28/04/2026
Perjalanan dinas, kata mereka,wakil rakyat kita tetap “penting”.
Penting untuk apakah untuk rakyatnya ?
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon menegaskan perjalanan dinas masih menjadi bagian dari fungsi pengawasan.
Wakil Ketua DPRD, Hasan Basori, menyebut kegiatan ini tidak dihapus, hanya “disesuaikan” dengan semangat efisiensi anggaran. Bahasa yang terdengar rapi, bahkan bijak.
Katanya, kini bukan lagi soal kuantitas, tapi kualitas. Kunjungan harus menghasilkan manfaat konkret, bisa diimplementasikan, dan berdampak langsung. Bahkan, arah baru pun digagas seperti lebih sering turun ke dapil, melihat kondisi riil masyarakat.
Namun di sisi lain, angka berbicara dengan cara yang lebih jujur. Sekitar Rp4,31 miliar tetap dialokasikan untuk belanja penginapan perjalanan dinas luar daerah tahun 2026. Dibagi dalam 122 paket kegiatan, mayoritas lewat mekanisme pengadaan langsung.
Di sinilah ironi itu mengendap. Efisiensi yang digaungkan, terasa seperti diet yang hanya mengurangi porsi, tapi tetap memesan menu yang sama mahalnya.
Rakyat diminta memahami keterbatasan anggaran, sementara para wakilnya masih sibuk memastikan kualitas “kunjungan” tetap terjaga, lengkap dengan fasilitasnya.
Jika benar esensinya adalah pengawasan dan kebermanfaatan, publik tentu berhak bertanya, sudah sejauh mana hasil perjalanan itu benar-benar kembali ke rakyat?
Atau jangan-jangan, yang paling konsisten dari perjalanan dinas hanyalah perjalanannya itu sendiri.