04/06/2026
“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?”
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatur ketat arus informasi istana.
Mulai dari meminta wartawan memberitakan yang baik-baik saja, hingga menelpon manajemen dan petinggi media saat tidak s**a dengan isi pemberitaan.
Ia juga menutup rapat agenda presiden untuk wartawan yang ngepos di Istana, tradisi yang sangat berbeda dari pemerintahan Jokowi sebelumnya. Ruang pers istana juga kerap diinterupsi olehnya, disetel untuk menjaga mood presiden.
Episode kedua dari serial Dead Press Society kali ini memberikan gambaran bagaimana pers ditekan dengan berbagai cara. Dari pemberitaan tentang bencana Sumatra, MBG, hingga seleksi informasi di lingkungan istana.
Pers dibolehkan mengkritik tapi kritik harus konstruktif, tidak mengganggu stabilitas. Bahkan tak ragu untuk menegur langsung pimpinan media jika beritanya tak dis**ai istana.
Situasi pers saat ini mengingatkan pada doktrin “Pers Pancasila” di era Orde Baru.
Baca selengkapnya - https://projectmultatuli.org/bencana-informasi-di-bawah-seskab-teddy/
Artikel pertama bisa dibaca di sini - https://projectmultatuli.org/dead-press-society-saat-hari-hari-kembali-penuh-omong-kosong/