Radio Rodja

Radio Rodja Halaman ini adalah Fans Page resmi Radio Rodja 756 AM / 100.1 FM
(5573)

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa mahabbah memiliki peran vital bagi seorang mukmin: • Nutrisi Hati dan Gi...
13/01/2026

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa mahabbah memiliki peran vital bagi seorang mukmin:

• Nutrisi Hati dan Gizi Roh: Mahabbah adalah kebutuhan pokok bagi jiwa.
• Kesejukan Pandangan Mata (Qurratul ‘Uyun): Cinta kepada Allah mendatangkan ketenangan yang luar biasa.
• Kehidupan yang Sesungguhnya: Kecintaan adalah kehidupan itu sendiri. Barang siapa yang tidak meraihnya, ia tergolong sebagai orang yang mati meskipun jasadnya bernapas.
• Cahaya di Tengah Kegelapan: Mahabbah adalah cahaya bagi hamba. Tanpa cahaya ini, seseorang akan tenggelam dalam lautan kegelapan.
• Obat bagi Hati: Kecintaan kepada Allah adalah resep penyembuh. Tanpa obat ini, hati akan diselimuti oleh berbagai penyakit.
• Kelezatan dan Kenikmatan: Seseorang yang tidak merasakan kelezatan cinta kepada-Nya akan menjalani kehidupan yang penuh dengan kebimbangan, kegalauan, dan kesedihan.

Kecintaan adalah ruh dari keimanan, amalan, kedudukan, dan keadaan seorang hamba. Apabila seluruh dimensi kehidupan seorang mukmin kosong dari rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia bagaikan jasad yang tidak memiliki ruh.

Kecintaan inilah yang mendorong para musafir menuju Allah ‘Azza wa Jalla untuk terus berjalan. Meskipun jalan yang ditempuh terasa sulit dan penuh rintangan, dorongan cinta membuat segala kesulitan menjadi ringan. Cinta p**alah yang mengangkat derajat seorang hamba menuju tingkatan orang-orang yang jujur (ash-shiddiq) dalam keimanannya.

Simak melalui:

Hakikat Cinta merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Amalan-Amalan Hati. Kajian ini disampaikan pada Jumat, 13 Rajab 1447 H / 2 Januari 2026 M. Kajian Tentang Hakikat Cinta Pembahasan kali ini melanjutkan materi mengenai amalan hati, yaitu....

Termasuk di antara metode manhaj salaf adalah membantah orang-orang yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah....
12/01/2026

Termasuk di antara metode manhaj salaf adalah membantah orang-orang yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah. Hal ini dalam rangka menjaga kemurnian agama dan nasehat.

Dan termasuk yang dibahas di sini adalah ketika membantah seseorang yang memang dasar pemahamannya menyimpang, maka tidak perlu disebutkan kebaikannya. Karena tujuan Antum adalah membantah, bukan mempromosikan orang tersebut supaya makin disukai. Justru memperingatkan supaya dijauhi karena berhubungan dengan kesalahannya. Apalagi mereka-mereka yang kesalahannya samar, bahkan dianggap oleh sebagian dari kaum muslimin sebagai orang-orang yang membawa kebenaran.

Contohnya adalah bagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan aib beberapa orang sahabat yang tentu kebaikan mereka banyak. Bahkan mereka adalah orang-orang yang kebaikannya menjadi panutan bagi kita. Tapi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika menyebutkan aib mereka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak perlu menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka.

Beda ketika kita ingin menjelaskan biografi seseorang. Maka kita sebutkan semua yang ada pada dirinya. Tapi ketika kita ingin membahas seorang tokoh yang dikagumi di kalangan kaum muslimin, dan ternyata dia punya penyimpangan bid’ah besar, bahkan mengajak kepada bid’ah tersebut sehingga banyak mempengaruhi orang, maka yang seperti ini tidak perlu disebutkan kebaikannya. Karena tujuan kita adalah membuat orang jauh.
Ketika kita menjelaskan tentang seseorang, misalnya orang ini memiliki kesalahan-kesalahan demikian, demikian, demikian. Dia mengajak kepada perbuatan bid’ah. Jika kita tambahkan setelah itu “Tapi bagaimanapun dia adalah seorang yang punya kebaikan, dia pernah melakukan ini, melakukan itu, dan seterusnya.” Maka orang awam akan menyimpulkan bahwa berarti tetap saja dia baik. Tujuan kita untuk memberi nasehat dan menjauhi dia akhirnya tidak terwujud. Justru ini membuat bingung orang-orang awam.

Selengkapnya:

Download mp3 kajian Manhaj Salaf Membantah Pelaku Yang Menyimpang merupakan kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Dalam hadits keseratus yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, serta Al-Baihaqi dala...
12/01/2026

Dalam hadits keseratus yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, serta Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan lima wasiat penting bagi setiap Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ، وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Hindarilah hal-hal yang diharamkan Allah, niscaya engkau menjadi orang yang paling ahli ibadah. Ridhalah dengan apa yang Allah gariskan untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi orang mukmin. Cintailah manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi Muslim sejati. Dan janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Sifat mukmin yang ideal memiliki pondasi yang kuat, dimulai dengan ikrar dua kalimat syahadat. Namun, iman tidak hanya berhenti pada keyakinan di dalam hati. Seseorang yang mengaku beriman memiliki konsekuensi untuk melaksanakan semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi semua larangan-Nya.

Meskipun ketakwaan tempatnya di dalam hati, cerminannya akan terlihat jelas pada tutur kata dan sikap. Para ulama Ahlus Sunnah meyakini bahwa amal perbuatan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Hal ini ditegaskan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, yang menguraikan bab-bab keimanan dengan menonjolkan amalan fisik, ekspresi, rukun Islam, hingga akhlak dalam berinteraksi. Muslim yang ideal tampil secara totalitas; iman dalam hatinya didukung dengan bukti nyata melalui perbuatan.

Simak melalui:

Karakteristik Muslim Ideal: Antara Ibadah, Akhlak, dan Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 12 Rajab 1447 H / 1 Januari 2026 M. Kajian Islam Tentang Kara...

09/01/2026

Faedah Singkat yang membahas hukum melaksanakan umroh sementara masih memiliki hutang.

Dalam faedah ini dijelaskan bahwa permasalahan hutang dan umroh memiliki dua keadaan, serta ditegaskan bahwa mengulur pembayaran hutang padahal mampu adalah perbuatan zalim.

🎙 Disampaikan oleh:
Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Dalam hadits nomor 981, Al-Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallal...
09/01/2026

Dalam hadits nomor 981, Al-Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اعْبُدُوا الرَّحْمَنَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَأَفْشُوا السَّلَامَ ، تَدْخُلُوا الْجِنَانَ
“Sembahlah Ar-Rahman, berikanlah makanan, dan tebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Pengasih. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Segala sesuatu di muka bumi yang dipertuhankan manusia pada hakikatnya hanyalah makhluk, baik benda mati maupun benda hidup. Namun, terkadang manusia tidak menggunakan akal sehat sehingga menjauh dari ketaatan atau bahkan menyekutukan Allah ‘Azza wa Jalla.

Simak melaluI:

Keutamaan Menebarkan Salam dan Berbagi Makanan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 9 Rajab 1447 H / 29 Desember 2025 M. Kajian Islam Tentang Keutamaan Men...

Orang yang hatinya terpaut pada akhirat akan mensyukuri apa pun yang diterimanya. Ia cenderung merasa takut apabila memi...
09/01/2026

Orang yang hatinya terpaut pada akhirat akan mensyukuri apa pun yang diterimanya. Ia cenderung merasa takut apabila memiliki harta berlebih karena hal itu akan memperberat hisabnya pada hari kiamat kelak. Dengan demikian, ia lebih mudah meraih kebahagiaan melalui rasa syukur.

Imam Asy-Syafii Rahimahullah pernah berkata:

“Jika engkau memiliki hati yang penuh qanaah (merasa cukup), maka engkau dan raja dunia adalah setara.”

Inilah hakikat orang kaya yang sebenarnya. Orang kaya adalah mereka yang memiliki kekayaan hati. Ia tidak pernah mengharapkan bantuan orang lain karena merasa cukup dengan segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, orang yang memiliki harta berlimpah namun hatinya selalu merasa kurang, akan terjebak dalam perilaku buruk seperti korupsi. Hal tersebut merupakan akibat dari hati yang miskin karena keinginan dunia yang terlalu besar.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga meluruskan persepsi manusia tentang kekayaan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaya jiwa atau kaya hati artinya memiliki sifat qanaah, yaitu selalu merasa cukup atas pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengharapkan lebih dari apa yang ada. Kekayaan hati ini hanya bisa diraih apabila seseorang lebih mengharapkan kehidupan akhirat daripada dunia.

sumber: rodja.id/5uc

📌METODE MENGENAL NAMA DAN SIFAT ALLAHDalam mengenal nama dan sifat Allah, penting untuk memahami penjelasan para ulama. ...
08/01/2026

📌METODE MENGENAL NAMA DAN SIFAT ALLAH

Dalam mengenal nama dan sifat Allah, penting untuk memahami penjelasan para ulama. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:

• Mempelajari makna nama tersebut secara bahasa Arab.
• Memahami penafsiran para ulama mengenai nama atau sifat tersebut.
• Memahami konsekuensi serta pengamalan dari nama tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin kurang pengetahuan seseorang tentang Allah, semakin berkurang p**a kualitas keimanannya. Orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah cenderung memiliki nilai ibadah yang kurang. Sebagai contoh, seseorang memohon ampunan karena memiliki keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun. Adapun orang Asyairah yang hanya menetapkan 20 sifat. Tidak ada dalam 20 sifat itu Allah Pengampun. Juga kaum Jahmiyah yang menolak seluruh nama dan sifat Allah. Bagaimana akan minta ampun kepada Allah sementara tidak yakin Allah Maha Pengampun?

Jika seseorang tidak meyakini sifat-sifat Allah, seperti sifat ridha atau murka, maka ia akan sulit untuk sungguh-sungguh mencari ridha-Nya atau takut akan murka-Nya. Penyimpangan dalam memahami sifat Allah dapat menjatuhkan seseorang pada berbagai penyimpangan lainnya.

🔗Selengkapnya:

Iman kepada Allah: Pokok dari Segala Rukun adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 10 Rajab 1447 H / 30 Desember 2025 M. Kajian Tentang Iman kepa...

08/01/2026

Jika memberi makan tidak dapat dilakukan oleh semua orang, maka menebarkan salam dapat dilakukan oleh siapa saja.

HAKIKAT KEKAYAAN ADALAH KEKAYAAN JIWASelain menjelaskan tentang kemiskinan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jug...
08/01/2026

HAKIKAT KEKAYAAN ADALAH KEKAYAAN JIWA
Selain menjelaskan tentang kemiskinan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga meluruskan persepsi manusia tentang kekayaan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaya jiwa atau kaya hati artinya memiliki sifat qanaah, yaitu selalu merasa cukup atas pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengharapkan lebih dari apa yang ada. Kekayaan hati ini hanya bisa diraih apabila seseorang lebih mengharapkan kehidupan akhirat daripada dunia.

Mengenai orientasi hidup ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai ambisi utamanya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, memudahkan segala urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun, barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai ambisi utamanya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan kefakiran membayang di depan matanya, mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.” (HR. At-Tirmidzi)

Orang yang hatinya terpaut pada akhirat akan mensyukuri apa pun yang diterimanya. Ia cenderung merasa takut apabila memiliki harta berlebih karena hal itu akan memperberat hisabnya pada hari kiamat kelak. Dengan demikian, ia lebih mudah meraih kebahagiaan melalui rasa syukur.

Imam Asy-Syafii Rahimahullah pernah berkata:

“Jika engkau memiliki hati yang penuh qanaah (merasa cukup), maka engkau dan raja dunia adalah setara.”

Inilah hakikat orang kaya yang sebenarnya. Orang kaya adalah mereka yang memiliki kekayaan hati. Ia tidak pernah mengharapkan bantuan orang lain karena merasa cukup dengan segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, orang yang memiliki harta berlimpah namun hatinya selalu merasa kurang, akan terjebak dalam perilaku buruk seperti korupsi. Hal tersebut merupakan akibat dari hati yang miskin karena keinginan dunia yang terlalu besar. Simak selengkapnya:

Definisi Miskin dan Hakikat Kekayaan Jiwa merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 8 Rajab 1447 H / 28 Desember 2025 M. Kajian Hadits Tentang Definisi Miskin dan Hakikat....

Imam Asy-Syafii Rahimahullah pernah berkata:“Jika engkau memiliki hati yang penuh qanaah (merasa cukup), maka engkau dan...
07/01/2026

Imam Asy-Syafii Rahimahullah pernah berkata:
“Jika engkau memiliki hati yang penuh qanaah (merasa cukup), maka engkau dan raja dunia adalah setara.”

Inilah hakikat orang kaya yang sebenarnya. Orang kaya adalah mereka yang memiliki kekayaan hati. Ia tidak pernah mengharapkan bantuan orang lain karena merasa cukup dengan segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, orang yang memiliki harta berlimpah namun hatinya selalu merasa kurang, akan terjebak dalam perilaku buruk seperti korupsi. Hal tersebut merupakan akibat dari hati yang miskin karena keinginan dunia yang terlalu besar.

Simak selengkapnya:

Definisi Miskin dan Hakikat Kekayaan Jiwa merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 8 Rajab 1447 H / 28 Desember 2025 M. Kajian Hadits Tentang Definisi Miskin dan Hakikat....

05/01/2026

KEUTAMAAN AIR ZAMZAM

Setelah kemunculannya, air Zamzam menjadi sumber makanan dan minuman utama bagi Hajar dan Ismail. Air Zamzam memiliki keistimewaan sebagai air yang diberkahi, yang berfungsi sebagai makanan sekaligus obat.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda mengenai air Zamzam:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ، إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ، وَشِفَاءُ سُقْمٍ

“Sesungguhnya air zamzam itu diberkahi, ia adalah makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.” (HR. Abu Dawud)

Terkait hal ini, perlu ditegaskan bahwa anggapan mengenai adanya cabang sumur Zamzam di daerah lain yang jauh merupakan sebuah kedustaan dan termasuk khurafat yang tidak memiliki dasar dalam agama. Keistimewaan tersebut hanya diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada sumur Zamzam yang berada di Makkah.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini. Selengkapnya: https://rodja.id/5u8

05/01/2026

Seseorang yang mencintai Allah tidak akan diam tanpa memuji-Nya.

Address

Jalan Pahlawan Kampung Tengah (belakang Polsek Cileungsi) RT 03 RW 03 Cileungsi, Bogor
Cileungsi
16821

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radio Rodja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Radio Rodja:

Share

Category