Jannah

Jannah Hamba Allah 🤗

06/08/2021

POV Akbar

1 bulan pasca Allia pergi,

Akbar mengerahkan semua anak buahnya untuk melakukan pencarian di Jakarta dan di Sukabumi tempat Allia tinggal. Tidak memuaskan hasil, tidak ada jejak. Membuat Akbar semakin murka emosional dan mentalnya terganggu.

"Aaaaahahhhhhhh Allia ? Al lo kemana," lirihnya air mata yang membasahi wajahnya. Penampilannya tidak terurus acak - acakan.

Tidak ada orang yang berani mendekat Akbar. Ayah & Bundanya pun takut. Hanya bersama Alka serta Gio Akbar sedikit tenang.

"Akbar!? Ini udah 1 bulan setelah Allia pergi? Hidup lo udah gak terurus, ini makan? lo belom makan seharian ini?" ucap Alka telaten menyuapi. Akbar tidak mau bertemu orang lain selain Alka dan Gio.

"Bener! Kalau lo sakit, pencarian Allia bakalan terus tertunda Bar!" ucap Gio.

"Lo harus ikhlas, bukan berarti kita nyuruh lo lupain Allia. Jodoh itu gak bakalan kemana Bar? sejauh jarak lo dan Allia, kalau jodoh pasti akan dipertemukan," ucap Alka serta mendapat anggukan dari Gio.

"Lo butuh pelampiasan gak?" tanya Gio

"Gua sama si Gio udah siapin target ? Kalau lo mau turun tangan! Musuh kita makin meraja Lela Bar? Kita butuh lo yang dulu?!" [ Target pembunuhan, biasa psikopat. ]

"Betul?!"

"Jangan kelamaan galau lo! Ch' psikopat di tinggal cewe mati rasa lo?!" ungkap Alka senyum meremehkan

"Gua ga enak hati aja sama Allia bukan galau brayy, gua belom kasih penjelasan sama dia! Bisa aja dia mikirnya, gua mainin perasaan dia. Gua sudah mengecewakannya," ucap Akbar, Gio dan Alka saling tatap kaget. Karena dalam 1 bulan mereka selalu gagal membujuk agar Akbar membuka suara.

"Gua mau turun langsung pencarian ke kota kelahiran Allia," tambahnya,

"Allhamdulillah !!" ucap Gio dan Alka.

"Okh, okh!! Bagus nah ginih d**g! Harus semangat!?" ucap Gio

"SEMANGAT!!!" ucap ketiganya serempak diakhiri dengan tertawa.
___
POV Allia,
Allia sedang memainkan Hp miliknya pemberian Leon. penasaran Hp pemberian Akbar kemana? Author kasih tau ya!

Digantung dulu yah jeda 1 Minggu kalau bisa Up di Grupp aku lanjut cerita kalau gak bisa Cerita ini Tergabung gak ada ending kecuali kalian mau ngelanjutinn gpp sok aja 🙏🙏

06/08/2021

30

Kreeettt !

"Maaf tuan, Nyonya Allia sudah beberapa hari ini tidak keluar keluar kamar. Sama seperti tuan kala itu mengurung diri di kamar. Non Allia pun sama kami terakhir melihat Non Allia 1 Minggu yang lalu setelah ke datangan Non Rina," jelas salah satu maid dan berlalu pergi.

Akbar merasakan sakit di ulu hatinya seperti di tusuk alat tajam. Setelah mendengar penjelasan salah satu maid.

Ia merogoh saku celananya mengubungi no handphone Allia, tapi nihil sudah tidak aktif.

"Nomor yang ada tuju, tidak dapat di hubungi!" terus begitu berulang ulang.
Iya menelpon bawahannya yang pandai melacak.

Tut !

"Alka Kau coba suruh orang, lacak Handphone yang kamu beli semingu yang lalu. Kalau sudah kabari aku," ucapnya membanting ponselnya di lantai.

Prangg!!

Ia meruntuk kebodohannya berlalu pergi ke ruangan kerja guna melihat CCTV 1 Minggu terakhir.

Mata Akbar kembali berembun, apa yang dilihatnya 3 hari setelah ke datangan Rina, Allia pergi lewat jendela dan penjagaan saat lengah dan sudah 1 Minggu Allia pergi darinya.

'Allia kenapa kamu pergi dari ku? Maafkan aku, bukan maksudku menyakiti perasaanmu maaf, Allia?' batin Akbar air matanya berhasil lolos.

"Aaaahhhhhhhhh kenapa kamu pergi dari ku alliaaaaaa??!!"

Prangg ! Prangg !

MAAF KESALAHAN TEKNIS DI POSTINGAN PART 28 HARUSNYA DI PART 30 🙏🙏 salah ke kirim jadi pusing post nya🥺🥺

06/08/2021

29
Lanjut ...

Tok, tok, tok !

"All ini aku. Buka pintunya?"

"All kamu ada di dalam?"

"Allia?"

Ceklek !

Dibukanya pintu karena tidak terkunci.
Pemandangan yang Akbar lihat kamar begitu bersih dan rapih. Ia masih biasa saja karena kamar Allia memang selalu rapih.

"Allia, kamu di kamar mandi? All aku ingin mengajak mu jalan jalan, ayo siap siap kita keluar sekarang?" Ucap Akbar

'kenapa Allia tidak menyahuti ku, ini lain dari biasanya' batin Akbar mulai menyadari ada yang tidak beres.

Akbar melangkah mendekati kamar mandi memeriksa apa Allia di dalamnya, nihil tidak ada apa apa kamar mandi sangat bersih dan tertata.

Akbar melangkah ke lemari baju. Dan seketika kelopak matanya dibanjiri air. Baju Allia kosong hanya tersisa baju baju mahal yang Akbar belikan waktu itu.

Deg !

Tubuh Akbar roboh ia mundur dan terduduk di rajang Allia tertidur. Meremas rambutnya frustasi. Allia benar benar pergi darinya kenyataan yang begitu menyakitkan untuk Akbar.

Kreeettt !

Siapa yang berminat melanjutkan cerbung ini? Aku udah putus asa. Karena gak bisa Up di Grupp 😭😭😭 Boleh chat pribadi di akun FB Sitinrjh ya🙏🙏 bagi yang berminat

06/08/2021

28

Ada pemeran baru?? Teriaknya kencang terdengar di setiap sudut rumah, meraih apa saja yang di dekatnya dan melempar sembarang arah.

"Aaaaaaaaaaaaaaaa ahhh ahh hiks hiks Allia ? Kenapa kamu pergi dariku? Kanapa ahhhhhhh!" emosinya tidak terkendali

Prangg ! Prangg !

Maid dan bodyguard sangat di buat bingung. Emosional sang taun tidak bisa terkendali jika sedang dikuasai emosi.

Pasti akan ada pertumpahan darah.
Kepala maid mencoba mengubungi nomor orang orang terdekat tuannya.

Mulai dari Alka, Gio, Non Rina dan kedua orang tua Akbar agar segera datang melihat kondisi tuannya.

___

Allia telah sampai di kampung halaman nya 4 hari yang lalu di kota Sukabumi, di desa yang sangat terpencil dauh jadi ibu kota. Ia duduk bersandar di gubug kecil dengan laki - laki yang telah membatunya pulang ia bernama Leon.

~Leon Adi Wijaya. Memiliki perawakan tinggi, rambut klimaks ber gingsul usianyah terpaut 2 tahun lebih tua. Ia kakak kelas sewaktu SMA sekaligus Mantan pacarnya.

"Aa hatur nuhun pisan, Atos ngabantosan Lia? Lia teh henteu terang Kedah uken bantosan ti saha?" ucap Lia.

"Sami-sami Lia, kawas siga jeung saha? Aa Atos nganggep Lia sapertos adi. Sawios henteu ka repotkeun Lia?" jawab leon

[ Pakai bahasa Sunda nih ! Pada ngerti kagak! ]
Semilir angin menyejukkan, jauh dari polusi. Hamparan sawah yang luas menyita perhatian. Menatap tergelincirnya matahari, berganti dengan malam.

'Tuan Akbar mungkin sekarang tengah berbahagia dengan Non Rina. Mana sempat ia mengkhwatirkan Lia,' batin Allia.

"Ayo Lia pulang. Bade waktos neutepan magrib?" ajak Leon.

"Muhun A," jawab Allia, keduanya beriringan jalan pulang menuju rumah Allia.

Tebak di ending Allia sama siapa nihh??
Akbar vs Allia
Leon vc Allia
Bisa jadi Alka or Gio??

06/08/2021

27
Lanjut ...

'Aku harus cepat cepat pergi, sebelum Akbar menyadari ketidak hadiran ku' batin Allia setelah mempersiapkan semua.

"Aku pamit Bar! terima kasih kebahagia walaupun sementara. Terima kasih luka lama yang kembali tergores ini," ucap Allia meletakkan surat di kasur, menatap isi kamar yang begitu mengenang kenangan.

"Semoga kamu bahagia dengan Non Rina, Akbar aku menyayangimu," ucapnya pergi keluar lewat jendela.

[ Jadi di rumah Akbar sekarang tidak terlalu ketat penjagaan, Allia tahu jam jam kerja bodyguard akan berkeliling jadi ia kabur saat penjaga sedang lengah. ]

100 meter jauh dari rumah Akbar, Ia telah menaiki angkat. Pikirannya kalut tidak bertujuan ia akan pergi kemana.

'heuhh! Gua pergi kemana? Gua gak kenal siapa siapa di Jakarta' batin Allia. Ia teringat seseorang di masa lalunya.

"Iya kan mantan gua lanjutin kuliah di Jakarta? Apa gua minta bantuan dia aja yah?!" ucap Allia sambil mencari nomor kontak orang yang ia maksud.

Tut !! Panggilan terhubung.

"Ha-halo ini dengan siapa?" ucap dari sebrang telpon,

"Halo Aa? A ini Lia! Aa Lia boleh minta tolong?"

"................,"

"Liat sedang naik angkat A menuju terminal rambutan? Baiklah Lia tunggu Aa yah?" ucap Lia sembari menutup telpon. Ia tersenyum senang akhirnya jalannya dipermudah untuk pergi dari Akbar.

POV Akbar,

Setelah kepergian Alka, Akbar hanya berdiam diri di kamar. Ia membolak-balik berkas data milik Allia. Ia tidak menyadari ketidak hadiran Allia dirumah nya karena 1 Minggu tidak bertegur sapa.

'Aku tidak boleh mendiamkan Allia selama ini, aku harus menemuinya dan meminta maaf. Aku ajak iya pergi keluar saja' batin Akbar berlalu pergi menuju kamar Allia yang tidak begitu jauh dari kamarnya.

"Kali ini aku akan membuatku cerita semangat lagi Allia," ucap Akbar

Tok, tok, tok !

"All ini aku. Buka pintunya?"

"All kamu ada di dalam?"

"Allia?"

Ceklek !

06/08/2021

26
Part nangis!

***

POV Akbar,
Akbar mengurung diri di ruang kerja dengan setumpuk berkah dan belasan email di komputer. Setelah kedatangan Rina kerumah Allia belum menampakkan diri. Hal itu membuat Akbar khwatir.
'Allia tidak menghampiriku, biasanya ia akan datang ke ruangan ini hanya sekedar membawakan aku segelas kopi. Kali ini ia seperti memberi jarak antara aku dengan nya' batin Akbar.
"Aku harus segera menemui Allia, dan menjelaskan semua agar ia tidak salah paham," ucap Akbar sembari menelpon seseorang.
Tut! Panggilan terhubung.
"Mana file yang aku minta? Segera datang kerumah waktu 10 menit. Berkas itu harus ada di tangan ku?!" ucap Akbar kepada orang di sebrang sana.
"......." Tut! di akhiri sepihak, oleh Akbar.
"Ch menyebalkan! Allia aku akan membahagiakan mu dengan caraku sendiri. Tanpa menyakiti perasaanmu atau pun orang lain," ucapnya sembari menatap keluar jendela. [ Pikirannya kalut sedang galau. ]
15 menit berlalu,
Tok, tok, tok !
"Masuk!" Ceklek !
"Maaf Tuan. Tuan Alka sudah datang, ia menunggu di ruang tamu," ucap maid
"Suruh ia masuk ke mari,"
"Baik Tuan," ucapnya berlalu menutup kembali pintu.
Ceklek !
"Ada apa? Ada masalah? Rumah ini begitu sepi? Kemana peliharaan an mu, Bar?" tanya Alka berjalan menghampiri Akbar menyerahkan file yang ia mau.
"Ini semua identitas dari Allia?"
"Lo kenapa bar? Muka masam, kusut kayak enggak di setrika aja," menepuk pundak Akbar agar berbalik menghadapnya.
"Lo tahu Rina sudah balik ke indo Ka?"
"Hah, oh iya tau gua. Malem nanti dia ngajak kita kumpul? lo bakalan gabung juga kan?"
"Gua tidak enak hati dengan Allia setelah kepulangan Rina ka," ucap Akbar dengan raut wajah sulit diartikan.
"Lo lagi galau bro, gua turut perihatin ya? mau minta bantuan apa nih? Mumpung gua berbaik hati mau membantu lo?!" tawar Alka.
"Gua mau lo, ajak Allia pergi Ka! Bantu gua wujudkan harapan mimpinya Allia,"
"Lo bisa?!" tanya akbar.
"Gua akan lakuin semampu gua, buat bantuin lo. Ini bentuk balas jasa gua ke lo Bar?" ucap alka merangkul Akbar agar kembali tegar.
POV Allia,
Ia sekarang sedang terburu buru merapihkan pakaian dan barang barang seperlunya yang akan ia bawa pergi. Iya pergi minggat dari rumah Akbar? Kenapa? Iya tidak nyaman, ia menyalahkan kehadirannya akan membawa bencana dalam hubungan Akbar dan Rina notabennya sudah bertunangan.
'Aku harus cepat cepat pergi, sebelum Akbar menyadari ketidak hadiran ku' batin Allia setelah mempersiapkan semua.

"Aku pamit Bar!__

Hayo Allia, pergi😭

06/08/2021

25

"Dulu kamu mengundur pernikahan, menyuruh aku selesai di perguruan tinggi. Sekarang aku udah di semester 7. Apa kamu akan mengundur nya kembali Akbar! hiks hiks" ucapnya sambil terisak.

[ Sekedar informasi Ortu Rina sama Akbar itu teman bisnis. Rina di jodohkan dengan Akbar di waktu SMA. Kedua orang tua kesepakatan awal akan menikahkan di saat Rina lulus SMA, tapi Akbar menolak dengan alasan agar Rina menyelesaikan bangku kuliah. Sekarang Rina disuruh melanjutkan kuliah akhir di indo atas permintaan kedua orang tuanya agar terjalin ke'misteri antara Akbar dan Rina. Nasi udah jadi bubur, hati Akbar sudah di isi penuh dengan Allia.]

Dirangkulnya Rina dalam pelukan agar tangisnya mereda. Akbar dilanda bimbang, ia betul betul tidak mencintai Rina hanya menghargai perjodohan dari kedua orang tuannya. Hatinya sudah sepenuhnya di isi oleh Allia.

'Maafkan aku harus menyakiti perasaan dua orang perempuan sekali 'gus.' gumam Akbar

POV Allia,

"Bagaimana nasibku? Bagaimana dengan perasaan ini yang sudah terlanjur mencintainya, aku tidak tahu kapan perasaan ini hadir. Kenyataan nya aku sakit hati jika Akbar dekat dengan perempuan lain. Apalagi Non Rina adalah tunangan nya, hiks hiks... ," tangis Allia di kamarnya.

"Sedangkan aku siapa? Hanya asisten pribadinya. Jauh lebih unggul Non Rina," ucap Allia.

'Aku tak boleh lemah. Situasi ini sangat mendukung untuk aku kabur dari cengkraman Akbar bukan!! Ini kesempatan aku harus kabur?? Kehadiranku sudah tidak diperlukan?!' batin Allia mulai memikirkan rencana kabur.

Sad😭 banget ya Allia, nasibnya kurang baik.

06/08/2021

24

Masih belum bisa Up di Grup aku posting disinih sementara🙏 ajak yang lain untuk bergabung kunjungi halaman ini🙏

Ceklek !

"M-masuk!"
Allia hanya menatap takjub perempuan perawakan ideal bak model, dengan setelan gaun selutut, rambut hitam panjang terurai, lesung p**i tercetak di wajahnya.

"Hemm, kau maid baru ya di sinih?" ucapnya sembari tersenyum melihat penampilan Allia dari atas sampai bawah.

"Tidak usah gugup dengan ku biasa saja. Akbarnya ada?"

"A-ada, silahkan mari masuk nanti saya panggilkan tuan Akbar," ucap Allia

"Ahahah iya terima kasih. Tapi aku ingin ke-,"

"Siapa yang bertamu ke rumah Allia,?" tanya Akbar menuruni tangga menatap perempuan di samping Allia.

Deg !!
"Rina?"
"Akbar?" ucap Rina berlari mendekap serta memeluk, mengecup bibir Akbar dan kedua p**inya.

Grepp! Cup!

"Aku rindu Bar," ucap Rina bergelayut manja di lengan Akbar.

Allia yang melihat hal itu sontak kaget air matanya sudah membendung siap tergelincir, namun ia harus bisa menahan. Akbar menatap Allia yang terlihat sorotan banyak pertanyaan.

"Ehh! siapa tadi nama kamu," tanya Rina menatap Allia, Rina mengangguk.

"Allia Nyon-,"

"Jangan panggil Nyonya? Aku tidak enak mendengarnya. Aku belum resmi menjadi nyonya Akbar kami baru bertunangan," ucap Rina sambil menatap Akbar di sampingnya.
Lagi-lagi Akbar hanya diam.

"Oh iya, Allia tolong buatkan aku air minum yah?" perintahnya. Allia mengangguk dan berlalu ke dapur.

'Maafkan aku Allia, pasti di benakmu aku hanya memberikan mu harapan palsu. Ini di luar kendali ku, maaf Allia maafkan aku' batin Akbar.

"Sayang? Kamu semakin tampan, jadi makin cinta,"

"Hmmm, iya bagaimana sekolah mu di London? Lancar?" ucap Akbar.

"Hah! kamu tidak tahu. Aku akan pindah melanjutkan kuliah di Indo Akbar,"

"Oh begitu, maaf aku benar-benar tidak tahu," ucap Akbar.

"Tidak apa-apa, kamu pasti cape terlalu sibuk dengan urusan mu di MG," ucap Rina, Akbar hanya mengulum senyum.

"Akbar soal kelanjutan hubungan kita. Kapan kamu akan mela-,"

"Maaf Non dan Tuan, ini minuman dan cemilannya. Saya permisi?" ucap Allia mukanya sudah memanas. Ingin menumpahkan tangisan.

"Hmmm, kapan kamu akan me-,"

"Aku tahu maksud perkataan mu, maaf Rina aku belum siap menikah!" jelas Akbar

"Tapi Akbar? Ayah dan Bunda mu sudah mewanti-wanti kan! Mereka ingin kita segera menikah. Pertunangan ini masuk tahun ke 4, mau sampai kapan?"

"Dulu kamu mengundur pernikahan, menyuruh aku selesai di perguruan tinggi. Sekarang aku--"

05/08/2021

23

"Kamu habis bergadang ya, Oh iya aku udah di jemput Bang Ryan. Nanti sore aku boleh yah main ke rumahmu💕😘"
Rentetan pesan yang masuk dari 4 jam yang lalu, sekarang menunjukan pukul 9 pagi. Akbar menatap Allia khawatir ia tidak ingin menyakiti gadisnya. Tapi ia tidak mungkin melawan perintah orang tuanya.
Tut!! panggilan terhubung,
"Halo alka. Apa kamu sudah mendapatkan semua informasi tentang Allia," ucapnya pelan tidak ingin membangunkan Allia yang masih di alam mimpinya.
"........."
"Baiklah antarkan ke rumah sekarang juga,"
"........." Tut! Panggilan berakhir.
'Sebisa yang ku mampu, aku ingin membahagiakan mu. Walaupun nanti aku tidak tau kita di takdirkan berjodoh atau tidak' batin Akbar sekolah mengecup kening Allia.
"Eunghh! Tuan kau sudah bangun? Kenapa tidak membangunkan ku?"
"Aku tak ingin menggangu tidur mu. Nyenyak sekali memimpikan aku ya?"
"Ch Geer, siapa juga yang memimpikan kamu," ucap Allia sambil menjulurkan 😛 berniat kabur.
"Awass kau ya! Tidak ada ku biarkan kamu pergi," sambil kejar - kejaran di dalam rumah. Maid yang melihat itu hanya menggeleng tinggal kedua orang dewasa bertingkah kanak - kanak.
Tok, tok, tok!!
"Berhenti tuan, ada tamu? Biar aku buka. Tuan masuklah ke kamar basuh muka, itu ada upil di mata?!" tunjuknya berbohong,
"Mana ada orang ganteng -,"
"Syutttt! Udah masuk kamar basuh muka tuan," ucapnya mengusir Akbar
"Tunggu sebentar!! teriak Allia berlari mendekati pintu.
Ceklek!!
"Ma - masuk!!"

Tebak siapa yang bertamu??
❤️❤️❤️

05/08/2021

22

Sedih susah susah ngetik gak di ACC😭

Skip malam hari
Akbar duduk menatap layar komputer mengecek email dan berkas. Karena seharian ini ia menemani Allia belanja, atas keinginannya.
Tok, tok, tok!
"Masuk!" Ceklek! Allia mengantarkan kopi.
"Maaf tuan, kedatangan saya menggangu. Saya hanya ingin mengantarkan kopi. Agar tuan semangat" ucap Allia - Akbar tersenyum sangat manis.
"Terima kasih," ucapnya sambil menyeruput.
"Sama - sama tuan, saya permi-,"
"Jangan pergi, tetap disinih aku bertambah semangat dan senang dengan kehadiranmu," ucapnya sambil menarik Allia duduk di pangkuannya. Posisi Uwu banget!
"Baiklah," Allia menurut, menolak pun tetap akan di paksa.
Di lihatnya jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Allia sudah tidak tahan menahan ngantuk, ia tertidur di pangkuan Akbar bersandar di pundak kokoh, mengalungkan kedua lengan di leher Akbar. Melihat hal tersebut Akbar hanya mengulum senyum 'akhirnya tidak begitu sulit untuk meluluhkan mu' batin Akbar sembari merapikan hijab yang dikenakan Allia.
Pukul 2 dini hari Akbar baru menyelesaikan pekerjaan nya, iya pun sudah kelelahan. Mendengar dengkuran halus dari Allia ia urungkan niat pindah ke kamar, mereka berdua tertidur posisi intim Allia di pangkuan Akbar duduk bersandar di kursi serta, pelukan saling menghangatkan.

Notifikasi berlogo hijau mengusik pendengaran Akbar. Ia terbangun sejenak dan melihat pesan apa yang masuk. Kedua mata Akbar membola kaget.
"Halo sayang Akbar ku💕😘," from Rani 🖤
"Sayang❤️,"
"Masih belum bangun? Udah agak siang. Sayang!❤️"
"Kamu gak lupakan?, kalo aku hari ini udah balik ke indo?!,"
"Sayang aku udah mendarat di bandara Suekarno hatta - Masih belum bangun, tadinya pengen di jemput kamu?🥺"
"Kamu habis bergadang ya, Oh iya aku udah di jemput Bang Ryan. Nanti sore aku boleh yah main ke rumahmu💕😘"
Rentetan pesan yang masuk dari 4 jam yang lalu, sekarang menunjukan pukul 9 pagi. Akbar menatap Allia khawatir ia tidak ingin menyakiti gadisnya.
❤️❤

Address

Cisangkan Hilir. RT 05 RW 04 Cimahi Tengah
Cimahi

Telephone

+62888524666

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jannah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jannah:

Share