Ramadhan Project

Ramadhan Project These Projects Offer Meaningful Ways To Prepare for Ramadan by Reflecting On The Divine Attributes and Engaging in Creative Activities.

Created by Menuju Cahaya Foundation

04/03/2026

๐ŸŒ™ RAMADHAN PROJECT: MENUJU CAHAYA โ€“ WORLD TOUR

Ramadhan bukan sekadar bulan.
Ia perjalanan.
Dari gelap menuju terang.
Dari lalai menuju sadar.
Dan dari situlah lahir program ini:
Ramadhan Project โ€“ Menuju Cahaya.

Sebuah gerakan.
Bukan hanya event. Tapi pengalaman ruhani yang disiarkan ke dunia.

๐ŸŒ… 1๏ธโƒฃ Terima Bangunin Sahur
Jam 03.00 pagi.
Dunia masih gelap.
Sebagian masih terlelap.

Lalu terdengar suara lembut membangunkan sahur.
Bukan sekadar alarm.
Tapi panggilan cinta.

Tim Ramadhan Project hadir langsung ke masyarakat.
Mengetuk pintu, menyapa hangat, menghidupkan sunnah.

Karena sahur bukan hanya makan.
Sahur adalah niat.
Sahur adalah kesiapan jiwa.

๐ŸŒ‡ 2๏ธโƒฃ Nemenin Berbuka Puasa
Maghrib datang pelan.
Wajah-wajah lelah berubah jadi senyum.
Kami hadir menemani berbuka.

Berbagi takjil.
Berbagi cerita.
Berbagi doa.

Buka puasa bukan sekadar melepas dahaga.
Ia simbol bahwa sabar selalu punya ujung manis.

๐Ÿ“ก 3๏ธโƒฃ Kajian Islam โ€“ Tausiah Ustadz Lokal (Live Streaming World Tour)
Dari pesantren kecilโ€ฆ
Menuju layar dunia.

Ustadz-ustadz lokal dari pondok pesantren diberi panggung global.
Tausiah disiarkan live streaming.
YouTube. Instagram. TikTok. Dunia menyaksikan.
Ilmu tidak lagi terbatas ruang.

Pesantren tak lagi hanya di desa.
Kini ia menjangkau dunia.
Karena cahaya ilmu tidak boleh redup.

๐Ÿ’› 4๏ธโƒฃ Lelang & Donasi โ€“ 29 Hari Bersama Ramadhan
Selama 29 hari.
Setiap hari ada gerakan.
Lelang amal.
Donasi terbuka.
Kolaborasi sosial.
Bukan hanya angka yang dikumpulkan.
Tapi harapan yang dibangun.
Dari donasi itu:
Santunan yatim
Bantuan pesantren
Paket sembako
Program dakwah berkelanjutan
Ramadhan bukan tentang konsumsi.
Tapi kontribusi.

โœจ Ramadhan Project โ€“ Menuju Cahaya bukan sekadar program.

Ia perjalanan kolektif.
Dari rumah ke rumah.
Dari pesantren ke dunia.

Dari hati ke hati.
29 hari.
29 kesempatan.
29 langkah menuju cahaya.

Dan ketika Ramadhan usaiโ€ฆ
Semoga cahayanya tidak ikut padam.

Donation Link by PayPal
https://www.paypal.com/ncp/payment/9T6NWFQJ2DBUE

28/02/2026

Did you send Salawat to our Beloved Prophet ๏ทบ today?

ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ูฑู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ๐Ÿ’š๐ŸŒน๐Ÿ’š๐ŸŒน๐Ÿ’š๐ŸŒน

28/02/2026

"Thuma'ninah bukan hanya soal adab, tapi soal hak biologi otak kita. Cobalah sujud minimal 60 detik di sujud terakhir Anda hari ini, dan rasakan 'kejernihan' yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sudahkah Anda mencobanya hari ini? ๐Ÿ‘‡"

โค๏ธโค๏ธ

28/02/2026

Malam ini, 28 Februari 2026, ada parade 6 planet yang berada pada posisi sejajar, yaitu Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus... sesaat setelah matahari terbenam, menyuguhkan pemandangan tata surya kita yang memukau... ๐ŸŒŒ

Semoga langit dimana kita berada lagi cerah, gak mendung tertutup awan... ๐Ÿ˜ƒ

MENUJU CAHAYA RAMADHAN PROJECTWhen Faith Meets Measurable Impact Program Overview Menuju Cahaya Ramadhan Project adalah ...
21/02/2026

MENUJU CAHAYA RAMADHAN PROJECT

When Faith Meets Measurable Impact Program Overview Menuju Cahaya Ramadhan Project adalah platform kolaborasi CSR berbasis nilai keimanan yang menerjemahkan semangat Ramadhan menjadi dampak sosial terukur. Program ini mendukung santri dan komunitas pesantren di Indonesia melalui layanan iftar bermartabat, penguatan spiritual, dan distribusi bantuan yang transparan serta terstruktur. Why It Matters Ramadhan adalah momentum strategis untuk: Menguatkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosialโ€ฆ...

When Faith Meets Measurable Impact Program Overview Menuju Cahaya Ramadhan Project adalah platform kolaborasi CSR berbasis nilai keimanan yang menerjemahkan semangat Ramadhan menjadi dampak sosial โ€ฆ

19/02/2026

Bayangkan suasana Madinah setelah badai besar bernama Karbala berlalu.
Nama Husayn ibn Ali telah menjadi simbol pengorbanan.

Sementara sebelumnya, kakaknya, Hasan ibn Ali, telah lebih dulu wafat.
Umat sedang goyah.
Luka masih terbuka.

Dan orang-orang mulai bertanya: โ€œSiapa sekarang dari keluarga Ali yang akan berdiri?โ€

Di tengah suasana itu, ada satu sosok yang jarang dibicarakan, tapi penting.
Namanya:
Muhammad ibn al-Hanafiyyah.
Ia adalah putra dari
Ali ibn Abi Talib.
Namun ibunya bukan Fatimah.
Ibunya bernama Khaulah binti Jaโ€™far, dari kabilah Bani Hanifah.

Karena itu ia dijuluki al-Hanafiyyah โ€” bukan karena mazhab, tapi karena garis ibunya.
Muhammad tumbuh sebagai lelaki pemberani, alim, dan zuhud.

Ia ikut dalam beberapa peristiwa penting.
Ia hidup lebih lama setelah Hasan dan Husain wafat.
Dan di sinilah cerita menjadi menarik.
Setelah tragedi Karbala, muncul kelompok yang sangat terpukul dan marah terhadap kekuasaan Bani Umayyah.

Sebagian dari mereka mencari simbol harapan.
Mereka ingin figur dari Ahlul Bait yang bisa menjadi titik perlawanan.
Beberapa kelompok โ€” terutama yang kemudian dikenal sebagai Kaisaniyyah โ€” mulai meyakini bahwa Muhammad ibn al-Hanafiyyah adalah sosok yang ditunggu-tunggu.

Sebagian bahkan menganggapnya sebagai Mahdi.
Tapi di sinilah pentingnya kejujuran sejarah.
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah tidak menerima klaim tersebut.
Dalam riwayat yang kuat, Muhammad ibn al-Hanafiyyah sendiri tidak pernah mengklaim dirinya sebagai Mahdi.

Ia tidak membangun gerakan mesianik.
Ia tidak mengumumkan diri sebagai pemimpin akhir zaman.
Ia hidup sebagai bagian dari keluarga besar Ali โ€” dihormati, tetapi bukan figur kenabian, bukan p**a Imam maโ€™shum menurut Sunni.

Yang menarik?
Namanya sempat menjadi simbol harapan politik.
Bukan karena ia mencari itu.
Tapi karena situasi zaman memaksa orang mencari figur penyelamat.

Dan sejarah sering seperti itu.
Kadang seseorang dijadikan โ€œjawabanโ€ oleh keadaan,
padahal ia sendiri tidak pernah mengaku sebagai jawaban itu.

Jadi siapa Muhammad ibn al-Hanafiyyah?
Ia adalah:
Putra Ali.
Saudara Hasan dan Husain (beda ibu).
Lelaki saleh dan terhormat.
Sosok yang pernah dijadikan simbol Mahdi oleh sebagian kelompok.

Namun tidak diakui mayoritas ulama sebagai Mahdi.

Bukan tokoh legenda.
Bukan figur mitos.
Tapi bagian nyata dari sejarah keluarga Ali yang kompleks dan penuh dinamika.

5 Kesadaran Diri Menuju Allah dalam Perjalanan HidupHidup ini bukan cuma soal bernafas. Ini soal sadar. Sadar siapa kita...
18/02/2026

5 Kesadaran Diri Menuju Allah dalam Perjalanan Hidup
Hidup ini bukan cuma soal bernafas. Ini soal sadar. Sadar siapa kita. Sadar dari mana datang. Dan sadar ke mana p**ang.
1. Saat Musuh Dalam Selimut adalah Istri dan Anak
Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an bahwa sebagian pasangan dan anak bisa menjadi ujian. Bukan karena mereka jahat. Tapi karena cinta bisa membutakan arah.
Ketika keluarga membuatmu lalai dari shalat, sibuk mengejar gengsi, takut miskin sampai lupa halal-haram โ€” di situlah ujian dimulai.
Kesadaran pertama: mencintai keluarga karena Allah, bukan menjadikan mereka alasan meninggalkan Allah.

2. Dibersihkan Dari Circle Maksiat Dunia
Kadang satu per satu teman menjauh. Bisnis gagal. Lingkaran pergaulan berubah.
Awalnya terasa kehilangan. Tapi ternyata itu proses penyaringan.
Allah tidak sedang merenggut โ€” Dia sedang membersihkan.
Circle yang dulu penuh tawa tapi kosong makna, diganti dengan kesunyian yang mendekatkan jiwa pada doa.
Kesadaran kedua: tidak semua kehilangan itu musibah. Bisa jadi itu rahmat terselubung.

3. Dipersulit Saat Mencari Dunia
Rezeki terasa berat. Usaha seperti jalan di pasir.
Sementara orang lain tampak mudah.
Padahal Allah sedang mendidik mental, bukan menghukum.
Kalau dunia terlalu mudah, hati jadi sombong.
Kalau dunia dipersulit, hati belajar tunduk.
Kesadaran ketiga: yang sulit bukan berarti ditolak. Bisa jadi sedang dipersiapkan.

4. Terlihat Dari Kesadaran Diri Melihat Setiap Perjalanan
Orang yang mulai sadar akan melihat hidup bukan sebagai kebetulan.
Setiap sakit ada makna.
Setiap jatuh ada pelajaran.
Setiap pertemuan ada pesan.
Ia tidak lagi menyalahkan keadaan. Ia bertanya,
โ€œApa yang Allah ingin ajarkan padaku hari ini?โ€
Kesadaran keempat: hidup bukan tentang kejadian, tapi tentang pemahaman.

5. Jiwa Sengsara Akan Hilang Karena Tahu Kebesaran Allah
Saat hati benar-benar mengenal kebesaran Allah, gelisah pelan-pelan runtuh.
Bukan karena masalah hilang.
Tapi karena yakin ada Yang Maha Mengatur.
Seperti kisah sabar Nabi Ayyub yang diuji kehilangan segalanya, tapi tidak kehilangan iman.
Kesadaran kelima: penderitaan tidak menghancurkan jiwa yang mengenal Tuhannya.

Akhirnya kita paham,
Hidup bukan tentang seberapa nyaman perjalanan,
Tapi seberapa sadar kita dalam setiap langkah.
Karena ketika kesadaran tumbuh,
Kita tidak lagi berjalan sendirian.
https://open.spotify.com/episode/6H3GO1IagyG1lTZJvnPem6?si=vwmDxutiTYyHroQvJRbEJA

12/02/2026

/PODCAST

๐ŸŽง Ramadhan Project โ€” Podcast on SpotifyThis appears to be an audio series hosted on Spotify, titled Ramadhan Project. There isnโ€™t an official written description available publicly (Spotifyโ€™s show pages often donโ€™t include text unless the creator adds one) โ€” but from browsing the available episodes (via the Spotify site) and indexing info, we can see that:...

Address

Dr Cipto Mangkusumo No 76
Cirebon
45132

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ramadhan Project posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share