CirebonInfo

CirebonInfo IKLAN BERBAYAR
WA.0896-3975-6070
______________________
https://wa.me/6289639756070

Strategi "Marketing Kelas Dewa" di Balik Tawa: Mengapa Mens Rea Bukan Sekadar Stand-Up Comedy​Banyak penonton mengira sa...
11/01/2026

Strategi "Marketing Kelas Dewa" di Balik Tawa: Mengapa Mens Rea Bukan Sekadar Stand-Up Comedy

​Banyak penonton mengira saat menyaksikan Mens Rea di Netflix, mereka hanya sedang membeli tiket untuk tertawa. Padahal, jika Anda jeli, Pandji Pragiwaksono tidak sedang sekadar menjual lelucon. Ia sedang mendemonstrasikan sebuah masterclass marketing tentang bagaimana mengubah ide menjadi industri.

​Jika Anda hanya mendapat lucunya saja tanpa melihat polanya, Anda sedang rugi besar. Berikut adalah bedah strategi di balik kesuksesan Mens Rea.

​1. Produk vs. Kemasan: Menjual "Validasi," Bukan Sekadar Komedi

​Banyak orang mengira Mens Rea hanyalah pertunjukan orang berdiri di atas panggung. Salah besar. Dalam kacamata marketer, ini adalah produk yang dibungkus dengan Katarsis Sosial.

​Pandji tahu pasar sedang muak dengan perilaku pejabat dan kondisi politik, namun banyak yang takut bersuara. Di sinilah Pandji masuk membawa produk bernama "Validasi." Ia mewakili kemarahan kolektif penontonnya. Pemilihan judul Mens Rea (Niat Jahat) juga berfungsi sebagai filter audiens; ia menyaring pasar yang memiliki literasi dan rasa ingin tahu yang tinggi—kelompok yang biasanya memiliki daya beli untuk tiket-tiket pertunjukannya.

​2. Strategi Dapur Terbuka: Mengubah "Sampah" Menjadi Rupiah

​Penyakit kreator pemula adalah ketakutan akan kegagalan. Banyak yang menyimpan karyanya rapat-rapat sampai dianggap sempurna. Pandji melakukan sebaliknya lewat konten Open Mic di YouTube.

​Ia memperlihatkan proses saat leluconnya garing dan saat ia gagal di panggung. Mengapa?

​Membangun Kedekatan: Penonton merasa dilibatkan dalam proses penciptaan.

​By-Product Marketing: Sampah dari proses kreatifnya (latihan) diubah menjadi konten yang menghasilkan uang (AdSense/Membership).

​Investasi Emosi: Saat materi tersebut akhirnya "pecah" di Netflix, penonton merasa bangga karena mereka telah mengikuti perjalanannya sejak masih mentah.

​3. Newsjacking: Menunggangi Gelombang Isu

​Perhatikan judul-...

"Jika Anda menciptakan nilai dan informasi yang luar biasa bagi orang lain yang  mengubah hidup mereka - dan Anda selalu...
11/01/2026

"Jika Anda menciptakan nilai dan informasi yang luar biasa bagi orang lain yang mengubah hidup mereka - dan Anda selalu tetap fokus pada layanan itu - kesuksesan finansial akan mengikuti.

Brendon Burchard
Penulis Amerika (1977 - )

11/01/2026
Vibes Princess Mononoke-nya dapat banget! Di kedalaman hutan Mongolia yang membeku, sebuah pemandangan ajaib tertangkap ...
11/01/2026

Vibes Princess Mononoke-nya dapat banget!

Di kedalaman hutan Mongolia yang membeku, sebuah pemandangan ajaib tertangkap kamera: seorang wanita muda meluncur dengan tenang menembus pepohonan, namun bukan di atas kuda, melainkan di atas punggung seekor rusa kutub.

Wanita ini adalah bagian dari Suku Tsaatan, kelompok nomaden kecil yang namanya punya arti sederhana namun mendalam: "Orang-orang Rusa". Saat ini, jumlah mereka hanya tersisa sekitar 500 orang saja di seluruh dunia.

Bagi suku Tsaatan, rusa kutub bukan sekadar hewan ternak, tapi adalah napas kehidupan mereka. Sebagai kendaraan, rusa kutub jauh lebih jago mendaki medan berbatu dan salju tebal dibandingkan kuda.

Rusa ini menyediakan segalanya—mulai dari susu untuk diminum, bulu untuk pakaian hangat, hingga menjadi teman setia di tengah kesunyian hutan Taiga.

Sayangnya, kehidupan indah bak negeri dongeng ini sedang berada di ujung tanduk. Perubahan iklim yang membuat cuaca tak menentu dan godaan gaya hidup modern membuat tradisi leluhur ini perlahan memudar.

Setiap kali kita melihat potret sukuTsaatan menunggangi rusanya, kita sebenarnya sedang melihat sisa-sisa keajaiban dunia yang mulai rapuh. Itu bukan sekadar perjalanan biasa; itu adalah tarian terakhir dari budaya yang mengajarkan kita bagaimana manusia bisa hidup selaras dengan alam liar.

10/01/2026
Sejumlah media asing menyoroti langkah Indonesia yang menjadi negara pertama di dunia memblokir total akses Grok, chatbo...
10/01/2026

Sejumlah media asing menyoroti langkah Indonesia yang menjadi negara pertama di dunia memblokir total akses Grok, chatbot AI milik Elon Musk.

10/01/2026
10/01/2026
Mia McGrath, seorang wanita berusia 24 tahun, menjadi viral setelah berhasil mengumpulkan tabungan sebesar $97.000 atau ...
10/01/2026

Mia McGrath, seorang wanita berusia 24 tahun, menjadi viral setelah berhasil mengumpulkan tabungan sebesar $97.000 atau sekitar Rp1,5 miliar di usia yang sangat muda. Pencapaian ini diraih lewat tingkat disiplin keuangan yang sangat ekstrem yang jarang bisa dilakukan oleh orang seumurannya. Mia membuktikan bahwa pengorbanan di masa muda bisa memberikan kebebasan finansial di masa depan.

Salah satu kunci suksesnya adalah memangkas biaya hidup hingga titik minimal. Mia memilih untuk tetap tinggal bersama orang tuanya dan menghemat sekitar 50% hingga 70% dari seluruh penghasilannya tiap bulan. Namun yang paling ekstrem adalah pola makannya; ia mengaku hanya mengonsumsi telur dan roti setiap hari demi meminimalkan pengeluaran untuk urusan perut.

Target Mia sangat ambisius, yaitu ingin memiliki tabungan sebesar $1,3 juta (sekitar Rp20 miliar) pada usia 40 tahun agar bisa pensiun dini. Gaya hidup minimalis yang ia jalankan memberikan waktu lebih banyak bagi uangnya untuk tumbuh lewat bunga majemuk (compounding interest). Ia percaya bahwa kesenangan sesaat di masa muda tidak sebanding dengan ketenangan finansial jangka panjang.

Kisah Mia memicu perdebatan di media sosial; ada yang mengagumi dedikasinya, namun ada juga yang merasa caranya terlalu menyiksa diri. Namun bagi Mia, pilihannya sudah bulat karena ia memiliki tujuan yang jelas. Ini adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa disiplin keuangan sejak dini adalah faktor paling menentukan dalam membangun kekayaan, meskipun harus mengorbankan gengsi dan kenyamanan sementara.

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
10/01/2026

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

Pasien terpapar virus super flu yang meninggal di Bandung ternyata memiliki komorbid berat. RSHS menegaskan penyebab kematian masih didalami.

Address

Cirebon

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6289639756070

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CirebonInfo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share