Radar Bunder Tv

Call Directions Contact the business

Radar Bunder Tv Usaha mikro kecil menengah adalah istilah umum dlam dunia ekonomi yang merujuk kepada usaha produktif

Jajaran Satres Narkoba Polresta Cirebon berhasil membekuk bandar obat keras di Kecamatan Susukan Cirebon. Penangkapan in...
14/08/2026

Jajaran Satres Narkoba Polresta Cirebon berhasil membekuk bandar obat keras di Kecamatan Susukan Cirebon.

Penangkapan ini bermula, saat pihak kepolisian berhasil menangkap MF (27) pengedar obat keras disalah satu bengkel motor di Arjawinangun. Berdasarkan keterangan MF, dirinya mendapatkan barang tersebut dari A (42) di Kecamatan Susukan.

Polisi kemudian langsung bergerak dan berhasil menangkap A, beserta barang bukti ribuan obat keras yang siap diedarkan.

🔰𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐏𝐀 𝐁𝐏𝐃 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐃𝐏𝐑 𝐃𝐄𝐒𝐀..?"𝘒𝘦𝘣𝘦𝘣𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘢𝘯." — Montes...
08/08/2026

🔰𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐏𝐀 𝐁𝐏𝐃 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐃𝐏𝐑 𝐃𝐄𝐒𝐀..?

"𝘒𝘦𝘣𝘦𝘣𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘢𝘯."
— Montesquieu

Ada satu kekeliruan yang terus berulang dalam cara kita memandang Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Ketika BPD mengkritik Kepala Desa, sebagian orang berkata, "Itulah DPR-nya desa."

Sebaliknya, ketika BPD memilih berdialog dan membangun kemitraan, muncul tudingan bahwa BPD telah kehilangan keberanian.

Padahal, kedua penilaian itu berangkat dari satu kesalahan yang sama: menyamakan BPD dengan DPR.

Bayangkan sebuah rumah yang dibangun untuk dihuni bersama.

Kepala Desa adalah orang yang mengelola rumah itu setiap hari. Ia membuka pintu, memperbaiki atap yang bocor, mengatur kebutuhan keluarga, dan memastikan rumah tetap layak ditempati.

Lalu, siapakah BPD?

BPD bukan tetangga yang datang mencari kesalahan. Ia bukan p**a penghuni yang ingin merebut kepemimpinan rumah.

BPD adalah ruang keluarga tempat seluruh penghuni duduk bersama, saling mendengar, saling mengingatkan, dan memastikan bahwa setiap keputusan benar-benar untuk kepentingan seluruh keluarga.

Karena itu, jika harus menggunakan analogi yang lebih dekat dengan dunia organisasi, BPD lebih tepat disamakan dengan dewan pengawas atau dewan penasihat.

Mereka tidak menjalankan operasional harian.

Mereka juga tidak mengambil alih kepemimpinan.

Tetapi mereka memastikan organisasi tetap berjalan sesuai tujuan yang telah disepakati bersama.

Di sinilah letak perbedaannya dengan DPR.

DPR bekerja dalam sistem politik nasional yang mengenal partai politik, oposisi, koalisi, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap pemerintah.

Sementara BPD lahir dari semangat musyawarah desa, bukan dari kompetisi politik.

Sayangnya, realitas di lapangan sering kali memperlihatkan gambaran yang berbeda.

Masih ada anggota BPD yang menganggap tugas utamanya adalah "mengalahkan" Kepala Desa.

Sebaliknya, masih ada Kepala Desa yang memandang setiap kritik BPD sebagai ancaman terhadap kewibawaannya.

Akibatnya, rapat desa berubah menjadi arena adu ego.

Musyawarah kehilangan makna.

Masyarakat hanya menjadi penonton.

Padahal yang dipertaruhkan bukan kemenangan salah satu lembaga, melainkan masa depan desa itu sendiri.

Kalau kita kembali kepada semangat regulasi, desain kelembagaan desa sebenarnya sudah sangat jelas.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tidak pernah menyebut BPD sebagai lembaga legislatif desa.

Negara justru menempatkan BPD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan tertentu melalui tiga tugas utama, yaitu membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mengawasi kinerja Kepala Desa.

Pengaturan tersebut diperjelas lagi melalui Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa.

Sementara itu, Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2019 memberikan peran yang lebih konkret kepada BPD sebagai penyelenggara Musyawarah Desa.

Artinya, BPD tidak dibentuk untuk menjadi "parlemen kecil" yang selalu berhadapan dengan Kepala Desa.

Negara justru menghendaki BPD menjadi penjaga demokrasi desa melalui musyawarah, partisipasi, dan pengawasan yang konstruktif.

Jika dilihat dari praktiknya, tugas BPD bahkan dimulai jauh sebelum Musyawarah Desa berlangsung.

BPD memastikan masyarakat memetakan kebutuhan desanya secara partisipatif.

BPD mengajak warga mengevaluasi pembangunan tahun sebelumnya.

Ketika Musyawarah Desa dilaksanakan, BPD memimpin forum agar setiap kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berbicara.

Setelah musyawarah selesai, tugas itu belum berakhir.

BPD masih harus memastikan bahwa seluruh prioritas yang telah disepakati benar-benar diterjemahkan ke dalam RKP Desa, APB Desa, dan pelaksanaan pembangunan.

Dengan kata lain, BPD menjaga demokrasi desa sebelum, saat, dan sesudah musyawarah berlangsung.

Gagasan seperti ini sebenarnya telah lama dipikirkan oleh para filsuf politik.

Aristoteles mengajarkan bahwa tujuan pemerintahan adalah mewujudkan bonum commune, kebaikan bersama.

Montesquieu mengingatkan bahwa kekuasaan harus diawasi agar tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan.

Namun pengawasan bukan berarti permusuhan.

Alexis de Tocqueville melihat demokrasi lokal sebagai sekolah pertama tempat masyarakat belajar bekerja sama.

Sementara B**g Hatta percaya bahwa musyawarah adalah jalan untuk menemukan kebijaksanaan, bukan memenangkan perdebatan.

Semua pemikiran itu bertemu dalam satu titik: demokrasi tidak tumbuh dari pertarungan tanpa akhir, tetapi dari keseimbangan antara kekuasaan dan pengawasan.

Yang justru patut dikritik hari ini bukanlah keberadaan BPD, melainkan cara kita memahaminya.

Kita terlalu sering membawa logika politik nasional ke dalam kehidupan desa.

Seolah-olah setiap kritik harus dibalas dengan perlawanan.

Seolah-olah setiap perbedaan pendapat pasti melahirkan kubu.

Padahal desa memiliki tradisi yang jauh lebih tua daripada politik elektoral.

Tradisi itu bernama musyawarah.

Karena itu, yang perlu diperkuat bukan semangat untuk saling mengalahkan.

Yang perlu dibangun adalah budaya saling mengingatkan.

BPD harus mengawasi secara objektif, berbasis data, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kepala Desa harus membuka ruang kritik sebagai bagian dari tata kelola yang sehat.

Pemerintah daerah, pendamping desa, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus memperkuat literasi tentang kedudukan BPD agar konflik yang lahir dari salah tafsir tidak terus berulang.

Pada akhirnya, BPD bukan DPR Desa karena desa bukan miniatur panggung politik nasional.

Desa adalah ruang hidup bersama.

Di sana, demokrasi tidak diukur dari siapa yang paling keras berbicara, tetapi dari siapa yang paling tulus mendengar.

Sebab desa yang kuat bukanlah desa yang dipenuhi pertarungan antarlembaga.

Melainkan desa yang mampu menjaga keseimbangan antara kewenangan, pengawasan, dan kepercayaan.

Dan ketika kepercayaan tetap terpelihara, hukum tidak lagi sekadar menjadi kump**an pasal, melainkan berubah menjadi jembatan yang menghubungkan kekuasaan dengan kemaslahatan seluruh warga desa.

✍️ Rano Sanjaya Abdusama
Village & Cooperative Development Specialist
𝘛𝘳𝘢𝘪𝘯𝘦𝘳 – 𝘗𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 - 𝘊𝘰𝘮𝘮𝘶𝘯𝘪𝘵𝘺 𝘌𝘮𝘱𝘰𝘸𝘦𝘳𝘮𝘦𝘯𝘵 𝘍𝘢𝘤𝘪𝘭𝘪𝘵𝘢𝘵𝘰𝘳






berat

Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mengusulkan perubahan skema penyaluran bantuan. Alih-alih bergantung penuh pada...
30/07/2026

Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mengusulkan perubahan skema penyaluran bantuan.

Alih-alih bergantung penuh pada jaringan dapur umum, pemerintah didorong untuk menyalurkan dana bantuan sebesar Rp15.000 per hari per anak secara langsung ke rekening orang tua atau wali murid melalui Kartu ATM MBG yang terintegrasi dengan Bank Himbara dan data Dukcapil.

Dilansir dari kanal YouTube Rhenald Kasali yang menghadirkan Romy Soekarno, skema transfer tunai bersyarat ini dinilai lebih efektif menekan risiko kebocoran anggaran serta memastikan gizi anak terpenuhi langsung dari dapur rumah tangga.

“Kartu ATM ini berfungsi sebagai di transfer uangnya setiap hari 15 ribu ke dalam rekening yang dia terima. Dan 15 ribu itu bisa untuk dia masak di rumah. Ibunya memasakkan untuk anaknya, Prof. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali,” ujar Romy Soekarno.

Romy menambahkan bahwa jika dalam satu keluarga terdapat dua anak penerima manfaat, total dana yang diterima mencapai Rp30.000 per hari. Anggaran tersebut dapat diakumulasikan untuk berbelanja bahan makanan segar berkualitas.

“Kalau anaknya dua berarti 30 ribu. Artinya dia bisa save seminggu lalu dia belanja. Jadi benar-benar yang namanya 4 Sehat 5 Sempurna pasti tersiapkan dalam makanan yang disiapkan untuk anaknya sendiri,” ungkapnya.

Bagaimana setuju usulan ini?

https://s.shopee.co.id/2g9lwLRWXE
23/07/2026

https://s.shopee.co.id/2g9lwLRWXE

Beli ( Isi 20 PCS ) Bando Ikat Kepala Merah Putih Logo Garuda - Harga Grosir - Acara 17 Agustus Terbaru Harga Murah di Shopee. Ada Gratis Ongkir, Promo COD, & Cashback. Cek Review Produk Terlengkap

https://s.shopee.co.id/50XgiVZD1z
23/07/2026

https://s.shopee.co.id/50XgiVZD1z

Beli setelan 17 agustus anak Setelan Anak Terbaru Spesial Kemerdekaan Indonesia Untuk Usia 2-10 Tahun Terbaru Harga Murah di Shopee. Ada Gratis Ongkir, Promo COD, & Cashback. Cek Review Produk Terlengkap

https://s.shopee.co.id/9fJWGuZ18c
23/07/2026

https://s.shopee.co.id/9fJWGuZ18c

Beli Setelan Anak Kemerdekaan 17 Agustus Baju Anak Agustusan Merah Putih Cowok dan Cewek Unisex Usia 0-6 Tahun Terbaru Harga Murah di Shopee. Ada Gratis Ongkir, Promo COD, & Cashback. Cek Review Produk Terlengkap

https://s.shopee.co.id/70Il5xfQnz
23/07/2026

https://s.shopee.co.id/70Il5xfQnz

Beli KAOSBRO - Logo Resmi Kaos 17 Agustus HUT RI ke 81 - Premium Quality - Indonesia merdeka - Kaos Kemerdekaan - 100% katun - Anak dan Dewasa Terbaru Harga Murah di Shopee. Ada Gratis Ongkir, Promo COD, & Cashback. Cek Review Produk Terlengkap

05/06/2026

Turut berduka cita atas meninggal nya mantan Kuwu desa bunder bapak Aripin semoga amal ibadah nya disisi Allah dan diberi ketabahan buat keluarga nya amiin

KOPDES MERAH PUTIHSabtu, 16 Mei 2026, Presiden secara resmi meluncurkan operasionalisasi perdana 1.061 Kopdes Merah Puti...
18/05/2026

KOPDES MERAH PUTIH

Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden secara resmi meluncurkan operasionalisasi perdana 1.061 Kopdes Merah Putih secara serentak di Nganjuk, Jawa Timur

Banyak yg memprediksi apa yang akan terjadi di dunia persilatan dengan adanya Kopdes Merah Putih. Saya mau ikutan juga memprediksi. 😁

Klo kaitannya dgn sistem distribusi swasta.
Kayaknya dengan harga yang katanya lebih murah dan standar harga pemerintah.
Sepertinya Kopdes tidak akan bisa mengalahkan Alfamart, Indomaret, maupun Warung Madura secara total.

Cuma palingan,
Kehadiran Kopdes akan menciptakan distorsi pasar yang brutal dan memaksa rantai pasok swasta untuk beradaptasi di kategori produk tertentu.

​Berikut adalah analisis bagaimana Kopdes akan mendisrupsi masing-masing pemain:

​1. Kopdes vs. Raksasa Minimarket (Alfamart & Indomaret)
​Alfamart dan Indomaret memiliki keunggulan mutlak yang tidak mungkin direplikasi oleh program pemerintah dalam waktu singkat: infrastruktur IT/ERP yang sangat canggih, dominasi supply chain barang FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), dan manajemen operasional yang sangat efisien.

​Efek Distorsi (Kalah di Sembako): Jika Kopdes memonopoli distribusi barang bersubsidi (beras, minyak goreng, gula, LPG), minimarket akan kehilangan foot traffic dari konsumen yang mencari kebutuhan pokok dasar.

Masyarakat desa tidak akan membeli beras di Alfamart jika di Kopdes harganya jauh lebih murah karena subsidi atau kedekatan dengan sumber panen.

​Alasan Minimarket Tetap Bertahan: Kopdes tidak akan berjualan snack, kosmetik, minuman dingin, atau layanan lainnya dengan tingkat kenyamanan (AC, terang, bersih) yang sama.

Raksasa minimarket akan bergeser fokus menjadi pusat kenyamanan (convenience) dan gaya hidup kelas menengah desa, meninggalkan pertarungan sembako dasar kepada Kopdes.

​2. Kopdes vs. Pasukan Akar Rumput (Warung Madura)
​Di sinilah benturan paling berdarah akan terjadi. Warung Madura hidup dari kelincahan ekstrem: buka 24 jam, overhead (biaya operasional) nyaris nol, fleksibilitas tinggi (jual rokok eceran, bensin eceran), dan "kredit sosial" (utang/kasbon masyarakat sekitar).

​Ancaman Eksistensial bagi Warung: Anchor product (produk penarik pembeli) dari warung kelontong adalah rokok, LPG 3kg, beras, dan kopi saset. Jika Kopdes memotong jalur LPG 3kg dan beras murah langsung ke warga, warung kelontong akan kehilangan napas utamanya.

​Alasan Warung Madura Sulit Mati: Kopdes adalah entitas birokrasi. Mereka kemungkinan besar beroperasi dengan "jam kantor" (misal: 08.00 - 16.00).

Kopdes tidak akan melayani orang yang butuh obat masuk angin jam 2 pagi, atau bensin eceran di tengah malam. Warung Madura akan bertahan dengan mengeksploitasi kelemahan birokrasi ini: waktu operasional salah satunya.

Bahkan, sangat mungkin pemilik Warung Madura justru "memborong" barang murah dari Kopdes di siang hari untuk dijual kembali secara eceran di malam hari (arbitrase harga).

​3. Penyakit Institusi Plat Merah (Moral Hazard & Inefisiensi)
​Sejarah distribusi plat merah selalu dihantui oleh masalah klasik:
​Kebocoran Distribusi: Alih-alih sampai ke masyarakat, barang bersubsidi di Kopdes sangat rentan diborong oleh tengkulak lokal yang berkolusi dengan pengurus koperasi.

​Kurangnya Insentif Bertahan Hidup: Indomaret dan Warung Madura harus efisien karena jika tidak, mereka bangkrut dan pemiliknya tidak makan. Kopdes, karena disuntik dana negara dan fasilitas, sering kali kekurangan "rasa lapar" ini. Jika manajer Kopdes tidak mencapai target, mereka tidak langsung gulung tikar karena ada jaring pengaman pemerintah.

inefisiensi tersebut berpotensi akan membuat pelayanan Kopdes cenderung lambat dan kaku dibandingkan lincahnya sektor swasta.

​Kesimp**an :
​Kopdes Merah Putih tidak akan menjadi "pembunuh" Alfamart atau Warung Madura, melainkan akan menciptakan pasar dua tingkat (two-tier market).

​Kopdes akan mendominasi tier bawah untuk barang-barang komoditas dasar dan bersubsidi, memaksa pemain swasta merelakan pangsa pasar tersebut.

Sementara itu, Alfamart, Indomaret, dan Warung Madura akan berevolusi dan bertahan hidup di tier atasnya dengan menjual kenyamanan, waktu operasional 24 jam, variasi produk FMCG, dan fleksibilitas layanan yang tidak akan pernah bisa ditawarkan oleh sebuah institusi semi-birokrasi.

AM x Gemini

19/04/2026

Spot jantung pengikut

Address

Jalan Kh Ahmad Dhalan
Cirebon
45166

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 09:00 - 20:00
Sunday 09:00 - 20:00

Telephone

+6282219114844

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Radar Bunder Tv posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Radar Bunder Tv:

Shortcuts

Share