hinaan atau cercaan itu sebenarnya bisa memberikan manfaat besar bagi hidup kita. Estee Lauder telah membuktikannya. Dia mampu mengubah perasaan negatifnya terhadap wanita yang menghinanya menjadi motivasi besar dirinya untuk meraih sukses. Jika ada orang yang meremehkan atau menghina kita, biarkan saja. Tapi, jangan sampai kita kehilangan rasa percaya diri dan meratapi diri kita atas hinaan itu, apalagi menyimpannya menjadi dendam hingga mengharapkan hal-hal buruk terjadi pada orang yang menghina kita. Seperti yang dilakukan Estee Lauder, kita juga bisa mulai belajar untuk mengubah kata-kata negatif sebagai "pelecut" semangat kita untuk meraih keberhasilan yang lebih besar..
*Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas*

Address

Cilegon
42414

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bidik Banten Online (BBO) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share