13/01/2026
Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa mahabbah memiliki peran vital bagi seorang mukmin:
• Nutrisi Hati dan Gizi Roh: Mahabbah adalah kebutuhan pokok bagi jiwa.
• Kesejukan Pandangan Mata (Qurratul ‘Uyun): Cinta kepada Allah mendatangkan ketenangan yang luar biasa.
• Kehidupan yang Sesungguhnya: Kecintaan adalah kehidupan itu sendiri. Barang siapa yang tidak meraihnya, ia tergolong sebagai orang yang mati meskipun jasadnya bernapas.
• Cahaya di Tengah Kegelapan: Mahabbah adalah cahaya bagi hamba. Tanpa cahaya ini, seseorang akan tenggelam dalam lautan kegelapan.
• Obat bagi Hati: Kecintaan kepada Allah adalah resep penyembuh. Tanpa obat ini, hati akan diselimuti oleh berbagai penyakit.
• Kelezatan dan Kenikmatan: Seseorang yang tidak merasakan kelezatan cinta kepada-Nya akan menjalani kehidupan yang penuh dengan kebimbangan, kegalauan, dan kesedihan.
Kecintaan adalah ruh dari keimanan, amalan, kedudukan, dan keadaan seorang hamba. Apabila seluruh dimensi kehidupan seorang mukmin kosong dari rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia bagaikan jasad yang tidak memiliki ruh.
Kecintaan inilah yang mendorong para musafir menuju Allah ‘Azza wa Jalla untuk terus berjalan. Meskipun jalan yang ditempuh terasa sulit dan penuh rintangan, dorongan cinta membuat segala kesulitan menjadi ringan. Cinta p**alah yang mengangkat derajat seorang hamba menuju tingkatan orang-orang yang jujur (ash-shiddiq) dalam keimanannya.
Simak melalui:
Hakikat Cinta merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Amalan-Amalan Hati. Kajian ini disampaikan pada Jumat, 13 Rajab 1447 H / 2 Januari 2026 M. Kajian Tentang Hakikat Cinta Pembahasan kali ini melanjutkan materi mengenai amalan hati, yaitu....